Blog

  • Festival Bunga & Buah 31 Juli-02 Agustus di Taman Mejuah-Juah Berastagi

    Festival Bunga & Buah 31 Juli-02 Agustus di Taman Mejuah-Juah Berastagi

    TANAH KARO, SUMUT – Festival Bunga & Buah salah satu program agenda yang banyak dinantikan masyarakat Kabupaten Karo,maupun dari luar Kabupaten Karo bahkan mancanegara.

    Festival Bunga dan Buah kali ini sudah ditemukan waktunya,yakni tanggal 31 Juli sampai dengan 02 Agustus 2025.

    Hal ini diketahui usai rapat yang dibuka oleh Wakil Bupati Karo,Komando Tarigan,S.P,Kamis (03/07/2025).

    Dalam kata sambutannya Wakil Bupati Karo Komando Tarigan,S.P berharap kegiatan ini sukses dan membawa hal yang positif serta keberuntungan.

    Mengangkat tema ” Karo Paradise & Sympony, Festival Bunga dan Buah, pemenang tender pelaksana event Festival Bunga dan Buah 2025 adalah PT.Cipta Aksi Bersama.

    Festival Bunga & Buah ini sempat tertunda,menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karo,Munarta Ginting,S.P penundaan ini dilakukan,karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo berharap kehadiran tamu undangan VVIP dari Pusat dan Provinsi Sumatera Utara.
    (Erianto Perangin-Angin)

  • Bupati Ratu Zakiyah Dilantik jadi Bunda PAUD Kabupaten Serang

    Bupati Ratu Zakiyah Dilantik jadi Bunda PAUD Kabupaten Serang

    Serang – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini atau Bunda PAUD Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni melantik Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah sebagai Bunda PAUD Kabupaten Serang Periode 2025-2030 di Pendopo Bupati Serang pada Jum’at, 4 Juli 2025.

    Selain Bunda PAUD, dirangkaikan juga pelantikan Tifa Hensifa Hanum Najib sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Serang oleh Ketua Tim Pembina Posyandu, Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni.

    Tinawati Andra Soni mengatakan, bahwa pelantikan Bunda PAUD, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Ketua TP PKK Kabupaten Serang merupakan yang terakhir paska Pilkada Serentak Tahun 2025. ”Namun karena Pilkada Kabupaten Serang ada PSU, maka baru hari ini tanggung jawab melantik Bunda PAUD, Tim Pembina Posyandu dan TP PKK tingkat kabupaten dan kota di Provinsi Banten,”ujarnya.

    Sedangkan berkaitan tugas pokok dan fungsi atau tupoksi, kata Tinawati, yang pasti baik Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah sebagai Bunda PAUD dan Tifa Hensifa Hanum Najib sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu dan Ketua TP PKK Kabupaten Serang sudah mengerti apa yang harus dilakukannya. ”Sebetulnya untuk arahan sama dengan yang sebelumnya, beliau pasti sudah mengerti,”katanya.

    Bunda PAUD Kabupaten Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengungkapkan bahwa ini adalah tugas dirinya sebagai Bupati Serang yang melekat sebagai Bunda PAUD. ”Maka kedepan tentu kami akan terus melakukan peningkatan kualitas pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini,”ujarnya.

    Selain pendidikan, kata Ratu Zakiyah, termasuk juga pola asuh anak yang akan terus memberikan gizi yang terbaik untuk para anak usia dini. ”Sehingga itu nanti kita kedepan terus menjadikan para anak didik usia dini untuk generasi emas Tahun 2045,”tandasnya.

    Disamping itu juga, Ratu Zakiyah kedepan memastikan akan terus memberikan sosialisasi kepada para guru PAUD di Kabupaten Serang untuk bisa menyampaikan kepada anak-anak didiknya agar tidak sering-sering bermain gadget. Karena itu, sangat mengganggu aktivitas bermain anak-anak, mengganggu penglihatan dan pancainderanya.

    ”Nanti kedepan saya akan menyosialisasikan itu supaya anak-anak bermain gadget dibatasi waktunya, tidak berlama-lama seperti sekarang yang sangat banyak dampak negatifnya,”tegasnya.

    Turut hadir Penjabat Sekrertaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Serang, Ida Nuraida, para Asisten Daerah (Asda), Para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.(Trg)

  • Kades Sirumbia : Kami Mayoritas Petani, Keluhan Masyarakat Harga Tidak Stabil

    Kades Sirumbia : Kami Mayoritas Petani, Keluhan Masyarakat Harga Tidak Stabil

    TANAH KARO, SUMUT – Di dalam zaman semakin berkembang,desa-desa yang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani,Kepala Desa (Kades) memiliki peran penting dalam memimpin dan mengembangkan sektor pertanian serta kesejahteraan masyarakat.

    Kepala Desa tidak hanya penyelenggara pemerintahan desa,tetapi harus juga sebagai penggerak perekonomian desa,khususnya dibidang pertanian.

    Saat Tim Media “Takasima Group” berkunjung kesalahan satu desa di Kabupaten Karo,Desa Sirumbia Kecamatan Simpang Empat,Kamis (03/07/2025),desa ini juga salah satu yang mayoritas penduduknya bercocok tanam atau petani.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Sirumbia Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo Sumatera Utara,Arizona Sitepu.

    Kades yang ramah ini mengatakan kalau masyarakatnya secara global adalah petani.

    Mempunyai 200 kepala keluarga,desa Sirumbia mayoritas petani,peran kita sebagai pemerintahan adalah membentuk kelompok tani.”Pungkasnya,disela sela mengikuti program “Ayo Bertani” bersama TVRI.

    Arizona Sitepu juga mengungkapkan saat cuaca kemarau begini,kita pemerintah desa menyediakan air bersih untuk para petani,walau hal ini jauh dari maksimal,tapi kita akan terus berperan dalam membantu sektor pertanian.”Ujarnya.

    Saat ditanya,tanaman apa yang paling banyak di desa Sirumbia,Kepala Desa Arizona Sitepu mengatakan kalau disini pada umumnya tanaman sayur mayur (Hultikultura) yaitu sayur putih,Kol Bulat dan ada juga Ubi Rambat yang sering disebut Cilembu.”Katanya.

    Saat ini menjadi keluhan masyarakat adalah harga pertanian yang tidak stabil,dan bisa dibilang murah,sementara harga pupuk,obat kimia sangat tinggi,sehingga petani sering kelabakan.

    Harapan kita kepada Pemerintah Kabupaten Karo,kiranya memperhatikan keluhan petani kita ini dan adanya kontrol kestabilan harga,agar petani tidak merugi.”Jelasnya.

    Saat dikonfirmasi salah satu warga Desa Sirumbia Kecamatan Simpang Empat,Indra mengatakan kalau dia saat ini beralih menanam jagung di ladangnya,karena berapa kali kita menanam kol selalu merugi.”Katanya.

    Harga yang sangat sulit,kalau dalam melakukan penanaman menuju kualitas dan kuantitas kita petani mampu,tapi harga yang membuat kita menjerit,kayaknya lebih parah daripada bermain judi.”Tutupnya.
    (Erianto Perangin-Angin)

  • Tinjau Kopdes Merah Putih Ranjeng, Bupati Ratu Zakiyah Ajak Warga jadi Anggota Koperasi

    Tinjau Kopdes Merah Putih Ranjeng, Bupati Ratu Zakiyah Ajak Warga jadi Anggota Koperasi

    Serang – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah bersama Gubernur Banten Andra Soni meninjau Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Ranjeng, Kecamatan Ciruas di Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) 2 pada Jumat, 4 Juli 2025.

    Menyusul, pada Selasa, 2 Juli sebanyak 326 Kopdes Merah Putih di Kabupaten Serang menerima akta pendirian dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto.

    Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengapresiasi Gubernur Banten beserta jajaran dalam rangka meninjau telah terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih yang ada di Desa Ranjeng.

    “Semoga dengan adanya Kopdes Merah Putih yang ada di Desa Ranjeng dapat memberikan dampak yang positif pastinya,” ungkapnya kepada wartawan.

    Ratu Zakiyah memastikan bahwa semua Kopdes Merah Putih yang ada di Kabupaten Serang akan dilakukan peninjauan secara bersama-sama.

    “Kita tinjau bersama-sama karena semua koperasi desa harus sama-sama sukses. Sehingga nanti kesejahteraannya juga tidak hanya di satu desa, tapi di desa lainnya juga bisa meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonominya bisa meningkat,” harapnya.

    Oleh karenanya, Ratu Zakiyah mengajak warga di Kabupaten Serang untuk mendaftarkan diri sebagai Anggota Kopdes Merah Putih.

    “Sehingga keinginan dari Pak Menteri Koperasi untuk setengah dari warga desa itu bisa menjadi anggota koperasi, yang dampaknya nanti bisa semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desanya masing-masing,” katanya.

    Gubernur Banten Andra Soni juga mengapresiasi masyarakat yang antusias dan pengurus koperasi dengan keberadaan koperasi desa merah putih.

    “Semangat ini harus kita pelihara untuk terus berkolaborasi antara tingkat pemerintahan pusat, provinsi, kabupaten sampai dengan pemerintahan desa,” ujarnya.

    Turut mendampingi Kepala Dinas Koperasi Provinsi Banten Agus Mintono, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Serang Ida Nuraida, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Adang Rahmat, Kades Ranjeng Sapta Mulyana, dan Ketua Kopdes Merah Putih Ranjeng Cahyadi.

    Usai meninjau Kopdes Merah Putih Ranjeng, Gubernur Banten bersama Bupati Serang meninjau Toko Sembako Kopdes Merah Putih dan Konveksi Baju Kopdes Merah Putih.(Trg)

  • SAH! Engkos Kosasih Nahkodai PWI Serang Raya, Langsung Beri Ultimatum Soal Stigma ‘Wartawan Bodrex’

    SAH! Engkos Kosasih Nahkodai PWI Serang Raya, Langsung Beri Ultimatum Soal Stigma ‘Wartawan Bodrex’

    Tangsel, Djawaranews.com – Engkos Kosasih secara resmi terpilih untuk menahkodai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Serang Raya periode 2025–2028.

    Penetapannya dilakukan secara aklamasi dalam konferensi luar biasa yang digelar di sebuah hotel di Tangerang Selatan, Jumat (4/7).

    Konferensi ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun dan Ketua PWI Provinsi Banten Mashudi.

    Ketua Steering Committee (SC), Delfion Saputra, menyatakan Engkos menjadi calon tunggal. Hal ini membuatnya terpilih secara aklamasi sekaligus ditunjuk sebagai formatur tunggal untuk menyusun jajaran pengurus baru.

    “Engkos terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Serang Raya sekaligus formatur tunggal kepengurusan,” ujar Delfion saat memimpin sidang.

    Dalam pidato perdananya, Engkos Kosasih langsung menekankan pentingnya persatuan internal.

    Menurutnya, soliditas adalah kunci untuk menghadapi beratnya tantangan organisasi di wilayah Serang Raya yang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Banten.

    “Kalau sampai ada dua calon, itu bukan persatuan. Kita harus bersatu karena tugas kita cukup berat,” tegas Engkos.

    Ia juga menyoroti isu krusial mengenai citra wartawan di mata publik. Engkos secara terbuka mengakui adanya stigma negatif yang muncul akibat praktik-praktik oknum yang tidak profesional.

    “Saya hanya berupaya menjalankan roda organisasi agar PWI semakin kuat. Tidak bisa dipungkiri, citra wartawan semakin hari menurun. Istilah ‘wartawan Bodrex’ pun muncul dan sangat familiar di lapangan.”

    “Akan tetapi sejatinya tidak ada istilah ‘Wartawan Bodrex’ dalam kamus jurnalistik yang ada hanyalah wartawan kompeten dan tidak kompeten,” ungkapnya.

    Sebagai pondasi utama profesionalisme, Engkos menegaskan program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) akan menjadi prioritas.

    Ia mengajak seluruh anggota PWI Serang Raya untuk meningkatkan kompetensi melalui program sertifikasi tersebut.

    Dukungan Penuh PWI Banten
    Ketua PWI Banten, Mashudi, menyambut baik terpilihnya Engkos Kosasih.

    Ia optimistis kepemimpinan baru ini akan membawa PWI Serang Raya menjadi lebih maju dan solid.

    “Selamat atas terpilihnya Engkos. Mudah-mudahan ini pilihan yang tepat. Saya meyakini Engkos mampu membawa PWI Serang Raya lebih maju,” kata Mashudi.

    Mashudi mengingatkan bahwa PWI adalah rumah bersama untuk meningkatkan kapasitas wartawan, tidak hanya dalam teknis penulisan, tetapi juga dalam wawasan yang luas.

    Ia menekankan pentingnya kekompakan tanpa memandang latar belakang media tempat bernaung.

    “Di PWI, kita harus kompak. (At)

  • Kolaborasi Dengan BNN Kabupaten Karo..!!! Rutan Kabanjahe Gelar Tes Urine, Pegawai dan Warga Binaan Ikut Berpartisipasi

    Kolaborasi Dengan BNN Kabupaten Karo..!!! Rutan Kabanjahe Gelar Tes Urine, Pegawai dan Warga Binaan Ikut Berpartisipasi

    KARO SUMUT,  Djawaranews.com – Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap pemberantasan narkoba dan menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan zat terlarang, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabanjahe bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karo menggelar kegiatan tes urine, Jumat (4/7/2025) Pukul 10.00 WIB.

    Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai serta sejumlah warga binaan secara acak.

    Tes urine dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan rutan, sekaligus bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

    Kepala Rutan Kabanjahe, Bahtiar Sembiring, S.H menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Rutan Kabanjahe dalam mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dicanangkan pemerintah.

    “Kami ingin memastikan bahwa lingkungan rutan bersih dari narkoba, baik bagi petugas maupun warga binaan.

    Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tapi bentuk nyata dari sinergi kami dengan BNNK Karo untuk menjaga integritas institusi pemasyarakatan,” Ujar beliau.

    Tes urine dilaksanakan secara tertib dan diawasi ketat oleh petugas gabungan dari Rutan Kabanjahe dan tim medis/Rehabilitasi dari BNNK Karo.

    Dari hasil pemeriksaan sementara, seluruh peserta dinyatakan negatif dari zat narkotika.

    Kepala BNNK Karo, Ardi Effendi, S.E turut mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan oleh Rutan Kabanjahe.

    Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan produktif.

    “Rutan Kabanjahe telah menunjukkan contoh yang baik. Pencegahan harus dimulai dari dalam institusi itu sendiri.

    Kami akan terus mendukung setiap upaya positif seperti ini,” ungkapnya.

    Selain tes urine, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyuluhan singkat mengenai bahaya narkoba dan upaya rehabilitasi bagi pengguna, dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran dan semangat perubahan, khususnya bagi warga binaan.

    Dengan adanya kegiatan ini, Rutan Kabanjahe berharap mampu menjadi institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi penahanan, tetapi juga pembinaan yang humanis dan bebas dari pengaruh narkoba. (Erianto Perangin-Angin)

  • Atasi Penumpukan Sampah di TPA Rawa Kucing, Pemkot Tangerang Uji Coba Teknologi Pengolahan Sampah Modern dari Korea Selatan

    Atasi Penumpukan Sampah di TPA Rawa Kucing, Pemkot Tangerang Uji Coba Teknologi Pengolahan Sampah Modern dari Korea Selatan

    Kota Tangerang, Djawaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang baru saja melakukan uji coba teknologi pengolahan sampah menggunakan teknologi insinerator. Bekerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, uji coba teknologi insinerator dinilai mengurangi volume sampah di lingkungan pemukiman secara signifikan.

    Wali Kota Tangerang Sachrudin menjelaskan, uji coba teknologi pengolahan sampah menggunakan insinerator yang dilakukan di Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuce, dan Recycle (TPS3R) Mutiara Bangsa, Cipondoh, telah memenuhi standar mutu lingkungan hidup.

    “Pemkot Tangerang akan terus menjajaki dan mengkaji upaya-upaya untuk mengurangi sampah khususnya sampah rumah tangga dari sumbernya. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan tentunya,” ujar Sachrudin, Kamis (3/7/25).

    Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi menambahkan, Pemkot Tangerang memastikan uji coba teknologi insinerator telah dilengkapi proses pengkajian ilmiah mendalam, serta lulus uji emisi dengan tidak menghasilkan emisi gas buang yang berbahaya bagi kesehatan lingkungan. Hal ini menjadikan Pemkot Tangerang mengikuti jejak beberapa negara maju dalam mengelola sampah secara modern seperti di Singapura, Jepang, Jerman, Belanda, dan sebagainya.

    “Kami terus berupaya menyelesaikan permasalahan sampah dari tingkat hulu langsung, salah satu inovasi yang dilakukan dengan mencoba teknologi insinerator yang dipastikan ramah lingkungan. Sebelumnya, kami telah melakukan uji emisi bersama Sucofindo yang memiliki reputasi tinggi dan hasilnya dipastikan aman bagi lingkungan sekitar,” tambah Wawan.

    Berikut ini adalah keuntungan menggunakan teknologi insinerator dalam pengolahan sampah, di antaranya:

    1. Pengurangan Volume Sampah Secara Drastis

    Teknik insinerator dinilai dapat mengurangi volume sampah hingga sekitar 90 persen dengan total residu sampah yang sangat kecil, sekitar 0,1 persen dari hasil uji coba yang sudah dilaksanakan. Hal ini menjadi langkah solutif menuntaskan permasalahan sampah di tingkat wilayah sekaligus mengurangi beban volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing.

    2. Penghancuran Bahan Berbahaya

    Teknik insinerator memiliki daya suhu tinggi yang dapat menghancurkan bakteri, virus, maupun pathogen lainnya yang terkandung dalam sampah. Hal ini dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit maupun dampak berbahaya dari sampah yang tersebar di lingkungan sekitar.

    3. Pengurangan Emisi Metana dari TPA Rawa Kucing

    Teknik insinerator yang beroperasi dengan teknik pembakaran dapat mengurangi jumlah sampah yang membusuk di TPA Rawa Kucing, sehingga mengurangi emisi metana yang dihasilkan tumpukan sampah di TPA Rawa Kucing.

    4. Pengurangan Ketergantungan pada TPA Rawa Kucing

    Teknik insinerator menjadi terobosan baru dalam pengelolaan sampah dari proses hulu. Hal ini mengurangi ketergantungan pada TPA Rawa Kucing yang sudah dalam kondisi kapasitas penampungan sampahnya hampir mencapai ambang batas maksimal.

    5. Kontrol Emisi Lebih Baik

    Teknik insinerator dilengkapi teknologi modern dengan sistem kontrol emisi yang canggih, seperti filter tas, scrubber, dan injeksi karbon aktif yang bisa menghilangkan polutan berbahaya dari emisi gas buang yang dilepaskan dari pembakaran sampah. Hal ini menjadikan teknik insinerator menjadi salah satu pengolahan sampah dengan standar mutu lingkungan hidup yang terjamin.

    6. Pemanfaatan Sumber Energi

    Selain itu, teknis insinerator juga bisa dimanfaatkan untuk sumber energi alternatif. Berbasis wast to energy, teknik insinerator menghasilkan uap berpotensi dimanfaatkan untuk menggerakan turbin untuk memproduksi listrik bagi masyarakat. (Ad)

     

  • Jasa Raharja Berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Kab. Serang Gelar Rapat Forum Komunikasi, Siap Berupaya Turunkan Angka Fatalitas Korban Kecelakaan Akibat Kendaraan Over Dimension Over Loading

    Jasa Raharja Berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Kab. Serang Gelar Rapat Forum Komunikasi, Siap Berupaya Turunkan Angka Fatalitas Korban Kecelakaan Akibat Kendaraan Over Dimension Over Loading

    Serang, Djawaranews.com – Bertempat di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Kab. Serang pada tanggal 3 Juli 2025 telah diadakan Rapat Forum Komunikasi Lalu Lintas yang dihadiri oleh Polres Serang, BPTD Kelas II Banten, PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Banten, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten, Dinas Pekerjaan Umum Kab. Serang, Satuan Polisi Pamong Praja dan beberapa stakeholder terkait.

    Pembahasan rapat adalah mengenai permasalahan lalu lintas tindak lanjut penanganan penanganan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Hal ini menjadi perhatian khusus juga bagi pihak Jasa Raharja karena berdasarkan data yang ada, kecelakaan yang melibatkan truck sebagai kendaraan penyebab menempati urutan ke-2 setelah sepeda motor sebagai penyebab laka terbanyak di Banten. PT Jasa Raharja juga konsisten melaksanakan program preventif terhadap kecelakaan dari sisi socio engineering untuk mengurangi tingkat kecelakaan di Banten. Terkait kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) sendiri, Jasa Raharja berinisiasi akan melaksanakan sosialisasi keselamatan berlalu lintas berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan dan Ditlantas Polda Banten terhadap komunitas truk di wilayah Kab. Serang dan melakukan pemasangan spanduk himbauan. Program preventif socio engineering ini juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial Jasa Raharja yang tergabung dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) LLAJ sebagai pilar sistem yang berkeselamatan.

    Kepolisian dan Dinas Perhubungan juga menyampaikan apresiasi kepada stakeholder terkait atas koordinasi yang berjalan sangat baik sampai dengan saat ini. Pihaknya meminta bantuan stakeholder untuk dapat saling bersinergi dan mendukung terhadap program nasional Indonesia menuju Bebas Kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).

    Kepala Sub Bagian Administrasi Santunan Pelayanan, Sulistyaning Rahayu menegaskan, “Upaya preventif terhadap Over Dimension Over Loading (ODOL) ini menjadi perhatian bagi Jasa Raharja karena tingginya angka kecelakaan di Banten juga disebabkan salah satunya oleh faktor tersebut. Jasa Raharja akan selalu mendukung Kepolisian dan Dinas Perhubungan serta stakeholder lainnya untuk melaksanakan sosialisasi dan penertiban terhadap kendaraan truk yang tidak sesuai dengan spesifikasi atau Over Dimension Over Loading (ODOL) baik di jalan maupun terhadap pengusaha atau pun pihak karoseri, karena selain menyebabkan tingginya fatalitas yang dialami korban kecelakaan, juga dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan. (Trg)

  • 506 PPPK Formasi Tahun 2024 Tahap 1 Resmi Dilantik

    506 PPPK Formasi Tahun 2024 Tahap 1 Resmi Dilantik

    Lebak, Djawaranews.com – Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah melantik dan mengambil sumpah Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) formasi Tahun 2024 tahap 1 dilantik dan diambil sumpah pada Senin, 30 Juni 2025 bertempat di Pendopo Kabupaten Lebak. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Asistsen Daerah Bidang Administrasi Umum, Kepala BKPSDM serta Kepala BKAD.

    Wakil Bupati Lebak dalam sambutannya meminta para PPPK yang dilantik untuk semangat dalam mengabdi. Adanya perubahan pada pola layanan yang berbasis digital menuntut pegawai untuk terus beradaptasi. Wakil Bupati mengajak untuk berkontribusi sesuai dengan jabatan masing-masing bekerja dengan sebaik-baiknya.

    “Di tengah keterbatasan kondisi kita, saya minta tetap semangat untuk tetap menmgabdi demi kesejahteraan Kabupaten Lebak” ungkap Bupati

    Sementara itu Sekretaris Daerah Budi Santoso dalam arahannya mengatakan bahwa wujud syukur yang hakiki adalah bekerja dengan sungguh-sungguh. Sekda mengatakan bahwa tugas utama ASN adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat, jadi jangan sampai dengan adanya perubahan status ini tidak ada peningkatan kinerja. Sekda meminta untuk memahami visi-misi Pemerintah Daerah.

    “Semua ASN wajib mendukung dan mensukseskan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Lebak” ujar Sekda

    Adapun 506 PPPK yang dilantik dan diambil sumpah pada hari ini terdiri dari tenaga teknis sebanyak 308 pegawai, tenaga kesehatan sebanyak 77 pegawai serta tenaga guru 121 pegawai. (Yon)

  • Benyamin Sebut Realisasi Investasi Triwulan I 2025 di Tangsel Melebihi Target

    Benyamin Sebut Realisasi Investasi Triwulan I 2025 di Tangsel Melebihi Target

    CIPUTAT, Djawaranews.com – Realisasi investasi triwulan I 2025 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dapat hasil positif. Capaian investasi tercatat lampaui target yakni mencapai 30 persen.

    Hal itu diungkapkan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie usai kegiatan Forum Konsultasi Publik Pelayanan Perizinan Kota Tangsel di Ruang Command Center, Puspemkot Tangsel, Kamis, (03/07/2025).

    “Target investasi 2025 sebesar Rp8,7 triliun, triwulan I sudah 30 persen tercapai. Target per triwulan 25 persen, jadi ini sudah melebihi target kita,” kata Benyamin.

    Benyamin menuturkan, realisasi investasi di triwulan I 2025 itu masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri. Investasi paling banyak dari pendidikan, konstruksi, perumahan, dan kuliner.

    “Ini menandakan pelayanan perizinan di Kota Tangsel yang dilaksanakan temen-temen khususnya DMPTSP sudah berjalan dengan baik, meningkatkan itu diperlukan dialog dua arah,” tutur Benyamin.

    Benyamin berharap, adanya forum konsultasi publik tersebut diharapkan dapat menciptakan inovasi baru untuk meningkatkan realiasi investasi di Kota Tangsel.

    “Konsultasi ini kita lakukan, tidak hanya berhenti di sini. Saya minta diciptakan aplikasi yang memberikan adanya komunikasi dua arah dengan pelaku bisnis di Tangsel. Jadi kita akan berikan pelayanan terbaik bagi pelaku bisnis di Tansgel, investasi di Tangsel insyaAllah akan meningkat,” ungkap Benyamin.

    Di tempat yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangsel Maulana Yoga Pratama mengatakan, capaian investasi triwulan I 2025 itu merupakan jerih payah semua pihak.

    “Realisasi 30 persen dari target tahun 2025 Rp8,7 triliun itu hampir Rp3 triliun yang sudah tercapai, alhamdulillah,” kata Yoga.

    Yoga menjelaskan, forum konsultasi publik itu dilaksanakan sebagai wadah komunikasi para pelaku usah dan pihak yang terlibat untuk menjaring masukan pelayanan publik di Kota Tangsel.

    “Ini forum kami, selaku penyedia pelayanan publik di bidang penanaman modal bertemu dengan para pengguna layanan. Ada interaksi, ada feedback, ada informasi apa saja yang terkini yang akan kami lakukan dan kami ingin juga mendapatkan masukan dari layanan yang mereka terima,” jelas Yoga.

    Soal investasi triwulan II 2025, Yoga menyebut, akan disampaikan setelah adanya laporan investasi rampung di akhir Juli 2025. (At)