Blog

  • Jasa Raharja Kanwil Banten Sosialisasikan Pemutihan Pajak Kendaraan dan Peran SWDKLLJ di Kecamatan Ciwandan

    Jasa Raharja Kanwil Banten Sosialisasikan Pemutihan Pajak Kendaraan dan Peran SWDKLLJ di Kecamatan Ciwandan

    Cilegon, 16 Juli 2025 – Jasa Raharja Kantor Wilayah Banten terus berkomitmen mendukung peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

    Hari ini, Rabu (16/7), Dede Nurul Hadi selaku perwakilan Jasa Raharja Kantor Wilayah Banten Samsat Ramanuju, melaksanakan kegiatan door to door kepada masyarakat di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Kegiatan ini menyasar pemilik kendaraan roda empat yang masa berlaku pajaknya telah habis atau jatuh tempo.

    Dalam kunjungannya, Dede memberikan sosialisasi mengenai Keputusan Gubernur Banten Nomor 285 Tahun 2025 tentang Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor, yang diperpanjang hingga 31 Oktober 2025. Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membayarkan pajak kendaraan tanpa dikenakan denda administrasi.

    Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai manfaat SWDKLLJ yang dibayarkan bersamaan dengan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dana tersebut berfungsi sebagai perlindungan dasar bagi masyarakat jika mengalami musibah kecelakaan lalu lintas.

    Kepala Jasa Raharja Kantor Wilayah Banten, Arny Irawati Tenriajeng, menjelaskan bahwa Jasa Raharja memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas, yang besarannya telah ditetapkan pemerintah. Saat ini, santunan untuk korban meninggal dunia sebesar Rp50 juta, sementara untuk korban luka-luka diberikan biaya perawatan maksimal hingga Rp20 juta, termasuk biaya ambulans dan pertolongan pertama. Untuk korban yang mengalami cacat tetap, santunan maksimal yang diberikan juga mencapai Rp50 juta. Apabila korban meninggal dunia dan tidak memiliki ahli waris, Jasa Raharja menanggung biaya penguburan hingga Rp500 ribu.

    “Jasa Raharja hadir sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar bagi masyarakat. Ruang lingkup jaminan kami mencakup korban kecelakaan lalu lintas jalan raya dan angkutan umum, termasuk korban tabrak lari dan kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan atau lebih,” ungkap Arny.

    Melalui kegiatan sosialisasi ini, Jasa Raharja berharap masyarakat semakin sadar akan kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor, sekaligus memahami manfaat SWDKLLJ sebagai bentuk perlindungan sosial.

  • Imigrasi Tanjung Balai Karimun Gelar Program SILAU di Pulau Kundur

    Imigrasi Tanjung Balai Karimun Gelar Program SILAU di Pulau Kundur

    Tanjung Batu, Djawaranews.com – Dalam rangka memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin membuat paspor, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun lakukan layanan ‘jemput bola’ melalui program SILAU (Imigrasi Antar Pulau).

    Diketahui, program SILAU (Imigrasi Antar Pulau) merupakan salah satu inovasi yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat yang mengajukan permohonan paspor RI.

    Kali ini, pegawai Imigrasi Karimun mengunjungi Tanjung Batu, Pulau Kundur untuk memberikan pelayanan keimigrasian dengan memproses pengajuan permohonan paspor RI.

    Kasubsi Lalu Lintas Keimigrasian, Elmi didampingi Kasubsi Infokomkim, Alfiandri mengatakan Program SILAU (Imigrasi Antar Pulau) tersebut implementasi dari pelayanan prima _(service excellent)_ kepada masyarakat pemohon Paspor RI yang berdomisili di pulau yang berbeda dengan Pulau Karimun Besar, dimana Kantor Imigrasi berlokasi.

    “Program SILAU ini merupakan inovasi Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin mendapatkan Paspor RI,” kata Elmi. Rabu, (16/07/25).

    “Melalui program ini, kami melakukan layanan ‘jemput bola’ mengingat wilayah Kabupaten Karimun terdiri dari beberapa pulau. Sehingga secara periodik, kami jadwalkan pelayanan proses permohonan Paspor RI ke pulau-pulau di wilayah kerja Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun,” Alfiandri menambahkan.

    Di tempat terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun, Dwi Avandho Farid berharap melalui Program SILAU ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Karimun. “Program ini tentunya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, untuk itu saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini,” ujarnya.

    Sementara itu, Yudian salah satu masyarakat Tanjung Batu, Pulau Kundur mengapresiasi program SILAU Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya Program SILAU (Imigrasi Antar Pulau) Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun tersebut.

    “Terimakasih saya ucapkan kepada Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun, karena dengan adanya program SILAU ini saya sangat terbantu,” katanya.

    “Karena melalui program SILAU ini sangat membantu dan menghemat waktu, sehingga saya tidak perlu jauh-jauh pergi ke Kantor Imigrasi di Pulau Karimun Besar,” ungkapnya.

  • Wabup Serang Najib Hamas Ajak Asklin Mapping Blank Spot Layanan Kesehatan

    Wabup Serang Najib Hamas Ajak Asklin Mapping Blank Spot Layanan Kesehatan

    Serang, Djawaranews.com – Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas mengajak Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Kabupaten Serang untuk melakukan pemetaan blank spot layanan kesehatan di 29 kecamatan.

    Hal ini sebagai salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dalam memberikan kemudahan untuk mendirikan klinik.
    Ajakan disampaikan Najib Hamas usai menerima audiensi bersama Ketua dan Pengurus Asklin Kabupaten Serang di Aula KH. Syam’un pada Rabu, 16 Juli 2025.
    “Hari ini saya mewakili Ibu Bupati menerima audiensi dari Asklin tingkat Kabupaten Serang,” ujarnya kepada wartawan usai audiensi.

    Najib Hamas mengatakan, saat ini keberadaan klinik di Kabupaten Serang sebanyak 110 klinik, namun baru sekitar 85 klinik yang sudah menjadi anggota Asklin Kabupaten Serang. Berdasarkan hasil audiensi, ada beberapa komitmen yang disampaikan pihak Asklin, yakni berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Serang yang tersebar di 29 kecamatan.

    “Asklin juga berkomitmen mengamankan program pemerintah terkait dengan cek kesehatan gratis yang dicanangkan oleh Pak Prabowo. Kemudian ke depan, berkomitmen untuk meningkatkan penyuluhan edukasi kesehatan, bersinergi dengan pemerintah daerah dalam hal ini UPT Puskesmas yang ada di seluruh kecamatan,” katanya.

    Najib Hamas juga mengatakan bahwa kesehatan adalah hak semua warga masyarakat Kabupaten Serang dan Indonesia. Oleh karena itu, Asklin bersama anggotanya berkomitmen bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder kesehatan, baik rumah sakit maupun pihak dunia usaha. “Ini dalam rangka memastikan bahwa warga Kabupaten Serang sehat dan bahagia,” ucapnya.

    Adapun terkait dukungan Pemkab Serang, meminta kepada Asklin untuk melakukan pemetaan wilayah blank spot kesehatan yang masih membutuhkan penanganan dari klinik. Saat ini, Asklin tengah menyiapkan perencanaan untuk rencana tersebut.

    “Kemudian memberikan kemudahan support perizinan bagi klinik-klinik yang akan didirikan di beberapa kecamatan, terkait perizinan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung). Pemerintah daerah hadir memberikan kelancaran dan kemudahan untuk pelayanan kesehatan melalui klinik,” terangnya.

    Sedangkan berkaitan dengan pelatihan, sebut Najib Hamas, sudah mulai bersinergi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) yang mengayomi atas keberadaan klinik sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Dinkes.
    “Hal ini untuk meningkatkan indeks harapan hidup warga Kabupaten Serang melalui peningkatan indeks kesehatan yang terlaksana di wilayah Kabupaten Serang,” paparnya.

    Ketua Asklin Kabupaten Serang, drg Warih Anjari, meminta kepada Pemkab Serang untuk mendukung visi misi Asklin agar terlaksana. Sebelumnya, Asklin diarahkan oleh Dinas Kesehatan untuk melakukan MoU dengan puskesmas di wilayah kerja klinik, karena dengan MoU ini, program-program kesehatan baik dari pusat maupun Pemkab Serang bisa bersinergi dan berkolaborasi.

    “Sehingga klinik-klinik di Kabupaten Serang yang berjumlah 110, dengan 85 klinik menjadi anggota, kita mengimbau untuk klinik yang belum tergabung agar bisa bergabung, agar semua informasi terbaru atau regulasi terbaru bisa terinformasikan kepada klinik di Kabupaten Serang,” ujarnya. (Trg)

  • Gubernur Banten Dampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Penyaluran BSU

    Gubernur Banten Dampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Penyaluran BSU

    Kota Tangerang, Djawaranews.com – Gubernur Banten Andra Soni mendampingi Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka meninjau penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Kantor Pos Daan Mogot, Sukarasa, Kota Tangerang, Rabu (16/7/2025).

    Tiba di lokasi Wapres langsung menyaksikan penyerahan BSU secara simbolis yang diberikan oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan kepada salah satu penerima BSU. Setelah itu, Wapres bersama rombongan meninjau beberapa fasilitas dan loket yang digunakan Kantor Pos untuk penyaluran BSU.

    Selain Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan, turut mendampingi juga Walikota Tangerang Sachrudin serta jajaran pejabat utama PT Pos Indonesia.

    Pada kesempatan itu Andra Soni mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah kepada masyarakat Banten, khususnya para pekerja yang mendapatkan upah dibawah standar.

    Menurut Andra Soni, penyaluran BSU bertepatan dengan masa anak-anak masuk sekolah, akan sangat membantu para orang tua. “Para orang tua pasti membutuhkan biaya,” katanya.

    Dikatakan Andra Soni, di Kota Tangerang ini ada sekitar 200.000 masyarakat yang mendapatkan BSU, dimana penyalurannya ada yang melalui kantor pos maupun bank penyalur yang sudah ditunjuk.

    “Mudah-mudahan dengan bantuan ini masyarakat kita bisa terbantu,” ucapnya.

    Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Septo Kalnadi mengatakan, total penerima BSU di Provinsi Banten mencapai sekitar 650.000 dimana basis datanya dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang disalurkan melalui PT Pos dan sejumlah bank yang ditunjuk pemerintah.

    “Pada tahun ini bantuan BSU yang diterima sebesar Rp300.000/bulan yang diberikan selama dua bulan berturut-turut untuk bulan Juni-Juli 2025,” katanya. (Ad)

  • Bintek Pamwisata Polri Tingkatkan Keamanan Destinasi Labuan Bajo

    Bintek Pamwisata Polri Tingkatkan Keamanan Destinasi Labuan Bajo

    Labuan Bajo, Djawaranews.com – Tim Pembinaan Teknis (Bintek) Pengamanan Pariwisata (Pamwisata) dari Program Prioritas Polri Kegiatan IX di hari ke 2 ini melanjutkan kunjungannya ke Polres Manggarai Barat, Polda NTT.

    Agenda ini bertujuan memperkuat sistem pengamanan objek wisata di wilayah yang menjadi salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) ini.

    Kunjungan yang berlangsung pada Rabu, 16 Juli 2025, dari pukul 09.00 hingga 13.00 WITA, berpusat di Kantor Mapolres dan Markas Komando Satuan Pengamanan Objek Vital (Mako Satpamobvit) Polres Manggarai Barat, Jalan Frans Lega, Labuan Bajo.

    Serangkaian Acara Bintek

    Kegiatan diawali dengan kunjungan kerja, koordinasi, dan komunikasi dengan jajaran Polres Manggarai Barat.

    Sambutan pembuka dari Wakapolres Manggarai Barat, mewakili Kapolres, menggaris bawahi beberapa poin penting mengenai karakteristik wilayah.

    Ia menjelaskan bahwa Manggarai Barat merupakan kabupaten pemekaran sejak 2024, memiliki 5 Polsek yang membawahi 12 kecamatan, serta diperkuat 31 Bhabinkamtibmas.

    Wakapolres juga menyoroti keberadaan 18 objek wisata, dengan 6 di daratan dan 12 di pulau-pulau, serta isu sengketa lahan yang kerap terjadi di wilayah hukum setempat.

    Selanjutnya, Kombes Pol Noerwiyanto S.I.K, selaku Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pamwisata Korsabhara Baharkam Polri dan pemimpin tim bintek, menyampaikan sambutannya.

    Beliau menekankan kontribusi besar sektor pariwisata terhadap perekonomian dan penciptaan lapangan kerja. Labuan Bajo, sebagai DPSP dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, menjadi fokus utama pemerintah untuk dikembangkan sebagai destinasi kelas dunia.

    “Oleh karena itu, pengelolaan dan pengamanan yang baik sangat krusial demi menciptakan lingkungan wisata yang aman, nyaman, dan berkesan,” ujarnya.

    Beliau juga menyatakan pentingnya sinergi antara instansi terkait seperti TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Pariwisata, serta pengelola objek wisata dan hotel juga ditekankan untuk mewujudkan ekosistem pariwisata yang tertib.

    Kombes Pol Noerwiyanto turut mendorong pelaksanaan penilaian risiko guna mengidentifikasi potensi kerawanan dan peningkatan kapasitas, keterampilan, serta profesionalisme personel pengamanan dalam menjalankan tugas mereka.

    Usai sesi sambutan, Kombes Pol Edy Sumardi Selaku anggota tim bintek memberikan paparan pembinaan teknis mengenai penerapan sistem pengamanan objek wisata oleh Satpamobvit dan pengelola, guna memelihara keamanan serta ketertiban pengunjung.

    Aktivitas berlanjut dengan pemeriksaan sarana dan prasarana Satpamobvit Polres Manggarai Barat. Beberapa aset yang diperiksa meliputi mobil patroli Satpamobvit, sepeda motor listrik, X-ray, metal detector, Segway, dan security door. Acara ditutup dengan sesi foto bersama, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan.

    Tim bintek yang hadir dipimpin oleh Kombes Pol Noerwiyanto S.I.K didampingi oleh Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata S.I.K., M.H., Kompol Sandy Mardiansyah, S.E., S.I.K., dan Pembina Fitriana Nurhayati, S.E.

    Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Dirpamobvit Polda NTT, Wakapolres Manggarai Barat, Kapolsek Borong Matim, Kasat Pamobvit Polres Manggarai Barat, dan Kasat Samapta Polres Manggarai Timur. Selain itu, personel Satuan Samapta dan Pamobvit Polres juga turut serta melalui pertemuan daring.

    Kunjungan bintek ini menghasilkan pemahaman yang lebih baik bagi personel mengenai pengamanan pariwisata di objek wisata dan hotel.

    Pemeriksaan peralatan Satpamobvit Polres Manggarai Barat juga telah dilakukan. Personel kini lebih memahami langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menjaga keamanan dan keselamatan wisatawan secara kolektif.

    Secara keseluruhan, kegiatan bintek telah berjalan lancar dan mencapai tujuannya. Personel diharapkan mampu melakukan penilaian risiko pada setiap objek wisata sesuai tingkat kerawanannya, serta memberikan asistensi kepada Polres yang belum memiliki Satpamobvit. (***)

  • Musa Weliansyah Perbaiki Jalan Desa di Lebak Pakai Dana Pribadi

    Musa Weliansyah Perbaiki Jalan Desa di Lebak Pakai Dana Pribadi

    Lebak, Djawaranews.com – Anggota DPRD Banten Musa Weliansyah memperbaiki dan melebarkan jalan sepanjang satu kilometer di ruas Kampung Becek-Kampung Cikadu, Desa Parungsari, Kecamatan Wanasalam, Lebak, menggunakan dana pribadinya. Jalan yang sebelumnya rusak berat dan sulit dilalui kendaraan roda empat itu kini telah diperbaiki dan dilebarkan dari sebelumnya tiga meter menjadi lima meter dan sudah dapat dilintasi masyarakat.

    “Alhamdulillah, yang satu kilometer sudah saya perbaiki dari Kampung Becek sampai Kampung Cikadu, Desa Parungsari, Kecamatan Wanasalam. Ini murni dari dana pribadi, bukan dari anggaran dana desa, APBD kabupaten, APBD provinsi, atau APBN,” kata Musa Weliansyah, Selasa (15/7/2025).

    Ia menjelaskan, pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan gotong-royong bersama kepala desa dan masyarakat setempat tanpa biaya HOK (Hari Orang Kerja). Jalan ini menjadi akses penting masyarakat yang akan berobat ke Puskesmas Parungsari serta akses anak-anak menuju SMPN 2 Wanasalam dan SMKN 1 Wanasalam.

    Musa berharap ke depan pemerintah provinsi Banten melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang digagas Gubernur Banten Andra Soni dapat membangun ruas jalan poros desa tersebut agar lebih baik dan berkelanjutan.

    “Saya berharap ke depan ruas jalan poros desa ini bisa dibangun pemerintah provinsi Banten melalui program Bang Andra milik Pak Gubernur Andra Soni,” ujarnya.

    Musa menjelaskan, total jalan yang akan diperbaikinya sepanjang dua kilometer dan dibagi menjadi tiga segmen. Segmen pertama sepanjang 1 kilometer telah rampung. Segmen kedua akan dimulai pada Rabu, 16 Juli 2025, sepanjang 500 meter di Kampung Sinar Bakti, Desa Cilangkap dan Desa Parungsari, Kecamatan Wanasalam, yang saat ini kondisinya masih rusak berat.

    Sedangkan segmen ketiga akan diperbaiki di ruas Kampung Pajagan, Desa Cipendeuy, Kecamatan Malingping, hingga Kampung Citawi, Desa Cikeusik, Kecamatan Wanasalam.

    “Ruas segmen satu sampai tiga ini adalah satu jalur poros desa yang menghubungkan Puskesmas Cipendeuy Kecamatan Malingping dengan Puskesmas Parungsari Kecamatan Wanasalam sepanjang 7,5 kilometer. Saat ini masih ada sekitar dua kilometer yang kondisinya rusak berat dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, dan alhamdulillah satu kilometer sudah saya perbaiki,” ujar Musa.

    Ia memastikan akan terus melakukan perbaikan secara bertahap agar akses jalan desa yang menjadi urat nadi masyarakat dapat segera dilalui dengan layak. (Trg)

  • Atasi Banjir, Pemkot Tangsel Bangun Turap dan Beronjong di Kali Angke Serpong Utara

    Atasi Banjir, Pemkot Tangsel Bangun Turap dan Beronjong di Kali Angke Serpong Utara

    Tangsel, Djawaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengintensifkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir melalui pembangunan turap beton dan beronjong di sepanjang Kali Angke, Serpong Utara.

    Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur tersebut di kawasan Villa Mutiara Serpong Utara pada Selasa (15/7/2025).

    “Insya Allah dalam beberapa waktu ke depan, proyek ini akan selesai ya, untuk bisa menangani masalah banjir secara permanen,” ujarnya.

    Pilar menjelaskan, pembangunan turap beton dan pemasangan beronjong dilakukan sebagai penguatan struktur bahu sungai dan pengendali luapan air.

    Pembangunan tersebut merupakan pengganti turap lama yang dinilai sudah tidak memadai karena masih menggunakan pasangan batu kali dan terlalu rendah.

    Panjang pembangunan infrastruktur pengendali banjir tersebut mencapai 700 meter untuk turap dan 200 meter untuk beronjong.

    Pilar berharap, setelah seluruh pekerjaan selesai, banjir yang selama ini terjadi di kawasan tersebut bisa tertangani secara permanen.

    Sebab, pada saat hujan besar beberapa waktu lalu, air masih sempat masuk ke lingkungan warga karena pekerjaan masih berjalan. Namun, kondisi sudah jauh membaik dibanding sebelumnya.

    “Kalau dulu bisa sampai sedada (banjirnya). Alhamdulillah kalau sekarang sangat berkurang sekali dan mudah-mudahan besok setelah pemasangan turap ini ya bisa 100 persen, supaya air dari sungai tidak masuk ke wilayah lingkungan warga,” ucapnya.

    Pembangunan turap di Serpong Utara merupakan bagian dari 30 titik penanganan banjir yang dikerjakan Dinas SDABMBK Tangsel sepanjang tahun 2025.

    Selain membangun infrastruktur fisik, Pemkot Tangsel juga menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk normalisasi sungai.

    Pilar menegaskan pentingnya kerja sama lintas wilayah mengingat sebagian besar aliran air yang menyebabkan banjir di Tangsel berasal dari wilayah sekitar seperti Bogor, Depok, maupun Kota Tangerang.

    “Nah ini perlu ada harmonisasi antara pemerintah pusat, provinsi dengan kota dan kabupaten, gimana caranya untuk bersama-sama menangani masalah banjir ini dari hulu ke hilir. Tapi kalau Pemkot Tangsel, secara infrakstruktur, bukaan lahan hijau dan lain sebagainya terus kita lakukan,” jelasnya. (At)

  • Pemkab Tangerang Jadi Lokus Studi Lapangan PKP Provinsi Banten

    Pemkab Tangerang Jadi Lokus Studi Lapangan PKP Provinsi Banten

    Tangerang, Djawaranews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menerima kunjungan peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Selasa (15/7/25).

    Dalam sambutannya, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid yang menerima langsung rombongan peserta PKP mengucapkan selamat datang kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan peserta pelatihan PKP. Ia menegaskan bahwa kehadiran para peserta merupakan kehormatan bagi Kabupaten Tangerang serta menjadi momentum penting untuk berbagai praktik baik dalam tata kelola pemerintahan dan kepemimpinan.

    “Pelatihan Kepemimpinan Pengawas bukan hanya sekadar program pengembangan kompetensi, tetapi juga bagian dari upaya strategis dalam membentuk pemimpin perubahan di tingkat operasional birokrasi,” ungkap Bupati Maesyal.

    Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa pengawas tidak hanya dituntut bekerja secara administratif, namun juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi, penjaga integritas, dan pelayan publik yang profesional.

    Untuk itu Pemkab Tangerang terus berkomitmen mewujudkan visi “Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing”, yang diwujudkan melalui reformasi birokrasi, penguatan layanan publik, digitalisasi pemerintahan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur.

    Pihaknya juga menyambut baik kegiatan observasi dan diskusi yang dilakukan oleh peserta PKP. Dia berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antar pemerintah daerah serta menambah wawasan dalam pengelolaan pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika perubahan.

    “Semoga kegiatan studi lapangan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat, baik bagi peserta, bagi instansi masing-masing, maupun dalam mendukung kemajuan pembangunan di Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang,” tutupnya

    Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan menyampaikan apresiasinya atas penunjukan lokus studi PKP tersebut. Menurutnya, kehadiran para peserta PKP ini menjadi kesempatan penting bagi perangkat daerah, kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Tangerang untuk menampilkan keunggulan serta menerima masukan terkait tantangan-tantangan yang dihadapi.

    “Tahun ini model studi lapangan difokuskan pada problem solving, yaitu mengidentifikasi berbagai permasalahan di lokasi kegiatan. Ini sangat membantu kami sebagai objek studi, karena masalah-masalah yang ada bisa terindentifikasi dengan lebih baik,” jelasnya.

    Adapun titik lokus studi lapangan dalam kunjungan ini meliputi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), kecamatan dan juga kelurahan.

    “Keenam perangkat daerah tersebut dinilai memiliki kinerja, pelayanan serta inovasi yang baik sehingga relevan untuk dijadikan rujukan pembelajaran dan peningkatan kompetensi dalam penyelesaian masalah,” ujarnya

    Ia menambahkan, selain kemampuan mengidentifikasi masalah, peserta PKP juga diarahkan untuk menyusun solusi. Proses ini memberi nilai tambah bagi Kabupaten Tangerang karena mendapat masukan langsung dari perspektif peserta pelatihan.

    “Yang lebih penting lagi, kalau bicara soal kepemimpinan, bukan hanya soal bisa melihat masalah, tapi bagaimana mencari solusinya. Kami merasa terbantu karena teman-teman peserta PKP juga memberikan masukan strategis, terutama dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya. (Shj)

  • Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Genjot Kemandirian Pangan Melalui Pembinaan KWT

    Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Genjot Kemandirian Pangan Melalui Pembinaan KWT

    Kota Tangerang, Djawaranews.com – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang terus mengintensifkan program monitoring dan pembinaan terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT). Hal ini sebagai bagian dari upaya dalam mendorong kemandirian pangan masyarakat dan komitmen DKP Kota Tangerang dalam meningkatkan kapasitas KWT melalui pendampingan teknis dan penyuluhan.

    Program DKP untuk KWT ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pembinaan dan konsultasi pertanian, konsultasi masalah pertanian, perikanan, hama penyakit, hingga bantuan sarana prasarana pertanian, bantuan bibit tanaman dan juga perikanan serta pelatihan untuk perawatan hingga manajemen KWT.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun menuturkan, bahwa program pembinaan KWT merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.

    “Kami berupaya maksimal untuk memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam KWT, agar dapat memanfaatkan pekarangan rumah mereka secara optimal untuk produksi pangan,” ujarnya.

    Kegiatan edukasi ini semakin diperkuat dengan kehadiran Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dari Provinsi Banten. POPT turut serta memberikan arahan teknis langsung di lapangan, memastikan bahwa informasi dan praktik yang diberikan sesuai dengan standar terbaik dalam budi daya tanaman.

    “Ini bukan hanya tentang menanam, tapi juga tentang membangun kemandirian dan keberlanjutan. Kami ingin KWT menjadi motor penggerak ketahanan pangan di tingkat keluarga dan komunitas,” jelasnya.

    Dengan memperkuat peran KWT sebagai garda terdepan, kemandirian pangan masyarakat Kota Tangerang diharapkan dapat terus meningkat. Diharapkan KWT akan menjadi unit produksi pekarangan yang mandiri dan menghasilkan nilai ekonomi, sekaligus mempersingkat rantai produksi pertanian dengan makanan sehat yang ditanam sendiri dan dikonsumsi oleh warga sekitar. (Ad)

     

  • Cegah Stunting, Lanud Husein Sastranegara Distribusikan Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil dan Balita

    Cegah Stunting, Lanud Husein Sastranegara Distribusikan Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil dan Balita

    Bandung, Djawaranews.com – Lanud Husein Sastranegara melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendistribusikan makanan bergizi gratis kepada ibu hamil dan balita dalam rangka mendukung program penanggulangan stunting secara simbolis di Posyandu Perkutut I serta dengan metode door to door. Selasa (15/7).

    Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI AU terhadap kesehatan masyarakat, khususnya pemenuhan gizi pada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia dini. Dengan asupan gizi yang cukup, diharapkan tumbuh kembang anak dapat optimal dan angka stunting dapat ditekan.

    Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 4/D.I Lanud Husein Sastranegara, Ny. Annisa Alfian, turut hadir dalam kegiatan ini bersama para pengurus. Ia menyampaikan pentingnya kolaborasi antar pihak dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola makan sehat dan bergizi.

    “Kami berharap bantuan ini tidak hanya sekadar distribusi makanan, tapi juga menjadi awal dari kesadaran bersama akan pentingnya gizi untuk generasi masa depan,” ujar Ny. Annisa Alfian.

    Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat. Para ibu menyusui menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan, yang sangat bermanfaat bagi kesehatan mereka dan anak-anak. (Red)