Blog

  • Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan, Sediakan Rumah Sewa hingga Trauma Healing untuk Korban Ledakan di Pamulang

    Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan, Sediakan Rumah Sewa hingga Trauma Healing untuk Korban Ledakan di Pamulang

    TANGSEL – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat memberikan bantuan bagi korban ledakan rumah akibat ledakan gas di Pondok Cabe Ilir, Pamulang pada Jumat (12/9/2025).

    Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah melalui BPJS dan mekanisme pembiayaan yang tersedia.

    Saat ini tercatat tujuh korban masih menjalani perawatan intensif di RS Hermina Ciputat, termasuk satu korban luka bakar 100 persen yang dirujuk ke RS Tarakan.

    “InsyaAllah, kita dahulukan semua kebutuhan yang penting bisa dipakai para pengungsi, yang layak tentunya, misal makanan, kebutuhan anak, bayi, semuanya juga disiapkan,” kata Pilar saat berkunjung ke tiga lokasi yakni RS Hermina, rumah meledak dan tempat pengungsian pada Sabtu (13/9/2025).

    Selain bantuan medis, dukungan logistik darurat juga disalurkan untuk 16 kepala keluarga yang kini mengungsi di berbagai tempat baik di musala terdekat, rumah tetangga dan keluarga mereka.

    Bantuan yang diberikan meliputi makanan siap saji, perlengkapan bayi seperti susu dan popok, serta kebutuhan dasar lainnya.

    Pemkot juga menyiapkan opsi sewa rumah sementara agar para pengungsi tidak terlalu lama tinggal di musala.

    Untuk anak-anak sekolah, Pilar meminta Dinas Pendidikan menyalurkan perlengkapan sekolah dan seragam agar mereka tetap bisa bersekolah tanpa kendala.

    “Anak-anak tetap harus sekolah, karena pendidikan tidak boleh terhenti akibat musibah ini,” tegasnya.

    Dari pendataan awal, tercatat ada rumah warga yang rusak dengan kategori berat, sedang, hingga ringan. Pemkot Tangsel telah mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2025 untuk membantu perbaikan rumah-rumah tersebut.

    Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ditugaskan segera menginventarisasi kerusakan agar proses rehabilitasi bisa dilakukan sesegera mungkin.

    Tak hanya itu, Pemkot Tangsel juga menyiapkan program trauma healing khusus untuk anak-anak dan keluarga terdampak melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama psikolog serta perguruan tinggi.

    “Kami juga dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, itu ada program dengan psikolog ya, psikolog anak. Untuk pemulihan trauma pasca kejadian. Jadi memang itu standar kami. Setiap ada kejadian, bencana, kebakaran, dan lain sebagainya ya, itu pasti kami turunkan psikolog untuk melakukan trauma healing,” kata dia.

    Pilar menegaskan, Pemkot Tangsel pemerintah akan terus hadir mendampingi warga hingga pulih dari musibah. (at)

  • Semarak Setu Fest 2025: Festival UMKM, Jalan Sehat, Pentas Seni hingga Launching Koperasi Merah Putih

    Semarak Setu Fest 2025: Festival UMKM, Jalan Sehat, Pentas Seni hingga Launching Koperasi Merah Putih

    TANGSEL – Gelaran Setu Fest 2025 begitu semarak dan meriah. Terlihat antusiasme masyarakat yang meramaikan ragam kegiatan Setu Fest di tahun ini yang berlangsung selama dua hari, 13 dan 14 September 2025.

    Mulai dari Festival Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pentas seni, jalan sehat, senam bersama, launching koperasi merah putih hingga perayaan maulid nabi.

    Ketua DPRD Tangsel, Abdul Rasyid yang hadir dalam jalan sehat pada Setu Fest 2025, Minggu (14/09/2025) memberikan apresiasi atas kekompakan dan kebersamaan masyarakat Setu.

    Terlebih lagi, dia menyoroti hadirnya koperasi merah putih di Kelurahan Setu. Dirinya berharap hal ini dapat mendorong aktivitas perekonomian yang berada di Kelurahan Setu.

    “Hari ini bahagia sekali tentunya, mencerminkan kondisi Tangerang Selatan yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

    Hal senada juga disampaikan Camat Setu, Erwin Gemala Putra. Ia menyampaikan apresiasinya atas kekompakan masyarakat Setu.

    Bahkan dirinya memuji konsep pelaksanaan Setu Fest 2025 yang melibatkan para pelaku usaha hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

    “Ini harus terus diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap potensi lokal di Kelurahan Setu,” ujarnya.

    Tentunya dia berharap kegiatan ini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

    Pada kesempatan ini, Camat Setu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Masyarakat diimbau untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu ke perangkat RT maupun RW agar tidak termakan berita bohong.

    “Kita ada perangkat RT, RW, lurah, camat. Cek dulu ya bapak-ibu ada berita yang belum tentu kebenarannya,” pesannya. (Pada)

  • Lestarikan Budaya Leluhur, Tangsel Gelar Festival Dongdang

    Lestarikan Budaya Leluhur, Tangsel Gelar Festival Dongdang

    SERPONG – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui kewilayahan khususnya Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong menggelar Festival Dongdang di Tandon Ciater, pada Minggu (14/09/2025).

    Kepala Dinas Pariwisata, Heru Sudarmanto yang hadir mewakili Wali Kota Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa festival ini sebagai bentuk melestarikan budaya leluhur.

    “Festival ini untuk melestarikan budaya leluhur dan ini menjadi daya tarik wisata,” ucapnya.

    Selain itu, Festival Dongdang juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif dan memperkuat identitas Tangerang Selatan sebagai kota yang cerdas, modern, religius dan berbudaya.

    “Ini menjadi calendar of event Kota Tangerang Selatan. Sehingga, harapan kami kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dilakukan terus menerus,” terangnya.

    Tak hanya itu, ajang ini juga untuk mempererat silaturahmi, persaudaraan dan tentunya menumbuhkan rasa bangga.

    “Mari kita jaga nilai luhur tradisi ini sekaligus berinovasi menghadirkan Tangerang Selatan yang lebih maju dan berdaya saing. Namun, tetap berakar pada budaya lokal,” ucapnya.

    Sementara itu, Camat Serpong, Syaifuddin mengatakan terselenggaranya kegiatan ini berkat kebersamaan dan kekompakan tokoh masyarakat, alim ulama dan pemuda.

    “Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang sudah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Mudah-mudahan ini kegiatan kedua, bisa berlanjut pada tahun-tahun yang akan datang. Ini budaya kita yang harus dilestarikan,” tutupnya. (At)

  • Unit Pokja PWI Lebak Selatan Gelar Syukuran Terpilihnya Pengurus PWI Pusat

    Unit Pokja PWI Lebak Selatan Gelar Syukuran Terpilihnya Pengurus PWI Pusat

    LEBAK – Bertempat di Kantor Sekertariat Unit Kelompok Kerja Persatuan Wartawan Indonesia (Pokja PWI) Lebak Selatan menggelar syukuran dan do’a bersama, Minggu (14/9/2025).

    Acara tasyakuran dan do’a bersama dihadiri Ketua Unit Pokja PWI Lebak Selatan beserta jajaran pengurus serta sejumlah anggota, meskipun secara sederhana berjalan dengan hidmat.

    Ketua Unit Pokja PWI Lebak Selatan Asep Dedi Mulyadi, mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai bentuk rasa syukuran atas terpilihnya Akhmad Munir sebagai Ketua PWI Pusat dan Atal S. Depari sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, sekaligus sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan soliditas diantara anggota PWI.

    Asep juga mengatakan optimistis, setelah penetapan pengurus pusat di Solo, kepengurusan PWI di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi, termasuk PWI Banten dibawah kepemimpinan Rian Nopandra, akan semakin solid.

    “Acara ini adalah sebagai wujud rasa syukur kami kepada Allah SWT. Semoga setelah pengukuhan pengurus PWI Pusat, kepengurusan di Provinsi dan Kabupaten/Kota bisa lebih kompak dan lebih maju lagi,” ungkap A. Dedi Mulyadi.

    Dalam kesempatan ini, Asep Dedi Mulyadi, yang akrab dipanggil Bang Gey ini, juga mengajak seluruh pengurus dan anggota Unit Pokja PWI Lebak Selatan agar tetap solid serta fokus pada kegiatan positif dan menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan berpedoman kepada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

    “Saya berharap, rekan-rekan terus membina serta menjaga kekompakan dan nama baik organisasi. Dan saya berpesan agar dapat bekerja dengan profesional dan mentaati KEJ serta kompak melaksanakan program kerja organisasi,” pesannya.

    Acara ditutup dengan do’a dan acara makan bersama.(Rg)

  • Konvergensi Media Bukan Lagi Pilihan Tapi Keharusan

    Konvergensi Media Bukan Lagi Pilihan Tapi Keharusan

    GELOMBANG digitalisasi mendorong industri media di Indonesia melakukan konvergensi. Media cetak, elektronik, dan daring dituntut beradaptasi agar tetap relevan dengan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Konvergensi tidak hanya terkait teknologi, tetapi juga menyentuh mekanisme kerja redaksi, kompetensi jurnalis, hingga model bisnis yang menopang keberlangsungan industri.

    Penelitian yang dilakukan Litbang AMKI mencatat, fenomena konvergensi media mengubah wajah jurnalisme modern. Berita kini diproduksi dengan mempertimbangkan berbagai platform sekaligus, dari televisi, surat kabar, radio, hingga portal daring dan media sosial. Beberapa grup media menerapkan sistem super desk, yaitu integrasi ruang redaksi yang melatih jurnalis agar mampu menghasilkan karya untuk semua medium.

    Konvergensi menjadi kebutuhan mendesak. Media tidak bisa hanya mengandalkan satu kanal, karena perilaku audiens sudah bergeser.

    Namun, konvergensi juga menghadirkan tantangan. Jurnalis kini dituntut multitasking –mampu menulis, mengambil gambar, sekaligus menguasai teknologi digital. Beban kerja bertambah, sementara dukungan kompetensi tidak selalu memadai. Pada tataran organisasi, media dituntut untuk efisien, tetapi juga harus menjaga kualitas berita agar tidak semata-mata menjadi konten instan.

    Secara teoritis, ada lima tahap konvergensi: promosi silang, cloning, kerja sama konten, integrasi lintas media, dan kolaborasi penuh. Tahap tertinggi jarang tercapai karena membutuhkan integrasi menyeluruh dari sisi produksi, distribusi, hingga kepemilikan. Walau demikian, proses ini membuka ruang baru bagi partisipasi publik. Jurnalisme warga tumbuh subur di ranah digital, memberikan kontribusi sekaligus tantangan terkait akurasi dan verifikasi informasi. Dalam sistem konvergensi, warga yang menulis berita di medsos juga harus menerapkan kaidah jurnalistik.

    Transformasi digital memaksa media mencari model bisnis baru. Ketergantungan lama pada pelanggan dan pengiklan perlahan ditinggalkan. Media kini membangun ekosistem komunitas, di mana interaksi dengan pembaca menjadi bagian dari strategi bertahan hidup. Perubahan ini menuntut regulasi penyiaran yang adaptif, sebab kepemilikan media di Indonesia masih kerap bersinggungan dengan kepentingan politik dan ekonomi.

    Dampak konvergensi terasa pula dalam kehidupan sosial. Gawai kini menjadi kebutuhan primer masyarakat untuk mengakses berita, hiburan, hingga pembelajaran. Pola interaksi publik bertransformasi, sementara industri media memperoleh keuntungan dari efisiensi produksi lintas platform dengan sumber daya lebih ramping.

    Penelitian AMKI juga menegaskan, tantangan terbesar media di Indonesia bukan semata pada teknologi, melainkan pada kemampuan organisasi dan jurnalis untuk bertransformasi. Tanpa pembaruan cepat, media arus utama berisiko tertinggal oleh kompetitor yang lebih lincah merespons perubahan digital.

    Salah satu bukti kuat dari perubahan ini terlihat dalam belanja iklan. Data terbaru menunjukkan bahwa pada 2024 total belanja iklan di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 107.291 triliun, di mana iklan digital menyumbang 44,1 persen dari jumlah tersebut. Sementara media cetak hanya memperoleh sekitar 4,3 persen.

    Laporan hasil penelitian juga memperkirakan bahwa pada 2025, digital ad spend akan terus naik –mencapai 75 persen dari total belanja iklan nasional– dengan pertumbuhan sekitar 13,8 persen.

    Sebaliknya, belanja iklan cetak diprediksi menunjukkan tren negatif. Pasar iklan surat kabar untuk 2025 diperkirakan mencapai US$386,46 juta, tetapi tingkat pertumbuhan tahunannya diproyeksikan menurun sekitar −1,51 persen hingga 2030.

    Begitu juga iklan majalah di Indonesia –meski tetap menghasilkan pendapatan, tingkat pertumbuhannya diperkirakan negatif (−1,61 persen) dalam beberapa tahun ke depan.

    Data belanja iklan di atas menjadi pijakan kuat bagi urgensi konvergensi redaksi dan inovasi model bisnis. Ada beberapa implikasi. Karena pemasukan dari digital kini jauh lebih besar, media harus melatih jurnalis yang mampu bekerja dengan format multimedia dan cepat merespons data pengguna, misalnya penggunaan video, infografis, posting media sosial, hingga interaksi daring.

    Lalu, ketergantungan pada iklan cetak makin tidak sustainable. Media perlu memperluas sumber pendapatan: iklan digital, konten sponsor, langganan digital, retail media, dan monetisasi platform online. Retail media –sebagai bagian dari digital– menjadi salah satu segmen yang pertumbuhannya cepat.

    Pada aspek regulasi dan kepemilikan media, Pemerintah dan lembaga terkait perlu memperbaharui regulasi penyiaran dan pers agar bisa mengatur kepemilikan media lintas platform, menjaga keberagaman konten, dan mencegah dominasi satu pihak dalam digital yang bisa memengaruhi objektivitas. Regulasi juga perlu mengantisipasi masalah seperti distribusi pendapatan iklan, perlindungan jurnalis digital, dan hak akses publik terhadap informasi.

    Dengan belanja iklan digital mendominasi, media bisa memperoleh efisiensi melalui integrasi kerja antarplatform. Struktur organisasi yang dulunya terpisah (redaksi cetak, redaksi TV, redaksi daring) kini perlu digabung atau memiliki mekanisme kerja yang saling mendukung agar penggunaan sumber daya manusia dan teknologi bisa optimal.

    Kesimpulannya. konvergensi media bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Data belanja iklan di Indonesia menunjukkan bahwa digital telah mengungguli cetak dalam hal potensi pendapatan, sehingga media yang gagal menyesuaikan diri akan menghadapi risiko ketinggalan –bukan hanya dalam hal teknologi, melainkan dalam hal daya tarik bagi pengiklan, dan relevansi di mata pembaca.

    Transformasi menyeluruh diperlukan: redaksi, kompetensi, regulasi, dan model bisnis harus berubah agar media bisa bertahan dan berkembang di era digital.

  • Bupati Tangerang Launching Porkab VI Tahun 2025

    Bupati Tangerang Launching Porkab VI Tahun 2025

    Tangerang –Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid secara resmi melaunching Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) VI Kabupaten Tangerang Tahun 2025 yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kec. Pasar Kemis Tangerang, Sabtu (13/9/25).

    Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa olahraga merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah, yang tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga melahirkan prestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Tangerang di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

    “Suatu daerah akan terlihat maju bukan hanya dari prestasi pendidikan, ekonomi, sosial, maupun budayanya, tetapi juga dari keberhasilan membangun atlet dan olahraga. Dengan olahraga kita bisa sehat, menjalin silaturahmi, sekaligus berprestasi mengharumkan nama daerah,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

    Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dsri semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa hingga masyarakat, dalam mendukung kemajuan olahraga di Kabupaten Tangerang. Menurut dia, Porkab menjadi momentum strategis untuk menumbuhkan semangat olahraga sekaligus menjaring atlet-atlet potensial.

    “Saya minta para camat untuk serius membina atlet di wilayahnya masing-masing. Karena dari Porkab ini kita bisa siapkan atlet terbaik untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 di Kota Tangerang Selatan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Ketua Pelaksana Porkab VI Kabupaten Tangerang Tahun 2025, Taufik Emil, menjelaskan bahwa seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang telah mendaftarkan diri sebagai peserta. Porkab VI akan dilaksanakan mulai 8–15 November 2025 dengan enam kecamatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan cabang olahraga, yaitu Kecamatan Pasar Kemis, Rajeg, Kemiri, Jambe, Panongan, dan Sindang Jaya.

    Lebih lanjut, Emil menegaskan bahwa Porkab VI bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan dan seleksi atlet untuk menghadapi Porprov Banten 2026.

    “Kami berharap melalui Porkab VI ini dapat lahir atlet-atlet berprestasi yang siap membawa nama baik Kabupaten Tangerang,” ujar Emil

    Pihaknya pun mengajak semua peserta tetap menjaga semangat kebersamaan, sportivitas, dan persaudaraan. “Mari kita jadikan Porkab ini sebagai momentum mempererat persatuan masyarakat Kabupaten Tangerang,” ungkapnya. (Shj)

  • Wabup Intan Bersama Kamenag Resmikan Dapur MBG Ponpes Al Badar

    Wabup Intan Bersama Kamenag Resmikan Dapur MBG Ponpes Al Badar

    TANGERANG – Wakil Bupati (Wabup) Intan Nurul Hikmah bersama Kepala Kantor Kementerian Kabupaten Tangerang meresmikan dapur Badan Gizi Nasional untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Badar 1 Balaraja, Minggu (14/9/25).

    Dalam sambutannya, Wabup Intan mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Yayasan Al Badar yang telah konsisten dan nyata mendukung program MBG, khususnya dalam percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Tangerang.

    “Alhamdulillah, hari ini Ponpes Al Badar akan juga meresmikan dapur MBG yang kedua. Dapur MBG yang diresmikan ini sejalan dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Tangerang yang punya dan beritikad kuat untuk menurunkan tingkat stunting dan juga kasus gizi buruk yang ada di Kabupaten Tangerang,” ungkap Wabup Intan.

    Menurut dia, Pemkab Tangerang bersama pihak lainnya terus menguatkan komitmen dan kerja bersama dalam pencegahan dan penanganan Stunting. Salah satu yang dilakukan adalah melakukan intervensi langsung ibu-ibu hamil untuk diberikan makan bergizi supaya begitu lahiran anaknya kondisinya normal tidak mengalami Stunting.

    “Kita bersama dengan banyak pihak lainnya yang lintas sektor terus menguatkan komitmen dan kerja bersama. Jadi dari mulai ibu hamil bahkan sekarang dari anak-anak SD, SMP, SMA sudah diberikan vitamin khusus, yang perempuan ya diberikan vitamin penambah darah supaya nanti ketika mereka menikah kondisi badannya sehat,” jelasnya.

    Dia juga meminta kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Balaraja untuk benar-benar memperhatikan aspek kesehatan, kandungan gizi, higienis dan tidak membosankan dalam proses pengolahan dan penyajiannya.

    “Komposisi gizi sama rasa makanan harus benar-benar sesuai dan tidak membosankan penerima. Dapurnya harus bersih, harus higienis, makanannya harus enak dan bergizi. Itu semua harus diatur benar-benar, karbohidrat dan proteinnya dan kandungan gizi lainnya.

    Pihaknya berharap dapur untuk program MBG di Ponpes Al Badar tersebut bisa berjalan baik dan bisa memberikan manfaat serta kontribusi positif bukan hanya untuk penurunan angka stunting dan penghapusan gizi buruk di Kabupaten Tangerang serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang juga bagi masyarakat sekitarnya.

    “Harapan kita semua, dapur ini tidak hanya untuk penurunan dan penghapusan Stunting, tapi juga menguatkan ketahanan pangan dan masyarakat sekitar juga merasakan manfaat langsung dalam hal pemenuhan dan pengisian lapangan pekerjaan.

    Saat ini, dia juga mengungkapkan bahwa dapur MBG Ponpes Al Badar 1 Balaraja mampu menyerap lapangan pekerjaan yang telah diisi oleh 47 warga lokal.

    “Jadi bayangkan kalau banyak dapur SPPG dibuka untuk memasak bagi anak-anak sekolah se-Kabupaten Tangerang, juga banyak lapangan kerja yang dibuka. Jadi efeknya saling menguntungkan,” pungkasnya. (Shj)

  • Pemkot Serang Gelar Lomba Inovasi Serang Madani 2025, ASN dan Akademisi Tunjukan Kreativitasmu

    Pemkot Serang Gelar Lomba Inovasi Serang Madani 2025, ASN dan Akademisi Tunjukan Kreativitasmu

    Kota Serang – Pemerintah Kota Serang melalui Bappeda kembali membuka Lomba Inovasi Serang Madani 2025.

    Ajang ini menjadi wadah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan akademisi untuk menghadirkan ide kreatif demi mendorong pembangunan kota yang lebih modern, efektif, dan inovatif.

    Tahun ini, lomba dibagi ke dalam dua kategori besar, yaitu:

    1. Inovasi Tata Kelola Pemerintahan

    2. Inovasi Pelayanan Publik

    Peserta dapat mengusulkan program atau gagasan yang mampu memberikan solusi praktis serta manfaat nyata bagi masyarakat Kota Serang.

    Jadwal dan Tahapan Lomba

    Panitia telah menetapkan tahapan lomba sebagai berikut:

    1 September – 12 Oktober 2025: Pendaftaran dan input inovasi melalui situs resmi siska.serangkota.go.id.

    13 – 24 Oktober 2025: Seleksi administrasi dan verifikasi.

    30 Oktober 2025: Proses penjurian oleh dewan juri.

    10 November 2025: Pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan.

    Proses penjurian dijadwalkan pada 30 Oktober 2025, sedangkan pengumuman pemenang serta pemberian penghargaan dilaksanakan pada 10 November 2025.

    Peserta dan Persyaratan

    Peserta lomba terbuka bagi ASN serta akademisi yang berdomisili atau bekerja di Kota Serang.

    Setiap ide yang dikirimkan akan dinilai dari aspek inovasi, dampak, keberlanjutan, serta kemungkinan implementasi dalam pelayanan publik maupun tata kelola pemerintahan.

    Melalui ajang ini, Pemkot Serang menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya inovasi di kalangan ASN dan dunia akademisi.

    Lomba diharapkan dapat menghasilkan ide-ide kreatif yang bisa diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta efektivitas pemerintahan.

    Bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut, peserta dapat menghubungi kontak person resmi panitia yang tertera pada poster lomba. (Trg)

  • Asal Usul Kampung Tanah Tinggi Kota Tangerang, Pusat Aktivitas Masyarakat Era Kolonial

    Asal Usul Kampung Tanah Tinggi Kota Tangerang, Pusat Aktivitas Masyarakat Era Kolonial

    Kota Tangerang – Sejarah Kota Tangerang tidak bisa dilepaskan dari daerah yang kini disebut Tanah Tinggi. Awal kisah sejarah menarik penyebutannya bisa dilacak mulai masa kolonial serta bertahan sampai sekarang.

    Burhanudin dalam bukunya berjudul “Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang” menjelaskan, penyebutan nama Tanah Tinggi diambil dari letak geografisnya yang memiliki kontur tanah relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa daerah lain.

    Hal ini bisa dibuktikan bila dililhat langsung dari daerah yang sejak dulu menjadi pusat aktivitas masyarakat era kolonial, seperti di bantaran Sungai Cisadane, Hutan Kota Mookervart dan sekitarnya.

    “Tanah Tinggi itu lebih tinggi dibandingkan daerah sekitarnya karena kalau melihat dari daerah selatan, kampung itu lebih tinggi sebab kali yang ke arah Jakarta (Mookervart) itu letaknya lebih dalam pada saat melewati kampung ini,” tulisnya.

    Tidak hanya itu, daerah Tanah Tinggi bukan hanya menjadi kawasan kosong tanpa aktivitas masyarakat. Sejak era kolonial, daerah Tanah Tinggi telah menjadi destinasi plesiran favorit masyarakat eropa maupun pribumi.

    Berdasarkan catatan yang ada, daerah Tanah Tinggi menjadi destinasi pengisi senja atau plesiran sore karena aksesnya yang terhubung dengan Mookervart serta kawasannya yang hijau, rindang dan sejuk.

    “Pemerintah Hindia Belanda menjadikan pinggiran Tanah Tinggi sebagai salah satu taman atau hutan kota di sisi Mookervart sebagai tempat plesir sore hari. Daerah pinggir sungai (Tanah Tinggi) dibuat seperti hutan yang rindang,” tambahnya.

    Saat ini, daerah Tanah Tinggi dikenal sebagai daerah niaga lewat Pasar Induk Tanah Tinggi yang telah menjadi pusat belanja sayur-mayur di Tangerang Raya dan sekitarnya sejak dibangun pada 2001 silam.

    Adapun letaknya sendiri, daerah Tanah Tinggi dibatasi Kali Mookervart (sekarang Jalan Raya Daan Mogot) di sisi utara dan rel kereta api (Stasiun Tanah Tinggi-Stasiun Batuceper) di sisi selatan. (Ad)

  • Pendaftaran Calon Ketua BAZNAS Provinsi Banten hingga 22 September 2025, Silahkan Daftar di Sini!

    Pendaftaran Calon Ketua BAZNAS Provinsi Banten hingga 22 September 2025, Silahkan Daftar di Sini!

    Kota Serang – Pemprov membuka pendaftaran bagi calon pimpinan BAZNAS Provinsi Banten untuk periode 2025-2030. Pendaftaran yang dibuka seluas-luasnya bagi masyarakat ini mulai sejak 1 September dan berakhir pada 22 September.

    Bagi masyarakat yang ingin mendaftar bisa mengakses melalui laman resmi Pemprov Banten di https://bantenprov.go.id. Di laman tersebut ada informasi mengenai persyaratan, tata cara pendaftaran serta informasi tahapan seleksi.

    Ketua Sekretariat Panitia Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Provinsi Banten, Komarudin mengatakan pembukaan pendaftaran tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan proses seleksi pimpinan BAZNAS berjalan transparan dan profesional.

    Ia berharap dengan pembukaan pendaftaran tersebut dapat melahirkan figur-figur terbaik yang mampu mengemban amanah besar. Khususnya dalam amanat pengelolaan zakat untuk kepentingan masyarakat.

    “Kami berharap masyarakat Banten yang berasal dari unsul ulama, unsur profesional dan unsur tokoh masyarakat Islam yang memiliki integritas, kapasitas, dan dedikasi dalam pemberdayaan umat dalam pengelolaan zakat dapat ikut serta dalam proses seleksi ini,” ujarnya.

    Komarudin yang juga Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Umum dan Kesra Setda Provinsi Banten menyebut bahwa pendaftaran dilakukan pada hari kerja. Pendaftar bisa mengakses informasi melalui laman resmi dan mendaftar pada Senin hingga Jumat pukul 09.00–14.00 WIB.

    Komarudin menegaskan bahwa BAZNAS Provinsi Banten memiliki peran penting dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran dan mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan di Provinsi Banten. kehadiran pimpinan BAZNAS bukan hanya sebatas posisi struktural. Melainkan juga amanah besar dalam mengelola dana umat untuk kesejahteraan masyarakat.

    “Kami ingin kepemimpinan BAZNAS Banten ke depan mampu memperkuat program-program pemberdayaan yang sudah berjalan, sekaligus menghadirkan inovasi baru agar zakat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan,” tambahnya. (Trg)