Blog

  • Warga Pulo Panjang Minta Lampu Penerangan dan Perbaikan Bibir Pantai

    Warga Pulo Panjang Minta Lampu Penerangan dan Perbaikan Bibir Pantai

    Serang, Djawaranews.com – Warga Kampung Peres, Desa Pulo Panjang, Kabupaten Serang, Banten, menyuarakan harapan agar pemerintah segera membangun lampu penerangan jalan di sepanjang bibir pantai serta memperbaiki infrastruktur pantai yang rusak akibat abrasi. Terakhir kali, perbaikan bibir pantai dilakukan pada 2014.

    Ketua RT/RW 01/02 Kampung Peres, Husaeri, mengatakan, kerusakan bibir pantai semakin parah akibat abrasi yang diperparah oleh tumpukan sampah kiriman dari laut saat ombak pasang. Kondisi ini meresahkan warga, terutama mereka yang tinggal di dekat garis pantai.

    “Tahun 2023 saya sudah mengajukan surat bantuan penerangan jalan di bibir pantai, tapi belum terealisasi karena dana dialihkan untuk pengadaan motor ambulans yang juga sangat dibutuhkan warga,” ungkap Husaeri.

    Ia menambahkan, lampu penerangan sangat penting bagi nelayan kecil yang kerap melaut pada malam hari. Tanpa pencahayaan memadai, aktivitas mereka menjadi terganggu karena kondisi yang terlalu gelap.

    Selain itu, Husaeri juga meminta agar pembatas bibir pantai yang ada saat ini ditinggikan. “Ketika air laut pasang, air dan sampah dari laut masuk ke dalam rumah kami. Kami butuh pembatas yang lebih tinggi agar rumah warga tidak terus-menerus terdampak,” ujarnya.

    Isu pengelolaan sampah juga menjadi sorotan dalam eksplorasi wilayah tersebut. Hingga saat ini, sebagian besar sampah rumah tangga di Pulo Panjang masih dibakar karena minimnya fasilitas pengelolaan. Tidak adanya sistem pengangkutan dan pengolahan sampah yang memadai berpotensi menimbulkan masalah lingkungan lebih serius.

    Sementara itu, pasokan listrik kini menunjukkan perkembangan positif. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di desa tersebut kini beroperasi 24 jam penuh, setelah sebelumnya mengalami gangguan yang menyebabkan pemadaman berkala.

    Selama peliputan, tim jurnalis menghadapi kendala komunikasi karena lemahnya sinyal seluler di banyak titik. Akses internet hanya bisa diperoleh melalui voucher WiFi lokal, namun koneksinya sangat terbatas dan hanya bisa digunakan di sekitar titik penjualan voucher.

    Sejumlah rumah warga di Pulo Panjang telah dibangun melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang didanai oleh pemerintah provinsi dan kementerian terkait. Bantuan ini diberikan dalam bentuk fisik bangunan, bukan dalam bentuk uang tunai. Namun, menurut Husaeri, kebutuhan akan rumah layak huni masih tinggi di beberapa kampung lainnya.

    Eksplorasi ini menunjukkan bahwa Desa Pulo Panjang menyimpan potensi besar di sektor kelautan dan pariwisata. Namun, untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan perhatian lebih serius dari pemerintah, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar, pengelolaan lingkungan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. (Trg)

  • Terima Delegasi CLC dari Singapura, Sachrudin Sampaikan Rencana Pengembangan Kota

    Terima Delegasi CLC dari Singapura, Sachrudin Sampaikan Rencana Pengembangan Kota

    Tangerang, Djawaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menerima kunjungan dari delegasi Centre for Liveable Cities (CLC), organisasi asal Singapura yang bersama Temasek Foundation menginisiasi program Temasek Foundation Leaders in Urban Governance Programme (TFLUGP), di mana kota Tangerang menjadi salah satu pesertanya.

    Delegasi yang dipimpin oleh Yeon Wen Cong, Direktur Pengembangan Kapasitas CLC, diterima langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, di Kantor Wali Kota Tangerang, Selasa (29/04/2025).

    Dalam kesempatan tersebut, wali kota memaparkan hasil partisipasi Kota Tangerang dalam TFLUGP dan mendiskusikan pengembangan kota ke depan.

    “Keikutsertaan kami dalam program ini merupakan bentuk komitmen dan kesiapan Kota Tangerang untuk terus belajar, berkembang, dan bertransformasi menjadi kota yang lebih maju, berdaya saing, serta berkelanjutan. Salah satu fokus utama kami adalah pengembangan kawasan Aerotropolis, dengan wilayah Benda sebagai titik strategis lokomotif pertumbuhan ekonomi baru,” terang wali kota di hadapan delegasi.

    Sachrudin menambahkan, Pemkot Tangerang telah menyusun rencana pengembangan infrastruktur, sarana prasarana, dan zona pemanfaatan lahan untuk mendukung Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai pusat Aerotropolis.

    “Rencana pengembangan tersebut meliputi jaringan jalan non-tol dari dan menuju Kota Tangerang, sistem kontrol banjir di Rawa Bokor dan Neglasari, serta pengembangan kawasan industri di sekitar bandara,” jelasnya.

    Selain itu, Sachrudin menyampaikan bahwa Pemkot Tangerang telah mulai membangun fasilitas penting, seperti RSUD Benda, serta telah mengoperasikan East Flyover.

    “RSUD ini akan menjadi fasilitas vital di kawasan yang semakin padat aktivitas, baik dari sisi penduduk maupun pelaku usaha. Sementara itu, East Flyover meningkatkan efisiensi perjalanan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui Perimeter Utara dan Selatan, memperkuat posisi Tangerang sebagai kota gerbang dunia,” ujarnya.

    Wali kota juga menegaskan bahwa melalui wawasan yang diperoleh dari TFLUGP, Pemkot akan memperkuat perencanaan pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang melalui reviu berkala, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.

    “Kami ingin memastikan setiap langkah yang diambil tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan dan memberikan nilai tambah secara ekonomi maupun lingkungan. Mari kita lanjutkan kolaborasi ini dengan semangat untuk membangun Kota Tangerang yang lebih baik, lebih hijau, dan lebih tangguh,” pungkas Sachrudin. (Trg)

     

  • Wujudkan Kota Pangan Aman, Sachrudin: Tingkatkan Penerbitan SLHS!

    Wujudkan Kota Pangan Aman, Sachrudin: Tingkatkan Penerbitan SLHS!

    Tangerang, Djawaranews.com – Dalam upaya mewujudkan Kota Tangerang sebagai kota pangan aman, Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menghadiri sekaligus membuka Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji, yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

    Dalam sambutannya, wali kota, menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap keamanan pangan yang harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

    “Kasus-kasus keracunan makanan yang terjadi di Indonesia, serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan yang sehat, higienis, dan halal, menunjukkan bahwa kita semua dituntut untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pangan,” ujar wali kota.

    Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kesehatan Lingkungan, pengelolaan pangan siap saji harus memenuhi standar higiene dan sanitasi yang baik, yang dibuktikan dengan penerbitan SLHS.

    “Oleh karena itu, dalam rangka menindaklanjuti amanat peraturan tersebut, serta pelaksanaan Program 100 Hari Kerja, saya bersama Bapak Maryono, Kami melalui Dinkes mengadakan pelatihan ini,” kata Sachrudin, saat membuka kegiatan Pelatihan SLHS, di Patio Puspem Kota Tangerang pada Selasa, (29/04/2025).

    Wali kota berharap, pelatihan ini juga akan meningkatkan jumlah penerbitan SLHS di Kota Tangerang, sekaligus menjamin produk pangan siap saji yang aman dan layak konsumsi, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan lokal, dan memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai kota yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan warganya.

    “Dalam hal ini, sektor UMKM, khususnya pelaku usaha jasa boga, katering, dan restoran, merupakan penggerak ekonomi yang penting di Kota Tangerang. Namun, pertumbuhan sektor ini harus dibarengi dengan peningkatan standar keamanan pangan agar daya saing usaha terus meningkat dan kesehatan masyarakat tetap terjaga, salah satunya melalui SLHS,” tambahnya.

    Melalui pelatihan ini, lanjut Sachrudin, diharapkan para pelaku usaha kuliner dan restoran di Kota Tangerang dapat memahami dan mengimplementasikan prosedur yang benar dalam pengelolaan pangan, guna memberikan produk yang aman dan berkualitas bagi konsumen. Hal ini juga merupakan langkah konkret dalam memperkuat sektor UMKM yang semakin tumbuh pesat di Kota Tangerang.

    “Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam praktik sehari-hari, dan menjadi pelopor dalam mewujudkan Kota Tangerang sebagai “Kota Pangan Aman,” tukas wali kota. (Trg)

     

  • Pastikan SPMB Lancar, Wakil Wali Kota Sidak Sekolah

    Pastikan SPMB Lancar, Wakil Wali Kota Sidak Sekolah

    Tangerang, Djawaranews.com – Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kota Tangerang pada Selasa (29/04/2025). Sidak ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang akan segera dilaksanakan.

    “Hari ini saya bertemu dengan Kepala Sekolah serta rekan-rekan guru di SDN Kreo 3, memastikan bahwa persiapan menuju SPMB ini sudah maksimal. Kita ingin segala aspek penting dalam proses seleksi nanti dapat terakomodasi dengan baik,” ungkap Maryono, usai meninjau perangkat sekolah di SD Negeri 3 Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

    Dalam sidaknya, Maryono, meninjau berbagai aspek, mulai dari informasi alur pendaftaran, ketersediaan fasilitas pendukung, hingga kesiapan panitia SPMB di tingkat sekolah. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

    “Penerimaan murid baru adalah momen penting bagi para orang tua dan calon siswa. Pemerintah Kota Tangerang berkewajiban untuk memastikan proses SPMB berjalan transparan, tertib, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya bagi calon siswa dan orang tua murid,” tegasnya.

    Maryono juga mengingatkan pihak sekolah untuk terus memantau serta memastikan bahwa seluruh informasi terkait SPMB tersampaikan dengan jelas kepada masyarakat.

    Pada kesempatan tersebut, Maryono, turut mengapresiasi pihak SDN 3 Kreo yang juga tengah mempersiapkan diri mengikuti penilaian Sekolah Adiwiyata sebagai perwakilan Kota Tangerang di tingkat nasional.

    “Semoga segala persiapan ini dapat mendukung peningkatan kualitas sekolah dasar kita, apalagi jika mampu menjadi representasi di tingkat nasional,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, pelaksanaan Pra-SPMB tingkat SD di Kota Tangerang telah dimulai sejak 21 April 2025 dan akan berlangsung hingga 10 Juli 2025. Informasi lebih lanjut mengenai proses SPMB dapat diakses melalui portal resmi di praspmb.tangerangkota.go.id atau melalui media sosial resmi Dinas Pendidikan Kota Tangerang. (Trg)

     

  • Tingkatkan Sinergitas, Kepala Imigrasi Serang Sambangi Danrem 064/MY

    Tingkatkan Sinergitas, Kepala Imigrasi Serang Sambangi Danrem 064/MY

    SERANG, Djawaranews.com – Kunjungan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang, I Gusti Agung Komang Artawan ke Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Provinsi Banten Brigjen Andrian Susanto pada hari Selasa, 29 April 2025 untuk mempererat hubungan dan koordinasi antar lembaga.

    Kedatangan I Gusti Agung Komang Artawan didampingi sejumlah Pejabat Utama Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang disambut hangat oleh Komandan Korem 064/ Maulana Yusuf Provinsi Banten di ruang kerjanya.

    Pertemuan bertujuan untuk membangun sinergi dalam pengawasan keberadaan dan kegiatan orang asing yang berada di wilayah kerja Kantor Imigrasi Serang yang meliputi Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

    Dalam pertemuan ini, Komandan Korem 064 Maulana Yusuf didampingi oleh Kasi Intel Kolonel Sigit D.C. yang memberikan pertukaran informasi tentang keberadaan dan kegiatan warga negara asing.

    Dalam pertemuan yang penuh keakraban ini Kepala Kantor Imigrasi dan Komandan Korem 064 Maulana Yusuf Provinsi Banten juga membahas sejumlah isu terkini terkait keamanan dan ketertiban yang menjadi wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang.

    I Gusti Agung Komang Artawan juga berharap silaturahmi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar instansi dalam pengawasan keberadaan dan kegiatan warga negara asing di Provinsi Banten pada umumnya, dan yang berada di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang khususnya.

    Komandan Korem 064 Maulana Yusuf menyambut baik, dan sepakat untuk terus menjalin dan meningkatkan koordinasi dalam rangka pengawasan orang asing agar tercipta situasi yang aman dan kondusif di Provinsi Banten.

  • Wagub Banten A Dimyati Natakusuma Dorong Percepatan Pembangunan

    Wagub Banten A Dimyati Natakusuma Dorong Percepatan Pembangunan

    Serang, Djawaranews.com wakil Gubernur (Wagub) Banten A Dimyati Natakusuma mendorong seluruh stakeholder untuk melakukan percepatan pembangunan dalam berbagai bidang. “Namun tentu percepatan itu harus tetap terukur dan terencana dengan baik,” ungkap Dimyati Natakusumah seusai memberikan arahan pada kegiatan Pra Musrembang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Banten tahun 2026 di aula Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (28/4/2025).

    Oleh karena itu, Dimyati berharap apa yang dibahas dalam tahapan RKPD ini harus selaras dengan RPJMD untuk agenda program lima tahun kedepan serta sejalan dengan RPJPD untuk 20 tahun kedepan. “Jadi semuanya harus selaras. Kalau sudah begitu, maka kita enak menjalankannya. Karena semuanya berkesinambungan dari pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai tingkat desa,” kata Dimyati.

    Untuk mempercepat kemajuan Provinsi Banten itu, kata Dimyati, harus dimulai dari tahapan perencanaan yang benar-benar matang dengan melibatkan seluruh unsur dari mulai asosiasi, akademisi, pemuda, pengusaha, BUMN dan BUMD, Ormas serta lembaga keagamaan yang ada di Banten. “Di Pra Musrembang ini, para peserta akan membuat kerangka guiden tematik Pembangunan untuk dibawa pada saat Musrembang nanti yang insya allah akan dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2025 jadwalnya,” ucapnya.

    Dimyati juga menegaskan jika dalam kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni dan Wgub Dimyati tidak boleh lagi ada yang bermain-main, termasuk mencoba bermain pada program. Semua harus sesuai dari usulan Musrembang atau Button Up, tidak boleh ada pesanan.
    “Kalau ada pasti akan kami tindak tegas. Semuanya harus terbuka dan transparan. Silahkan masyarakat juga boleh mengawasi,” pungkasnya.
    Sebagaian rangkaiaan proses perencanaan Pembangunan tahunan, agenda Pra Musrembang itu meliputi penyampaian teknis kegiatan disertai kerangka penyusunan RPJMD, Renstra, RKPD dan Renja, arahan Wakil Gubernur Banten kemudian dilanjutkan dengan pembahasan masing-masing desk. Kepala Bidang Perencanaan, Data dan Sistem Informasi Pembangunan Bappeda Provinsi Banten Zaenal Mutaqin mengatakan, agenda Pra Musrembang dilaksanakan sejak pagi, dengan terlebih dahulu penyampaian materi kepada para peserta terkait dengan konsepsi dan teknis kegiatan.
    “Karena kegaitan ini cukup padat. Tidak hanya sampai arahan pak Wagub, tapi setelah itu ada pelaksanaan empat desk tematik. Di situ dibahas secara matang terkait penyelarasan tematik Pembangunan sehingga terbangun sinergi antar perangkat daerah berdasarkan urusannya secara tematik holistic integrative dan spasial sampai ke kerangka program, kegiatan dan pendanaannya,” jelas Zaenal.

    Penyampaian teknis kegiatan itu, lanjut Zaenal, perlu dilakukan agar apa yang dibahas di masing-masing desk nanti sejalan dan mendukung terhadap trisula Pembangunan presiden Prabowo Subianto serta Visi Misi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. “Termasuk juga berkenaan dengan reformasi birokrasi sebagai fondasi pelaksanaannya,” pungkasnya. Zaenal menambahkan, Pembagian masing-masing desk tematik itu meliputi desk pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, pembangunan SDM serta reformasi birokrasi. (Trg)

  • Tegaskan Pentingnya Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat, Menteri Nusron Dorong Percepatan Pendaftaran Tanah Ulayat di Sumatera Barat

    Tegaskan Pentingnya Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat, Menteri Nusron Dorong Percepatan Pendaftaran Tanah Ulayat di Sumatera Barat

    Padang, Djawaranews.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat di Provinsi Sumatera Barat, pada Senin (28/04/2025). Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan pengakuan dan perlindungan hak bagi masyarakat hukum adat.

    Dalam sambutannya, Menteri Nusron menegaskan pentingnya perlindungan hak ulayat melalui pendaftaran dan sertipikasi tanah yang teradministrasi dengan baik. “Kami bertekad supaya tanah-tanah ulayat di Sumatera Barat terjaga. Tidak boleh ada orang lain masuk. Tidak boleh ada orang lain menyertipikatkan. Tidak boleh ada orang lain yang nanti menggadaikan atau mengerjasamakan tanpa persetujuan tetua-tetua ataupun pengurus kampung adat setempat,” ujarnya di Auditorium Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat.

    Menteri Nusron juga menekankan pentingnya pembelajaran dari kasus-kasus di daerah lain. “Riau hak adat Melayu-nya, tanahnya tidak pernah dipetakan, tidak pernah didaftarkan, dan tidak pernah diukur. Karena kekuatan fisik adatnya tidak kuat, maka banyak sekali kemudian dirambah atau diambil Hak Guna Usaha (HGU)-nya oleh korporasi, PT, atau pihak-pihak lain untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan korporasi atau perusahaan. Kami tidak ingin kejadian di Riau terjadi di Sumatera Barat,” tuturnya.

    Berdasarkan pendataan Kementerian ATR/BPN, hingga saat ini diketahui terdapat potensi 475 bidang tanah ulayat dengan luas sekitar 300 ribu hektare di Sumatera Barat. Kabupaten Pesisir Selatan tercatat memiliki jumlah bidang ulayat terbanyak.

    Data ini menunjukkan pentingnya percepatan administrasi pendaftaran tanah ulayat secara lebih terstruktur. Menteri Nusron menyatakan, pendaftaran tanah ulayat memberikan ragam manfaat antara lain memberikan kepastian dan pengakuan hukum terhadap bidang tanah ulayat, melindungi kepemilikan aset masyarakat hukum adat, serta mencegah terjadinya konflik agraria.

    Ke depan, sosialisasi pengadministrasian tanah ulayat akan dilaksanakan secara bertahap di masing-masing kabupaten di Sumatera Barat. Menteri Nusron juga dijadwalkan untuk turun langsung melakukan sosialisasi di Kabupaten Agam.

    Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron turut menyerahkan satu Sertipikat Hak Pengelolaan (HPL) atas tanah ulayat seluas 21.933 meter persegi kepada Kerapatan Adat Nagari (KAN) V Koto Air Pampan/Niniak Mamak Koto Pauh, Kota Pariaman. Selain itu, diserahkan pula 5 Sertipikat Hak Pakai di atas HPL untuk perorangan dan serta 5 sertipikat wakaf. Semua sertipikat yang diserahkan sudah dalam bentuk Sertipikat Elektronik.

    Pembukaan Sosialisasi ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade; Anggota Komisi II DPR RI, Rahmat Saleh; Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy; serta sejumlah Pejabat Kementerian ATR/BPN, seperti Inspektur Jenderal, Dalu Agung Darmawan; Staf Khusus Bidang Reforma Agraria, Rezka Oktoberia; Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Harison Mocodompis; serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Barat, Teddi Guspriadi. (Trg)

  • Wartawan PWN Eksplorasi Pulo Panjang, Soroti Masalah RTLH dan Sektor Perikanan

    Wartawan PWN Eksplorasi Pulo Panjang, Soroti Masalah RTLH dan Sektor Perikanan

    SERANG, Djawaranews.com – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Nusantara (PWN) menggelar kegiatan eksplorasi di Desa Pulo Panjang, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, pada Sabtu (26/4/2025). Kegiatan ini bertujuan menggali potensi sekaligus menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat setempat.

    Rombongan wartawan bertolak dari Dermaga Karangantu, Pantai Gope, menggunakan perahu motor dengan waktu tempuh sekitar satu jam menuju pulau kecil di Teluk Banten tersebut. Dalam perjalanan, warga memberikan masukan penting terkait kondisi dermaga yang kerap mengalami surut setelah pukul 11.00 WIB. Warga pun menyarankan agar dilakukan pengerukan dermaga guna memudahkan akses transportasi laut, terutama untuk kepentingan wisata dan distribusi logistik.

    Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh Kepala Desa Pulo Panjang, Ratu Bilkis. Para wartawan diajak menelusuri berbagai aspek kehidupan warga dalam rangkaian program bertajuk “PWN Eksplorasi Pulo Panjang: Soroti RTLH, Kelautan dan Perikanan, serta Komunikasi.”

    Dalam hal ini, Ketua PWN, Binter, membagi tim untuk mendalami tiga isu utama yakni, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sektor kelautan dan perikanan, serta akses komunikasi.

    Salah satu temuan mencolok adalah kondisi RTLH di Kampung Peres. Seorang warga, Rika, yang tinggal bersama suami dan tiga anaknya, menempati rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan. Atap rumah bocor parah hingga menyebabkan kebanjiran saat hujan. Hingga kini, keluarga tersebut belum pernah menerima bantuan dari pemerintah.

    “Saya hanya berharap rumah kami bisa diperbaiki. Kalau hujan, pasti bocor. Untuk makan sehari-hari saja susah, suami cuma dapat Rp35.000 sampai Rp50.000 per hari,” ungkap Rika dengan nada lirih.

    Di sisi lain, sektor kelautan dan perikanan menjadi tulang punggung ekonomi warga. Sekitar 90 persen masyarakat berprofesi sebagai nelayan. Hasil tangkapan biasanya dijual ke Bojonegara dan Karangantu. Namun, nelayan mengeluhkan fluktuasi harga ikan yang kerap tak menentu.

    Kegiatan eksplorasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan informasi antara warga dan pemangku kebijakan, serta memperkuat peran jurnalis dalam menyuarakan aspirasi masyarakat pesisir. (Trg)

  • Muji Rohman Desak DLH Buat Terobosan Tangani Permasalahan Sampah di Kota Serang

    Muji Rohman Desak DLH Buat Terobosan Tangani Permasalahan Sampah di Kota Serang

    SERANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Muji Rohman, mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang untuk membuat terobosan baru guna menangani permasalahan sampah.

    Pasalnya, persoalan sampah saat ini menjadi permasalahan serius bagi Ibu Kota Provinsi Banten tersebut.

    “Persoalaan sampah saat ini memang menjadi permasalahan di Kota Serang, mungkin karena jumlah penduduk meningkat sehingga banyak sampah yang dibuang tidak pada tempatnya,” kata Muji, Selasa (29/4/2025).

    “Dulu di periode 1 dan 2, saya tidak pernah lihat sampah di bantaran sungai, tapi sekarang banyak. Sehingga ini menjadi PR bagi DLH,” sambungnya.

    Lebih lanjut pria yang menjabat sebagai anggota DPRD Kota Serang empat periode itu  menjelaskan, beberapa terobosan yang dapat dilakukan oleh DLH Kota Serang untuk menangani permasalahan sampah.

    Di antaranya yaitu, membuat kantung-kantung sampah sebagai tempat pembuangan sampah (TPS) sementara, dan juga lebih memasifkan waktu pengangkutan sampah.

    “Jadi memang harus segera disiapkan kantong-kantong sebagai TPS Sementara, bila perlu sampai tingkat RW untuk menampung sampah,” ucap Muji.

    “Dan juga pengangkutannya itu harus dilakukan bila perlu dua hari sekali,” jelasnya.

    Bahkan kata Muji, jika DLH memerlukan dukungan legislatif untuk kebutuhan anggaran, maka pihaknya siap menyediakan.

    “Bentuk dukungna DPRD kami akan dukung bila perlu anggaran kami siapkan anggarannya,” tuturnya.

    Selain membuat kantung sampah dan pengangkutan yang masif, Muji menyebut bahwa DLH Kota Serang juga perlu mencari terobosan dalam bentuk alat pengolahan sampah.

    “Harusnya juga ada terobosan untuk mencari alat untuk mengolah sampah, sehingga tidak dibuang begitu saja tanpa ada manfaaatnya. Jadi harus ada edukasi juga,”pungkasnya.

  • Dinkes Kabupaten Serang Tingkatkan Kapasitas Pengetahuan Kader Posyandu

    Dinkes Kabupaten Serang Tingkatkan Kapasitas Pengetahuan Kader Posyandu

    SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya guna menekan angka stunting dan kematian ibu dan bayi (AKI/AKB). Salah satunya dengan menggelar Penguatan Pelaksanaan Tumbuh Kembang bagi para Kader Posyandu dan Taman Pemulihan Gizi (TPG) di Aula Tb. Suwandi pada Senin, 28 April 2025.

    Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) pada Dinkes Kabupaten Serang, Enik Ukmawati menuturkan bahwa kegiatan untuk penguatan tumbuh kembang balita pada kader posyandu dan TPG yang ada di puskesmas. Adapun jumlah yang diundang para TPG dan kader posyandu dari 31 Puskesmas, yang mana untuk masing-masing puskesmas ada tiga kader yang diundang.

    “Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas, kemampuan, dan pengetahuan para kader terkait dengan tumbuh kembang,” ujarnya disela-sela kegiatan.

    Sedangkan untuk materi pertama, sambung Enik, terkait MPASI atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu, yang tujuannya adalah untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kabupaten Serang dalam rangka menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

    “Jadi harapannya tidak ada lagi nanti penambahan stunting, kemudian juga AKI dan AKB juga bisa kita turunkan, dimulai dari menyelesaikan permasalahan gizi yang ada di masyarakat,” ungkapnya.

    Enik menjelaskan, dengan mengundang kader posyandu dan petugas TPG dalam rangka mempersiapkan SDM yang unggul untuk Indonesia Emas 2045, karena anak-anak yang sehat dimulai dengan gizi yang baik. Seperti diketahui, saat ini memang masih ada permasalahan gizi yang ada di Kabupaten Serang, misalnya stunting, kemudian berat badan anak yang kurang, dan juga gizi buruk.

    “Jadi dengan tata kelola dari gizi peran dari kader posyandu juga TPG ini harapannya untuk permasalahan gizi ini bisa dihilangkan, bisa diintervensi. Sehingga harapannya, tidak ada stunting lagi, tidak ada gizi buruk, tidak ada kematian ibu dan bayi,” tandasnya.

    Sekedar diketahui Prevalensi Balita Stunting di Kabupaten Serang tahun 2018-2024 berdasarkan data e-PPGBM meliputi Tahun 2018 sebesar 24,09 persen, 2019 turun menjadi 20,38 persen, 2020 kembali turun 12,66 persen, 2021 10,66 persen, 2022 turun 8,69 persen, 2023 turun 5,66 persen, dan tahun 2024 turun menjadi 3,35 persen.

    Sedangkan berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia dan Survei Kesehatan Indonesia (SSGI/SKI) Prevalensi Stunting di Kabupaten Serang mengalami penurunan sejak tahun 2019 sebesar 39,43 persen, Tahun 2021 turun menjadi 27,2 persen, tahun 2022 turun 26,4 persen, dan Tahun 2023 turun menjadi 23,9 persen. Sedangkan Tahun 2024 masih menunggu data dari Pemerintah Pusat melalui SSGI/SKI.

    Sedangkan untuk AKI dan AKB data Dinkes Kabupaten Serang pada Tahun 2022 angka kematian ibu sebanyak 54 ibu yang meninggal dunia pasca persalinan, kemudian Tahun 2023 menurun menjadi 34 ibu, dan Tahun 2024 hingga Oktober ibu yang meninggal hanya 21 orang. Kalau untuk angka kematian bayi, Tahun 2023 sebanyak 200 bayi meninggal dan Tahun 2024 hanya 106 bayi.(Trg)