Blog

  • Andai Tau Duluan, Peserta Dilayani Sepenuh Hati di Hari Pelanggan Nasional 2025

    Andai Tau Duluan, Peserta Dilayani Sepenuh Hati di Hari Pelanggan Nasional 2025

    JAKARTA,  Djawaranews.com – BPJS Ketenagakerjaan kembali merayakan Hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap tanggal 4 September. Tahun ini, peringatan dilaksanakan dengan mengusung tema “Andai Tau Duluan, Dilayani Sepenuh Hati, Bisa Jadi Kisah Kebahagiaan”. Tema ini merupakan pengembangan dari kampanye BPJS Ketenagakerjaan tahun 2025 bertajuk “Andai Tau Duluan”, yang menekankan pentingnya edukasi dan informasi sejak dini mengenai manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.

    Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, menyampaikan bahwa peringatan Hari Pelanggan Nasional tahun ini bukan hanya menjadi momentum untuk mengapresiasi peserta, tetapi juga menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan sepenuh hati.

    “Kami ingin setiap interaksi dengan peserta menjadi pengalaman yang bermakna. Dengan pelayanan yang tulus, manfaat program kami dapat benar-benar dirasakan, sehingga menjadi kisah nyata kebahagiaan bagi pekerja dan keluarganya,” ujar Pramudya.

    Memperingati Hari Pelanggan Nasional tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan merayakannya dengan konsep sederhana namun penuh makna. Sebagai simbol perhatian kepada peserta, pimpinan BPJS Ketenagakerjaan melakukan kunjungan kepada peserta Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang sedang dirawat di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK), mengunjungi ahli waris penerima manfaat Jaminan Pensiun (JP) berkala serta mengunjungi ahli waris penerima manfaat Beasiswa.

    Selain itu, kunjungan ke perusahaan-perusahaan peserta juga dilakukan agar hubungan strategis terus terjaga, memperkuat engagement, dan memberikan nilai tambah melalui program Customer Relationship Management (CRM).

    Melalui peringatan Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan ingin mengingatkan kembali bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan adalah bagian penting dari kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Dengan pelayanan yang penuh ketulusan, diharapkan peserta semakin merasakan manfaat nyata dari program yang diikutinya.

    “Hari Pelanggan Nasional adalah momentum untuk mendengar lebih dekat, untuk mendapatkan masukan langsung dari peserta, sehingga ke depan kami mampu melayani dengan lebih baik lagi, dan tentu saja menghadirkan rasa aman bagi pekerja. Semoga pengalaman yang baik melalui kisah-kisah nyata perlindungan sosial ketenagakerjaan terus menjadi bagian dari kebahagiaan masyarakat Indonesia,” tutup Pramudya.

    Sementara itu di tempat terpisah Kepala Kantor Cabang Tangerang Cikokol Mohamad Irvan menyampaikan komitmen pelayanan kepada peserta,

    “Momentum Harpelnas yang rutin kami selenggarakan setiap tahun, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang aman, mudah dan nyaman kepada peserta sejalan dengan misi BPJS Ketenagakerjaan.” ujar Irvan.

    Irvan juga menambahkan pada rangkaian kegiatan harpelnas tahun 2025 pihaknya melakukan kunjungan ke perusahaan serta peserta yang sedang menjalani pengobatan akibat kecelakaan kerja.

  • JAGA MARWAH Datangi KPK!  Minta Usut Dugaan Jual Beli Proyek APBD Karo TA 2025

    JAGA MARWAH Datangi KPK! Minta Usut Dugaan Jual Beli Proyek APBD Karo TA 2025

    JAKARTA – Sekitar puluhan masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah) datangi Kantor Komisi Pemberantas Korupsi (KPK),Kamis (04/2025) di Jalan Rasuna Said, Kuningan Persada Jakarta.

    Kedatangan Jaga Marwah ini sambil membentangkan spanduk melakukan unjuk rasa menuntut dan mendesak KPK usut tuntas dugaan praktik Jual beli Proyek APBD Tahun Anggaran (TA) 2025.

    Aksi yang langsung dipimpin oleh Ketua Umum DPP Jaga Marwah Edison Tamba meminta agar dugaan ini diusut tuntas,karena praktek ini sudah mencederai transparansi dan akuntabilitas pengelolaan daerah.”Ujarnya.

    Edison Tamba yang akrab dipanggil Edoy ini meminta KPK melakukan investigasi menyeluruh terhadap pihak yang terlibat, tidak terkecuali Bupati,Wakil Bupati juga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Karo.”Pungkasnya.

    Kami meminta agar KPK jangan tinggal diam, usut tuntas dugaan praktek Jual beli Proyek ini,karena ini sudah merugikan masyarakat.

    Tidak hanya itu,Jaga Marwah juga mendesak KPK memeriksa rekam jejak alat komunikasi milik Bupati,Wakil Bupati dan Kepala OPD terkait proses penganggaran dan pelaksanaan proyek.

    Sejauh ini,Jaga Marwah sudah memberikan sejumlah nama yang diduga terlibat dalam praktek jual beli Proyek

    Hal ini dianggap sangat penting untuk membuka adanya indikasi komunikasi yang mengarah kepada praktik korupsi.

    Tidak hanya itu,Jaga Marwah juga menuntut agar KPK melakukan pemeriksaan terhadap LHKPN terhubung harta kekayaan Bupati, Wakil Bupati dan Kepala OPD yang mereka nilai ada dugaan kenaikan yang tidak wajar.

    Jaga Marwah menduga ada indikasi penerimaan tidak sejalan dengan penghasilan resmi dengan penjabat tersebut.

    Didalam spanduk yang dipampangkan oleh Masa Jaga Marwah, mendesak KPK melakukan Audit investigatif terhadap proyek,terutama Proyek Pengembangan Puskesmas Naman Teran dengan nilai Rp 2,457 Milyar Rupiah yang dikerjakan oleh CV KK.

    Proyek ini diduga rawan terjadi penyimpangan anggaran.

    Kami menduga ada indikasi permainan dalam proyek pembangunan Puskesmas Naman Teran.

    Karena itu KPK harus turun langsung memeriksa dan melakukan Audit investigatif, agar kasus ini bisa terlihat terang benderang.”Ungkap Edoy.

    Massa Jaga Marwah juga menegaskan agar KPK tidak boleh lemah menghadapi Praktik Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Kabupaten Karo.

    Massa meminta KPK, bertindak tegas tanpa memandang bulu siapapun terlibat dalam dugaan praktik jual beli Proyek APBD Karo Tahun Anggaran 2025 ini.

    Usai melakukan orasi dalam aksi ini,Jaga Marwah diterima oleh Humas KPK, Prayoga yang langsung berkomunikasi dengan Ketua Umum Jaga Marwah Edison Tamba.

    Humas KPK,Prayoga dalam keteranganya mengatakan kalau KPK akan mencatat seluruh aspirasi dan tuntutan Jaga Marwah,dan akan menindak lanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

    Kami sangat mengapresiasi aspirasi masyarakat ini,dan segala tuntutan akan kami sampaikan kepada Pimpinan KPK untuk ditindak lanjuti.”Kata Prayogi.

    Prayogi menambahkan,kalau terkait aspirasi dan tuntutan Jaga Marwah ini di Dumas KPK akan kami sampaikan ke pimpinan.”Jelasnya.

    Usai melakukan aksi dan sudah diterima Humas KPK, massa Jaga Marwah beranjak meninggalkan Kantor KPK dan membubarkan diri.
    (Erianto Perangin-Angin)

  • Kejati Banten dan Tiga BUJT Teken Kerja Sama Penanganan Masalah Hukum

    Kejati Banten dan Tiga BUJT Teken Kerja Sama Penanganan Masalah Hukum

    Serang –  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten bersama tiga Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penanganan Masalah Hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

    Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Kejati Banten, Dr. Siswanto, S.H., M.H., dengan tiga BUJT, yakni:

    PT Marga Trans Nusantara, diwakili Presiden Direktur Oemi Vierta Moerdika, S.T., M.T.

    PT Jasa Marga Kunciran Cengkareng, diwakili Direktur Utama Rini Irawati

    PT Cinere Serpong Jaya, diwakili Direktur Utama Mirza Nurul Handayani, S.T., S.Sos., M.T.

    Acara tersebut turut dihadiri Wakil Kepala Kejati Banten Yuliana Sagala, S.H., M.H., beserta para Asisten, Kabag TU, dan Jaksa Pengacara Negara Kejati Banten.

    Kerja sama ini bertujuan mengoptimalkan efektivitas penanganan masalah hukum, mencakup asistensi hukum, peningkatan kapasitas SDM, kepatuhan hukum, serta mitigasi risiko. Dengan adanya PKS ini, diharapkan tercipta manfaat nyata untuk mendukung keberlangsungan dan keberlanjutan operasional jalan tol.

    Kepala Kejati Banten, Dr. Siswanto, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat penegakan hukum sekaligus memberikan kepastian hukum bagi BUJT.

    “Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh nyata kolaborasi antara kejaksaan dan badan usaha dalam mendukung kelancaran infrastruktur nasional,” ungkapnya. Kamis (4/9/2025).

    Sementara itu, para pimpinan BUJT menyampaikan apresiasi atas dukungan Kejati Banten. Mereka menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kepatuhan hukum serta menyambut baik peran kejaksaan dalam menciptakan operasional jalan tol yang berkesinambungan, minim risiko, dan berorientasi pada pelayanan publik.

    Melalui PKS ini, Kejati Banten dan BUJT optimistis dapat membangun fondasi kuat demi terciptanya iklim usaha yang sehat, patuh hukum, sekaligus berkontribusi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pengguna jalan tol. (Trg)

  • Pemprov Banten Perkuat Pencegahan Korupsi Melalui IPKD MCSP 2025

    Pemprov Banten Perkuat Pencegahan Korupsi Melalui IPKD MCSP 2025

    Kota Serang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperkuat pencegahan korupsi melalui penerapan Indeks Pencegahan Korupsi Daerah Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (IPKD MCSP) 2025 dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keberhasilan atas upaya pencegahan korupsi di Pemprov Banten tahun 2025 akan nampak dalam indeks di maksud.

    Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Banten EA Deni Hermawan saat memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi MCSP di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Kamis (4/9/2025), menekankan pentingnya percepatan langkah nyata di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    Deni mengingatkan, delapan area perubahan yang menjadi indikator pencegahan korupsi sudah memiliki penanggung jawab masing-masing OPD. Dirinya meminta agar Inspektorat Daerah Provinsi Banten segera mendistribusikan dokumen hasil evaluasi kepada OPD pengampu dan setiap OPD segera menindaklanjutinya.

    “Ini bukan hanya komitmen Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur, tetapi komitmen kita semua. Indikator yang belum dipenuhi harus segera dituntaskan sesuai dengan agenda pemenuhannya , dan yang lebih penting lagi, bukan hanya selesai di atas kertas, tetapi juga bagaimana implementasinya di lapangan,” tegas Deni.

    Dengan langkah ini, Pemprov Banten berharap penerapan IPKD MCSP 2025 dapat memperkuat budaya integritas, meningkatkan kepercayaan publik, serta mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani.

    Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Provinsi Banten, Sitti Ma’ani Nina menjelaskan, IPKD MCSP hadir sebagai instrumen perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) agar tata kelola pemerintahan daerah semakin transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.

    “MCSP bukan sekadar menghasilkan skor atau penilaian, tetapi mendorong terbentuknya ekosistem antikorupsi di Provinsi Banten. Melalui MCSP setiap perangkat daerah dapat menjalankan tugas sesuai aturan serta menutup celah terjadinya penyimpangan,” ujar Nina.

    Dijelaskan, penerapan MCSP 2025 berlandaskan sejumlah regulasi, di antaranya Surat KPK mengenai pedoman penilaian MCSP serta Keputusan Gubernur Banten Nomor 273 dan 276 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi dan Tim Pelaksana Pencegahan Korupsi Daerah. Penerapan IPKD MCSP juga merupakan tindak lanjut dari Komitmen Antikorupsi yang ditandatangani oleh Gubernur Banten, Ketua DPRD Provinsi Banten, dan Pimpinan KPK pada 10 Juli 2025 lalu.

    “Setiap kepala perangkat daerah wajib memastikan perencanaan dan penganggaran APBD bebas dari intervensi, memperkuat pengawasan, serta mengutamakan kepentingan publik,” tegasnya.

    Menurut Nina, keberhasilan IPKD MCSP tidak hanya diukur dari capaian nilai, melainkan juga dari terbangunnya budaya birokrasi yang berintegritas.

    “Kami (Pemprov Banten, red.) terus berupaya membentuk integritas sebagai fondasi utama pembangunan menuju masyarakat Banten sejahtera,” tutupnya.

    Nina mengungkapkan, hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2024 menempatkan Provinsi Banten di posisi ke-11 dari 32 pemerintah provinsi dengan indeks agregat 71,21. Menurutnya, capaian ini harus terus diperbaiki dan ditingkatkan secara signifikan sampai posisi terjaga.

    “Hasil SPI 2024 memang meningkat dari tahun sebelumnya, namun masih menunjukkan adanya potensi kerentanan integritas di lingkungan Pemprov Banten. Oleh karena itu, tindak lanjut hasil survei menjadi penting untuk mendorong budaya antikorupsi,” tegasnya.

    Dikatakan, untuk menindaklanjuti SPI 2024, Pemprov Banten telah menyiapkan Rencana Aksi Pencegahan Korupsi Daerah/MCSP 2025. Rencana aksi tersebut mencakup 8 area intervensi yang meliputi : tujuan pencegahan korupsi, siapa penanggung jawabnya, dokumen kelengkapan serta waktu pelaksanaan nya.

    “Tujuan akhirnya adalah membangun budaya integritas di seluruh jajaran Pemprov Banten. Tidak hanya mengandalkan sanksi, tapi juga membiasakan aparatur untuk bekerja secara jujur, transparan, dan akuntabel,” kata Nina.

    Ditambahkan, Pemprov Banten berkomitmen melibatkan masyarakat sipil, akademisi, dan media dalam proses pengawasan publik. “Kolaborasi menjadi kunci. Semakin terbuka ruang partisipasi masyarakat, semakin kuat upaya kita mencegah praktik korupsi,” pungkasnya. (Trg)

  • Ucapan Maulid Nabi 1447 H/ 2025 M DLH Kota Tangerang Selatan

    Ucapan Maulid Nabi 1447 H/ 2025 M DLH Kota Tangerang Selatan

    Keluarga Besar DLH Kota Tangerang Selatan mengucapkan Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/ 2025 M. “Semoga cahaya Rasulullah menjadi pelita yang menuntun langkah kita menuju rida Allah SWT.”

  • Harpelnas 2025: BPJS Ketenagakerjaan Turun Ke Desa, Sosialisasikan Program Perlindungan Bagi Nelayan

    Harpelnas 2025: BPJS Ketenagakerjaan Turun Ke Desa, Sosialisasikan Program Perlindungan Bagi Nelayan

    Bangka Tengah, Djawaranews.com – BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas jangkauan perlindungan tenaga kerja dengan menyasar kalangan nelayan di Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah, melalui kegiatan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan, Kamis (4/9).

    Kegiatan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan langsung kepada para nelayan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas).

    Perayaan Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada tanggal 4 September, selalu menjadi momen khusus bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir lebih dekat dengan para peserta.

    Dengan mengusung tema “Andai Tau Duluan, Dilayani Sepenuh Hati, Bisa Jadi Kisah Kebahagiaan”, BPJS Ketenagakerjaan menekankan pentingnya edukasi dan informasi sejak dini mengenai manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.

    Direktur Perencanaan Strategis dan TI BPJS Ketenagakerjaan, Zainudin, mengatakan bahwa saat ini BPJS Ketenagakerjaan tengah fokus untuk melindungi pekerja-pekerja di ekosistem desa seperti nelayan.

    “Kalau dulu ada ABRI masuk desa, sekarang BPJS Ketenagakerjaan masuk desa. Nelayan ini termasuk pekerja rentan, baik secara sosial, ekonomi, maupun risiko pekerjaan, sehingga perlu mendapat perhatian negara,” ujarnya.

    Menurutnya dengan memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, pekerja yang masuk dalam kategori rentan seperti nelayan tak hanya mendapatkan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja dan kematian, namun juga manfaat pemberdayaan dan pendidikan.

    “Ketika terjadi risiko, pekerja atau ahli warisnya akan mendapatkan santunan dan dapat digunakan untuk kegiatan yang produktif. Selain itu dari sisi pendidikan, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan bantuan beasiswa kepada 2 orang anak dari jenjang TK sampai perguruan tinggi, senilai maksimal Rp174 juta,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan tersebut pihaknya turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang telah memberikan perlindungan bagi nelayan di wilayah tersebut.

    “Hari ini kita saksikan langsung ada komitmen perlindungan yang menarik dari Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah untuk melindungi nelayan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan dukungan nyata bagi nelayan di daerahnya.

    “Ini bukan sekadar asuransi ketenagakerjaan, tetapi bentuk dukungan pemerintah daerah untuk melindungi nelayan. Tahun pertama, iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan dibantu pemerintah daerah setelah melalui proses seleksi dan verifikasi. Selanjutnya untuk tahun berikutnya diharapkan para nelayan yang sudah menjadi peserta bisa meneruskan iurannya dengan nilai hanya Rp16.800 per bulan,” katanya.

    Menurut dia, langkah ini penting mengingat nelayan memiliki risiko tinggi dalam pekerjaan.

    “Kita tidak tahu kapan kecelakaan terjadi, dan disinilah pentingnya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

    Efrianda menambahkan, saat ini terdapat sekitar 3.735 nelayan di Bangka Tengah, dengan 1.700 diantaranya sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

    “Kita lakukan bertahap karena keterbatasan anggaran, tetapi pemerintah daerah tetap berkomitmen memperluas cakupan kepesertaan,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Muhyidin, menegaskan bahwa peringatan Harpelnas tidak hanya berfokus pada pelayanan di kantor, tetapi juga menjadi kesempatan untuk turun langsung ke lapangan.

    “Melalui momentum Harpelnas, kami ingin menunjukkan bahwa pelayanan BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya di balik meja, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat pekerja, khususnya nelayan yang merupakan pekerja rentan. Kami ingin memastikan bahwa setiap pekerja, baik formal maupun informal, memiliki perlindungan jaminan sosial yang layak,” tegasnya.

  • Momentum Harpelnas 2025, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Serahkan Santunan JKK Meninggal Sebesar Rp.317 Juta Kepada Ahli Waris

    Momentum Harpelnas 2025, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Serahkan Santunan JKK Meninggal Sebesar Rp.317 Juta Kepada Ahli Waris

    Sukabumi, Djawaranews.com – Pada momentum Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2025, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meninggal dunia kepada ahli waris Almarhum Ace Kusnadi. Kamis, 04 September 2025.

    Diketahui, Almarhum Ace Kusnadi merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang bekerja di PT Metalindo Jaya Steel. Almarhum Ace Kusnadi meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

    Atas kejadian itu, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi menyerahkan santunan kepada ahli waris Almarhum Ace Kusnadi sebesar Rp. 317.463.330., dengan rincian santunan JKK meninggal Rp. 168.400.000., santunan JHT Rp. 15.063.330., santunan JP (Per Tahun) Rp. 4.796.400., dan Beasiswa untuk 2 orang anak Rp. 134.000.000,.

    Penyerahan santunan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Ryan Gustaviana kepada istri Almarhum Ace Kusnadi.

    Saat ditemui, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Ryan Gustaviana mengucapkan turut berdukacita kepada keluarga besar Almarhum Ace Kusnadi. “Kami BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi mengucapkan turut berdukacita kepada keluarga besar Almarhum Ace Kusnadi. Semoga Almarhum diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga besar juga diberikan ketabahan dan keikhlasan,” kata Ryan.

    Ryan menambahkan bahwa santunan tersebut merupakan bentuk hadirnya negara melalui BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan.

    “Dan kami hadiri disini untuk menyerahkan hak almarhum. Semoga dengan santunan ini bisa bermanfaat bagi keluarga yang tinggalkan,” harap Ryan.

  • Hari Pelanggan Nasional 2025, BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Layani Peserta dengan Sepenuh Hati 

    Hari Pelanggan Nasional 2025, BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Layani Peserta dengan Sepenuh Hati 

    SERANG, Djawaranews.com – BPJS Ketenagakerjaan kembali memperingati Hari Pelanggan Nasional yang rutin diperingati setiap tanggal 4 September. Tahun ini, perayaan mengusung tema “Andai Tahu Duluan, Dilayani Sepenuh Hati, Bisa Jadi Kisah Kebahagiaan,” sebagai kelanjutan dari kampanye “Andai Tahu Duluan” yang mengedepankan edukasi dan informasi sejak awal tentang manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.

    Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Muhammad Zuhri, menyampaikan bahwa peringatan Hari Pelanggan bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan momentum memperkuat komitmen pelayanan yang tulus dan penuh perhatian kepada peserta.

    “Kami berupaya menjadikan setiap pelayanan sebagai pengalaman bermakna. Dengan ketulusan dalam melayani, manfaat program kami dapat dirasakan nyata oleh para pekerja dan keluarganya, menjadi kisah kebahagiaan yang sesungguhnya,” kata Zuhri.

    Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan mengadakan kunjungan langsung kepada peserta Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang sedang menjalani perawatan di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK), serta mengunjungi ahli waris penerima manfaat Jaminan Pensiun (JP) dan Beasiswa.

    Pada kesempatan tersebut, Zuhri didampingi Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, Uus Supriyadi, menyerahkan santunan secara simbolis kepada keluarga peserta berupa Santunan Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan beasiswa pendidikan senilai total Rp314 juta kepada ahli waris almarhum Sdr. Nurul Huda serta Santunan JKM dan JP senilai Rp54 juta kepada ahli waris almarhum Sdr. Firmansyah.

    Tak hanya itu, kunjungan ke perusahaan peserta juga dilaksanakan guna menjaga hubungan strategis, mempererat keterlibatan, serta memberikan nilai tambah melalui program Customer Relationship Management (CRM).

    Melalui momentum ini, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan kembali pentingnya perlindungan jaminan sosial sebagai pilar kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Pelayanan yang sepenuh hati diyakini menjadi kunci agar manfaat program dapat diterima secara optimal.

    “Hari Pelanggan Nasional menjadi momen penting bagi kami untuk mendengarkan aspirasi peserta, memperbaiki kualitas layanan, serta memberikan rasa aman yang lebih kuat bagi pekerja. Semoga kisah perlindungan jaminan sosial kami terus memberikan kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia,” tutup Zuhri.

    Ditemui ditempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten Eko Yuyulianda mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan terus berkomitmen melayani peserta dengan sepenuh hati agar peserta merasakan pengalaman yang berkesan.

    “Hari pelanggan bukan hanya sekedar seremoni saja. Momentum ini kami jadikan acuan untuk dapat meningkatkan dan memberikan pelayanan terbaik kepada peserta,” kata Eko.

    Eko juga mengingatkan kepada seluruh peserta baik penerima upah maupun pekerja informal serta perusahaan untuk sadar akan pentingnya perlindungan diri saat bekerja.

    Menurut Eko, risiko kecelakaan saat bekerja tidak pernah ada yang tahu dan manfaat yang dirasakan tidak hanya bermanfaat kepada peserta saja, tetapi keluarga peserta yang mengalami risiko kerja.

    Eko berharap kepada seluruh perusahaan dan pekerja informal yang belum menjadi peserta agar bisa segera mendaftar.

    “Karena risiko-risiko saat bekerja bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Dengan terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka kerja keras bebas cemas,” tutupnya.

  • Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Layani Sepenuh Hati Peserta

    Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Layani Sepenuh Hati Peserta

    Sukabumi, Djawaranews.com – BPJS Ketenagakerjaan kembali memperingati Hari Pelanggan Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 4 September. Tahun ini, peringatan dilaksanakan dengan mengusung tema “Andai Tau Duluan, Dilayani Sepenuh Hati, Bisa Jadi Kisah Kebahagiaan”.

    Tema ini merupakan pengembangan dari kampanye BPJS Ketenagakerjaan tahun 2025 bertajuk “Andai Tau Duluan”, yang menekankan pentingnya edukasi dan informasi sejak dini mengenai manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.

    Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Ryan Gustaviana dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Pelanggan Nasional tahun ini bukan hanya menjadi momentum untuk mengapresiasi peserta, tetapi juga menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan sepenuh hati.

    Dalam keseruan meramaikan Hari Pelanggan Nasional seluruh karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi turun ke ruang pelayanan untuk melayani peserta dan membagikan doorprize serta souvenir kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan kuis yang sudah disiapkan.

    “Kami ingin setiap interaksi dengan peserta menjadi pengalaman yang bermakna. Dengan pelayanan yang tulus, manfaat program kami dapat benar-benar dirasakan, sehingga menjadi kisah nyata kebahagiaan bagi pekerja dan keluarganya,” ungkap Ryan.

    Memperingati Hari Pelanggan Nasional tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan merayakannya dengan konsep sederhana namun penuh makna. Sebagai simbol perhatian kepada peserta, pimpinan BPJS Ketenagakerjaan melakukan kunjungan ke rumah sekaligus menyerahkan santunan kepada ahli waris almarhum bapak Ace Kusnadi peserta BPJS Ketenagakerjan yang mengalami meninggal karena kecelakaan kerja, sehingga mendapat santunan (JKK) Jaminan Kecelakaan Kerja.

    Lebih lanjut, Ryan menambahkan bahwa melalui peringatan Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan ingin mengingatkan kembali bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan adalah bagian penting dari kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

    “Dengan pelayanan yang penuh ketulusan, diharapkan peserta semakin merasakan manfaat nyata dari program yang diikutinya,” ujarnya.

    Terkahir, Ryan mengungkapkan bahwa Hari Pelanggan Nasional adalah momentum untuk mendengar lebih dekat, untuk mendapatkan masukan langsung dari peserta, sehingga ke depan kami mampu melayani dengan lebih baik lagi, dan tentu saja menghadirkan rasa aman bagi pekerja.

    “Untuk itu, semoga pengalaman yang baik melalui kisah-kisah nyata perlindungan sosial ketenagakerjaan terus menjadi bagian dari kebahagiaan masyarakat Indonesia,” tutup Ryan.

  • Danrem 064/MY dan Ulama Banten Sepakat Perkuat Sinergi Jaga Kondusifitas Wilayah

    Danrem 064/MY dan Ulama Banten Sepakat Perkuat Sinergi Jaga Kondusifitas Wilayah

    Serang – Kemarin, Rabu (3/9), Danrem 064/MY Brigjen TNI Andrian Susanto S.I.P., M.Han., M.I.Pol., menerima kunjungan silaturahmi para ulama, pimpinan ormas Islam, dan tokoh masyarakat Provinsi Banten di ruang kerjanya. Kunjungan tersebut dipimpin oleh KH. Embay Mulya Syarif selaku Ketua Forum Musyawarah Ulama, Akademisi, dan Tokoh Masyarakat Banten, didampingi jajaran pimpinan PW MUI Banten, Muhammadiyah, PERSIS, Mathlaul Anwar, DDII, IPHI, Wahdah Islamiyah, Bakomubin, dan KBPII Banten.

    Kunjungan ini diterima langsung oleh Danrem 064/MY, didampingi Kasi Intel Kasrem 064/MY dan jajaran Korem. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, serta menjadi ruang tukar pandangan terkait dinamika sosial pasca unjuk rasa pada Sabtu (30/8) yang sempat berujung anarkis akibat provokasi kelompok tertentu.

    Dalam kesempatan itu, Danrem menegaskan pentingnya sinergi aparat keamanan bersama ulama untuk mencegah masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi. Ia juga menyampaikan bahwa hal ini sejalan dengan arahan Panglima TNI mengenai pentingnya Perlindungan Masyarakat (Pam Swakarsa) yang bersinergi dengan TNI–Polri.

    “Sesuai arahan Panglima TNI, sinergi TNI-Polri bersama ulama, ormas Islam, dan elemen Pam Swakarsa sangat penting. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi inilah yang akan menjaga kondusifitas wilayah dan mencegah provokasi. Dengan kebersamaan, kita pastikan Banten tetap aman dan damai,” tegas Danrem.

    Sementara itu, KH. Embay Mulya Syarif menekankan bahwa hubungan TNI dan ulama di Banten selama ini harmonis dan solid. “Banten bukan zona merah. TNI menjaga keamanan, ulama menjaga keimanan. Justru ulama memiliki peran besar memberikan arahan, terutama kepada anak-anak muda agar tidak terseret dalam aksi anarkis. TNI-Polri punya keterbatasan massa, maka di situlah peran ulama sangat diharapkan,” jelasnya.

    Sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi bangsa, para ulama dan ormas Islam Banten menyampaikan pernyataan sikap:

    1. Mengajak masyarakat Banten bersatu dan bekerjasama dengan aparat keamanan untuk menciptakan wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif.

    2. Menghidupkan semangat silih asah, silih asih, dan silih asuh dalam memperkokoh NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

    3. Mendorong mahasiswa dan masyarakat menyampaikan aspirasi secara profesional dan proporsional tanpa tindakan anarkis.

    4. Mendukung langkah Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

    5. Mengajak umat beragama, khususnya umat Islam, untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT agar negeri ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

    Pertemuan ini meneguhkan pesan kebersamaan bahwa dengan sinergi TNI-Polri, ulama, ormas Islam, Pam Swakarsa, dan seluruh masyarakat, stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial di Banten akan terus terjaga. (Trg)