Dinkes Banten Dorong Deteksi Dini Hepatitis B untuk Cegah Penularan

Serang – Dinas Kesehatan Provinsi Banten (Dinkes Banten) gencar mengkampanyekan deteksi dini Hepatitis B (DDHB), khususnya pada ibu hamil. Hepatitis B, infeksi virus yang menyerang hati, dapat menyebabkan penyakit akut maupun kronis, bahkan berujung pada sirosis atau kanker hati. Data WHO tahun 2015 menunjukkan 257 juta orang hidup dengan infeksi Hepatitis B kronis, mengakibatkan sekitar 887.000 kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Ati Pramudji Hastuti mengatakan penularan Hepatitis B dapat terjadi secara vertikal (dari ibu ke bayi) dan horizontal (kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya, seperti hubungan seksual yang tidak aman atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril). Yang mengkhawatirkan, penularan vertikal mencapai 95%, dan 90% anak yang tertular dari ibunya akan mengalami Hepatitis B kronis.

 

“Deteksi dini pada ibu hamil sangat penting,” jelas Kepala Dinkes Banten. “Jika ibu hamil terdeteksi positif Hepatitis B, bayinya akan diberikan Hepatitis B Immunoglobulin (HBIG) untuk perlindungan langsung, selain Vitamin K dan vaksin Hepatitis B,” ujar nya.

Selain HBIG dan vaksin, Kepala Dinkes Banten juga menjelaskan upaya tambahan untuk menurunkan jumlah virus Hepatitis B pada ibu dengan pemberian antivirus (Tenofovir Disoproxil Fumarate) pada trimester ketiga kehamilan, terutama jika jumlah virus sangat tinggi. Hal ini sesuai dengan rekomendasi WHO.

“Pemberian antivirus ini telah diinisiasi sejak 2022 dan terus diperluas. Saat ini, layanan ini tersedia di 9 fasilitas kesehatan di Kota Serang dan Kabupaten Tangerang. Target kami adalah perluasan ke seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Banten pada tahun 2025, minimal 50% fasilitas kesehatan per Kabupaten/Kota,” tambahnya.

Kadinkes Banten menekankan bahwa Hepatitis B dapat dicegah dengan vaksin yang aman dan efektif. “Mari kita bersama-sama melawan Hepatitis B melalui deteksi dini dan vaksinasi,” ajak Kepala Dinkes Banten. (Adv)