Kategori: Tangsel

  • Program Berlanjut, 7 Ruas Jalan di Tangsel Bakal Bebas Kabel Udara

    Program Berlanjut, 7 Ruas Jalan di Tangsel Bakal Bebas Kabel Udara

    TANGSEL, Djawaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) kembali melanjutkan program penataan kabel udara di sejumlah ruas jalan protokol.

    Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyampaikan, penataan kabel udara merupakan salah satu langkah penting untuk mewujudkan kota yang modern, rapi dan nyaman bagi seluruh warga.

    “Ini kita lanjutkan lagi untuk menata utilitas dan kabel udara di tujuh ruas jalan di Tangsel, supaya kota kita menjadi kota yang rapi juga modern tapi tetap aman dan nyaman untuk warganya,” ujar Pilar dalam keterangannya pada Selasa (15/7/2025).

    Penataan ini tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kabel menjuntai yang dapat membahayakan pengguna jalan.

    Kepala Dinas SDABMBK Tangsel, Robbi Cahyadi mengungkapkan, Pemkot Tangsel dan APJATEL telah melakukan survei bersama di tujuh titik prioritas tahun 2025.

    Ketujuh ruas jalan tersebut meliputi, Jalan Kertamukti, Jalan Pondok Betung, Jalan Villa Melati Mas, Jalan Pahlawan, Jalan Surya Kencana – batas Depok, Jalan Raya Jelupang, dan Jalan Rawa Buntu Utara.

    Survey ini dilakukan untuk memvalidasi progres lapangan sebelum pelaksanaan penuh. Sebelumnya, Dinas SDABMBK juga telah mengadakan sosialisasi bersama yang dihadiri lebih dari 20 provider jaringan, PLN, serta kontraktor yang ditunjuk APJATEL sebagai pelaksana pemasangan sub-duct jaringan bawah tanah.

    “Setiap tahun kita tambah jumlah ruas untuk kabel bawah tanah. Tujuannya jelas, ya kita ciptakan kota yang lebih rapi, kabel lebih aman, dan masyarakat bisa menikmati jalan protokol dengan nyaman tanpa kabel-kabel menjuntai,” ujar Robbi.

    Sejak tahun 2022 hingga 2024, sudah ada 10 ruas jalan yang tertata kabelnya, antara lain Jalan Ciater Raya, Jalan Parakan –Benda, Jalan Maruga Raya, Jalan Serua Raya, Jalan Tarumanegara, Jalan Pisangan, Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Bhayangkara. Jalan Menjangan raya, dan Jalan Wr. Supratman.

    Sementara, Koordinator Daerah (Korda) Apjatel Wilayah Tangerang Hery yang turut hadir dalam survey menjelaskan bahwa tantangan teknis di lapangan cukup besar, salah satunya adalah ketersediaan lahan untuk menempatkan mainhole.

    Proses penataan melibatkan pemasangan main hole di badan jalan dengan ukuran standar dan spesifikasi teknis yang presisi. Satu mainhole bisa menampung hingga empat kabel jaringan.

    “Mainhole yang berada di badan jalan harus memiliki spesifikasi kuat dan presisi, ukuran standar 80×80 cm atau 80×120 cm dengan kedalaman yang cukup luas supaya penyambungan kabel lebih leluasa. Minimal satu mainhole bisa memuat hingga empat kabel,” jelasnya.

    Tiga vendor pelaksana telah ditunjuk untuk menjamin kualitas pekerjaan yang rapi dan sesuai standar.

    Proyek ini juga melibatkan lebih dari 20 provider jaringan, PLN dan kontraktor sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.

    “Masyarakat kadang menyangka ini pekerjaan drainase karena sama-sama galian, padahal tujuannya adalah merapikan jaringan kabel kota. Tahun 2025 kita ingin spesifikasi dikerjakan maksimal supaya kota kita benar-benar terlihat tertata,” imbuhnya.

    Melalui program ini, Pemkot Tangsel berharap masyarakat dapat mendukung proses pembangunan dan ikut menjaga hasil penataan demi terwujudnya kota yang lebih tertib, aman dan membanggakan bagi warganya. (At)

  • Seleksi Direksi Perseroda PITS, Pilar Harapkan Sosok Profesional dan Berpengalaman

    Seleksi Direksi Perseroda PITS, Pilar Harapkan Sosok Profesional dan Berpengalaman

    SERPONG, Djawaranews.com – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan berharap jajaran direksi baru yang akan terpilih dapat memajukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Perseroan Daerah Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (Perseroda PITS).

    Diketahui, saat ini Pemerintah Kota Tangsel sedang melaksanakan seleksi terbuka tiga jabatan Perseroda PITS. Berdasarkan surat pengumuman nomor: 400.14.4.3/01/Pansel PITS/2025, seleksi dilakukan untuk tiga jabatan direksi di yakni Jabatan Komisaris, Direktur Operasional dan Direktur Umum.

    Pilar mengatakan, dirinya bersama Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie telah menyetujui pembentukan panitia seleksi untuk seleksi terbuka direksi Perseroda PITS itu.

    “Ya kemarin saya sudah menandatangani, memaraf ya, nanti ditandatangani oleh Pak Wali terkait pembentukan panitia seleksi. Jadi semuanya harus mengikuti peraturan dan mengikuti tahapan-tahapan yang berlaku,” kata Pilar saat kegiatan di Kecamatan Serpong, Rabu, (16/07/2025).

    Pilar pun menegaskan, para calon yang mendaftar seleksi tentu harus mematuhi syarat yang telah ditentukan. Seperti tidak boleh tergabung dalam partai politik dan juga tidak memiliki hubungan keluarga dengan kepala daerah maupun hubungan yang diakibatkan dari ikatan perkawinan.

    “Oh iya jelas, harus dipenuhi itu. Nggak boleh dia anggota partai politik. Lalu juga yang pasti antara Pak Wali Kota dan saya, bukan keluarga kami yang disitu kan. Harus profesional, orang yang benar-benar juga punya pengalaman dan kelayakan-kelayakan lainnya yang bisa memajukan organisasi atau perusahaan. Karena perusahaan ini kan milik masyarakat,” tegas Pilar.

    Pilar menuturkan, Perseroda PITS sebagai BUMD Kota Tangsel telah mencapai surplus pendapatan. Tetapi, masih butuh permodalan untuk pengembangan bisnis usaha yang dikembangkan oleh Perseroda PITS.

    “Perseroda PITS sudah bagi hasil dengan pemerintah kota Tangerang Selatan kemarin itu Rp6 miliar. Itu ada catatan potensi-potensi yang sebenarnya bisa kita maksimalkan. Walaupun memang dari PITS kan sebenarnya membutuhkan tambahan permodalan. Karena dalam menjalankan perusahaan, ya harus permodalan apakah itu melalui perbankan ataupun tambahan dari daerah,” tuturnya.

    Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel Bambang Noertjhajo mengatakan, saat ini sudah ada calon pendaftar untuk ikuti seleksi direksi Perseroda PITS itu.

    Nantinya selain seleksi administrasi, panitia pelaksana akan menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan, wawancara akhir dan Penilaian Kelayakan dan Kepatutan.

    Bambang berharap, adanya pembaharuan jajaran direksi yang dilakukan dengan seleksi itu dapat meningkatkan kinerja Perseroda PITS dan tumbuh untuk memenuhi harapan masyarakat.

    “Harapannya kinerja baik Perseroda PITS terus dipertahankan dan bahkan harusnya ditingkatkan. Saya percaya, tim yang saat ini atau nanti dibentuk itu pasti akan sangat-sangat mampu untuk menerjemahkan target-target kita dari Pemkot Tangsel dan juga dari warga,” ungkapnya. (At)

  • Pemkot Tangsel Perkuat Peran Kader Posyandu, Jadi Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat

    Pemkot Tangsel Perkuat Peran Kader Posyandu, Jadi Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat

    SERPONG, Djawaranews.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) perkuat peran kader posyandu menjadi garda terdepan untuk mengingatkan pentingnya kesehatan di masyarakat.

    Penguatan peran kader posyandu itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Tangsel melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam rangka Peningkatan Posyandu Aktif tahun 2025 di Aula Kecamatan Serpong, Rabu, (16/07/2025).

    Kegiatan itu diikuti oleh puluhan kader Posyandu di Kecamatan Serpong dan turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan dan Anggota DPRD Kota Tangsel Badrussalam.

    Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, penguatan peran posyandu itu perlu dilakukan agar mampu memetakan kerawanan penyakit di masyarakat.

    “Supaya para kader ini bisa membantu kami di Dinas Kesehatan untuk mensosialisasikan ke masyarakat dan yang kedua untuk mengawasi, lalu yang ketiga untuk mendapatkan informasi dari masyarakat apabila ada masyarakat yang sakit dan lain sebagainya. Potensi kerawanan ini harus dipetakan supaya di Kecamatan Serpong ini tidak ada penyebaran-penyebaran seperti DBD, TBC, dan juga penyakit lain,” kata Pilar usai kegiatan.

    Menurutnya, kader Posyandu memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di masyarakat. Dengan kekhasan budaya Indonesia yang guyub, sosialisasi kesehatan ke masyarakat jadi lebih mudah dilakukan kader Posyandu.

    “Dengan budaya Indonesia yang guyub yang sama-sama bergerak membantu masyarakat, saling membantu. Ya ini yang kita gelorakan kepada kader Posyandu, supaya mereka perannya lebih strategis lagi. Kita bantu, terus fasilitasi dan kita juga terus angkat mereka menjadi partner bagi pemerintah daerah,” papar Pilar.

    Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar. Menurutnya, kader Posyandu saat ini dituntut memiliki pemahaman 25 kompetensi dasar posyandu.

    “Jadi 25 kompetensi dasar ini adalah terbagi dalam 5 kelompok. Kelompok pertama adalah untuk pengelolaan posyandu, kemudian nanti untuk ibu hamil, sampai nanti lansia. Jadi kader posyandu ini harus bisa melakukan pelayanan terhadap satu siklus kehidupan. Jadi dari mulai ibu hamil sampai lansia,” terang Allin.

    Allin menerangkan, nantinya para kader posyandu di Kota Tangsel tak hanya menjalankan pelayanan kepada balita, tapi juga ke remaja hingga lansia.

    “Oleh karena itu, kita harus meningkatkan terus keterampilannya mulai dari pengadministrasian sampai cara pelayanannya,” terangnya.

    Pentingnya peran posyandu sebagai garda depan kesehatan masyarakat, Dinkes Kota Tangsel memberi motivasi para kader agar tetap semangat mulai dari pemberian insentif hingga pembekalan keilmuan.

    “Para kader posyandu ini kami berikan insentif, kemudian juga BPJS Ketenagakerjaan yang dicover sama pemerintah daerah dan peningkatan kompetensi. Artinya mereka pada saat menjadi kader itu kita bekali juga ilmunya. Sehingga menjadi kader yang memang berisi secara keilmuannya,” pungkasnya. (At)

  • Atasi Banjir, Pemkot Tangsel Bangun Turap dan Beronjong di Kali Angke Serpong Utara

    Atasi Banjir, Pemkot Tangsel Bangun Turap dan Beronjong di Kali Angke Serpong Utara

    Tangsel, Djawaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengintensifkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir melalui pembangunan turap beton dan beronjong di sepanjang Kali Angke, Serpong Utara.

    Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur tersebut di kawasan Villa Mutiara Serpong Utara pada Selasa (15/7/2025).

    “Insya Allah dalam beberapa waktu ke depan, proyek ini akan selesai ya, untuk bisa menangani masalah banjir secara permanen,” ujarnya.

    Pilar menjelaskan, pembangunan turap beton dan pemasangan beronjong dilakukan sebagai penguatan struktur bahu sungai dan pengendali luapan air.

    Pembangunan tersebut merupakan pengganti turap lama yang dinilai sudah tidak memadai karena masih menggunakan pasangan batu kali dan terlalu rendah.

    Panjang pembangunan infrastruktur pengendali banjir tersebut mencapai 700 meter untuk turap dan 200 meter untuk beronjong.

    Pilar berharap, setelah seluruh pekerjaan selesai, banjir yang selama ini terjadi di kawasan tersebut bisa tertangani secara permanen.

    Sebab, pada saat hujan besar beberapa waktu lalu, air masih sempat masuk ke lingkungan warga karena pekerjaan masih berjalan. Namun, kondisi sudah jauh membaik dibanding sebelumnya.

    “Kalau dulu bisa sampai sedada (banjirnya). Alhamdulillah kalau sekarang sangat berkurang sekali dan mudah-mudahan besok setelah pemasangan turap ini ya bisa 100 persen, supaya air dari sungai tidak masuk ke wilayah lingkungan warga,” ucapnya.

    Pembangunan turap di Serpong Utara merupakan bagian dari 30 titik penanganan banjir yang dikerjakan Dinas SDABMBK Tangsel sepanjang tahun 2025.

    Selain membangun infrastruktur fisik, Pemkot Tangsel juga menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk normalisasi sungai.

    Pilar menegaskan pentingnya kerja sama lintas wilayah mengingat sebagian besar aliran air yang menyebabkan banjir di Tangsel berasal dari wilayah sekitar seperti Bogor, Depok, maupun Kota Tangerang.

    “Nah ini perlu ada harmonisasi antara pemerintah pusat, provinsi dengan kota dan kabupaten, gimana caranya untuk bersama-sama menangani masalah banjir ini dari hulu ke hilir. Tapi kalau Pemkot Tangsel, secara infrakstruktur, bukaan lahan hijau dan lain sebagainya terus kita lakukan,” jelasnya. (At)

  • Pemkot Tangsel Gencar Jemput Bola Perangi TBC, Warga Diajak Aktif Dukung Pengobatan Sampai Tuntas

    Pemkot Tangsel Gencar Jemput Bola Perangi TBC, Warga Diajak Aktif Dukung Pengobatan Sampai Tuntas

    TANGSEL, Djawaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat langkah konkret dalam memerangi Tuberkulosis (TBC) dengan mengedepankan aksi jemput bola dan kolaborasi masyarakat.

    Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menegaskan komitmennya dalam memerangi TBC lewat gerakan masif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

    Lewat pendekatan jemput bola dan edukasi berbasis komunitas, Tangsel kini tak lagi menunggu pasien datang ke puskesmas, tapi aktif mendatangi warganya.

    “TBC adalah persoalan serius yang harus ditangani bersama. Kita tidak bisa hanya mengandalkan layanan di faskes (fasilitas kesehatan) saja ya, menunggu mereka yang datang, jadi kalau mau cepat ya kita juga harus jemput bola tim kesehatan yang ngider ke warga-warga,” ujar Benyamin dalam keterangannya, Senin (14/7/2025).

    Langkah ini sejalan dengan upaya Dinkes Tangsel melalui program andalan Ngider Sehat dan RW Bebas TBC. Keduanya menjadi program strategi dalam menemukan kasus secara aktif dan menekan penularan di lingkungan padat penduduk.

    Kepala Dinkes Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar menyebut, tim kesehatan kini secara rutin melakukan skrining dan investigasi kontak di lingkungan pasien TBC, terutama di kalangan kontak serumah dan kontak erat.

    “Salah satu strategi kami adalah melalui kegiatan Ngider Sehat dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), baik yang digelar di fasilitas kesehatan maupun langsung mengunjungi warga,” ujar Allin.

    Melalui kegiatan Ngider Sehat, tim medis melakukan skrining dan investigasi kontak terhadap pasien TBC yang telah terdata, terutama kepada kontak serumah dan kontak erat.

    Bagi mereka yang tidak bergejala, akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), sementara yang menunjukkan gejala langsung diarahkan menjalani pemeriksaan seperti Tes Cepat Molekuler (TCM) atau rontgen.

    TCM biasanya digunakan untuk mengetahui apakah kontak tersebut sudah mendapatkan penularan dari indeks kasus.

    Tidak hanya itu, Dinkes Tangsel juga mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui program RW Bebas TBC.

    Warga diajak untuk tidak hanya memahami gejala dan penularan TBC, tetapi juga terlibat langsung dalam mendukung pasien agar tidak menyerah di tengah jalan.

    “Masyarakat juga bagian dari kunci eliminasi TBC ini. Makanya, kita perluas edukasi dari petugas fasyankes, dan warga juga perlu peduli jika ada pasien TBC yang berpindah tempat tinggal agar dapat dilacak dan dipantau kembali,” jelasnya.

    Menurut Allin, kesadaran kolektif inilah yang akan memperkuat langkah-langkah pemerintah dalam memutus mata rantai penularan TBC.

    Dengan percepatan skrining yang telah dilakukan, hingga pertengahan Juni 2025, total kasus TBC di Tangsel mencapai 8.720 kasus, terdiri dari 6.205 kasus pada 2024 dan 2.515 kasus terdeteksi sejak Januari hingga 13 Juni 2025. (At)

  • Pemkot Tangsel Usulkan Penambahan Anggaran Penanganan Banjir di Perubahan APBD 2025

    Pemkot Tangsel Usulkan Penambahan Anggaran Penanganan Banjir di Perubahan APBD 2025

    SERPONG, Djawaranews.com – Penanganan banjir menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025.

    Diketahui, hingga saat ini Perubahan APBD 2025 itu masih bergulir dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD tahun anggaran 2025 di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel Bambang Noertjhajo mengatakan, penanganan banjir menjadi salah satu program prioritas pada Perubahan APBD 2025 itu. Pihaknya pun telah mengusulkan penambahan anggaran untuk penanganan banjir.

    “Kita di anggaran murni juga sudah menganggarkan untuk penanganan banjir, tapi karena melihat situasi yang berkembang kita hitung ulang. Menurut dinas terkait diperlukan beberapa kegiatan antisipatif dan solutif terhadap kondisi banjir-banjir yang kita hadapi. Harapannya kita bisa lebih mengontrol,” kata Bambang usai Rapat Badan Anggaran di DPRD Kota Tangsel, Senin, (14/07/2025).

    Pemkot Tangsel, kata Bambang, mengusulkan penambahan anggaran untuk penanganan banjir pada Perubahan APBD tahun anggaran 2025 itu hingga Rp25 miliar.

    “Ada beberapa segmen program penanganan banjir, kemungkinan sekira Rp20-25 miliar akan kita insight ke Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi untuk penanganan banjir. Ini kan tentunya masih kita diskusikan dengan DPRD,” papar Bambang.

    Dalam penanganan banjir itu, kata Bambang, perlu intervensi dari berbagai pihak mulai dari tingkat kota hingga provinsi. Pasalnya, banjir yang terjadi di Tangsel juga dirasakan oleh warga di Kota Tangerang.

    Bambang menyebut, pihaknya telah diskusi dengan Pemerintah Kota Tangerang yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Banten terkait penanganan banjir. Dengan diskusi tersebut, diharapkan terbangun pemahaman yang sama tentang penanganan banjir yang terjadi di wilayah masing-masing.

    “Ada beberapa kali diskusi yang difasilitasi provinsi, mereka juga memiliki pemahaman yang sama, cuma kita tidak bisa menunggu terus. Kita akan lakukan apa yang bisa dilakukan. Diskusi dan juga analisa teknis dilakukan, harapannya bisa melakukan melangkah bersama seputar penanganan banjir,” ungkap Bambang.

    Diketahui, banjir di Kota Tangsel terbaru terjadi pada 8 Juli 2025 setelah hujan deras intens dan menyebabkan sejumlah aliran kali dan sungai meluap. Banjir terjadi di 22 titik, salah satunya Perumahan Pondok Maharta yang berdekatan dengan wilayah Kota Tangerang. (At)

  • Dinkes Tangsel Gelar Cek Kesehatan Gratis: Sasar Wartawan dan Masyarakat

    Dinkes Tangsel Gelar Cek Kesehatan Gratis: Sasar Wartawan dan Masyarakat

    SERPONG, Djawaranews.com – Upaya peningkatan kesadaran pentingnya kesehatan kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Cek Kesehatan Gratis dan Diskusi di Gedung Layanan Informasi, Rawa Buntu, Serpong, Jumat, (11/07/2025).

    Cek Kesehatan Gratis itu kolaborasi dengan PWI Tangsel melibatkan petugas dari Puskesmas Rawa Buntu dan Puskesmas Lengkong Wetan yang diikuti antusias oleh wartawan dan masyarakat yang ada sekitar Gedung Layanan Informasi.

    Kepala Dinkes Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di masyarakat tak bisa dilakukan hanya satu pihak, tapi harus dilakukan dengan kolaborasi multi pihak.

    “Kita sadar betul pada saat ingin mewujudkan masyarakat dan sehat itu pilihan, tentunya tidak bisa dilakukan satu sektor saja, tapi media adalah bagian dari pilar yang harus kita gandeng untuk edukasi bersama ke masyarakat,” tutur Allin.

    Selain Cek Kesehatan Gratis, Dinkes Kota Tangsel juga gelar Diskusi Sehat ‘Deteksi Dini TBC dan DBD untuk Wartawan Sehat’.

    Dalam diskusi tersebut, Allin memaparkan program prioritas Pemkot Tangsel dalam Layanan Kesehatan. Seperti Program RW Bebas TBC dan RW Bebas Jentik.

    Saat ini, kata Allin, hampir 50 persen dari target pembentukan RW Bebas TBC di 54 kelurahan di Kota Tangsel.

    “Di lingkungan RW yang dideklarasikan RW Bebas TBC ini, semua masyarakatnya harus teredukasi tentang TBC mulai dari gejala, pencegahan, hingga penanganan. Bahkan berperan meminimalisir stigma kepada penderita TBC dengan keguyuban masyarakat di lingkungan RW tersebut,” papar Allin.

    Soal RW Bebas Jentik, Allin menjelaskan, program tersebut sebagai upaya untuk memberantas penyebaran jentik-jentik nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya di lingkungan warga dengan melibatkan peran dari masyarakat di lingkungan.

    Sementara itu, Ketua PWI Tangsel Ahmad Eko Nursanto mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan perdana kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tangsel untuk cek kesehatan wartawan dan warga.

    “Program Cek Kesehatan Gratis ini bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan teman-teman wartawan di Kota Tangsel,” kata Eko. (At)

  • Pemkot Tangsel Bersama Baznas Salurkan Beasiswa Bagi Penghafal Al-Qur’an

    Pemkot Tangsel Bersama Baznas Salurkan Beasiswa Bagi Penghafal Al-Qur’an

    SERPONG, Djawaranews.com – Program beasiswa bagi para penghafal Al-Qur’an terus digalakkan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Kali ini bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangsel lewat program satu keluarga satu sarjana (skss), beasiswa disalurkan ke 35 orang terpilih.

    Program beasiswa ini merupakan hasil seleksi dari 80 orang yang mendaftar dengan persyaratan diantaranya mampu hafal Al-Quran minimal lima juz.

    Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan yang hadir dalam kegiatan, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh penerima beasiswa, yang telah lolos seleksi dengan kemampuan penghafal Al-Qur’an.

    “Ini merupakan apresiasi dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Baznas untuk memberikan penghargaan kepada para penghafal Al-Qur’an di Tangsel,” ucap Pilar di acara penyaluran beasiswa skss di Kantor Baznas, Serpong, Sabtu (12/07/2025).

    Beasiswa tersebut kata Pilar, harus dimanfaatkan untuk menunjang pendidikan. Bukan dimanfaatkan untuk hal-hal yang justru bersifat konsumtif.

    “Jadi ini dimanfaatkan untuk yang menunjang pendidikan kalian. Dimana dibutuhkan untuk kalian menyelesaikan sekolah kalian,” ujarnya.

    Secara keseluruhan para penerima beasiswa tersebut melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang berada di Tangsel.

    Lebih lanjut, kata Pilar, sesuai arah pembangunan kota Tangsel dibutuhkan nilai-nilai moral, sesuai dengan motto Tangsel yakni cerdas, modern, dan religius.

    “Ada religius disana, jadi pendidikan agamanya harus kuat. Saya yakin orang penghafal Al-Qur’an itu, insyaallah anak-anaknya soleh soleha,” katanya.

    Sementara itu, disampaikan Wakil Ketua 2 Baznas Tangsel, Ahmad Rifai, beasiswa yang disalurkan melalui tahapan maupun proses seleksi yang ketat.

    “Jadi dari bulan lalu terdaftar 80 orang untuk mahasiswa, dan penerimanya atau yang berhak menerimanya hanya 35 orang. Jadi selamat kepada penerima satu keluarga satu sarjana,” ucapnya.

    Bahkan penerima beasiswa ada yang penghafal Al-Qur’an hingga 30 juz.

    Tidak hanya program satu keluarga satu sarjana, program beasiswa juga sudah disalurkan untuk hafidz Qur’an tingkat sekolah menengah atas (SMA) kurang lebih sebanyak 70 penerima. (At)

  • Terdampak Longsor Turap, Pemkot Tangsel Beri Bantuan Logistik untuk Warga Puri Pamulang

    Terdampak Longsor Turap, Pemkot Tangsel Beri Bantuan Logistik untuk Warga Puri Pamulang

    PAMULANG, Djawaranews.com – Warga Puri Pamulang, Bambu Apus, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang terdampak longsor turap kini mengungsi dan membuat dapur darurat serta menerima bantuan sembako.

    Bantuan sembako itu diberikan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Satpol-PP hingga Kecamatan Pamulang.

    Diketahui, musibah turap longsor berada di wilayah RT 02 RW 05 dan menimpa tujuh rumah di wilayah RT 04 RW 09 di Puri Pamulang, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang.

    Ketua RT 04 RW 09 Puri Pamulang A Ghozali Mukti mengatakan, total ada tujuh Kepala Keluarga atau 30 orang warga yang terdampak akibat longsor turap tersebut.

    “Warga terdampak sekarang ditampung di rumah sementara milik yang kosong dan balai serbaguna. Jadi rumah kosong milik warga saya sewa satu bulan untuk tempat penampungan,” kata Ghozali, Selasa, (08/07/2025).

    Ghozali menerangkan, saat ini warga telah membuat dapur darurat di samping balai warga. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak longsor.

    “Alhamdulillah dari BPPD sudah memberikan bahan masakan mentah yang sekarang dimasak oleh dapur umum oleh warga, Camat Pamulang, dan stakeholder yang lain,” terang Ghozali.

    Ghozali juga menyambut baik rencana dari BPBD Kota Tangsel yang akan membangun tenda darurat.

    “Semalam pihak PBBD akan menyiapkan tenda darurat untuk penampungan mana kala mungkin ada kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh warga. Termasuk matras dan kebutuhan tempat tidur lainnya,” paparnya.

    Dia berharap, ada tindakan cepat dan intervensi dari Pemerintah Kota Tangsel untuk menangani longsor dan mencegah adanya longsor susulan.

    “Saat ini potensi longsor masih akan terjadi dan warga cemas, semoga segera ada penanganan cepat dari pihak terkait terutama Pemkot Tangsel,” pungkasnya. (At)

  • Respons Bencana Banjir, Benyamin Bakal Tambah 10 Pompa Penyedot Air di Maharta Tangsel

    Respons Bencana Banjir, Benyamin Bakal Tambah 10 Pompa Penyedot Air di Maharta Tangsel

    PONDOK AREN, Djawanews.com – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie bakal menambah 10 pompa mesin penyedot air di Komplek Pondok Maharta. Hal ini untuk lebih cepat dalam penanganan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

    Banjir yang terjadi di Komplek Pondok Maharta bukan hanya disebabkan oleh banyaknya debit air di kali sekitar. Namun, curah hujan dengan intensitas tinggi juga membuat banjir singgah di lingkungan.

    Untuk mengatasi banyaknya debit air kiriman di aliran sungai, Pemkot Tangerang Selatan telah melakukan normalisasi. Disamping itu, untuk mengeluarkan air dari pemukiman Pemkot Tangsel juga telah menyediakan delapan pompa raksasa penyedot air.

    Kata Benyamin, mesin pompa penyedot tersebut terbilang efektif untuk menyedot air di lingkungan. Namun jumlahnya perlu ditambah agar bisa bekerja lebih cepat.

    “Mesin pompa air berfungsi, tapi memang kalau melihat debit seperti ini masih kurang. Dan ya Insya Allah di APBD 2025 ini sudah kita siapkan lagi pengadaan pompa airnya,” ujarnya saat meninjau langsung banjir di Pondok Maharta siang ini.

    Penambahan pompa penyedot air juga akan disertakan dengan penambahan pintu air. Hal itu agar mesin bekerja seimbang dan lebih maksimal.

    “Kemudian juga kita bangun lagi pintu air, kurang lebih 10 pintu air sepanjang wilayah Tangerang Selatan, sungai Maharta ini sepanjang wilayah Tangerang Selatan, akan kita bantu, akan kita bangun lagi 10 pompa air, pintu air, kemudian penambahan pompa airnya di beberapa titik,” ujarnya.

    Benyamin mengaku sedih melihat warganya terdampak banjir akibat buruknya cuaca beberapa hari terakhir. Dengan itu dirinya meminta agar jajarannya bisa bekerja secara maksimal.

    “Saya prihatin dengan kejadian banjir kali ini ya, jadi selain curah hujannya yang sangat tinggi kemarin, dan ini masih akan terus curah hujan yang tinggi ini, masih akan terus berlangsung menurut dari BMKG kan, makanya kita akan siap-siap sebaik mungkin,” ujarnya.

    Sementara itu salah seorang warga sekitar Fitri Dwi 37 tahun mengaku senang dengan adanya penambahan mesin pompa penyedot air.

    “Alhamdulillah kalau ditambah jadi bisa lebih cepat surutnya air. Dan saya merasa bangga jika orang nomor satu di kota ini masih mau meninjau langsung ke lokasi banjir,” tukasnya.

    Diketahui banjir melanda wilayah Pondok Maharta sejak kemarin malam. Debit air kian meningkat dengan meningkatnya kiriman air dari wilayah bogor.

    Hal ini juga diantisipasi dengan disiagakannya petugas BPBD dan Dinas Kesehatan dalam respons tanggap bencana banjir. (At)