Kategori: Tangsel

  • MTQ XVI Kota Tangsel Digelar 3-6 Agustus 2025 di Kecamatan Setu

    MTQ XVI Kota Tangsel Digelar 3-6 Agustus 2025 di Kecamatan Setu

    TANGSEL, Djawaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) akan menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-16 tingkat kota pada 3 hingga 6 Agustus 2025.

    Bertempat di Kecamatan Setu, perhelatan akbar keagamaan ini mengangkat tema “Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup: Membentuk Masyarakat Tangerang Selatan yang Cerdas, Modern dan Religius.”

    Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menjelaskan bahwa tema ini menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan harian, melainkan pedoman komprehensif dalam menjalani kehidupan di era modern.

    “MTQ bukan hanya ajang lomba membaca, tetapi juga momen untuk menginternalisasi nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat,” ujar Benyamin dalam keterangannya pada Selasa (29/07/2025).

    Pelaksanaan MTQ XVI Kota Tangsel tahun ini akan berlangsung di 15 arena lomba, dengan satu arena utama berlokasi di halaman Kantor Kecamatan Setu, dan 14 arena lainnya tersebar di masjid serta sekolah di wilayah Setu.

    Menariknya, pelaksanaan tahun ini juga akan menghadirkan defile (parade) kafilah dari tujuh kecamatan di Kota Tangsel, sebagai simbol semangat kebersamaan dan pengganti tradisi pawai taaruf. Parade tersebut akan digelar menjelang acara pembukaan MTQ.

    MTQ tingkat kota ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Tangsel dalam memasyarakatkan nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus mengembangkan potensi generasi muda di bidang seni baca dan pemahaman Al-Qur’an.

    Ajang ini juga menjadi momentum strategis dalam menyiapkan wakil-wakil terbaik Kota Tangsel yang akan melaju ke MTQ tingkat provinsi hingga nasional.

    “Melalui MTQ, kita terus meneguhkan identitas Tangsel sebagai kota yang cerdas, modern, dan religius. Semoga pelaksanaan tahun ini berjalan lancar dan memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat,” tutup Benyamin. (At)

  • Pemkot Tangsel Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat

    Pemkot Tangsel Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat

    TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyambut baik adanya program sekolah rakyat. Sekolah Rakyat tersebut dibangun di Jalan Kencana, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara.

    Untuk tahap awal ini sekolah rakyat akan menyasar para peserta didik di tingkat menengah atas atau SMA. Penyelenggaranya merupakan Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

    Namun, Pemerintah Tangsel sebagai tuan rumah tentunya tidak hanya diam. Bantuan dan dukungan juga diberikan maksimal untuk mensukseskan pelayanan pendidikan yang berkualitas.

    Benyamin Davnie Wali Kota Tangsel mengatakan dalam hal ini Gubernur Banten Andra Soni telah membangun gedung pelayanan pendidikan di wilayah Tangsel.

    “Sekolah rakyat ini kan tingkat SMA yah, pak gubernur di Tangsel ini sudah menyiapkan di Balai Latihan Kerja (BLK),” kata Benyamin, Senin (28/07/2025).

    Kata Benyamin pihaknya akan mendukung dan juga mengikuti arahan gubernur. Namun dirinya berharap jika peserta didiknya nanti bisa dari wilayah Kota Tangsel.

    “Ya tentu nanti dukungannya, saya tidak mau melangkahi kebijakan gubernur tentunya. Tapi diharapkan nanti pesertanya atau muridnya yang ada di Tangerang Selatan bisa mengakses layanan tingkat sma tersebut,” kata dia.

    Kata Benyamin untuk mensukseskan program tersebut pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Dalam pertemuan tersebut terdapat beberapa permintaan.

    “Kunjungan kepala sekolah kemarin minta dibantu mengenai pemeriksaan kesehatan bagi anak anak yang baru masuk misalnya,” ujarnya.

    Benyamin juga akan membantu pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk bidang keamanan.

    “Kemudian juga kebersihan karena itu bangunan baru kita sudah siapkan di OSS terutama bagian umum kemudian juga untuk keamanan, saya minta beliau untuk bersurat ke Polsek nanti kita backup,” ujarnya. (At)

  • Dennis Sandika: Benyamin Dukung Hukuman Berat Predator Anak: Dipublikasikan hingga Hukum Kebiri

    Dennis Sandika: Benyamin Dukung Hukuman Berat Predator Anak: Dipublikasikan hingga Hukum Kebiri

    TANGSEL, Djawaranews.com – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie secara tegas dan sepakat memberikan efek jera terhadap predator kekerasan seksual terhadap anak. Dia sepakat identitas pelaku predator terhadap anak bisa dipublikasikan di ruang umum.

    Meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak tentu membuat Pemerintah Kota Tangerang Selatan ambil sikap. Jika nantinya pelaku tersebut dapat dihukum maksimal Benyamin pun setuju.

    “Saya setuju sekali. Publikasikan di ruang-ruang publik. Di medsos, papan pengumuman kelurahan,” kata Benyamin usai menghadiri peringatan Hari Anak Nasional, Rabu (23/07/2025).

    Benyamin mengatakan tindakan tersebut sebagai bentuk peringatan terhadap pelaku kekerasan seksual. Kemudian juga untuk mengingatkan warga terhadap bahaya predator anak di lingkungan.

    “Supaya ada efek jera. Nanti kita lihat (pembentukan Kepwal) kalau diperlukan Kepwal oleh ibu Kejari saya tidak akan ragu-ragu untuk menerbitkan Kepwal,” ujarnya.

    Bahkan Benyamin mengaku suntik kebiri kimia juga bisa diberikan. Tentunya hal itu jika diperlukan sebagai bentuk komitmen menjaga warga Kota Tangerang Selatan bebas dari predator anak.

    “Kalau itu dijatuhkan sebagai vonis hakim kita tentu akan melakukan upaya-upaya kebiri kimia,” tegasnya.

    Atasi Kemacetan, Pemkot Tangsel Bakal Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Stasiun Rawa Buntu

    SERPONG- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai memetakan sistem dan skema untuk melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Stasiun Rawa Buntu, Kecamatan Serpong sebagai solusi atas kemacetan yang sering terjadi saat jam sibuk.

    Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan meninjau langsung bakal lokasi rekayasa lalu lintas bersama Dishub dan perwakilan warga dari kawasan De Latinos, Kamis (24/7/2025).

    “Dinas Perhubungan akan segera melakukan simulasi dan uji coba, agar ke depan lalu lintas depan stasiun tidak lagi macet dengan adanya angkutan umum dan kendaraan yang ngetem atau parkir sembarangan secara permen,” ujarnya.

    Rekayasa lalu lintas akan dilakukan pada saat peak hour atau jam sibuk dengan mensterilkan satu lajur agar tidak ada crossing kendaraan, parkir liar, pemberhentian penumpang angkutan umum maupun kendaraan yang berhenti sembarangan.

    “Kemacetan di stasiun ini semakin hari semakin padat, terutama di saat “peak hour” dengan adanya crossing akibat mobil yang ngetem dan parkir juga dengan kendaraan yang mau masuk stasiun, ada juga yang menurunkan penumpangnya. Nah, ini yang kita lakukan rekayasa supaya semuanya lancar,” ujarnya.

    Rekayasa dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan transit dan pengurangan titik macet. Satu lajur di depan stasiun akan disterilkan dengan cone, barrier, serta pengawasan petugas di titik rawan.

    Langkah ini juga menjadi respons atas aspirasi warga sekitar yang selama ini terdampak kemacetan dan gangguan kenyamanan lingkungan. Dishub Tangsel telah diminta untuk membuat modeling yang efektif dan efisien mengenai sistem ini.

    “Kita cek dulu ya, ini kan belum permanen, tapi kita cek efektivitasnya ya, trial and error. Kita coba dulu, nanti kalau misalkan ternyata ampuh, ya kita lanjutkan sambil kita mitigasi resiko yang lainnya seperti itu,” jelasnya.

    Selain penataan jalur kendaraan pribadi, Pemkot Tangsel juga berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk pengaturan titik naik-turun penumpang transportasi umum seperti angkot, taksi, dan ojek online.

    Seluruh moda ini rencananya akan diarahkan ke area Mahata Rawa Buntu untuk dapat digunakan juga sebagai area drop off penumpang, yang merupakan bagian dari kawasan transit terintegrasi.

    “Juga dengan pihak KAI agar kebijakan tarif parkir, terhadap kendaraan yang keluar masuk hanya untuk antar jemput penumpang,” tambahnya.

    Penataan kawasan Stasiun Rawa Buntu menjadi salah satu fokus Pemkot Tangsel dalam mewujudkan integrasi transportasi publik dan pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di wilayah kota. (At)

  • Menkop Budi Arie Luncurkan 54 Koperasi Merah Putih Di Tangsel: Siap Jadi Percontohan Nasional dan Atasi Kemiskinan

    Menkop Budi Arie Luncurkan 54 Koperasi Merah Putih Di Tangsel: Siap Jadi Percontohan Nasional dan Atasi Kemiskinan

    SERPONG, Djawaranews.com – Sebanyak 54 Koperasi Merah Putih di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi diluncurkan dan telah memiliki akta badan hukum.

    Peluncuran 54 Koperasi Merah Putih di Tangsel itu dilakukan langsung oleh Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi, bersama Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Sekda Kota Tangsel Bambang Noertjahjo beserta jajaran Forkopimda Kota Tangsel, di Gedung Galeri UMKM, Serpong, Kamis, (24/07/2025).

    Menkop Budi Ari Setiadi meminta, para pengurus Koperasi Merah Putih di Kota Tangsel segera tancap gas beroperasi agar berdampak langsung bagi masyarakat.

    “Koperasi keluruhan Merah Putih di Tangsel harus dikelola secara profesional, transparan dan akuntable. Supaya koperasi ini betul-betul bisa berguna untuk kesejahteraan masyarakat karena koperasinya kan alat perjuangan ekonomi rakyat,” kata Budi Arie usai menyerahkan akta badan hukum koperasi.

    Budi berharap, Koperasi Merah Putih di Kota Tangsel menjadi percontohan nasional sebagai koperasi kelurahan yang dikelola oleh masyrakat dan untuk kesejahteraan masyarakat.

    “Pertama, partisipasi anggotanya harus tinggi. Artinya keanggotaan di koperasi kelurahan itu harus banyak. Yang kedua dikelola dengan profesional transparan dan akutabel. Ketiga, sebisa mungkin memberi keuntungan, karena keuntungannya nanti dibagi oleh dan kepada anggotanya,” ungkap Budi.

    Hal senada diungkapkan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah. Dia meminta, Koperasi Merah Putih di Tangsel yang dibentuk di 54 kelurahan harus jadi role model bagi kelurahan di wilayah lain di Banten.

    “Harus jadi role model. Kebutuhan masyarakat terpenuhi, dan koperasi ini harus hidup, harus untung,” harap Dimyati.

    Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie berharap, hadirnya 54 Koperasi Merah Putih dapat membantu menurunkan angka kemiskinan di Kota Tangsel.

    “Pak Menteri sudah memberikan gambaran bahwa harusnya untung, harusnya Koperasi Merah Putih ini menjadi penggerak ekonomi. Jadi nanti orang miskin yang ada di kelurahan masuk anggota Koperasi, mereka akan menerima ya katakanlah deviden begitu. Apa namanya sih, kalau dalam RAT (Rapat Anggota Tahunan) nanti ada pembagian keuntungan, kan ke ekonomi mereka meningkat,” papar Benyamin.

    Benyamin menuturkan, Pemkot Tangsel pun akan melakukan pengawasan terhadap koperasi Merah Putih di 54 Kelurahan yang telah dibentuk.

    “Nah ini nanti menjadi obyek pembinaan dari Dinas Koperasi, karena fungsi pembinaan, pengarahan itu ada, tetap melekat di dinas untuk semua koperasi,” pungkas Benyamin. (At)

  • Naik Kelas! Produk UMKM Tangsel Kini Tersedia di 34 Gerai Alfamart

    Naik Kelas! Produk UMKM Tangsel Kini Tersedia di 34 Gerai Alfamart

    PAMULANG, Djawaranews.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) naik kelas.

    Salah satunya langkah nyata adalah memfasilitasi delapan produk unggulan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk masuk ke jaringan ritel modern.

    Kepala Seksi Promosi Bidang Perdagangan Disperindag Tangsel, Heri Asari mengatakan, produk-produk yang berhasil masuk telah melalui proses kurasi ketat.

    Dari lebih 56 IKM yang mendaftar, hanya delapan yang lolos seleksi.

    “Jadi dari ke delapan produk ini berhasil lolos kurasi, dan saat ini adalah kita melakukan simulasi bagaimana IKM ini tukar faktur atau memasukkan produknya ke Alfamart,” ujar Heri saat dijumpai di minimarket sekitar Kawasan Villa Dago, Kecamatan Pamulang pada Rabu (23/7/2025).

    Delapan IKM yang terpilih adalah Jawara Banana, Madame Spicy Basreng, Fayola Bawang Goreng, Ning Nong Kembang Goyang, Kerupuk Jengkol R.H.R, Pop Rengginang dari Mama Pop, Sambal Ceu Meti, dan Freeze Dried Apple.

    Sebanyak 34 titik gerai Alfamart di wilayah Tangerang Selatan menjadi lokasi awal penempatan produk UMKM tersebut.

    Menurut Heri, jika penjualannya menunjukkan tren positif, maka jangkauan distribusi akan diperluas ke lebih banyak gerai.

    “Kita itu perannya membantu mempromosikan produk-produk IKM ke toko-toko retail yang khususnya ada di Tangerang Selatan,” kata dia.

    Tak hanya menggandeng Alfamart, Disperindag juga telah membuka akses UMKM ke sejumlah jaringan ritel lainnya seperti Aneka Buana, Tiptop, Harmony, 88 Toko Buah, dan Indomaret.

    “Jadi kami akan memanggil atau mengundang ya semua toko-toko retail yang bisa berafiliasi atau membantu para IKM untuk bisa berjualan di toko tersebut,” jelasnya.

    Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Tangsel untuk meningkatkan daya saing ekonomi lokal dan memperluas jangkauan produk UMKM ke pasar yang lebih luas, serta bersaing di pasar modern. (At)

  • Pemkot Tangsel Genjot Perbaikan Jalan KH. Wahid Hasyim Pondok Aren Jadi Mulus dan Nyaman

    Pemkot Tangsel Genjot Perbaikan Jalan KH. Wahid Hasyim Pondok Aren Jadi Mulus dan Nyaman

    TANGSEL, Djawaranews.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat infrastruktur jalan demi memperlancar konektivitas antarwilayah dan kenyamanan mobilitas warga.

    Disampaikan Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Ahmad Fatullah, pada Kamis (24/07/2025), bahwa sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan dibenahi secara menyeluruh, termasuk di Jalan KH. Wahid Hasyim.

    Perbaikan Jalan KH. Wahid Hasyim di Pondok Aren saat ini sudah selesai dilakukan. Pelapisan hotmix sepanjang 1,5 km hingga perbatasan Kota Tangerang telah dilakukan, lengkap dengan pemasangan marka jalan demi keamanan lalu lintas.

    Dengan selesainya pekerjaan di Jalan KH. Wahid Hasyim, masyarakat kini bisa menikmati kondisi jalan yang lebih halus, aman, dan nyaman.

    Fatul menegaskan, kegiatan preservasi jalan bukan hanya tambal sulam, melainkan langkah jangka panjang menjaga kualitas infrastruktur. Jalan yang mantap dinilai krusial untuk mendukung mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi kota.

    DSDABMBK Tangsel juga mengimbau masyarakat untuk mendukung proses pembangunan dan preservasi jalan yang tengah gencar dilakukan.

    “Kami berharap dukungan dari masyarakat selama masa konstruksi berlangsung. Semua yang kami kerjakan adalah bagian dari upaya menjadikan Tangsel sebagai kota yang nyaman dan modern,” kata dia.

    Selain itu, masyarakat dapat menyampaikan laporan jika ditemukan potensi kerusakan atau kendala di jalur yang sedang diperbaiki melalui kanal pengaduan resmi yang tersedia. (At)

  • DPRD Setujui Rancangan Perjanjian Kerja Sama Penanganan Sampah Pemkot Tangsel dengan Pemkab Pandeglang

    DPRD Setujui Rancangan Perjanjian Kerja Sama Penanganan Sampah Pemkot Tangsel dengan Pemkab Pandeglang

    SERPONG, Djawaranews.com – Kerja sama penanganan sampah antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang akan segera terwujud.

    Hal itu setelah adanya persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel terhadap Rancangan Perjanjian Kerjasama Penanganan Sampah antara Pemkot Tangsel dan Pemkab Pandeglang dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Tangsel, Rabu, 23 Juli 2025.

    Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengapresiasi seluruh anggota DPRD yang menyetujui dan mendukung dalam penanganan sampah di Kota Tangsel itu.

    Benyamin menerangkan, kerja sama antara Pemkot Tangsel dengan Pemkab Pandeglang itu direalisasikan dalam bentuk bantuan keuangan (Bankeu) total Rp40 miliar.

    “Bantuan keuangannya Rp40 miliar, kemudian itu diberikan selama 3 tahun. Kerjasama ini untuk 4 tahun, bantuan keuangan akan diluncurkan selama 3 tahun anggaran ya. Kemudian tipping fee-nya itu disepakati Rp250.000 per tahun, termasuk KDN (kompensasi dampak negatif) yang nanti akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang,” kata Benyamin usai rapat paripurna, Rabu, 23 Juli 2025.

    Benyamin menuturkan, dalam kerja sama tersebut nantinya sampah dari Kota Tangsel akan dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bangkonol, Kabupaten Pandeglang.

    “Sehari mudah-mudahan bisa mencapai 150-200 ton, meningkat sesuai dengan kapasitas atau timbulan sampah yang ada di tanah,” tuturnya.

    Benyamin menyebutkan, ada sejumlah catatan khusus yang diberikan Pemkot Tangsel kepada Pemkab Pandeglang dalam kerja sama penanganan sampah tersebut. Mulai dari kesediaan pemerintah hingga kondusivitas masyarakat Kabupaten Pandeglang.

    “Pertama tentunya kesediaan pemerintah kota, kemudian kondusivitas masyarakat di sekitar Bangkonol itu sendiri. Kemudian jarak tempuh yang relatif lebih cepat karena banyak melalui jalan tol, antaranya seperti itu. Tentunya kesepakatan-kesepakatan yang bisa kita capai dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang,” ungkapnya. (At)

  • Integrasi NIB dan NOP Akan Diuji Coba di Kota Tangsel, Wamen Ossy Harapkan Keakuratan Data dan Peningkatan Pendapatan Daerah

    Integrasi NIB dan NOP Akan Diuji Coba di Kota Tangsel, Wamen Ossy Harapkan Keakuratan Data dan Peningkatan Pendapatan Daerah

    Tangerang Selatan, Djawaranews.com – Pilot Project Integrasi Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dan Nomor Objek Pajak (NOP) sudah mulai berjalan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Program hasil kolaborasi Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Tangsel dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel ini dinilai dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Saya apresiasi pilot project dari integrasi NIB dengan NOP ini, yang dilakukan oleh Kantah Kota Tangsel dengan Pemkot Tangsel. Bagi Kantah, kita bisa dapat data yang sangat akurat, dan bagi Pemkot, ini akan memberikan keuntungan finansial (pendapatan daerah, red),” ujar Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan saat pemaparan program Integrasi NIB dengan NOP di Kota Tangsel, Rabu (23/07/2025).

    Ketika ditanya terkait implementasi integrasi NIB dan NOP secara masif di seluruh Indonesia, Wamen Ossy mengatakan pihaknya harus dapat memastikan bahwa data-data pertanahan harus sudah lengkap. “Ini harus lengkap supaya mereka (Kantah) bisa bertransformasi kemudian untuk berkolaborasi, bersinergi dengan instansi lain untuk menyatukan datanya,” ujarnya.

    Wamen Ossy berharap, kolaborasi dalam implementasi Integrasi NIB dan NOP ini bisa membuat program ini dapat betul diluncurkan. Untuk itu, ia mendorong seluruh pihak terkait untuk terus bekerja sama dengan baik agar program ini bisa memberikan dampak baik, termasuk bagi masyarakat. Adapun beberapa pihak selain Pemkot Tangsel yang terlibat dalam pilot project ini antara lain Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) dan Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kota Tangsel.

    Dalam kunjungannya ke Kantah Kota Tangsel, Wamen Ossy juga berkesempatan menyapa para masyarakat yang sedang antre di loket pelayanan. Wamen Ossy memastikan langsung bahwa pelayanan pertanahan berjalan dengan baik. Wamen Ossy juga meninjau ke beberapa ruangan kerja di Kantah.

    Dalam kesempatan ini, Wamen Ossy didampingi oleh Tenaga Ahli Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Adjie Arifuddin; Tenaga Ahli Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis, Hendri Teja; Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Banten, Sudaryanto; perwakilan Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika; Kepala Ombudsman RI Perwakilan Banten, Fadli Afriadi; serta Kepala Kantah Kota Tangsel, Shinta Purwitasari. (At)

  • Dukung Upaya Pencegahan dan Peningkatan Keselamatan Jalan Jasa Raharja Hadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi Data Kecelakaan Lalu Linyas Di Kota Tangerang Selatan Tahun 2025

    Dukung Upaya Pencegahan dan Peningkatan Keselamatan Jalan Jasa Raharja Hadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi Data Kecelakaan Lalu Linyas Di Kota Tangerang Selatan Tahun 2025

    Tangeran, Djawaranews.com – PT Jasa Raharja Cabang Tangerang bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan Dinas Perhubungan, Kepolisian Metro Tangerang Selatan dan RSUD Kota Tangerang Selatan melaksanakan kegatan Monitoring dan Evaluasi data kecelakaan lalu lintas kota Tangerang Selatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa lokasi-lokasi dengan tingkat kecelakaan tinggi atau yang berpotensi rawan kecelakaan, (23/7/2025) .

    Pada kesempatan itu masing-masing instansi menyampaikan Rekapitulasi Data Kecelakaan Lalu Lintas selama tahun 2025 dan memberikan masukan serta saran agar dapat menghasilkan pemahaman yang luas dan menyeluruh mengenai trend kecelakaan berdasarkan waktu, lokasi dan jenis kejadian serta efektivitas program keselamatan yang telah diterapkan. Sejauh ini sudah terealisasi penanggulangan penyebab kecelakaan lalu lintas pada ruas-ruas jalan dan fasilitas jalan jalan seperti penerangan jalan umum,marka jalan dan  rambu-rambu di wilayah kota Tangerang Selatan.

    Dari lokasi berbeda Kepala Jasa Raharja Cabang Tangerang Panji Artha menegaskan Jasa Raharja mendukung upaya pencegahan dan peningkatan keselamatan jalan raya dan berharap hasil evaluasi ini menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan  dalam meyusun strategi pencegahan laka lantas yang lebih efektif, memfokuskan  pada penyebab utama kecelakaan baik dari aspek manusia, kendaraan, prasarana maupun lingkungan. (At)

  • UPTD PPA Dampingi 193 Warga Tangsel Korban Kekerasan Seksual Hingga Bullying Terhadap Anak

    UPTD PPA Dampingi 193 Warga Tangsel Korban Kekerasan Seksual Hingga Bullying Terhadap Anak

    TANGSEL, Djawaranews.com – Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tangerang Selatan terus berkomitmen memberikan pendampingan bagi mereka yang membutuhkan. Hingga Juni 2025, UPTD PPA telah mendampingi 193 warga dari berbagai persoalan.

    Kasus terhadap perempuan dan anak menjadi persoalan serius di berbagai daerah. Hal ini tentu membuat Pemkot Tangsel berkomitmen memberikan pelayanan ekstra.

    Dari 193 kasus, UPTD PPA mencatat kebanyakan mereka yang menjadi korban yakni anak dan perempuan dari usia 0 hingga 17 tahun terdapat 126 kasus. Sedangkan 18 hingga 24 tahuh terdapat 13 kasus dan 25 tahun hingga 59 tahun 54 kasus.

    Sedangkan jika berdasarkan jenis kelamin, korban laki laki terdapat 50 orang, anak perempuan 76 orang dan perempuan dewasa 67 orang.

    Kepala UPTD PPA Kota Tangerang Selatan Tri Purwanto mengatakan kebanyakan kekerasan tersebut terjadi di lingkup rumah tangga yang mencapai 92 kasus. Sementara tempat kerja 3 kasus.

    “Di sekolah 17 kasus, dan ruang publik juga cukup banyak mencapai 73 kasus. Sementara di daring atau berbasis online hanya 8 kasus,” ujarnya, Kamis (24/07/2025).

    Sementara itu, kata Tri, untuk lingkup wilayah Kecamatan Pondok Aren 50 kasus, Kecamatan Pamulang 28 kasus, Kecamatan Serpong dan Ciputat masing masing 24 kasus. Serpong Utara 9, Ciputat Timur 8 dan Kecamatan Setu 15 kasus.

    “Sementara itu ada 50 kasus yang kami tangani berdasarkan korban warga Tangsel sementara itu kasusnya berada di luar wilayah Tangsel,” kata dia.

    Kebanyakan korban yang ditangani, kata Tri, merupakan masyarakat yang belum bekerja yakni 108 kasus. Tidak bekerja 33 kasus, pegawai 11 kasus, PNS 1 kasus, wiraswasta 11 dan ibu rumah tangga 29 kasus.

    “Kebanyakan dari korban yang melapor mengalami tindak pidana pencabulan terhadap anak, persetubuhan terhadap anak, kekerasan fisik dan psikis, penelantaran, diskriminasi dan bullying,” ujarnya.

    Tri memastikan, pihaknya melakukan pendampingan hukum dan juga memerikan pendampingan psikologis bagi para korban.

    “Ini atensi dari pinpinan yang memang kita jalankan. Kita harus menciptakan Kota Tangerang Selatan sebagai kota ramah anak dan perempuan,” tukasnya. (At)