Kategori: Tangsel

  • Kartini Masa Kini, Benyamin: Perempuan Jadi Kekuatan Bangsa di Era Digital

    Kartini Masa Kini, Benyamin: Perempuan Jadi Kekuatan Bangsa di Era Digital

    CIPUTAT, Djawaranews.com – Aula Blandongan di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) pagi ini terasa berbeda. Dengan penuh semangat dan senyuman para perempuan dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tangsel memperingati Hari Kartini, 21 April 2025.

    Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan, dengan mengusung tema “Dari Rumah ke Ruang Publik, Perempuan Hebat Indonesia”, peringatan Hari Kartini kali ini ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa.

    “Perempuan adalah sumber kekuatan sebuah bangsa, karena dari perempuanlah telah lahir anak-anak yang akan menjadi generasi penerus, dan hari ini kita memperingati hari kelahiran R.A Kartini sebagai sosok perempuan pejuang emansipasi dan keadilan bagi perempuan Indonesia,” ujar Benyamin.

    Benyamin menegaskan, perempuan adalah fondasi utama dalam membentuk generasi penerus bangsa. Maka dari itu, perempuan harus memiliki akses yang luas terhadap pendidikan, teknologi, dan ruang publik.

    Ia juga menyoroti banyaknya tantangan perempuan di era digital saat ini, seperti maraknya kekerasan berbasis gender di media sosial dan platform digital. Menurutnya, literasi digital menjadi bagian penting dari perjuangan perempuan masa kini.

    “Dalam menjawab tantangan tersebut, perempuan perlu memiliki kemampuan tentang perkembangan teknologi agar dapat turut serta mengenalkan dan memberikan edukasi kepada anak-anak,” jelasnya.

    Pemerintah Kota Tangsel sendiri terus berupaya mendorong kesetaraan gender di berbagai bidang. Salah satunya dengan meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Utama.

    Benyamin berharap penghargaan itu bisa dipertahankan dan menjadi motivasi untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak.

    Menutup sambutannya, Benyamin mengajak seluruh perempuan Tangsel untuk tidak berhenti belajar dan mengembangkan diri.

    “Perempuan Tangsel harus terus melangkah, dari rumah ke ruang publik. Terus belajar, terus menginspirasi, dan terus bermimpi. Karena perempuan hebat akan melahirkan generasi yang hebat,” tutupnya penuh semangat. (At)

  • Dibuka Pilar, Pemkot Gelar Pekan Olahraga Pegawai Tangsel

    Dibuka Pilar, Pemkot Gelar Pekan Olahraga Pegawai Tangsel

    PAMULANG, Djawaranews.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) menggelar Pekan Olahraga Pegawai Tangsel (Popsel) untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).

    Pembukaan digelar secara meriah di Lapangan Pamulang Community Center (PCC), pada Senin (21/04/2025), dan dibuka secara langsung oleh Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan.

    Usai membuka acara tersebut, Pilar menyampaikan beberapa hal. Pertama, kegiatan ini dimaksudkan untuk mempererat silaturrahmi.

    Selain itu, Popsel juga menjadi sarana membudayakan olahraga di seluruh perangkat daerah.

    “Karena olahraga itu penting ya, bagaimana pegawai itu harus sehat. Kalau misalkan mau kerja yang baik, kerja yang prima, ini harus sehat dulu dengan membudayakan olahraga,” ujarnya.

    Pilar juga berharap manfaat dari Popsel nantinya seluruh aparatur Tangsel semakin kompak.

    “Ini kan bisa kita saling kenal, nah ini gimana supaya bisa kompak, bisa bekerja baik,” katanya.

    Lebih lanjut, Dispora sebagai penanggung jawab kegiatan dituntut untuk mengadakan pertandingan dengan penambahan cabang olahraga lainnya di tahun mendatang.

    “Tahun depan diperbanyak si cabang olahraga diperbanyak, dan peserta makin banyak. Jadi banyak yang mempersiapkan diri,” katanya.

    Untuk diketahui, Popsel 2025 digelar dari tanggal 21-25 April 2025, dengan mempertandingkan lima cabang olahraga, yakni basket, tenis meja, bulutangkis, sepak bola, dan atletik. (At)

  • Perkuat Lingkungan Sekolah yang Aman, DP3AP2KB Tangsel Bekali TPPK Hadapi Kekerasan Anak

    Perkuat Lingkungan Sekolah yang Aman, DP3AP2KB Tangsel Bekali TPPK Hadapi Kekerasan Anak

    CIPUTAT, Djawaranews.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan, Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat komitmennya dalam melindungi anak dari tindak kekerasan, terutama di lingkungan pendidikan.

    Melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak, DP3AP2KB Kota Tangsel membekali Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di satuan pendidikan dengan pengetahuan dan pedoman penanganan kasus kekerasan secara tepat.

    Kepala DP3AP2KB Cahyadi mengatakan, penguatan terhadap tim TPPK di satuan pendidikan ini untuk memastikan setiap anak merasa aman di sekolah.

    “TPPK adalah garda terdepan. Mereka bukan hanya pendengar, tapi penggerak penyelesaian kasus kekerasan. Semua harus ditangani dengan serius, berdasarkan bukti dan prosedur hukum,” ujar ujar Cahyadi pada Senin (21/04/2025).

    Dalam sesi diskusi, berbagai persoalan nyata yang dihadapi berbagai sekolah pun mencuat. Mulai dari kasus tawuran yang melibatkan siswa berseragam, siswa yang menjadi korban kekerasan rumah tangga, hingga permasalahan kehamilan remaja yang mengancam keberlangsungan pendidikan anak.

    Untuk itu, TPPK harus mampu bertindak cepat dan tepat, mulai dari menerima laporan secara tertulis, mengumpulkan bukti, melakukan analisis kasus, hingga memberikan rekomendasi dan pendampingan psikologis yang dibutuhkan.

    “Kekerasan memang tidak bisa dihindari 100 persen, tapi bisa kita tanggulangi bersama. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi tempat aman untuk tumbuh,” kata dia.

    Ia pun mengingatkan para guru dan orang tua agar lebih peduli. Dengan penguatan peran TPPK di sekolah ini juga, Pemkot Tangsel berharap tidak ada lagi anak yang merasa takut datang ke sekolah, karena di sana mereka merasa aman dan dilindungi. (At)

  • Wali Kota Benyamin Buka Bimbingan Manasik Haji Tingkat Tangsel

    Wali Kota Benyamin Buka Bimbingan Manasik Haji Tingkat Tangsel

    SERPONG, Djawaranews.com – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie membuka bimbingan manasik haji tingkat Kota Tangerang Selatan tahun 1446 H/2025 di Man Insan Cendekia, Serpong, pada Minggu (20/04/2025).

    Dalam kesempatannya, Benyamin berpesan kepada seluruh calon jemaah haji untuk mempersiapkan sebaik-baiknya dalam melaksanakan ibadah yang cukup panjang.

    “Ini perjalanan ibadah yang 39 hari, apa 38 hari disana ya dengan perjalanan kurang lebih pesawat itu 9 jam kurang ya, itu mari kita persiapkan sebaik-baiknya,” ucapnya.

    Selain itu, Benyamin juga menekankan untuk terus bersabar ketika beribadah di tanah suci, termasuk menjaga ucapan selama beribadah.

    “Dan mudah-mudahan nanti dalam seluruh prosesnya, tidak ada hal-hal yang akan mengurangi pahala haji kita,” ujarnya.

    Apalagi seluruh calon jemaah haji sudah menunggu giliran selama 12 tahun baru bisa berangkat ke tanah suci.

    “Mari kita tuntaskan penantian 12 tahun ini kita selesaikan dengan seluruh keikhlasan, ketaqwaan kita, ketawakalan kita kepada Allah SWT, selesaikan sudah. Jangan ada yang diberatkan, jangan ada yang dikeluhkan,” tutupnya. (At)

  • Porprov 2026 Digelar Efisien Tanpa Kurangi Gengsi Ajang Olahraga

    Porprov 2026 Digelar Efisien Tanpa Kurangi Gengsi Ajang Olahraga

    SERPONG — Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan penyelenggaraan ajang olahraga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2026 tetap berjalan optimal, meski dengan pendekatan yang lebih efisien.

    Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo, dalam Rapat Kerja Kota KONI Tangsel di Serpong, Jumat (18/4/2025).

    Bambang menjelaskan bahwa Pemkot Tangsel telah memilih opsi untuk menyewa venue milik swasta ketimbang membangun fasilitas baru, di ajang cabang olahraga (cabor) tertentu saja.

    Langkah ini dinilai sebagai keputusan paling rasional, terutama melihat kondisi keuangan daerah yang masih perlu efisiensi.

    “Selagi kita bisa menggunakan dengan pola sewa, otomatis lebih efektif. Kita sudah memetakan lokasi bersama KONI dan Dispora, dan dengan posisi yang kita saat ini lihat, dimungkinkan untuk penyelenggaraan itu. Jadi, sebagian besar venue akan memanfaatkan fasilitas milik swasta,” ujar Bambang.

    Ia menegaskan, keputusan ini bukan soal memilih opsi murah, tetapi lebih pada efektivitas dan keberlanjutan.

    Membangun venue baru dengan anggaran puluhan miliar dinilai tidak sebanding jika hanya digunakan satu atau dua kali.

    “Kalau kita memang sudah punya konsep kuat untuk pemanfaatan jangka panjang, mungkin akan dibangun. Tapi situasi saat ini mengharuskan kita mengambil langkah yang paling masuk akal,” tambahnya.

    Meski digelar dengan pendekatan efisiensi, Bambang memastikan bahwa kualitas penyelenggaraan Porprov 2026 tidak akan berkurang. Panitia pelaksana pun sudah terbentuk dan akan bekerja maraton demi kesuksesan acara tersebut.

    “Kita jaga agar Porprov 2026 ini tetap bernilai resmi dan prestisius. Rapat kerja ini juga akan menjadi acuan kerja bagi tim pelaksana,” pungkas Bambang.

    Ajang Porprov sendiri merupakan agenda olahraga besar yang melibatkan banyak pihak, termasuk kalangan pelajar dan komunitas olahraga. Pemkot Tangsel berharap ajang ini tetap menjadi wadah pembinaan sekaligus pemacu semangat olahraga di Tangsel. (At)

  • Bahas Penataan Kabel Udara, Pemkot Tangsel Jadi Rujukan Pemkot Tangerang

    Bahas Penataan Kabel Udara, Pemkot Tangsel Jadi Rujukan Pemkot Tangerang

    CIPUTAT – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan menerima kunjungan dari Diskominfo Kota Tangerang dalam sebuah forum diskusi strategis terkait dari penataan kabel udara Fiber Optik (FO) ke bawah tanah, Rabu (16/4/2025).

    Dalam pertemuan itu, Pemkot Tangsel berbagi pengalaman mengenai kebijakan dan pendekatan praktis penataan infrastruktur telekomunikasi, yang kerap menjadi tantangan di berbagai daerah.

    Kepala Diskominfo Tangsel, Tb. Asep Nurdin menjelaskan bahwa Pemkot Tangsel telah menjalankan program ini sejak tahun 2023, dengan landasan kuat yakni Peraturan Wali Kota Nomor 47 Tahun 2019 Tentang Penataan dan Pengendalian Pembangunan Menara Telekomunikasi.

    “Jadi sebelum kita memulai untuk menata persoalan kabel udara ini ke bawah tanah secara masif, Pemkot Tangsel sendiri telah membuat dahulu regulasi yang tegas untuk mengatur kebijakan ini jangka panjangnya,” ujar Tb. Asep saat berdiskusi dengan Pemkot Tangerang di Diskominfo Tangsel, Rabu (16/4/2025).

    Regulasi yang jelas ini, menurut Tb. Asep, sangat penting mengingat program ini melibatkan lintas instansi dan sektor baik dari pihak pemerintah daerah maupun swasta.

    “Selama ini banyak pemilik kabel fiber optik yang berlindung di balik izin dari pusat dan seolah aturan daerah tidak berlaku. Mereka kerap mengklaim sudah punya izin gelaran dari kementerian, padahal ada kewajiban perpanjangan infrastruktur yang mereka abaikan, dan ini harus kita atur tegas,” jelasnya.

    Menurutnya, Pemkot Tangsel mengambil pendekatan kolaboratif dalam menata kabel udara.

    Ada dua jalur kebijakan utama yang diberikan kepada perusahaan pemilik fiber optik yang ada yakni, pembangunan ducting bawah tanah, dan pemanfaatan tiang bersama di wilayah yang tidak memungkinkan pembangunan ducting.

    “Kami tidak memaksakan pembangunan ducting di kawasan yang sudah padat. Karena itu, alternatif tiang bersama menjadi solusi realistis. Satu tiang bisa dipakai bersama oleh para pemilik kabel,” jelasnya.

    Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Asep juga menekankan pentingnya komunikasi dan transparansi. Untuk memastikan kelancaran program ini, Pemkot Tangsel pun mengajak asosiasi seperti Asosiasi Penyelenggaran Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL), Asosiasi Peyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan pengelola menara untuk duduk bersama. Tujuannya, agar kebijakan ini bisa berjalan secara kolektif dan berkelanjutan.

    “Kuncinya adalah regulasi yang kuat. Tanpa itu, kita enggak bisa apa-apa. Kalo kita ingin kota yang tertata, estetik, tapi kabel udara masih semrawut, itu kontradiksi. Maka semua pihak harus duduk bareng,” kata dia.

    Sejak 2023 hingga 2024, Pemkot Tangsel telah berhasil merelokasi 12 ruas jalan dari kabel udara ke bawah tanah, dan di 2025, 6 ruas jalan akan kembali dilakukan perapihan kabel udara. (At)

  • Jadi Tersangka, Kejati Banten Tahan Kabid Kebersihan DLH Tangsel

    Jadi Tersangka, Kejati Banten Tahan Kabid Kebersihan DLH Tangsel

    Serang, Djawaranews.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menetapkan Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, Banten, dengan inisial TAKP, sebagai tersangka pada Rabu (16/4/2025).

    Penetapan ini terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek jasa pengangkutan dan pengelolaan sampah di DLH Tangsel pada tahun 2024.

    Rangga Adekresna, Kasi Penkum Kejati Banten, menjelaskan bahwa penahanan terhadap TAKP dilakukan berdasarkan surat perintah penyidikan tertanggal 16 April 2025.

    Setelah ditetapkan sebagai tersangka, TAKP langsung dititipkan di Rumah Tahanan Kelas IIB Pandeglang.

    Kasus ini bermula dari proyek jasa layanan pengangkutan dan pengelolaan sampah DLH Tangsel yang dilaksanakan pada Mei 2024.

    Proyek senilai Rp75,9 miliar ini melibatkan PT EPP sebagai penyedia jasa, dengan rincian anggaran Rp50,7 miliar untuk pengangkutan dan Rp25,2 miliar untuk pengelolaan sampah.

    Penyidikan Kejati Banten menemukan indikasi kuat adanya persekongkolan antara pihak DLH dan PT EPP sebelum proses pemilihan penyedia jasa.

    Selain itu, PT EPP diduga tidak melaksanakan salah satu poin penting dalam kontrak, yaitu pekerjaan pengelolaan sampah.

    Didapati bahwa PT EPP tidak memiliki fasilitas, kapasitas, maupun kompetensi yang memadai untuk melakukan pengelolaan sampah.

    Atas perbuatannya, TAKP dijerat dengan pasal berlapis terkait tindak pidana korupsi, termasuk Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (Trg)

  • Pemkot Tangsel Percepat Penanganan Banjir di Kompleks Maharta dengan Program Pengendalian Banjir Terintegrasi

    Pemkot Tangsel Percepat Penanganan Banjir di Kompleks Maharta dengan Program Pengendalian Banjir Terintegrasi

    TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSABMBK) terus mempercepat upaya penanganan banjir di Komplek Perumahan Maharta, Pondok Aren.

    Melalui program pengendalian banjir yang terintegrasi, Pemkot Tangsel menargetkan solusi menyeluruh yang menjangkau kebutuhan jangka pendek dan menengah.

    Menurut Kepala DSDABMBK Tangsel, Robbi Cahyadi mengatakan, sejak tahun 2018 hingga 2023, revitalisasi Kali Serua telah dilaksanakan secara bertahap.

    Mulai dari peninggian turap menggunakan beton bertulang hingga pelebaran badan sungai sekitar satu meter. Hasilnya cukup berdampak dalam mengurangi frekuensi banjir, namun tantangan masih ada, terutama akibat curah hujan yang semakin tinggi dari tahun ke tahun.

    “Revitalisasi yang kami lakukan selama lima tahun terakhir telah memberi dampak positif, namun seiring dengan curah hujan yang semakin ekstrem, tantangan banjir di Sungai Serua belum sepenuhnya teratasi. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk memperbaiki dan memperluas kapasitas penampungan air,” ujarnya.

    Robbi menjelaskan, salah satu penyebab utama banjir adalah tingginya muka air Sungai Serua yang mengalir ke saluran drainase pemukiman (backwater).

    Ditambah dengan daya tampung Sungai Serua yang terbatas, sehingga tidak mampu menampung air hujan dengan intensitas tinggi yang sering terjadi akhir-akhir ini.

    Selain itu, terdapat keterbatasan sarana teknis seperti rumah pompa, saat ini hanya tersedia 8 unit dari kebutuhan minimal 15 unit, dan kondisi 15 pintu air yang belum seluruhnya berfungsi optimal.

    Titik-titik krusial juga ditemukan di sekitar Jembatan Pasar Maharta, yang menyempitkan aliran sungai, serta di beberapa titik pendangkalan Kali Serua yang memperburuk aliran air.

    Untuk itu, Pemkot telah menyusun langkah-langkah percepatan yang akan direalisasikan pada tahun 2025. Di antaranya adalah pembangunan 3 unit rumah pompa menggunakan APBD murni dan tambahan 6 unit melalui APBD Perubahan.

    Perbaikan seluruh pintu air yang ada juga akan dilakukan, bersamaan dengan peninggian turap di Jalan Dr. Setiabudi dan pengerukan Kali Serua.

    Pemerintah juga akan membongkar jembatan penyempit aliran di Jalan Delima (Pasar Maharta), mengeruk kolam retensi, dan menata ulang saluran drainase lingkungan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta).

    Koordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang juga dijalankan dalam agenda normalisasi Kali Serua secara lintas wilayah.

    “Melalui kerjasama antara semua pihak, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dari banjir. Kami juga berharap warga dapat berpartisipasi aktif Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan agar rumah pompa berfungsi dengan baik dan saluran drainase lancar. Dengan membersihkan saluran drainase secara rutin, kita tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga melindungi fasilitas umum yang sudah ada, seperti rumah pompa yang sangat vital saat terjadi hujan deras,” kata Robbi.

    Kepala Bidang Sumber Daya Air, Eka Pribawa, menambahkan bahwa solusi jangka menengah juga disiapkan.

    Di antaranya adalah pembangunan longstorage, pembuatan polder skala kawasan, serta kolaborasi dengan pengembang perumahan untuk membangun kolam tampungan air dan mengeruk kolam yang sudah ada.

    “Program-program ini kami harapkan dapat memperbaiki kondisi sungai dan mengurangi potensi banjir yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat di Kompleks Maharta,” jelas Eka.

    Pemerintah Kota Tangsel berharap, berbagai upaya ini bisa meminimalisir potensi banjir dan memberikan rasa aman kepada warga Maharta. Masyarakat pun diimbau untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air agar program pengendalian banjir berjalan efektif. (At)

  • TPS 3R Vila Pamulang Mas 2 Konsisten Kurangi Sampah 100kg Perhari

    TPS 3R Vila Pamulang Mas 2 Konsisten Kurangi Sampah 100kg Perhari

    TANGSEL, Djawaranews.com – Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Reduce, Reuse, Recycle (3R) menjadi salah satu ujung tombak mengurangi timbulan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

    Salah satu TPS 3R yang berhasil dan konsisten adalah TPS 3R Vila Pamulang Mas 2 yang berlokasi di lingkungan RW.08 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel.

    TPS 3R Vila Pamulang Mas 2 ini didirikan dan beroperasi sejak tahun 2010 itu masih aktif dan konstisten hingga saat ini mengolah sampah rumah tangga hampir 1.000 kepala keluarga (KK).

    Pengurus TPS 3R Vila Pamulang Mas 2 Ahmad Ghozali Mukti mengatakan, kehadiran TPS yang juga disebut Rumah Kompos itu menjadi bagian solusi nyata dalam penanganan masalah sampah rumah tangga pada skala lingkungan atau kawasan perumahan atau permukiman khususnya.

    “Hal penting dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah harus didahului dengan adanya kehendak dan komitmen masyarakat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan sampah rumah tangga secara semi mandiri secara operasional,” ungkap Ghozali, Selasa, 15 April 2025.

    Ghozali menuturkan, persoalan penanganan sampah tidak hanya kewajiban pemerintah atau dinas terkait, tetapi juga harus ada peran aktif masyarakat.

    Peran masyarakat itu, kata Ghozali, dapat berbentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang kemudian dituangkan dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) menjadi haluan operasional TPS 3R Vila Pamulang Mas 2 oleh para pengurus sebagai pekerja sosial dengan dibantu para pekerja teknis yang diberikan upah atau honorarium bulanan dan tunjangan-tunjangan lainnya.

    “Bahwa persoalan sampah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah kota (Dinas) terkait, tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat yang telah ‘menciptakan’ sampah,” papar Ghozali.

    Hingga saat ini, sudah 15 tahun, TPS 3R Vila Pamulang Mas 2 masih konstisten mengolah sampah rumah tangga masyarakat di lingkungannya.

    Dalam sehari, dari total hampir 1.000 KK itu, ada 100 kg sampah rumah tangga yang ditangani dan dipilah untuk mengurangi jumlah timbulan sampah di TPA Cipeucang.

    “Setiap hari, kami melayani hampir 1.000KK dengan volume sampah rumah tangga setara 4 kendaraan roda tiga dan sampah organiknya lebih kurang satu kwintal atau 100kg,” ungkap Ghozali.

    Diketahui, dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel tercatat ada 36 TPS 3R yang masih aktif memilah sampah di Kota Tangsel. TPS 3R itu tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Kota Tangsel.

    Kehadiran TPS 3R dan konsistensi aktivitasnya memilah sampah dari masyarakat, berperan penting mengurangi timbulan sampah di TPA Cipeucang yang saat ini dibutuhkan penanganan ekstra untuk menangani tumpukan sampah.

    Terpisah, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Tb. Apriliadhi Kusumah Perbangsa mengatakan, pihaknya akan terus mengoptimalkan peran TPS 3R sebagai salah satu upaya penanganan sampah dari hulu.

    “TPS 3R punya peran penting dalam penanganan sampah dari hulu. Ke depan kita akan terus optimalkan, terutama TPS 3R yang tidak aktif akan kita coba aktifkan kembali dan dikelola untuk menangani masalah sampah di masyarakat,” ungkapnya. (At)

  • Pemkot Tangsel Siapkan Ratusan Los Kosong di Gedung Pasar Ciputat, Cukup Daftar dan Gratis

    Pemkot Tangsel Siapkan Ratusan Los Kosong di Gedung Pasar Ciputat, Cukup Daftar dan Gratis

    CIPUTAT, Djawaranews.com – Di tengah upaya penataan kawasan Jalan Haji Usman, Kecamatan Ciputat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menyediakan tempat dagang yang layak, aman, dan gratis biaya.

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangsel, Abdul Aziz mengatakan, saat ini masih tersedia ratusan los yang kosong dan siap ditempati oleh para pedagang di Pasar Ciputat.

    “Di gedung ini masih tersedia lebih dari 130 los di lantai atas dan sekitar 40 los di lantai bawah, semuanya masih bisa ditempati,” ujar Aziz dari keterangan yang didapat pada Selasa (15/04/2025).

    Bahkan tersedia pula kios tertutup yang bisa digunakan oleh pedagang buah, sembako, dan produk lainnya.

    Menurut Aziz, penyebab utama para pedagang enggan pindah ke dalam pasar adalah karena sebagian besar dari mereka masih terbiasa berjualan di trotoar.

    Namun, ia menegaskan bahwa langkah penataan ini bukan untuk mempersulit pedagang, justru sebaliknya yakni untuk menciptakan pasar yang lebih tertib, nyaman, bersih dan menguntungkan baik bagi pedagang, pembeli dan penggunaan jalan raya.

    Disperindag juga sudah menetapkan zona-zona khusus untuk jenis dagangan, seperti zona sayur, ikan, daging, hingga ayam. Semua telah disiapkan agar pasar berjalan lebih rapi dan pembeli lebih mudah mencari kebutuhan.

    “Untuk penempatan (los atau kios) tidak dipungut biaya, mungkin nanti ke depannya biasa ada retribusi tapi tidak seperti kita sewa dengan swasta,” kata dia.

    Untuk mendaftarnya cukup datangi posko pendaftaran yang disediakan, dengan syarat telah diverifikasi sebagai pedagang dan benar ada barang dagangannya yang akan diperjual-belikan. (At)