Kategori: Pandeglang

  • Pjs Kades Dinilai Gagal Jalankan Tugas, Tokoh Pemuda Pandeglang Desak Pemkab Segera Bertindak

    Pjs Kades Dinilai Gagal Jalankan Tugas, Tokoh Pemuda Pandeglang Desak Pemkab Segera Bertindak

    PANDEGLANG, Djawaranews.com – Kinerja sejumlah Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa di Kabupaten Pandeglang kembali menjadi sorotan. Sejumlah Tokoh pemuda menilai para Pjs Kades gagal menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal, sehingga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

    Salah satu tokoh pemuda Kecamatan Jiput, Olih Kun SC, mengungkapkan bahwa banyak laporan dari masyarakat terkait lemahnya pelayanan publik, kurangnya koordinasi dengan perangkat desa, serta tidak transparansinya pengelolaan dana desa.

    “Banyak Pjs Kades yang tidak menjalankan musyawarah desa secara terbuka. Warga merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan penting. Akibatnya, pembangunan dikhawatirkan tidak sesuai dengan RAB, bahkan diduga penyelewengan anggaran Wallahu’alam Bisshawab. Ini tentu membahayakan demokrasi desa dan bertentangan dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,” Ujar Olih dalam keterangan resminya kepada media, Senin (28/4/2025).

    Ia juga menyoroti sikap otoriter sejumlah Pjs Kades Se-Kabupaten Pandeglang dalam mengambil keputusan, serta dugaan penyalahgunaan kewenangan, khususnya di wilayah Kecamatan Jiput.

    Lebih lanjut, Olih menilai keberadaan Pjs Kades yang menjabat terlalu lama tanpa evaluasi dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan berpotensi mengganggu stabilitas di tingkat desa. Ia juga mengkritik lemahnya pengawasan dari dinas terkait, serta menilai Pemkab Pandeglang terlalu pasif dan kurang tanggap terhadap keluhan masyarakat.

    “Kami mendesak Bupati Pandeglang untuk segera membentuk tim evaluasi kinerja Pjs Kades. Jika ditemukan pelanggaran, mereka harus segera diganti dengan sosok yang lebih kompeten dan berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.(Ad)

  • Wujudkan sinergitas melalui koordinasi Jasa Raharja dengan Dishub Kabupaten Pandeglang Jasa Raharja dalam Rangka Peraturan Gubernur (Pergub) Banten Nomor 170 Tahun 2025

    Wujudkan sinergitas melalui koordinasi Jasa Raharja dengan Dishub Kabupaten Pandeglang Jasa Raharja dalam Rangka Peraturan Gubernur (Pergub) Banten Nomor 170 Tahun 2025

    Pandeglang, Djawaranews.com – Kasubag IWKBU Kanwil Banten Haris Subekti melakukan kunjungan ke kantor Dishub Kabupaten Pandeglang dalam rangka meningkatkan sinergi antar instansi.

    Dalam silahturahim dan koordinasi Jasa Raharja dan Dishub Kabupaten Pandeglang membicarakan upaya kolaboratif dalam meningkatkan pembinaan dan pengawasan angkutan pedesaan dan PO Bus yang ada di wilayah kabupaten Pandeglang, dengan adanya Peraturan Gubernur Banten Nomor 170 tahun 2025. tentang Pembebasan Tunggakan Pokok dan/atau Sanksi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

    Dalam pelaksanaan program Pembebasan Tunggakan Pajak Kendaraan dimaksud yang sedang berlangsung dari tanggal 10 April sampai dengan tanggal 30 Juni 2025, diharapkan para pemilik angkutan umum dapat memanfaatkan momentum ini guna melunasi kewajiban Pajak Kendaraan dan dokumen administrasi yang juga penting antara lain Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum untuk keterjaminan perlindungan dasar kecelakaan bagi para penumpang angkutan umum serta melakukan uji kelaikan kendaraannya di Dishub.

    Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum atau IWKBU merupakan dana yang berasal dari penumpang angkutan umum untuk perlindungan dasar kecelakaan disaat menggunakan transportasi angkutan umum.

    Kegiatan koordinasi dan sinergitas yang dilakukan senantiasa terjaga dapat berlangsung secara berkesinambungan agar program inisiatif strategi yang telah dirancang dapat terlaksana dengan baik sebagai wujud dukungan terhadap peningkatan pelayanan angkutan umum kepada masyarakat dapat dirasakan manfaatnya. (Yon)

  • Jalan Cadasari-Rego: Swadaya Warga Tanggapi Lambannya Pembangunan Infrastruktur

    Jalan Cadasari-Rego: Swadaya Warga Tanggapi Lambannya Pembangunan Infrastruktur

    Pandeglang, Djawaranews.com  – Kekecewaan dan keprihatinan mendalam dirasakan warga Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, terkait lambannya pembangunan jalan penghubung Cadasari-Rego menuju perbatasan Kabupaten Serang. Jalan yang kondisinya rusak parah ini telah bertahun-tahun terabaikan, memaksa warga untuk berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya.

    Forum Ketua RT dan RW Desa Ciinjuk, bersama dengan rekan-rekan dari Desa Kaung Caang, menunjukkan kepedulian nyata dengan melakukan pengurugan jalan yang rusak. Aksi ini menjadi bukti nyata keresahan warga yang telah lama menantikan sentuhan pembangunan dari pemerintah.

    “Sudah bertahun-tahun jalan ini rusak dan tak tersentuh pembangunan. Kami prihatin karena kondisi jalan ini sangat mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan,” ungkap salah satu Ketua RT yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa kondisi jalan yang buruk tersebut bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

    Kerusakan jalan tersebut bukan hanya sekedar lubang-lubang kecil, melainkan kerusakan yang cukup signifikan yang membuat jalan tersebut sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Kondisi ini tentu saja berdampak pada perekonomian warga sekitar, karena terhambatnya dengan keadaan jalan tersebut.

    Harapan besar kini tertuju pada Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk segera merespon keluhan warga. “Baik dari Pemerintah Provinsi Banten maupun Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kami berharap ada perhatian serius terhadap perbaikan jalan ini. Yang terpenting, jalan ini segera diperbaiki,” tegas Ketua RT tersebut.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa swadaya masyarakat hanyalah upaya sementara untuk meringankan beban warga. Perbaikan yang lebih permanen dan menyeluruh tetap dibutuhkan untuk memastikan akses jalan yang layak dan aman bagi seluruh warga. Aksi swadaya ini juga menjadi bentuk desakan moral kepada pemerintah agar segera bertindak.

    Pemerintah Kabupaten Pandeglang diharapkan tidak hanya memberikan respon, tetapi juga segera menindaklanjuti dengan langkah konkrit. Perbaikan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus diprioritaskan. Keberadaan jalan yang memadai akan turut mendorong peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Ketegasan dan kecepatan pemerintah dalam menangani masalah ini sangat dinantikan oleh warga Desa ciinjuk dan sekitarnya.(Red)

  • Gubernur Banten : Program KB Untuk Tingkatkan Kualitas SDM

    Gubernur Banten : Program KB Untuk Tingkatkan Kualitas SDM

    Pandeglang, Djawaranews.com – Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk tingkatkan kualitas sumber daya manusia Provinsi Banten. Menjadikan Provinsi Banten sebagai daerah yang efektif dalam program Keluarga Berencana (KB).

    “Kami merasa, BKKBN akan menjadi mitra dalam rangka bagaimana membuat Banten ini sumber daya manusianya berkualitas. Kemudian menjadi satu daerah yang efektif pelaksanaan keluarga berencananya,” kata Andra Soni usai mengikuti Launching Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Pelayanan Vasektomi Serentak Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/ Kepala BKKBN, Wihaji secara virtual di Halaman Kantor Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Senin (21/4/2025).

    “Kami yakin dengan bekerja sama kita bisa mengatasi segala permasalahan,” tambahnya

    Menurut Andra Soni, pada dasarnya KB itu keren. Diharapkan semua pihak dapat turut serta dalam mensukseskan program KB.

    Dirinya juga mengaku sepakat dengan apa yang disampaikan Kepala BKKBN terkait pentingnya, orang tua khususnya ayah. Peran ayah untuk meluangkan waktu dalam berinteraksi dengan anak-anaknya membantu karakteristik kepemimpinan sang anak.

    “Apa yang disampaikan Pak Menteri, saya sepakat terkait waktu ayah dengan anak-anak. Memang ada masa-masa penting dalam proses pertumbuhan anak, baik berkaitan dengan cara dan keberanian mengambil keputusan serta menghadapi permasalahan,” ungkap Andra Soni.

    Dalam sambutannya, Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan ketika anak berumur 12-18 tahun harus dijadikan teman berbicara oleh orang tuanya, khususnya sang ayah.

    “Anak pada umur tersebut harus dijadikan teman, luangkan waktu untuk mengobrol,” ujarnya.

    Kemudian, Wihaji menyampaikan hampir 20,9 persen anak di Indonesia merasa kehilangan sosok ayah dalam perkembangannya. Maka hal itu harus mendapatkan penanganan yang tepat, lantaran sosok ayah mampu mempengaruhi karakteristik anak dalam keberaniannya dalam mengambil keputusan.

    “Didalam penelitian, sosok ayah mempengaruhi leadership dan keberanian anak-anak kita. Dan mereka ini yang menjadi penerus kedepan,” imbuhnya.

    “Maka kita launching Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI),” pungkasnya.

    Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, Staf Ahli TP PKK Provinsi Banten Irna Narulita, Bupati Pandeglang Rd. Dewi Setiani, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Rusman Efendi, Forkopimda Kabupaten Pandeglang serta tamu undangan yang lainnya. (Lan)

  • Hasil Berswadaya Jalan Bojong canar-Cening, Masyarakat Minta Pemerintah Tanggap Menyikapi

    Hasil Berswadaya Jalan Bojong canar-Cening, Masyarakat Minta Pemerintah Tanggap Menyikapi

    Pandeglang, Djawaranews.com – beberapa warga masyarakat Bojong Canar, desa Dahu kecamatan Cikeudal kabupaten Pandeglang Banten.
    Meminta pemerintah untuk tanggap dan segera menyikapi kelanjutannya.

    Ruas jalan Bojong Canar-Cening yang ada di wilayah desa dahu, beberapa waktu lalu melakukan swadaya pengerasan jalan yang berlubang dan terjal.

    Maksud dan tujuannya tak lain, agar pengguna jalan yang melintas di ruas tersebut tak berbahaya atau terjadi kecelakaan.

    Dalam pantauan wartawan, ruas jalan Bojong canar yang sebelumnya hancur terjal dan berlubang, kini rata setelah di kerjakan oleh warga secara Bersaadaya.

    Panjang ruas yang di perbaiki oleh warga sekitar 340 meter, jika batas dengan jalan beton yang ada sekitar 550 meter diperkirakan.

    Masyarakat juga meminta kepada pemerintah, agar kegiatan tersebut bukan atas dasar kepentingan warga kepada pemerintah. Namun pemerintah agar mengetahui jika masyarakat Bojong Canar perduli akan mengantisipasi kecelakaan,” kami meminta dan sekaligus berharap kepada pemerintah, untuk segera di perhatikan apa yang kami minta,” ungkap Nunung selaku warga pengguna jalan yang sering melintas.

    Sapta juga menyampaikan, jika warga sangat berharap banyak memiliki jalan yang bagus,” harapan masyarakat sangat dan sangat ingin memiliki jalan yang bagus, agar roda perekonomian masyarakat juga bisa meningkat, sebab jalan tak lagi membuatnya takut untuk usaha berjualan,” jelasnya.

    Selain itu, masih katanya Sapta, warga masyarakat sudah bertahun tahun menikmati jalan yang rusak,” kami semua pada akhirnya, merasakan jalan tersebut, sebagai makanan sehari-hari. Maksudnya sudah lama sekali tidak di perbaiki, hampir belasan tahun,”tuturnya.

    Hal lain juga di ungkapkan oleh Edi selaku pengendara motor yang sering melintas di ruas jalan tersebut,” harusnya, pemerintah merasa bangga kepada masyarakat yang berswadaya, sebab tidak menunggu program tapi masyarakat antusias bergotong royong. Apalagi jika sudah di perbaiki oleh pemerintah, pasti mereka akan merawat jalan itu sendiri. Saya yakin akan hal itu,” ucapnya.

    Sementara saat wartawan menghubungi Camat kecamatan Cikeudal, beliau sedang sakit. Dan sampai di situ wartawan juga mengkonfirmasi terkait jalan tersebut kepada dinas PUPR kabupaten Pandeglang,”Untuk informasi ini sekitar minggu kemarin ya kang. Kami mengapresiasi hal tersebut. Dan saat ini kami sedang berupaya mencari sumber pendaan agar jalan di Pandeglang bisa dalam kondisi baik,” tutur Andrian Wisudawan
    Plt. Kabid Bina Marga PUPR Pandeglang.

    Perlu adanya perhatian khusus untuk masyarakat pengguna jalan yang ada di kabupaten Pandeglang, khususnya masyarakat Bojong Canar dan Babakan Lor, dengan bersusah payah membantu pemerintah. Kini tinggal Pemerintah kabupaten Pandeglang melalui dinas terkait, perdulikan dan tanggap dalam berkerja.

    Tak sedikit warga masyarakat lain berapresiasi kepada warga Cikeudal, dan semoga terealisasi hasil swadaya masyarakat tersebut. (Lan)

  • Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni: Sinergi Program KB dan Program PKK Penting

    Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni: Sinergi Program KB dan Program PKK Penting

    Pandeglang, Djawaranews.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menegaskan sinergi program TP PKK dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN) penting. Bersama – sama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Hal itu disampaikan Tinawati saat memberikan sambutan dalam acara Kick Off Pelayanan KB Serentak MOP, Pelayanan 1000 Implant, Peluncuran Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Pengukuhan Genre dan DENTING yang digelar di Lapangan Kantor Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Senin (21/4/2025). Kegiatan itu merupakan bagian dari Puncak Peringatan Hari Kartini ke-146 yang diinisiasi oleh BKKBN Provinsi Banten berkolaborasi dengan TP PKK Provinsi Banten.

    Dalam sambutannya, Tinawati menyampaikan bahwa berbagai program pelayanan KB yang diluncurkan hari ini, termasuk pelayanan Metode Operasi Pria (MOP), pemasangan 1000 implan, serta peluncuran GATI. Program itu selaras dengan visi misi TP PKK dalam mendukung pembangunan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    “Melalui TP PKK, kita menggerakkan program-program yang mendukung peningkatan kualitas hidup, sejalan dengan program BKKBN. Untuk itu, ke depan perlu ditingkatkan sinergi antara pembangunan kependudukan dan keluarga agar tujuan dan cita-cita pemerintah bisa tercapai, khususnya di Provinsi Banten,” ujar Tinawati.

    Ia juga meyakini bahwa dengan kepemimpinan yang kuat dan kolaborasi semua pihak, program-program itu dapat memberikan dampak positif yang luas. Tidak hanya untuk Provinsi Banten, tetapi juga untuk Indonesia secara keseluruhan.

    Dalam kesempatan itu, Bupati Pandeglang Rd Dewi Setiani dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini harus dimaknai sebagai momentum untuk terus menghargai perjuangan perempuan, termasuk dalam hal hak dan kesejahteraan.

    “Kita apresiasi program yang digulirkan hari ini. Kick Off 1000 Akseptor ini adalah wujud nyata bagaimana peran BKKBN menjadikan perempuan-perempuan Indonesia berdaya, sehat, dan siap menyiapkan Generasi Emas 2045,” kata Dewi.

    Ia juga menekankan bahwa program Keluarga Berencana bukan semata program kesehatan, tetapi bagian dari strategi membangun bangsa dari unit terkecil, yaitu keluarga. “Dengan semangat Kartini, masyarakat harus sadar pentingnya perencanaan keluarga untuk masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

    Dewi juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memilih Kabupaten Pandeglang sebagai titik utama pelaksanaan kick off yang dilakukan secara serentak di 35 kecamatan.

    Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni, Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Erin Febiana, jajaran TP PKK Provinsi dan Kabupaten, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, serta para penyuluh dan kader KB se-Kabupaten Pandeglang. (Lan)

  • Gubernur Banten Andra Soni Bersama Masyarakat Bersihkan Tumpukan Sampah Pantai Teluk Labuan

    Gubernur Banten Andra Soni Bersama Masyarakat Bersihkan Tumpukan Sampah Pantai Teluk Labuan

    Pandeglang – Gubernur Banten Andra Soni terjun bersama masyarakat melakukan pembersihan tumpukan sampah Pantai Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang Jumat (18/4/2025). Pembersihan juga diperkuat oleh personil dan alat berat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten,

    Andra Soni mengatakan pentingnya membangun kesadaran bersama dalam rangka penanganan dan penyelesaian permasalahan sampah. Hal itu dapat dilakukan dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

    “Hari ini kita tinjau kondisi di Desa Teluk, ini (masalah tumpukan sampah, red) dulu sempat ramai, bahkan beberapa tahun lalu sudah ada gerakan pembersihan sampah bersama relawan Pandawara dan pihak lainnya,” ungkap Andra Soni.

    “Dan hari ini kembali terjadi penumpukan sampah, maka kita lakukan pembersihan,” lanjutnya.

    Lebih lanjut, Andra Soni mengungkapkan pihaknya akan segera melakukan kajian terhadap penyelesaian permasalahan sampah di Desa Teluk.

    “Kita akan membuat kebijakan sebagai upaya besar agar tempat ini mendapatkan penanganan yang baik, sehingga potensinya bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

    “Kita akan bersama-sama masyarakat Desa Teluk untuk selesaikan masalah ini,” sambungnya.

    Sementara, Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan dalam pembersihan tumpukan sampah tersebut pihaknya menerjunkan 120 personil dan dibantu dengan 2 alat berat serta 5 kendaraan dump truk untuk mengangkut sampah.

    “Kami mendapatkan arahan dari Pak Gubernur untuk menerjunkan personil melakukan pembersihan sampah di tempat ini bersama masyarakat,” ujarnya.

    Arlan mengungkapkan dalam waktu dekat Pemprov Banten akan melakukan pembahasan dan perencanaan dalam rangka mengatasi permasalahan sampah di Pantai Teluk, agar tidak kembali terjadi penumpukan sampah.

    “Kita juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, karena ini penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

    Selain itu, Arlan mengungkapkan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Pemkab Pandeglang dalam penyelesaian permasalahan sampah tersebut.

    “Kita juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Pandeglang agar ada penyediaan tempat penampungan sampah sementara, sepertinya yang saat ini belum mencukupi daya tampungnya,” jelasnya.

    Pada kesempatan itu, Arlan juga menyampaikan dampak buruk dari membuang sampah ke sungai. Diantaranya dapat mengakibatkan banjir dan pencemaran lingkungan, lantaran terjadi penumpukan sampah.

    “Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, dan jangan membuang sampah ke sungai, karena banyak risiko membuang sampah ke sungai,” pungkasnya. (Trg)

  • Polri Untuk Masyarakat, Polsek Cikedal Swadaya Perbaiki Jalan Bersama Masyarakat

    Polri Untuk Masyarakat, Polsek Cikedal Swadaya Perbaiki Jalan Bersama Masyarakat

    Pandeglang – Dampak kerusakan jalan bukan hanya menghambat roda perekonomian, namun juga meningkatkan risiko kecelakaan. Jalan yang berlubang, bergelombang, atau bahkan amblas dapat menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas.

    Akibat jalan rusak, banyak pengendara yang harus mendadak untuk menghindari lubang, yang kerap berujung pada kecelakaan fatal. Pengguna kendaraan roda dua menjadi kelompok yang paling rentan terhadap bahaya ini.

    Peran serta masyarakat juga sangat di butuhkan, dengan rasa kepedulian harus di kedepankan.

    Hal itu juga di ungkapkan oleh kapolsek Cikedal IPTU Abdul Azis, Maulana juga mengatakan, kegiatan bersama warga masyarakat merupakan wujud kepedulian terhadap pengguna kendaraan yang rentan menjadi korban akibat jalan rusak.

    ” kami merasa ikut bertanggungjawab dan memiliki kewajiban untuk bersama-sama memperbaiki jalan rusak ini, setidaknya agar tingkat kecelakaan akibat jalan yang rusak dan berlubang berkurang.,”ungkapnya Sabtu, 12/4/2025.

    Kapolsek, juga masih menuturkan. Menurutnya, meski pemerintah memegang peran penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur jalan, namun partisipasi masyarakat dalam pembangunan jalan memiliki peran yang sangat penting. pembangunan jalan yang rusak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga menjadi tanggung jawab bersama.

    ” kita selaku warga negara memiliki kewajiban untuk peduli terhadap lingkungan, jika sekiranya bakal terjadi kecelakaan pada masyarakat kami saat melintas, maka jika bisa kita cegah dengan cara kita bergotong royong untuk menyikapinya dengan perbaikan jalan rusak ini,” ungkap Kapolsek.

    Masih kata Kapolsek, antusias dan peran serta masyarakat ini sangat luar biasa, sebelum dimulainya gotong royong memperbaiki jalan pun, sempat dilakukannya musyawarah, dan warga yang ikut berkumpul merespon positif ajakan untuk bersama-sama memperbaiki jalan yang konon acap kali terjadinya kecelakaan akibat jalan berlubang di Desa tersebut.

    ” kami saat berkumpul dan bermusyawarah, ternyata masyarakat sangat antusias, dan disambut baik, bahkan mereka siap moral dan materilnya dicurahkan untuk swadaya jalan ini,” ucapnya.

    Lanjut dia, kegiatan ini juga merupakan manifestasi dari moto Polri untuk masyarakat yaitu pelayanan, pengayom dan pelindung masyarakat. Melalui gerakan gotong royong bersama warga secara swadaya ini membuktikan bahwa kepedulian warga dan Polri terhadap pengguna kendaraan di jalan merupakan kesadaran bersama dalam membangun, menjaga dan merawat.

    ” Polri Untuk masyarakat, nah kami hadir untuk masyarakat agar sedikit memberikan kenyamanan terhadap pengguna jalan,” ujarnya.

    Sementara, hal lain juga diungkapkan oleh Udin warga Desa Babakan Lor,/Bojong Camat kecamatan Cikeudal, kabupaten Pandeglang Banten,”Alhamdulillah konsep yang dijelaskan oleh polri melalui Kapolsek terasa oleh kami sekarang ini, sebab sudah ada rasa kepedulian ini juga sudah menunjukan jika memang polri untuk masyarakat,” ungkap H.Udin.

    Dirinya juga menerangkan, dengan maksud tujuan dari Polsek Cikedal,” kami intinya merasa berterima kasih kepada Polri khususnya Polsek Cikedal, yang mana sudah menunjukan kepeduliannya terhadap warga semua yang ada di kecamatan Cikeudal, khususnya pengguna jalan. Semoga niat swadaya masyarakat ini kita bisa menjadi berkontribusi kepada pemerintah, jika semua itu harus ada peran serta masyarakat juga, sebagai warga negara yang bergotong royong,” tutupnya. (Rc)

  • Wagub Banten A Dimyati Natakusumah: Selamat HUT ke-151 Tahun Kabupaten Pandeglang

    Wagub Banten A Dimyati Natakusumah: Selamat HUT ke-151 Tahun Kabupaten Pandeglang

    Pandeglang, Djawaranews.com – Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah mengatakan Kabupaten Pandeglang memiliki potensi daerah yang menjadi prioritas. Yakni sektor pertanian, sumber daya alam mineral dan penyediaan kawasan industri, serta potensi pariwisata khususnya di Geopark Ujung Kulon.

    Hal itu diungkap Dimyati saat memberikan sambutan pada Sidang Paripurna Istimewa Peringatan HUT Ke-151 Tahun Kabupaten Pandeglang di Gedung DPRD Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/4/2025).

    “Selamat HUT ke-151 Tahun Kabupaten Pandeglang. Bersama-sama kita capai Pandeglang lebih maju,” ungkapnya.

    Dikatakan, saat ini Pemprov Banten menginventarisir potensi Kabupaten Pandeglang. “Kami telah merumuskan menjadi potensi prioritas dan unggulan sehingga menuju Pandeglang maju, modern, dan sejahtera,” ucap Dimyati.

    Pada prioritas pembangunan tambah Dimyati, wilayah perdesaan menjadi prioritas. Hal itu sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yaitu membangun dari desa, dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

    “Pemerintah Provinsi Banten saat ini memiliki program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau disingkat Bang Andra untuk meningkatkan infrastruktur jalan desa sebagai penunjang aktivitas perekonomian masyarakat. Ini juga kami prioritaskan,” ungkapnya.

    Dikatakan, momentum Peringatan Hari Jadi ke-151 Kabupaten Pandeglang Tahun 2025, menjadi kebersamaan seluruh pemangku kepentingan dan lapisan masyarakat untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam pembangunan daerah di Kabupaten Pandeglang.

    Dalam kesempatan itu, Bupat Pandeglang Rd Dewi Setiani mengatakan Peringatan HUT Ke 151 Tahun Kabupaten Pandeglang diselenggarakan secara hikmat dan sederhana. Menurutnya, dengan kesederhanaan itu tetap beresensi dan tidak mengurangi makna persaudaraan, kesatuan, persatuan dan kekompakan antar pemerintah, stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat

    “Tentu kami membutuhkan bantuan semua pihak untuk sama-sama bersinergi wujudkan Kabupaten Pandeglang yang kondusif dengan persaudaraan,” ungkapnya.

    Hal senada juga dikatakan Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berkolaborasi secara pentahelix (multi pihak) untuk mewujudkan dan merealisasikan harapan dan cita-cita masyarakat kabupaten Pandeglang.

    Iing juga meminta masyarakat untuk bersabar dalam merealisasikan janji-janji politiknya, dimana selama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Periode 2025-2029 Dewi – Iing baru dilantik pada 20 Februari 2025 lalu.

    “Mohon doa dan waktu kepada masyarakat Kabupaten Pandeglang karena Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Dewi – Iing baru dilantik pada tanggal 20 Februari 2025, kami mohon bersabar kepada seluruh masyarakat insya allah kami akan merealisasikan janji-janji politik kami,” terangnya

    Iing juga menyatakan komitmennya untuk terus bekerja wujudkan harapan-harapan masyarakat Kabupaten Pandeglang.

    “Kami berkomitmen terus bekerja semata-mata untuk kemaslahatan umat mewujudkan harapan-harapan masyarakat kabupaten pandeglang,”

    Iing juga berpesan pihaknya membuka ruang kritikan dan masukan dari seluruh elemen masyarakat, dimana kritikan dan masukan itu berlandaskan ide dan gagasan demi terciptanya cita-cita masyarakat.

    “Mengkritisi boleh tapi juga kritik itu dibarengi dengan ide dan gagasan mewujudkan harapan masyarakat,” tutupnya. (Trg)

  • Wakil Gubernur Banten, Resmikan Jembatan Desa Tegal

    Wakil Gubernur Banten, Resmikan Jembatan Desa Tegal

    Pandeglang, Djawaranews.com – peresmian Jembatan di kampung sereh, desa Tegal kecamatan Cikeudal kabupaten Pandeglang Banten berlangsung ramai.
    Jembatan yang di bangun oleh dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, melalui pihak kedua.

    Pembangunan jembatan di atas aliran sungai Cisata itu menelan anggaran Rp 6,9 miliar, dan pelaksana kegiatan CV. Abadi Berkah. Dengan panjang jembatan 35 meter dengan lebar 6 meter. Panjang jalan transisi 100 meter dan konstruksi rangka baja.

    Peresmian jembatan itu juga di hadiri oleh Bupati Pandeglang, beserta jajaranya, Kapolres Pandeglang, DPRD Banten, DPR RI, sementara kepala dinas PUPR Banten di wakili oleh kepala balai UPTD jalan dan jembatan Propinsi Banten wilayah Pandeglang, dan warga masyarakat beserta Muspika kecamatan Cikeudal.

    Jembatan tersebut diresmikan Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, Rabu (09/04/2025).

    Kepala desa Tegal, Supardi memaparkan dirinya merasa bersyukur, usulan jembatan tersebut di tahun 2023 dan terealisasi pembangunanya tahun 2024 lalu.

    “kami mewakili masyarakat berterima kasih, terutama kepada pemerintah provinsi Banten yang sudah menghibahkan satu bangunan jembatan penghubung bagi masyarakat pengguna jalan kecamatan Cikeudal khususnya desa Tegal,umumnya masyarakat Pandeglang,” ungkap Supardi

    Masih ungkapan Supardi, sebelah timur kecamatan Cisata dan Menes, di sebelah barat, beberapa kecamatan Pagelaran, Panimbang, ke Labuan,” ini akses yang sangat bagus sekali untuk mendobrak perekonomian masyarakat bisa di jadikan jalan alternatif, jadi tidak salah pemerintah menurunkan jembatan yang begitu indah,” masih ujar Supardi kepala desa Tegal.

    Sementara wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah mengaku, akses jalan yang masih terlihat rusak dari kedua arah jembatan akan menjadi fokus selanjutnya.

    “saya ingin jalan menuju jembatan mahal ini bagus jalannya, dan dsini ada program kita kurang lebih hampir 45 milyar jalan poros desa. Kita menunggu Bupati untuk mengusulkan. Nanti Bupati usulkan jalan mana yang prioritas,” tuturnya.

    Selain itu Dimyati berharap, dengan terbangunnya jembatan desa Tegal, dapat berfungsi untuk menghubungkan antar desa dan kecamatan, kemudian bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, infrastruktur di wilayah Kabupaten Pandeglang.

    “Mudah-mudahan jembatan ini bermanfaat, berguna, dan barokah serta menyambungkan silatuhrahmi,” tandasnya.

    Kegiatan tersebut juga berlangsung meriah, sambutan dari pihak masyarakat setempat dalam menyambut peresmian jembatan di desanya. (Trg)