Kategori: Nasional

  • Dukung Program Pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan dan BGN Sepakat Lindungi Seluruh Pekerja Di Ekosistem MBG

    Dukung Program Pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan dan BGN Sepakat Lindungi Seluruh Pekerja Di Ekosistem MBG

    JAKARTA, Djawaranews.com – Sebagai langkah nyata dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, BPJS Ketenagakerjaan dan Badan Gizi Nasional (BGN) sepakat untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja yang terlibat dalam ekosistem program Pemenuhan Gizi Nasional atau yang sering dikenal Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Sinergi antara kedua Badan bentukan pemerintah tersebut secara resmi dikukuhkan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo dan Kepala BGN Dadan Hindayana, Senin, (21/04), di Plaza BPJAMSOSTEK Jakarta.

    Selain bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemenuhan gizi bagi generasi penerus bangsa, program tersebut secara tidak langsung juga digadang-gadang mampu menyerap jutaan tenaga kerja di Indonesia.

    Dalam keterangannya Anggoro mengapresiasi dan menyambut baik langkah strategis BGN tersebut dan menyatakan kesiapannya dalam memberikan layanan dan perlindungan yang maksimal kepada seluruh pekerja.

    “Kami mengapresiasi kepada Pak Dadan Hindrayana dan tim di Badan Gizi Nasional atas inisiatif hari ini, dan ini kita sama-sama mensukseskan program yang sangat baik, program strategis dan kami tentu saja siap mendukung program ini,”ujar Anggoro.

    Pihaknya menambahkan bahwa upaya ini sejalan dengan perintah Presiden Prabowo yang tertuang dalam Inpres 8/2025, yakni pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

    “Ini adalah bentuk sinergi yang sangat baik karena banyak sekali pekerjaan yang terlibat di SPPG dan semua pekerja itu wajib dilindungi oleh negara. Wujud negara hadir adalah mereka terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan,”imbuhnya.

    Dalam kesempatan tersebut Dadan menyebut bahwa saat ini sudah terdapat 1.083 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan total pekerja mencapai lebih dari 50 ribu. Sesuai roadmap BGN jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah hingga 1,2 juta pekerja.

    “Kami tidak memotong gaji mereka, tetapi kami membayar preminya untuk mereka, Sehingga semua yang terlibat di dalam program makan bergizi, secara sosial terlindungi. Tadi Pak Dirut mengatakan “Kerja Keras Bebas Cemas”. jadi ini kan kerja keras yang luar biasa, menyiapkan makanan untuk penerima manfaat, anak-anak masa depan kita, tetapi mereka tidak boleh cemas ketika bekerja keras,”ujar Dadan

    Tak hanya pekerja yang terlibat di SPPG, kedepan sasaran perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan akan terus diperluas hingga menjangkau para pekerja yang ada di dalam rantai pasok program tersebut.

    “Ke depan perlu dilakukan kolaborasi untuk meningkatkan literasi dan kesadaran menyeluruh bagi seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam rantai pasok ekosistem Badan Gizi Nasional, termasuk petani, peternak, dan pihak-pihak terkait lainnya,”terang Anggoro.

    Anggoro yakin sinergi ini mampu mempercepat tercapainya universal coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, pasalnya saat ini dari 104,9 juta pekerja yang eligible menjadi peserta, masih terdapat sekitar 61 persen yang belum mendapatkan perlindungan, yang didominasi oleh pekerja rentan.

    “Melalui momentum ini, kami menyatakan siap untuk berkolaborasi dengan seluruh Kementerian Lembaga, dan juga pemerintah daerah dalam menjalankan Inpres 8 tahun 2025 guna menekan angka kemiskinan ekstrim dengan mewujudkan pekerja indonesia yang sejahtera,”tutup Anggoro.

    Ditempat yang terpisah, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagsel Muhyidin menyambut baik atas kerjasama tersebut.

    “Kami BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbagsel sangat mengapresiasi dan mendukung kerjasama tersebut. Semoga dengan adanya kerjasama ini seluruh ekosistem Badan Gizi Nasional dapat terlindungi program BPJamsostek,” ucapnya.

    “Dan kami juga siap berkolaborasi dengan BGN yang ada di daerah dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam rantai pasok ekosistem BGN tersebut,” ungkapnya.

  • Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Terbaik Dunia

    Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Terbaik Dunia

    JAKARTA, Djawaranews.com – Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta mendapatkan penghargaan Peringkat Ke-10 Layanan Imigrasi Bandara Terbaik di Dunia Tahun 2025 versi Skytrax, sebuah lembaga independen pemeringkat penerbangan yang berkedudukan di London, Inggris. Informasi tersebut dirilis di situs resmi Skytrax World Airport Awards (https://www.worldairportawards.com/worlds-best-airport-immigration-2025/).

    Dalam situs tersebut dijelaskan, penilaian untuk Layanan Imigrasi Bandara Terbaik Dunia ini mencakup berbagai aspek seperti kedatangan dan keberangkatan, layanan Imigrasi dan kontrol perbatasan, termasuk waktu tunggu, sistem antrean, jalur prioritas, sistem dan efisiensi e-gate(pintu otomatis) hingga efisiensi dan kesopanan staf Imigrasi.

    Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto mengatakan, pencapaian tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi Direktorat Jenderal Imigrasi. Hal ini merupakan bentuk pengakuan terhadap transformasi dan inovasi pelayanan keimigrasian Indonesia, khususnya di bandara internasional.

    “Apresiasi setinggi-tingginya kepada prestasi yang berhasil dicapai oleh Imigrasi Soekarno-Hatta (Soetta), dengan masuk 10 besar Layanan Imigrasi Bandara Terbaik di Dunia.Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras yang dicurahkan petugas pemeriksaan keimigrasian Bandara Soetta. Banyak tantangan yang telah dilalui oleh jajaran di TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Soetta dalam bertugas. Petugas di TPI pun tetap bekerja di libur-libur panjang demi kelancaran lalu lintas penumpang. Tugas mereka tidak mudah, dan butuh dedikasi yang besar. Alhamdulillah, semua itu membuahkan hasil, membawa kebanggaan bagi Indonesia,” ujar Menteri Agus, Jumat (11/04/2025).

    Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Saffar Muhammad Godam menjelaskan, Ditjen Imigrasi mengimplementasikan program digitalisasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan di bandara-bandara dan pelabuhan internasional. Salah satunya pemanfaatan auto gate berteknologi mutakhir sehingga penumpang dapat merasakan pengalaman yang mulus (seamless) saat menggunakan, dengan proses pemeriksaan hanya 10-15 detik per perlintasan.

    “Auto gate di bandara internasional Indonesia juga sudah melayani WNA (warga negara asing)dan bahkan dapat dilalui anak yang berusia enam tahun ke atas. Hal ini dimungkinkan dengan elektronik visa (eVisa) Indonesia, dan teknologi face recognition (pengenal wajah) yang semakin canggih,” tutur Godam.

    Sistem auto gate juga terintegrasi dengan border control management (BCM) dan data Interpol.Hingga saat ini, auto gate telah dioperasikan di beberapa titik perlintasan utama Indonesia,meliputi Bandara Soekarno-Hatta, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bandara Kualanamu, Bandara Juanda serta Pelabuhan Batam Center, dengan total 264 unit. Jumlah tersebut akan terus bertambah guna mengoptimalkan proses pemeriksaan imigrasi di bandara dan pelabuhan utama.

    Agus juga menyebutkan, selain memanfaatkan teknologi terkini, jajaran Imigrasi di bandara dan pelabuhan juga mengupayakan rekayasa alur penumpang di waktu-waktu krusial, seperti liburan sekolah, Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru. Dengan demikian, lalu lintas penumpang tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan.

    Sepanjang tahun 2024, Imigrasi Soekarno-Hatta melayani total 17.166.177 perlintasan, yang terdiri dari 8.615.937 keberangkatan dan 8.550.240 kedatangan. Sementara itu, dalam periode 1 Januari – 10 April 2025, jumlah perlintasan di Bandara Soekarno-Hatta yaitu 4.987.378perlintasan, terdiri dari 2.473.802 keberangkatan dan 2.513.576 kedatangan.

    “Kami berharap pencapaian ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran Imigrasi di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Ke depan, kami akan terus berinovasi,memperkuat integrasi sistem, serta menjaga profesionalisme petugas demi memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat dan wisatawan internasional,” tutup Menteri Agus.

  • Gubernur Banten dan Gubernur DK Jakarta Bahas Kerjasama Penanganan Banjir Hingga Transportasi Massal

    Gubernur Banten dan Gubernur DK Jakarta Bahas Kerjasama Penanganan Banjir Hingga Transportasi Massal

    Jakarta – Gubernur Banten Andra Soni bersama Gubernur Daerah Khusus (DK) Jakarta Pramono Anung sepakat jalin kerjasama penanganan banjir, sampah, air bersih, dan transportasi massal. Kesepakatan kerjasama ditindaklanjuti oleh tim teknis melalui organisasi perangkat daerah masing-masing termasuk pemerintah kabupaten/ kota di Tangerang Raya.

    “Banyak hal yang kita diskusikan baik jangka pendek maupun jangka panjang daerah,” ungkap Andra Soni di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/4/2025).

    Andra Soni mengaku kedatangannya bersama Bupati Tangerang, Walikota Tangerang dan Walikota Tangerang Selatan itu diundang langsung oleh Gubernur DK Jakarta Pramono Anung. Pertemuan itu menghasilkan dampak positif bagi aktivitas sehari-hari masyarakat. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat di wilayah Tangerang Raya dan masyarakat DK Jakarta.

    “Selama ini hubungan Jakarta dengan Banten berjalan dengan baik,” ucapnya.

    Dikatakan, banyak diskusi dilakukan di level gubernur, walikota dan bupati. Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) langsung melakukan koordinasi dan saling berkunjung. Dirinya optimis dukungan Gubernur Jakarta ke daerah aglomerasi akan maksimal untuk bersama menyelesaikan masalah.

    Menurut Andra Soni, permasalahan yang dihadapi masyarakat Tangerang Raya yaitu jika Jakarta mengalami kemacetan dan banjir, masyarakat Tangerang Raya juga mengalami hal yang sama. Pertemuan itu sangat penting untuk menghasilkan rumusan penanganan masalah di lapangan terhadap banjir, sampah, kemacetan dan kerjasama administratif antar wilayah.

    Pada kesempatan itu, Gubernur DK Jakarta Pramono Anung mengatakan Provinsi Banten dan Jakarta dari sisi banyak hal memang saling berhubungan. Maka dari itu pihaknya mengundang jajaran Pemprov Banten untuk berdiskusi memecahkan bersama persoalan-persoalan di lapangan tentang penanganan banjir, kemacetan, sampah dan kerjasama administratif antar wilayah.

    “Banten dan Jakarta dalam banyak hal memang saling berhubungan maka kami sepakat berdiskusi untuk memecahkan bersama persoalan-persoalan yang ada di lapangan,” ungkapnya.

    Pramono Anung mengatakan, dalam mengatasi kemacetan di Jakarta dan Tangerang Raya, pemerintah akan mendorong masyarakat menggunakan transportasi MRT. Dimana MRT yang saat ini berakhir di Lebak Bulus Jakarta Selatan akan diperluas dan diperpanjang hingga wilayah Balaraja Kabupaten Tangerang.

    “Kami akan mendorong supaya MRT tidak hanya berhenti di Lebak Bulus tetapi akan diperluas dan diperpanjang sampai Balaraja. Kalau itu bisa terjadi maka akan mengurangi kemacetan orang untuk menggunakan kendaraan pribadi masuk ke Jakarta,” katanya.

    Diakui Pramono Anung, penyelesaian persoalan kemacetan di Jakarta itu tidak bisa diselesaikan oleh Jakarta sendiri, melainkan harus bekerjasama antar daerah pendukung yaitu Banten dan Jawa Barat. Maka dari itu, hasil diskusi bersama Gubernur Banten ini menghasilkan jangka panjang daerah dimana sistem transportasi terintegrasi di Jakarta (Jaklingko) akan dikembangkan hingga luar Jakarta sebagai supporting sistem dari transportasi secara keseluruhan.

    “Hasil diskusi dimana yang namanya Jaklingko itu tidak hanya nanti di Jakarta. Jaklingko lebih akan kami kembangkan di luar Jakarta sebagai supporting sistem dari transportasi secara keseluruhan,” terangnya. (Trg)

  • Direktur Utama PT Jasa Raharja Dampingi Kapolri Meninjau Rest Area KM 456A dan Stasiun Tawang

    Direktur Utama PT Jasa Raharja Dampingi Kapolri Meninjau Rest Area KM 456A dan Stasiun Tawang

    Semarang  — PT Jasa Raharja sebagai BUMN yang menjadi salah satu stakeholder penting dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2025, ikut mendampingi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan langsung ke Rest Area KM 456A di Salatiga dan Stasiun Tawang di Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 5 April 2025.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2025 khusus untuk arus balik Idulfitri 2025, yang bertujuan untuk membantu para pemudik dapat kembali ke daerah masing-masing dengan aman, nyaman, dan berkeselamatan.

    Kunjungan di Rest Area KM 456A difokuskan pada peninjauan fasilitas istirahat dan pelayanan pendukung bagi pemudik yang melintasi jalur tol Semarang–Solo. Selain Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono, pada kunjungan ini Kapolri juga didampingi oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol. Fadil Imran, Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Abdul Karim, Kapolda Jateng Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, dan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

    Kapolri menyebut Rest Area KM 456A sebagai salah satu titik favorit untuk beristirahat bagi pemudik yang menuju arah timur serta ke kota-kota lainnya di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

    “Kami melihat bahwa rest area ini cukup lengkap fasilitasnya, mulai dari tempat parkir, kemudian tempat istirahat yang di dalamnya terdapat fasilitas-fasilitas, antara lain kursi pijat dan ada tempat tidur juga. Pemeriksaan kesehatan juga ada. Kemudian tenan-tenan yang bisa digunakan untuk melayani masyarakat yang memerlukan makan, minum, dan toilet, semuanya ada. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada pengelola Rest Area KM 456,” ujarnya.

    Selanjutnya, Kapolri menyampaikan pesan kepada masyarakat yang sedang dan berencana melakukan perjalanan balik setelah mudik dan bersilaturahmi di kampung halaman. “Hati-hati di jalan, sehingga bisa menekan dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. Apalagi masyarakat dalam perjalanan balik sudah menjalankan banyak aktivitas, mulai dari mudik kemudian bertemu dengan keluarga besar. Kami berpesan jika mengalami kelelahan untuk segera istirahat di rest area terdekat, jangan dipaksakan melanjutkan perjalanan.”

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono ikut menyampaikan pentingnya kewaspadaan dari para pemudik selama perjalanan balik, terutama bagi yang menggunakan kendaraan pribadi.

    “Kami mendukung penuh pesan Bapak Kapolri kepada para pemudik. Jika merasa lelah, segera istirahat di rest area, atau bisa keluar tol sementara untuk beristirahat. Hindari menghentikan kendaraan di bahu jalan tol untuk beristirahat karena sangat berbahaya. PT Jasa Raharja bersama Korlantas Polri dan stakeholder terkait lainnya telah menyediakan pos pelayanan terpadu dan pos pengamanan yang dilengkapi dengan area beristirahat serta layanan kesehatan di berbagai titik strategis, sehingga pemudik dapat beristirahat di sana,” ungkap Rivan.

    Selanjutnya, rombongan melakukan peninjauan di Stasiun Tawang, Semarang, yang menjadi salah satu simpul penting moda transportasi kereta api untuk arus mudik dan balik Idulfitri 2025. Di stasiun ini, rombongan ditemui oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn.) Ahmad Luthfi, Walikota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dan Direktur Niaga PT KAI Hadis Surya Palapa.

    Pada kunjungan ini, Kapolri, Menteri Perhubungan, dan rombongan terlebih dahulu berinteraksi dengan masyarakat di ruang tunggu keberangkatan, lalu melakukan peninjauan ke Pos Pelayanan Ops Ketupat Candi 2025 Stasiun Tawang. Selain itu, rombongan juga mendapatkan pemaparan dari PT KAI Daops 4 Semarang terkait pelayanan yang diberikan selama arus mudik dan balik Idulfitri 2025.

    Kapolri menyatakan bahwa moda transportasi kereta api menjadi alternatif yang aman dan efisien, terutama bagi masyarakat yang sudah kelelahan setelah melakukan perjalanan mudik dan silaturahmi selama Idulfitri.

    “Dari beberapa presentasi dan interaksi dengan masyarakat tadi, banyak yang memilih menggunakan kereta api karena memang di satu sisi, jadwal waktunya tepat. Kemudian di sisi lain, sebagian menyampaikan lebih aman. Kereta api bisa digunakan oleh masyarakat yang akan balik dan mungkin capek, karena dapat diberikan penambahan ekstra. Kami anjurkan menggunakan kereta sebagai salah satu alternatifnya. Ini juga bisa digunakan untuk mengurangi dan mengurai beban angkutan darat pada arus balik,” jelasnya.

    Terkait perjalanan darat arus balik Idulfitri 2025, Kapolri mengumumkan pelaksanaan rekayasa lalu lintas one way nasional sebagai antisipasi lonjakan volume kendaraan saat puncak arus balik. One way nasional ini dimulai pada pagi ini (6/3/2025), dari Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang. Kebijakan ini dilakukan secara dinamis berdasarkan traffic counting dan kondisi lapangan.

    Polri juga sudah mengantisipasi bahwa apabila nanti terjadi kepadatan luar biasa di tol Trans Jawa dan kendaraan harus dialihkan ke jalur-jalur tol yang lain, maka akan diberikan insentif berupa menggratiskan tol atau lainnya. Harapannya, strategi ini dapat membantu mengurai puncak arus balik Idulfitri 2025. Menurut data sementara, saat ini tercatat sekitar 40 persen masyarakat sudah melakukan perjalanan kembali ke daerah masing-masing dengan proyeksi 2,1-2,2 juta kendaraan.

    Dengan peninjauan ini, Polri dan semua stakeholder Operasi Ketupat 2025 menegaskan kembali komitmen mereka untuk memastikan arus balik Idulfitri dapat berjalan aman dan berkeselamatan. Seluruh pemudik diharapkan dapat pulang ke daerah asal dengan selamat, dibantu dengan penerapan langkah-langkah preventifdan preemtif yang telah disiapkan bersama.

  • Direktur Utama PT Jasa Raharja Tinjau Pos Pelayanan Terpadu Wilayah dI Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk Pastikan Kesiapan Layanan Menghadapi Arus Balik Idul Fitri 2025

    Direktur Utama PT Jasa Raharja Tinjau Pos Pelayanan Terpadu Wilayah dI Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk Pastikan Kesiapan Layanan Menghadapi Arus Balik Idul Fitri 2025

    Yogyakarta – Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono melakukan kunjungan ke Pos Pelayanan Terpadu Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pos Pengamanan (PAM) Exit Tol Prambanan, Klaten, Jawa Tengah pada Jumat, 4 April 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peninjauan pos pelayanan terpadu dan pos PAM yang dipimpin oleh PT Jasa Raharja sebagai salah satu BUMN yang menjadi krusial pemangku kepentingan untuk Operasi Ketupat 2025, khususnya untuk arus balik yang sedang berlangsung.

    Secara nasional, terdapat 22 pos terintegrasi yang tersebar di tujuh provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pendirian pos ini merupakan bentuk kontribusi aktif PT Jasa Raharja dalam mendukung pengamanan dan keselamatan pemudik selama Idul Fitri 2025.

    Rivan menyampaikan bahwa kunjungan ke dua pos tersebut merupakan upaya untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas di pos pelayanan terpadu dan pos PAM telah sesuai dengan ketentuan, sekaligus memberikan dukungan dan motivasi bagi para personel yang bertugas di pos tersebut dalam melayani para pemudik yang menjalani arus balik.

    Dalam melakukan peninjauan Pos Pelayanan Terpadu Piyungan, yang didampingi oleh Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari, SH, SIK,MH. Pada arus balik Idul Fitri 2025, diprediksi terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Kondisi ini menuntut adanya strategi dan kebijakan yang efektif dalam mengurai kepadatan dan memastikan pemudik dapat melakukan perjalanan kembali ke daerahnya dengan aman dan nyaman. PT Jasa Raharja sebagai BUMN yang menjadi pemangku kepentingan dalam Operasi Ketupat 2025, terus mendukung Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, serta instansi terkait lainnya dalam menyusun dan menerapkan strategi yang tepat.

    Penyediaan fasilitas untuk pemudik dapat beristirahat, pemeriksaan kesehatan, serta informasi lalu lintas, membuat setiap pos, baik pos terpadu pelayanan maupun posPAM, berperan penting dalam mendukung kelancaran perjalanan dan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. “Kesiapan pos pelayanan ini juga menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi potensi kecelakaan saat volume kendaraan meningkat, khususnya pada masa arus balik,” jelas Rivan.

    Rivan lebih lanjut menyampaikan bahwa salah satu penyebab utama kecelakaan selama arus mudik dan balik Idul Fitri adalah kelelahan pengemudi. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh pemudik agar tidak memaksakan diri untuk terus mengemudi ketika merasa lelah dan segera beristirahat di pos pelayanan terpadu terdekat agar kondisi tubuh kembali fit untuk mengemudi.

    “Kami mengimbau kepada seluruh pemudik agar selalu waspada terhadap kondisi fisik selama berkendara kembali ke daerah asal, terutama perjalanan jauh. Jika merasa lelah, segera singgah ke pos pelayanan terpadu dan manfaatkan area yang disediakan untuk beristirahat. Jangan abaikan kelelahan, karena dapat membuat konsentrasi dan fokus mengemudi berkurang, sehingga risiko kecelakaan meningkat,” tegasnya.