Kategori: Mancanegara

  • Paviliun Indonesia Gamescom 2025: Karya Anak Bangsa Unjuk Gigi di Panggung Games Dunia

    Paviliun Indonesia Gamescom 2025: Karya Anak Bangsa Unjuk Gigi di Panggung Games Dunia

    KBRI Berlin bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Komunikasi dan Digital, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta KJRI Frankfurt menghadirkan Paviliun Indonesia yang menampilkan 10 studio dan developer gim terbaik Tanah Air di Gamescom 2025.

    Pameran ini merupakan pameran gim skala global terbesar di Kota Köln, Jerman, berlangsung pada 20-22 Agustus 2025. Kesepuluh gim developer dan penyedia jasa platform digital Indonesia yang menjadi exhibitor pada Gamescom 2025 kali ini adalah Slab, Rizeros, Separuh Interaktiv, Digital Happiness, Agate, Busy Beaver, Joytify, Gu Studio, Kumagema, dan Gambir Studio.

    Paviliun Indonesia yang digelar di Business Area, Köln Messe (Exhibition Centre) menjadi wadah bagi para talenta kreatif Tanah Air untuk memperkenalkan jasa pembuatan gim maupun produk gim berkualitas internasional kepada dunia.

    Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Digital serta Asosiasi Gim Indonesia turut hadir di Gamescom 2025. Paviliun Indonesia dibuka secara resmi oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya didampingi Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Berlin, Fajar Wirawan Harijo, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan, Ari Satria, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali, Acting Konjen RI Frankfurt, Toary Worang, dan wakil dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Turut hadir dalam pameran Gamescom 2025 Ketua Asosiasi Gim Indonesia (AGI), Shafiq Husin.

    Di sela-sela acara pembukaan Pameran, Menteri Ekonomi Kreatif berkesempatan melakukan pertemuan dengan Menteri Riset, Teknologi dan Ruang Angkasa Federal Jerman, Dorothee Bär; dan juga CEO GAME (German Game Industry Association); pimpinan perusahaan Köln Messe (Exposition); wakil perusahaan “Microsoft”/ “X-Box”; dan perusahaan payment platform game “Xsolla”. Dari sejumlah pertemuan tersebut telah disepakati sejumlah langkah menuju penguatan dan peningkatan ekosistem pengembangan gim di Indonesia.

    Menteri Riefky dalam keterangan persnya mengungkapkan pertumbuhan industri gim menunjukkan tren positif. Saat ini terdapat lebih dari 150 juta pemain aktif di Indonesia dan sebagian besar di platform mobile. Industri ini juga menyerap lebih dari 180 ribu tenaga kerja dengan nilai pasar mencapai Rp 30 triliun atau setara 1,9 miliar dolar AS pada 2024. “Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai pasar gim terbesar di Asia Tenggara dan peringkat 15 dunia,” kata Menteri Riefky.

    Partisipasi aktif Indonesia di Gamescom tahun ini juga diharapkan mampu mendongkrak nilai ekspor jasa pengembangan gim nasional. Peluang kerja sama jangka panjang dari kegiatan ini akan berdampak pada pertumbuhan industri gim nasional dan peningkatan kontribusi sektor jasa pada perekonomian Indonesia.

    Gamescom merupakan salah satu pameran dagang serta eksibisi gim terkemuka di dunia yang setiap tahunnya dilaksanakan di Kota Köln, Jerman. Untuk 2025, Gamescom mengangkat tema “Games: Perfect Entertainment“, diikuti oleh lebih dari 1.462 exhibitors, menjadi rekor jumlah peserta tertinggi sejak pertama kali diadakan di Köln pada 2018 dan tercatat lebih dari 335.000 pengunjung.

  • Desa Binaan Imigrasi Jadi Inspirasi di Forum Internasional DGICM 2025

    Desa Binaan Imigrasi Jadi Inspirasi di Forum Internasional DGICM 2025

    BANDAR SERI BEGAWAN – Indonesia menegaskan perannya dalam memimpin upaya pencegahan penyelundupan manusia di kawasan ASEAN melalui partisipasi aktif pada The 28th ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs (DGICM) dan pertemuan terkait yang berlangsung pada Selasa (12/8/2025) di Rizqun International Hotel, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

    Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, memimpin langsung delegasi Indonesia yang terdiri dari perwakilan Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Luar Negeri, dan KBRI Bandar Seri Begawan, bersama seluruh Kepala Imigrasi negara anggota ASEAN, Timor Leste, dan Sekretariat ASEAN.

    Dalam kesempatan tersebut, Indonesia memaparkan keberhasilan mengungkap rute penyelundupan manusia melalui kerja sama efektif antara aparat penegak hukum nasional dan internasional. Keberhasilan ini menjadi salah satu best practice yang diharapkan dapat direplikasi di negara-negara anggota lainnya.

    Selain membahas penanganan penyelundupan manusia, forum ini juga menyoroti pentingnya peningkatan keamanan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi utama. Indonesia menawarkan modeltransformasi strategis melalui pemanfaatan teknologi canggih seperti autogate dan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat pemeriksaan sekaligus memperkuat pengawasan. Usulan kerjasama yang diajukan mencakup Border Crossing Agreement, operasi maritim bersama, serta program pelatihan terpadu bagi petugas keimigrasian.

    Di forum intelijen keimigrasian, Indonesia memaparkan inisiatif Desa Binaan Imigrasi sebagai langkah preemtif untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mencegah praktik penyelundupan manusia dan tindak pidana perdagangan orang. Langkah ini mendapat perhatian positif dari peserta forum karena memadukan pendekatan teknologi dengan pemberdayaan masyarakat.

    Pertemuan hari pertama DGICM 2025 menggaris bawahi komitmen bersama seluruh negara anggota ASEAN dan Timor Leste untuk memperkuat kerja sama lintas batas, memerangi penyelundupan manusia, dan meningkatkan keamanan kawasan.

    “DGICM merupakan forumstrategis untuk membangun sinergi antar negara dalam menjaga keamanan perbatasan, mencegah kejahatan lintas negara, serta meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian,” ujar Yuldi Yusman.

    Menutup pernyataannya, Yuldi menegaskan, “Indonesia mendorong kerja sama yang lebih erat di kawasan, baik melalui pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, maupun pemanfaatan teknologi mutakhir. Kami percaya, dengan kolaborasi yang solid, kawasan ASEAN dapat menjadi lebih aman dan tangguh dalam menghadapi tantangan keimigrasian.”

  • Hari Pancasila Menjadi Momentum Peresmian Pondok Baru Majelis Walisongo Zentrum Berlin

    Hari Pancasila Menjadi Momentum Peresmian Pondok Baru Majelis Walisongo Zentrum Berlin

    BERLIN, Djawaranews.com – Di kota yang penuh sejarah yang berpengaruh besar pada dunia, ketika puluhan warga diaspora Indonesia dari berbagai latar belakang mulai berdatangan ke sebuah bangunan sederhana di Zwinglistraße 8, jantung kota Berlin, Ahad siang (1/6).

    Di sanalah, sejarah kecil yang penuh makna sedang ditulis. Sebuah momentum spiritual, kebangsaan, dan budaya berkelindan dalam satu ruang: Syukuran Pondok Baru Majelis Walisongo Zentrum Berlin (NU Berlin).

    Dihelat bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, acara ini juga menjadi penanda penting lainnya—ulang tahun GP Ansor NU Jerman, hari bahagia Mustasyar PCINU Jerman Ibrahim Fernandin yang akrab disapa Pak Bram. Dan tentu saja, peresmian tempat baru yang akan menjadi rumah dakwah, ibadah, dan pendidikan bagi komunitas Nahdliyin di Berlin dan sekitarnya. Shalawat, Simtudurrar, dan Mabruk Alfa Mabruk Menggema di Tanah Eropa Acara dimulai dengan shalat Dzuhur berjamaah, lalu dilanjutkan dengan pembukaan yang khidmat. Suasana berubah menggetarkan ketika lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dikumandangkan, disusul dengan “Yalal Wathon”, mars Nahdlatul Ulama yang membangkitkan semangat cinta tanah air dan agama.

    Para jamaah, yang sebagian besar adalah mahasiswa, pekerja, dan keluarga diaspora, larut dalam pembacaan Mawlid Simtudurrar, shalawat, dan alunan marawis khas tanah air. Lantunan “Mabruk Alfa Mabruk” pun bergema sebagai bentuk syukur atas milad Panglima Banser NU Jerman yang juga menjadi pembina Walisongo Zentrum Berlin. Di dalam ruangan yang sederhana, tapi sarat makna, gema cinta pada Nabi Muhammad SAW dan rasa syukur atas nikmat ukhuwah dan tanah air, berpadu menjadi satu.

    Nasehat Penuh Makna: Hadir dalam Amal, Hadir dalam Umat  

    Dalam Mau’izhah Hasanah yang disampaikan oleh Habib Muhammad Husein Al-Kaff, jamaah diajak menyelami makna sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, hari-hari yang disebut-sebut sebagai hari paling utama dalam setahun. “Hadirlah dalam amal ibadah kita,” tutur beliau, “tidak hanya secara fisik, tapi hadir secara ruhani, dalam sholat, dzikir, juga dalam menjaga hubungan dengan sesama manusia.”

    Beliau juga mengingatkan bahwa syukur atas tempat baru ini tak cukup diucap di lisan, tapi harus diwujudkan dengan memakmurkannya sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan ibadah. “Jangan jadikan tempat ini ajang perbincangan politik,” lanjutnya, “tapi tempat menyebut nama Allah, memuji Rasul, dan menebar hikmah.”

    Nasihat itu mengalir dalam kesejukan, menancap dalam kesadaran kolektif bahwa keberadaan tempat ini adalah amanah, bukan sekadar simbol.

    Pancasila, Spirit Nusantara yang Tak Tergantikan. 

    Menjelang akhir acara, segenap hadirin berdiri. Dengan khidmat dan haru, satu per satu lima sila Pancasila dibacakan bersama-sama. Di negeri seberang, Pancasila bukan hanya dasar negara, tapi juga alat sakti pemersatu anak bangsa, pembela pluralisme, dan tali yang merekatkan Islam Nusantara dalam wujud terbaiknya.

    Pesan Syukur dan Kerendahan Hati dari Sang Mustasyar

    Dalam sambutan yang disampaikan oleh Pak Dhe Yoktri, Mustasyar NU Jerman dan penasehat WZB (NU Berlin), beliau menyampaikan syukur yang mendalam kepada Allah SWT, serta terima kasih kepada seluruh tamu yang hadir, dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat. “Dengan segala kesederhanaan tempat ini,” ucap beliau.

    “kami hanya berharap bisa meneruskan setetes perjuangan para muassis NU, dan meneruskan strategi dakwah Walisongo—yang lemah lembut tapi menghunjam.”

    Doa pun dipanjatkan, harap pun dikirimkan: semoga tempat ini menjadi pusat cahaya di jantung Eropa, tempat berkumpulnya mereka yang rindu pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

    Walisongo Zentrum Berlin (NU Berlin) kini telah berdiri, bukan hanya sebagai ruang fisik, tapi sebagai simbol keteguhan spiritual, kecintaan pada Indonesia, dan warisan agung Walisongo yang hidup kembali di jantung Eropa. Sebuah pondok majelis sederhana yang membawa cita istimewa.

    Kontributor Penulis: Syahrul Rauf

    Kutipan dari :

    – Bram Fernardin

    – Yoktri Handoyo

    – Muhammad Husein Alkaff

  • BPJS Ketenagakerjaan Raih Penghargaan Emas di ARA 2025

    BPJS Ketenagakerjaan Raih Penghargaan Emas di ARA 2025

    BPJS Ketenagakerjaan menorehkan prestasi internasional dengan meraih Gold Award dalam Australasian Reporting Awards (ARA) 2025 atas laporan terintegrasi yang transparan, akuntabel, dan berstandar global.

    BPJS Ketenagakerjaan kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah internasional dengan meraih Gold Award dalam ajang Australasian Reporting Awards (ARA) 2025. Penghargaan prestisius ini diberikan sebagai pengakuan atas Annual Integrated Report BPJS Ketenagakerjaan yang disusun secara profesional, transparan, akuntabel, dan memenuhi standar pelaporan internasional tertinggi

    Penghargaan diserahkan langsung oleh Dr. Ron Knight, ARA Special Award Coordinator, kepada Oni Marbun, Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, dalam seremoni penganugerahan yang berlangsung di Crown Towers, Melbourne, Australia, Kamis, 29 Mei 2025. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, perwakilan tim penyusun laporan, Hasyirun Ni’am

    Gold Award ini merupakan capaian tertinggi BPJS Ketenagakerjaan sepanjang keikutsertaannya dalam ARA, setelah sebelumnya meraih Bronze Award pada 2023 dan Silver Award pada 2024. Peningkatan signifikan ini menjadi bukti dedikasi dan konsistensi institusi dalam menyampaikan laporan yang tak hanya informatif, tetapi juga strategis dan berdampak bagi pemangku kepentingan.

    “Penghargaan ini bukan hanya untuk institusi, tetapi juga untuk seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan yang telah bekerja keras menyusun laporan ini dengan semangat kolaborasi dan integritas,” ujar Oni Marbun.

    “Laporan ini adalah cerminan dari prinsip good governance kami, bahwa transparansi adalah fondasi kepercayaan, dan kepercayaan adalah kunci dari kampanye kami: Kerja Keras Bebas Cemas.” tambahnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa laporan terintegrasi tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada publik, menunjukkan bahwa setiap rupiah yang dikelola, setiap program yang dijalankan, hingga setiap kebijakan yang diambil, semuanya bertujuan untuk melindungi pekerja Indonesia dan menciptakan masa depan yang lebih sejahtera.

    Ketua ARA, Alan Colegate, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kualitas laporan peserta tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya dalam mengintegrasikan aspek ESG (Environment, Social, Governance) ke dalam pelaporan. Hal ini, menurutnya, menjadi indikator penting dalam menghadapi tantangan global dan menjaga relevansi organisasi.

    Sementara itu, Dr. Ron Knight secara khusus menyampaikan harapannya agar BPJS Ketenagakerjaan dapat menjadi pionir pelaporan terintegrasi di sektor publik Indonesia, mengingat peran strategis institusi ini dalam membangun sistem jaminan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

    Terpisah, Pps. Kepala Kantor Wilayah Sumbagsel Adi Hendarto menyambut baik atas penghargaan yang diraih BPJS Ketenagakerjaan. Ia mengaku bahwa pencapaian ini merupakan wujud transparansi BPJS Ketenagakerjaan dalam mengelola keuangan.

    “Alhmdulillah, kita kembali meraih Gold Award dalam Australasian Reporting Awards (ARA) 2025 atas laporan terintegrasi yang transparan, akuntabel, dan berstandar global,” katanya.

    “Dan ini merupakan bentuk komitmen kita dalam mengelola keuangan secara transparan. Serta pencapaian ini merupakan bentuk kerja keras seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

    Untuk diketahui, bahwa Australasian Reporting Awards sendiri merupakan ajang bergengsi yang telah diselenggarakan sejak 1950 dan tahun ini merayakan 75 tahun eksistensinya dengan tema “75 Years of Encouraging and Recognising Excellence in Annual Reporting.” Ajang ini mendorong praktik pelaporan yang transparan, berintegritas, dan berorientasi pada nilai tambah bagi masyarakat.

    Capaian BPJS Ketenagakerjaan ini menempatkan institusi tersebut sejajar dengan organisasi terkemuka di Asia-Pasifik dalam hal pelaporan dan tata kelola. Tidak hanya memenuhi standar nasional, laporan BPJS Ketenagakerjaan kini diakui di panggung internasional.

    Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas internal dalam pelaporan berbasis ESG dan keberlanjutan, serta mendorong inovasi dalam komunikasi publik.

  • Imigrasi Indonesia dan Kamboja Sepakati Kerjasama Pencegahan Perdagangan Orang

    Imigrasi Indonesia dan Kamboja Sepakati Kerjasama Pencegahan Perdagangan Orang

    BALI, Djawaranews.com – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Bilateral Kedua (The 2nd Bilateral Meeting) dengan Imigrasi Kerajaan Kamboja yang digelar di Bali pada Senin (19/5).

    Pertemuan ini bertujuan untuk menyepakati kerjasama di bidang perdagangan orang serta mengatasi berbagai tantangan keimigrasian yang dihadapi kedua negara. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, Pelaksana tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Imigrasi, Yuldi Yusman dan Dirjen Imigrasi Kamboja, Sok Veasna hadir langsung dalam kesempatan tersebut.

    Seiring dengan peningkatan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berangkat ke Kamboja dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia mencatat maraknya kasus-kasus WNI yang terindikasi bekerja secara non-prosedural yang terjerat dalam online gambling dan scamming. Hal ini mendasari disepakatinya Letter of Intent (LoI) Indonesia-Kamboja dalam pertemuan kali ini. Dokumen kerjasama ini menjadi upaya perlindungan terhadap warga kedua negara dari migrasi ilegal yang di dalamnya tercantum kesepakatan kerjasama dalam hal pertukaran informasi, bantuan teknis, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

    Melengkapi hal tersebut, baik Pemerintah Indonesia maupun Kamboja menilai perlu adanya penempatan atase imigrasi Indonesia di Kamboja guna memperkuat koordinasi dan kerja sama Indonesia – Kamboja di bidang Keimigrasian.

    “Sebagai upaya memerangi TPPO, kami akan menunjuk focal point di masing-masing negara, juga mengintensifkan pertukaran informasi keimigrasian serta sharing best practice penyelesaian permasalahan keimigrasian WNI di Kamboja,” jelas Yuldi.

    Indonesia secara aktif terlibat dalam memerangi penyelundupan manusia melalui strategi komprehensif yang melibatkan kerja sama di forum bilateral, regional, maupun internasional. Langkah signifikan telah diambil dengan memasukkan klausul tindak pidana penyelundupan manusia ke dalam Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yang memberikan sanksi tegas kepada penyelundup dan fasilitatornya.

    Selain itu Imigrasi berperan dalam pencegahan dari hulu keberangkatan pekerja migran non prosedural melalui penundaan penerbitan paspor atau penolakan dan penundaan keberangkatan bagi WNI yang terindikasi sebagai pekerja migran nonprosedural.

    Tercatat selama Januari-April 2025, petugas di tempat pemeriksaan Imigrasi bandara dan pelabuhan internasional se-Indonesia telah melakukan penundaan keberangkatan terhadap 5.000 orang calon pekerja migran Indonesia nonprosedural. Sementara itu, hingga saat ini tercatat sebanyak 303 penundaan penerbitan paspor yang telah dilakukan oleh kantor Imigrasi di seluruh Indonesia.

    Ditjen Imigrasi tidak hanya aktif mencegah TPPO di perlintasan dan pada proses penerbitan paspor, akan tetapi juga menginisiasi program Desa Binaan Imigrasi, yakni program edukasi keimigrasian kepada masyarakat pedesaan – terutama yang diketahui merupakan penyumbang PMI dengan jumlah besar – agar memahami pentingnya melengkapi dokumen dalam permohonan paspor. Keterlibatan masyarakat dan peningkatan kesadaran publik melalui kampanye edukasi di daerah rentan menjadi komponen utama strategi pencegahan.

    Terkait hal ini, Menteri Imipas menyampaikan, “Kami juga membantu membangun kesadaran untuk waspada dalam merespon tawaran bekerja di luar negeri, terutama jika mereka diminta memberi keterangan yang tidak benar untuk mendapatkan paspor. Saat ini, ada 185 desa binaan yang kami miliki,” papar Agus.

    Lebih lanjut Agus mengungkapkan harapannya akan hasil dari Bilateral Meeting kali ini.

    “Pertemuan ini menjadi platform penting untuk memperdalam pemahaman bersama, berbagi pengalaman, dan merumuskan solusi inovatif terhadap isu-isu keimigrasian yang menjadi kepentingan kedua negara. Kami berharap dapat mencapai hasil yang signifikan, terutama dalam upaya melindungi warga negara kita dan memerangi kejahatan transnasional,” tutup Agus.

  • Kolaborasi KBRI Berlin dan PPI Jerman Hadirkan Latihan Dasar Kepemimpinan 4.0

    Kolaborasi KBRI Berlin dan PPI Jerman Hadirkan Latihan Dasar Kepemimpinan 4.0

    KBRI Berlin menggandeng PPI Jerman dalam kolaborasi mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) 4.0 pada tanggal 9-10 Mei 2025 di Herbstein, Negara Bagian Hessen.

    LDK ini mengusung tema Future-Ready Leadership: Collaboration and Management dan dihadiri oleh KUAI KBRI Berlin, Konjen RI Frankfurt serta 72 pengurus dan anggota PPI Jerman dari beberapa wilayah perwakilan seperti PPI Aachen, Berlin Göttingen, Bonn, Köln, Stuttgart, Hannover, Münster hingga Stuttgart.

    Dalam pembukaan kegiatan, KUAI KBRI Berlin menekankan pada jiwa kepemimpinan para pengurus dan anggota PPI Jerman yg harus senantiasa dipertajam. “Mental kepemimpinan yg baik dan kuat dibutuhkan bagi generasi muda PPI Jerman dalam menghadapi masa mendatang yang dinamis, penuh tantangan dan penuh ketidakpastian”, tandas KUAI Berlin.

    Terdapat harapan yg besar dengan adanya LDK ini, di antaranya adalah bahwa para pengurus dan anggota PPI Jerman di masa mendatang dapat berkolaborasi untuk bersama membangun bangsa dan negara. Para generasi muda PPI Jerman inilah nanti yang akan menduduki posisi-posisi penting, baik di sektor pemerintahan maupun non-pemerintahan, sehingga diharapkan dapat mengambil kebijakan yang berdampak baik.

    Dalam pemaparan materi, para narasumber yaitu Fungsi Penerangan Sosial Budaya, Fungsi Protokol dan Konsuler, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Atase Pertahanan, dan Atase Kepolisian menyampaikan mengenai pengenalan organisasi, fungsi dan tugas KBRI Berlin, wawasan nusantara, pertahanan negara, keimigrasian, hingga permasalahan kependudukan.

    Pada kegiatan LDK ini, terasa semakin meriah karena berbarengan dengan perayaan HUT PPI Jerman yang ke-69. Sebagai organisasi yang usianya sudah matang, banyak harapan dari KUAI Berlin dan Konjen RI Frankfurt agar PPI Jerman senantiasa produktif melakukan serta menghasilkan hal positif bermanfaat.

    Antusiasme dan animo peserta LDK pada sesi tanya jawab sangat tinggi karena banyaknya hal-hal dan pengetahuan yang ingin dikonfirmasi dan didapatkan. Kegiatan di dalam LDK yang berlangsung selama 2 (dua) hari ini meliputi substansi dan pelatihan soft-skills hingga olahraga dan api unggun.

  • Empat Jam di Sumatra Utara: KJRI Hamburg Hadirkan Eksotisme Budaya Indonesia di Lange Nacht der Konsulate 2025

    Empat Jam di Sumatra Utara: KJRI Hamburg Hadirkan Eksotisme Budaya Indonesia di Lange Nacht der Konsulate 2025

    Hamburg, Djawaranews.com – Suasana hangat dan meriah terasa di KJRI Hamburg pada Rabu malam, saat lebih dari 650 pengunjung memadati kompleks konsulat dalam rangka acara Lange Nacht der Konsulate 2025.

    Dengan mengangkat tema Vier Stunden in Nord Sumatra atau Empat Jam di Sumatra Utara, KJRI Hamburg menyuguhkan pengalaman budaya yang memikat—menggabungkan kekayaan tradisi, sejarah, musik, dan kuliner dari salah satu provinsi paling dinamis di Indonesia.

    Acara ini bukan hanya memperkenalkan Sumatra Utara sebagai destinasi budaya dan wisata yang unik, tapi juga merayakan hubungan panjang dan hangat antara Indonesia, khususnya Sumatra Utara, dan wilayah Jerman Utara.

    Salah satu momen paling berkesan malam itu adalah pameran foto dan presentasi tentang Batakhaus di Werpeloh—sebuah rumah adat Batak yang dibangun pada tahun 1978 di desa kecil Werpeloh, Jerman. Di balik bangunan unik ini ada kisah inspiratif Pastor Matthäus Bergmann, seorang imam Kapusin yang, meski tak bisa berangkat ke Indonesia karena alasan kesehatan, tetap menjalin hubungan erat dengan budaya Batak melalui saudaranya yang bertugas sebagai misionaris di Sumatra dan lewat keterlibatannya di Kapusin Mission Procuratorate di Münster.

    Lewat semangat gotong royong warga Werpeloh, Batakhaus akhirnya berdiri sebagai simbol persahabatan lintas budaya yang masih aktif digunakan hingga hari ini—lebih dari 45 tahun sejak pertama kali diresmikan.

    Tak jauh dari Werpeloh, dari pulau Nordstrand di Laut Utara, muncul pula sosok Ludwig Ingwer Nommensen, seorang misionaris asal Jerman yang berperan penting dalam sejarah masyarakat Batak. Selain menyebarkan ajaran agama, Nommensen juga memperkenalkan sistem pendidikan dan literasi yang berpengaruh besar hingga kini.

    Namanya kini diabadikan dalam Universitas HKBP Nommensen di Medan, dan Nordstrand pun tetap menjadi tempat ziarah penting bagi umat Batak Kristen. Malam itu, suasana semakin semarak dengan pertunjukan budaya khas Sumatra Utara.

    Lagu-lagu tradisional dibawakan secara elegan dalam aransemen piano yang menyentuh hati, sementara gondang Batak mengajak hadirin ikut bergoyang dan berpartisipasi dalam workshop menortor—tarian khas Batak yang penuh semangat dan kebersamaan.

    Dan tentu saja, tak lengkap tanpa sajian khas Sumut. Dalam bazaar kuliner, para pengunjung bisa mencicipi makanan-makanan favorit seperti lontong Medan, mi gomak, dan bika ambon—yang semuanya langsung ludes diserbu antusiasme para tamu.

    Dalam sambutannya, Konjen RI Hamburg, Ibu Renata Siagian, menyampaikan: “Lewat acara ini, kami ingin membawa masyarakat Jerman mengenal Sumatra Utara lebih dekat—budayanya, sejarahnya, dan kedekatannya yang istimewa dengan Jerman Utara. Semoga malam ini menjadi jembatan baru yang mempererat persahabatan dan saling pengertian antara Indonesia dan Jerman,” kata KJRI Hamburg

    Untuk koordinasi lebih lanjut dapat menghubungi Pensosbud KJRI Hamburg sosbud@kjrihamburg.de