Kategori: Kota Tangerang

  • Pemkot Tangerang Resmi Mulai Seleksi PPPK Tahap II untuk 4.192 Peserta 

    Pemkot Tangerang Resmi Mulai Seleksi PPPK Tahap II untuk 4.192 Peserta 

    Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi memulai pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II, yang digelar mulai 12 hingga 15 Mei 2025, bertempat di Universitas Banten Jaya (Unbaja). Sebanyak 4.192 peserta mengikuti seleksi ini, terdiri dari tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis yang telah mengabdi lebih dari dua tahun sebagai Tenaga Non-ASN.

    Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, hadir langsung untuk memberikan semangat kepada seluruh peserta ujian. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya integritas dan dedikasi, baik dalam proses seleksi maupun dalam pengabdian kepada masyarakat.

    “Alhamdulillah, Pemkot Tangerang melalui BKPSDM bekerja sama dengan BKN dapat menyelenggarakan Seleksi Tahap II PPPK ini. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan baik dan meraih hasil terbaik,” ujar Maryono, Senin (12/05/2025).

    Di hadapan para peserta, Wakil Wali Kota Tangerang, juga mengingatkan untuk tidak tergiur oleh oknum yang menjanjikan kelulusan.

    “Jangan terpengaruh oleh pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Percayalah, kelulusan hanya ditentukan oleh kerja keras dan kemampuan masing-masing peserta. Tidak ada celah untuk praktik semacam itu di sini,” tegasnya.

    Pada seleksi Tahap I sebelumnya, sebanyak 3.419 peserta telah dinyatakan lulus dan menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai PPPK. Maryono berharap, peserta pada Seleksi Tahap II ini dapat mengikuti jejak mereka dan nantinya dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta dedikasi tinggi.

    “Bagi yang telah lulus maupun yang masih berproses, teruslah mengabdi dengan tulus dan ikhlas. Pada dasarnya, pegawai adalah pelayan masyarakat yang bertugas mewujudkan kesejahteraan dan daya saing masyarakat,” tutup Maryono. (Ad)

  • UMKM Tangerang Tampil di ICE 2025, Sachrudin: Bukti Kualitas Lokal Siap Go Global

    UMKM Tangerang Tampil di ICE 2025, Sachrudin: Bukti Kualitas Lokal Siap Go Global

    Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menunjukkan komitmen dan eksistensinya dalam mendukung pertumbuhan dan daya saing UMKM lokal. Melalui keikutsertaan dalam Indonesia City Expo (ICE) 2025 yang menjadi bagian dari Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Surabaya, yang digelar pada Kamis (08/05/2025), Pemkot Tangerang kembali memfasilitasi para pelaku UMKM untuk tampil di panggung nasional.

    Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, yang hadir langsung dalam pembukaan ICE 2025 di Grand City Surabaya, menyampaikan, kehadiran UMKM Tangerang di berbagai ajang pameran merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan pasar produk lokal.

    “UMKM yang kita bawa tahun ini bukan hanya unggul secara kualitas, tetapi juga sudah punya pengalaman ekspor ke Malaysia dan pernah tampil di India. Ini bukti bahwa UMKM kita siap bersaing di level internasional,” ujar Sachrudin.

    Menurutnya, keterlibatan UMKM dalam pameran seperti ICE tidak hanya sebatas promosi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan jejaring bisnis yang sangat penting bagi pelaku usaha kecil.

    “Event semacam ini, mempertemukan para pelaku UMKM dari seluruh Indonesia. Ini menjadi ajang untuk bertukar ide, belajar strategi, dan memperluas koneksi yang sangat penting bagi pengembangan usaha,” tambahnya.

    Pemkot Tangerang, lanjut Sachrudin, akan terus membuka ruang bagi UMKM untuk berkembang melalui dukungan program dan pelibatan aktif di berbagai event lokal seperti Tangerang Expo, Festival Cisadane, dan Festival Al-A’zhom.

    Salah satu pelaku UMKM yang turut serta, Neni dari Kecamatan Karang Tengah, mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari ICE 2025.

    “Senang bisa mewakili Tangerang dan bertemu banyak pelaku usaha dari daerah lain. Dari sini kami dapat banyak masukan untuk terus meningkatkan produk kami,” ujarnya.

    Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran strategis pemerintah daerah dalam mengakselerasi pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah dan nasional. (Ad)

  • Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan Depot Air minum dengan Inspeksi dan Pengambilan Sampel

    Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan Depot Air minum dengan Inspeksi dan Pengambilan Sampel

    Kota Tangerang – Dalam upaya memastikan kualitas air yang dikonsumsi oleh masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) rutin melakukan pengawasan ketat terhadap depot air minum yang ada di 13 kecamatan.

    Kegiatan ini dilakukan 39 puskesmas di Kota Tangerang dengan melibatkan inspeksi langsung ke lokasi serta pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa air yang didistribusikan kepada konsumen memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.

    Salah satunya dilakukan Puskesmas Kunciran di Minera Fresh Duta Bintari Permata Sanur dan Toko Fadilah Kunciran Indah, Kamis (8/5/25). Kepala Puskesmas Kunciran dr. Darsono menyatakan, pengawasan terhadap depot air minum sangat penting sebagai bagian dari komitmen Pemkot Tangerang untuk menjaga kesehatan warganya.

    “Kualitas air minum adalah salah satu faktor kunci untuk kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, akan terus meningkatkan pengawasan dengan inspeksi rutin dan pengambilan sampel untuk memastikan air yang dijual aman dan bebas dari kontaminasi,” ungkap dr. Darsono, Kamis (8/5/25).

    Ia pun menjelaskan, kegiatan inspeksi dilakukan secara berkala di seluruh puskesmas yang terdiri dari tenaga kesehatan dan teknisi laboratorium. Para petugas memeriksa berbagai aspek, mulai dari kebersihan depot, penyimpanan, hingga kualitas air minum yang diproduksi.

    “Sebagai bagian dari proses pengawasan, petugas juga memberikan edukasi kepada pemilik depot air minum mengenai prosedur sanitasi yang harus dipatuhi dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar depot. Sehingga, pemilik dapat lebih memenuhi standar operasional yang baik,” katanya.

    Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat ini, Pemkot Tangerang berharap dapat meminimalisir risiko penyakit yang disebabkan oleh air minum yang tidak sehat dan memastikan seluruh warga dapat mengakses air minum yang aman, bersih dan berkualitas. (Ad)

  • Kunjungan Jasa Raharja ke PO Bus Luthansa,Jelaskan Manfaat Jaminan Keselamatan Penumpang

    Kunjungan Jasa Raharja ke PO Bus Luthansa,Jelaskan Manfaat Jaminan Keselamatan Penumpang

    Ciledug, Djawaranews.com – Petugas Jasa Raharja dari Samsat Ciledug Andini dan Johan melakukan kunjungan ke PT Anther Prima Persada, operator Bus Luthansa.Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Customer Relationship Management (CRM) yang bertujuan untuk mempererat hubungan kerja sama antara Jasa Raharja dan perusahaan angkutan umum.

    PT Anther Prima Persada atau yang dikenal dengan armada Bus Luthansa-nya, Kunjungan petugas Jasa Raharja ini bertujuan untuk memastikan bahwa PT Anther Prima Persada memahami dan mematuhi ketentuan perlindungan yang diberikan oleh Jasa Raharja.

    Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai sejumlah aspek penting terkait kewajiban pemilik kendaraan bermotor, khususnya dalam lingkup angkutan umum pariwisata yang dioperasikan oleh PT Anther. Hal-hal yang dibahas mencakup pelunasan pajak kendaraan bermotor serta Iuran Wajib Jasa Raharja, yang merupakan bentuk perlindungan dasar bagi pengemudi maupun penumpang dalam hal terjadi kecelakaan lalu lintas.

    Johan Menjelaskan mengenai manfaat dan peran Jasa Raharja dan mengedukasi tentang proses klaim dan hak-hak korban kecelakaan lalu lintas. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pihak perusahaan akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, sekaligus mempercepat proses validasi data kendaraan yang beroperasi secara aktif.

    Yuda mengungkapkan apresiasinya atas kunjungan ini, “Kami sangat menghargai kunjungan dari Jasa Raharja. Ini adalah kesempatan penting bagi kami untuk memastikan bahwa semua proses terkait asuransi dan jaminan penumpang kami sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kami berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan dan keselamatan penumpang kami.”

    Kepala PT Jasa Raharja Cabang Tangerang, Panji Artha menyatakan bahwa salah satu tugas pokok dan fungsi PT Jasa Raharja adalah memegang amanah mengelola program asuransi sosial berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 jo PP Nomor 17 Tahun 1965 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang. Dalam UU No.33 Tahun 1964, dijelaskan bahwa korban yang berhak atas santunan, adalah setiap penumpang sah dari alat angkutan umum yang mengalami kecelakaan selama penumpang berada dalam angkutan tersebut, yaitu saat naik dari tempat pemberangkatan sampai turun di tempat tujuan. “Dengan melakukan kegiatan kunjungan ini merupakan bentuk pelayanan terbaik kepada masyarakat karena kami berharap dengan koordinasi yang baik antar berbagai pihak dapat meminimalisir tingkat kecelakaan lalu lintas agar pengguna angkutan umum merasa tenang dan aman pada saat melakukan perjalanan,” tutup Panji. (Ad)

  • Wujudkan Gampang Kerja! Pemkot Ajak 1000 Wirausahawan Muda Naik Kelas

    Wujudkan Gampang Kerja! Pemkot Ajak 1000 Wirausahawan Muda Naik Kelas

    Kota Tangerang – Dalam menghadapi era ekonomi digital yang terus berkembang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) berkolaborasi dengan LPK GETi Incubator menggelar pelatihan kewirausahaan digital bagi 1.000 wirausahawan muda.

    Program ini menjadi langkah nyata dari Pemerintah Kota Tangerang untuk mewujudkan porgram Gampang Kerja. Selain tentunya juga bertujuan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan agar dapat bersaing dan berkontribusi dalam perekonomian digital.

    Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, saat membuka pelatihan perdana atau batch pertama yang diikuti oleh 250 peserta, menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang telah memulai atau sedang merintis usaha. Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Saya apresiasi teman-teman semua yang hadir di sini karena usaha yang kalian bangun tidak hanya menghidupi diri sendiri, tapi juga membuka peluang kerja bagi orang lain,” ujar Maryono, saat membuka acara yang berlangsung di Kantor LPK GETi, Great Western, Kota Tangerang, Sabtu (03/05/2025).

    Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan usaha di era sekarang. Menurutnya, meskipun akses pemasaran kini lebih mudah melalui media sosial dan e-commerce, tantangan baru juga harus dihadapi, terutama dalam hal konsistensi dan kualitas produk.

    “Kemudahan digital itu harus diimbangi dengan komitmen menjaga kualitas dan keaktifan dalam pemasaran. Jangan berhenti belajar dan terus berinovasi,” tambahnya.

    Wakil wali kota juga berharap, melalui kerja sama dengan LPK GETi, para peserta mendapatkan materi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pasar masa kini.

    “Mudah-mudahan kemitraan ini bisa menjembatani usaha teman-teman untuk naik kelas lewat digitalisasi,” pungkasnya.

    Program pelatihan ini akan berlangsung dalam beberapa batch, dengan target menjangkau 1.000 peserta selama pelaksanaannya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang untuk memperkuat ekosistem wirausaha muda yang adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi. (Ad)

  • Jelang Iduladha, Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan Masuknya Hewan Kurban

    Jelang Iduladha, Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan Masuknya Hewan Kurban

    Kota Tangerang – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas dan kondisi kesehatan hewan kurban yang masuk ke wilayah Kota Tangerang.

    Langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyebaran penyakit menular, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD) dan anthrax.
    Kepala DKP Kota Tangerang Muhodrun menyampaikan, pengawasan ini sudah dimulai sejak pertengahan April lalu dimana penjual hewan kurban mulai berdatangan dari berbagai daerah.

    “Kami telah menurunkan tim pengawas dari Puskeswan Kota Tangerang, yang terdiri dari dokter hewan dan petugas lapangan, untuk memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan di Kota Tangerang dalam kondisi sehat, layak jual dan layak konsumsi,” ungkap Muhdorun, Jumat (2/5/25).

    Ia pun menjelaskan, Tim Pengawas DKP Kota Tangerang akan terus melakukan pemeriksaan di sejumlah titik penampungan dan lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di berbagai wilayah di Kota Tangerang. Pemeriksaan meliputi identifikasi gejala penyakit, pengecekan fisik hewan, serta dokumentasi asal hewan.

    “Jadi, petugas akan menagih surat pernyataan hewan sehat dan bebas PMK dari daerah asal. Setelah itu, petugas akan melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan kondisi hewan ketika tiba hingga diperjualbelikan di Kota Tangerang,” jelasnya.

    Hewan kurban yang lolos pemeriksaan akan diberikan tanda berupa stiker, sebagai jaminan hewan-hewan di lapak tersebut aman dan sehat untuk dikonsumsi.

    “Masyarakat diimbau, untuk membeli hewan kurban dengan cerdas. Salah satunya, hanya membeli hewan kurban yang telah diperiksa dan memiliki tanda resmi dari DKP Kota Tangerang,” imbaunya.

    Diketahui, langkah ini penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga yang akan melaksanakan ibadah kurban, Sekaligus menjaga Kota Tangerang dari potensi wabah penyakit hewan.

    Pemkot Tangerang juga membuka layanan aduan dan konsultasi di nomor whatsapp 0813-9434-3260, bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut seputar hewan kurban atau permohonan vaksinasi graris untuk hewan ternak.

    “Diharapkan dengan adanya pengawasan ketat ini, pelaksanaan Iduladha di Kota Tangerang dapat berjalan lancar, aman, dan sehat,” harapnya. (Ad)

  • Stabilitas Ekonomi Terjaga, Indeks Inflasi Kota Tangerang Capai 1,54 Persen

    Stabilitas Ekonomi Terjaga, Indeks Inflasi Kota Tangerang Capai 1,54 Persen

    Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berkomitmen mendorong stabilitas perekonomian. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang mencatatkan, indeks inflasi di Kota Tangerang mencapai 1,54 persen di awal Mei 2025.

    Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono menuturkan, indeks inflasi pada awal bulan ini mengalami sedikit peningkatan dibandingkan pada bulan sebelumnya. Pemkot Tangerang menilai angka peningkatan inflasi tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan daya beli masyarakat yang terus meningkat.

    “Kami baru saja menerima kajian rilis indeks inflasi bulanan yang hasilnya secara umum masih berada di skala yang stabil dibandingkan beberapa bulan sebelumnya yang bahkan mengalami deflasi. Terlihat dari data yang ada pertumbuhan daya beli masyarakat merangkak naik dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,8 persen saja,” ujar Ruta, Jumat (2/5/25).

    Ia menilai, indeks inflasi pada bulan ini menjadi modal penting untuk mendorong stabilitas perekonomian memasuki periode Triwulan II di tahun 2025. Tercatat, indeks inflasi pada April ini mengalami penurunan dibandingkan dengan periodesasi yang sama pada tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 3,46 persen (2023) dan 3,36 persen (2025).

    “Kami juga mencatat indeks inflasi pada bulan ini sesuai dengan target nasional untuk menjaga stabilitas inflasi pada 2,5 plus minus satu persen,” tambahnya.

    Selain itu, Pemkot Tangerang terus berupaya merealisasikan beberapa kebijakan strategis lainnya untuk mendukung stabilisasi perekonomian di Kota Tangerang berjalan maksimal. (Ad)

  • Optimalisasi Arsip Digital: DPAD Kota Tangerang Gelar Bimtek Admin SRIKANDI

    Optimalisasi Arsip Digital: DPAD Kota Tangerang Gelar Bimtek Admin SRIKANDI

    Kota Tangerang – Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola kearsipan dan mendukung transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Admin Tata Usaha Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI), di Lantai 5, Ruang Al Amanah, Puspem Kota Tangerang, Rabu (30/4/25).

    Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis dan praktik langsung mengenai penggunaan aplikasi SRIKANDI, sebagai sistem pengelolaan arsip dinamis secara elektronik yang terintegrasi dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

    Kepala DPAD Kota Tangerang Engkos Zarkasyi mengatakan, implementasi SRIKANDI merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik di Pemkot Tangerang.

    “Melalui Bimtek ini, kami berharap para admin TU dapat memahami alur pengelolaan arsip elektronik sesuai ketentuan, sehingga tata kelola dokumen menjadi lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” jelas Engkos.

    Kata Engkos, dengan jumlah pengguna SRIKANDI sebanyak 5.566 pegawai, Pemkot Tangerang dalam pengawasan kearsipan tahun 2024 memiliki hasil 74,86 dengan predikat Sangat Baik.

    “Dengan Tingkat Digitalisasi (TDA) 86,16 predikat Memuaskan. Dalam hal ini, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya,” ungkap Engkos.

    Kegiatan ini diikuti 120 peserta yang terdiri dari sekretaris OPD, Kasubag Umum Kepegawaian selamu Admin OPD, dan pemegang akun TU SRIKANDI OPD.

    Yakni, menghadirkan narasumber Deputi Bidang Sistem dan Informasi Kearsipan ANRI dengan materi fitur terbaru dan pemberkasan arsip aktif pada SRIKANDI.

    “Penguasaan terhadap sistem SRIKANDI diharapkan dapat mempercepat proses administrasi serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pemerintahan,” tutupnya. (Ad)

  • Terima Delegasi CLC dari Singapura, Sachrudin Sampaikan Rencana Pengembangan Kota

    Terima Delegasi CLC dari Singapura, Sachrudin Sampaikan Rencana Pengembangan Kota

    Tangerang, Djawaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menerima kunjungan dari delegasi Centre for Liveable Cities (CLC), organisasi asal Singapura yang bersama Temasek Foundation menginisiasi program Temasek Foundation Leaders in Urban Governance Programme (TFLUGP), di mana kota Tangerang menjadi salah satu pesertanya.

    Delegasi yang dipimpin oleh Yeon Wen Cong, Direktur Pengembangan Kapasitas CLC, diterima langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, di Kantor Wali Kota Tangerang, Selasa (29/04/2025).

    Dalam kesempatan tersebut, wali kota memaparkan hasil partisipasi Kota Tangerang dalam TFLUGP dan mendiskusikan pengembangan kota ke depan.

    “Keikutsertaan kami dalam program ini merupakan bentuk komitmen dan kesiapan Kota Tangerang untuk terus belajar, berkembang, dan bertransformasi menjadi kota yang lebih maju, berdaya saing, serta berkelanjutan. Salah satu fokus utama kami adalah pengembangan kawasan Aerotropolis, dengan wilayah Benda sebagai titik strategis lokomotif pertumbuhan ekonomi baru,” terang wali kota di hadapan delegasi.

    Sachrudin menambahkan, Pemkot Tangerang telah menyusun rencana pengembangan infrastruktur, sarana prasarana, dan zona pemanfaatan lahan untuk mendukung Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai pusat Aerotropolis.

    “Rencana pengembangan tersebut meliputi jaringan jalan non-tol dari dan menuju Kota Tangerang, sistem kontrol banjir di Rawa Bokor dan Neglasari, serta pengembangan kawasan industri di sekitar bandara,” jelasnya.

    Selain itu, Sachrudin menyampaikan bahwa Pemkot Tangerang telah mulai membangun fasilitas penting, seperti RSUD Benda, serta telah mengoperasikan East Flyover.

    “RSUD ini akan menjadi fasilitas vital di kawasan yang semakin padat aktivitas, baik dari sisi penduduk maupun pelaku usaha. Sementara itu, East Flyover meningkatkan efisiensi perjalanan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui Perimeter Utara dan Selatan, memperkuat posisi Tangerang sebagai kota gerbang dunia,” ujarnya.

    Wali kota juga menegaskan bahwa melalui wawasan yang diperoleh dari TFLUGP, Pemkot akan memperkuat perencanaan pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang melalui reviu berkala, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.

    “Kami ingin memastikan setiap langkah yang diambil tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan dan memberikan nilai tambah secara ekonomi maupun lingkungan. Mari kita lanjutkan kolaborasi ini dengan semangat untuk membangun Kota Tangerang yang lebih baik, lebih hijau, dan lebih tangguh,” pungkas Sachrudin. (Trg)

     

  • Wujudkan Kota Pangan Aman, Sachrudin: Tingkatkan Penerbitan SLHS!

    Wujudkan Kota Pangan Aman, Sachrudin: Tingkatkan Penerbitan SLHS!

    Tangerang, Djawaranews.com – Dalam upaya mewujudkan Kota Tangerang sebagai kota pangan aman, Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menghadiri sekaligus membuka Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji, yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

    Dalam sambutannya, wali kota, menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap keamanan pangan yang harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

    “Kasus-kasus keracunan makanan yang terjadi di Indonesia, serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan yang sehat, higienis, dan halal, menunjukkan bahwa kita semua dituntut untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pangan,” ujar wali kota.

    Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kesehatan Lingkungan, pengelolaan pangan siap saji harus memenuhi standar higiene dan sanitasi yang baik, yang dibuktikan dengan penerbitan SLHS.

    “Oleh karena itu, dalam rangka menindaklanjuti amanat peraturan tersebut, serta pelaksanaan Program 100 Hari Kerja, saya bersama Bapak Maryono, Kami melalui Dinkes mengadakan pelatihan ini,” kata Sachrudin, saat membuka kegiatan Pelatihan SLHS, di Patio Puspem Kota Tangerang pada Selasa, (29/04/2025).

    Wali kota berharap, pelatihan ini juga akan meningkatkan jumlah penerbitan SLHS di Kota Tangerang, sekaligus menjamin produk pangan siap saji yang aman dan layak konsumsi, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan lokal, dan memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai kota yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan warganya.

    “Dalam hal ini, sektor UMKM, khususnya pelaku usaha jasa boga, katering, dan restoran, merupakan penggerak ekonomi yang penting di Kota Tangerang. Namun, pertumbuhan sektor ini harus dibarengi dengan peningkatan standar keamanan pangan agar daya saing usaha terus meningkat dan kesehatan masyarakat tetap terjaga, salah satunya melalui SLHS,” tambahnya.

    Melalui pelatihan ini, lanjut Sachrudin, diharapkan para pelaku usaha kuliner dan restoran di Kota Tangerang dapat memahami dan mengimplementasikan prosedur yang benar dalam pengelolaan pangan, guna memberikan produk yang aman dan berkualitas bagi konsumen. Hal ini juga merupakan langkah konkret dalam memperkuat sektor UMKM yang semakin tumbuh pesat di Kota Tangerang.

    “Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam praktik sehari-hari, dan menjadi pelopor dalam mewujudkan Kota Tangerang sebagai “Kota Pangan Aman,” tukas wali kota. (Trg)