Kategori: Kota Serang

  • Job Fair 2025 Kota Serang Disambut Antusias Tinggi Masyarakat

    Job Fair 2025 Kota Serang Disambut Antusias Tinggi Masyarakat

    SERANG, Djawaranews.com – Job Fair Kota Serang 2025 yang digelar selama dua hari berhasil menarik 2.400 pencari kerja. Awalnya hanya dibuka untuk 1.200 orang, namun karena antusiasme tinggi, kuotanya dilipat gandakan.

    Sebanyak 30 perusahaan ikut serta, menawarkan sekitar 800–900 lowongan kerja. Sektor keuangan dan otomotif menjadi yang paling banyak membuka formasi. Namun, sebagian besar perusahaan berasal dari luar Kota Serang karena keterbatasan industri lokal.

    “Jumlah pengangguran kita 26.686 orang. Kalau job fair ini menyerap maksimal 900 orang, dampaknya baru sekitar 3 persen,” kata Poppy.

    “Kecil, tapi kami berharap ada efek lanjutan panitia job fair,” imbuhnya.

    Warga Kota Serang mendapat prioritas dalam kegiatan ini, dengan alokasi 90% kuota. Sisanya terbuka untuk warga sekitar sesuai aturan Kementerian Ketenagakerjaan.

    Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan perlunya dukungan untuk menciptakan iklim investasi yang sehat agar peluang kerja makin terbuka.

    “Jangan malah digoreng-goreng, bantu saya ciptakan iklim investasi yang baik,” tegasnya.

    Job fair ini dinilai bukan solusi tunggal, tapi bagian dari langkah awal untuk mengurangi pengangguran secara bertahap. Target ke depan, setidaknya mampu menurunkan 5% angka pengangguran melalui kegiatan serupa dan pelatihan kerja. (Trg)

  • Tinjau Langsung Pelayanan di Disdukcapil, Walikota Serang Prioritaskan Peningkatan Sarana dan Kenyamanan Masyarakat

    Tinjau Langsung Pelayanan di Disdukcapil, Walikota Serang Prioritaskan Peningkatan Sarana dan Kenyamanan Masyarakat

    SERANG, Djawaranews.com – Walikota Serang, Budi Rustandi, melakukan kunjungan kerja dan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang.

    Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung proses pelayanan administrasi kependudukan serta mengidentifikasi kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana.

    Dalam tinjauannya, Walikota Budi Rustandi berdialog dengan para petugas dan masyarakat yang sedang mengurus dokumen.

    Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Serang untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki kualitas pelayanan publik.

    “Saya ingin melihat langsung kesiapan, baik dari sisi tempat maupun SDM di Disdukcapil,” katanya.

    “Insyaallah ke depannya akan kita evaluasi dan perbaiki bersama-sama, dalam rangka agar pelayanan publik di Kota Serang semakin meningkat,” ujar Walikota, Kamis 7 Agustus 2025.

    Walikota Budi Rustandi memberikan apresiasi kepada jajaran petugas pelayanan di Disdukcapil yang dinilainya telah bekerja dengan kekuatan penuh untuk melayani masyarakat.

    “Kalau terkait pelayanan, ini personelnya sudah full ya, ada 13 orang yang melayani. Ini sudah baik,” katanya.

    Namun, sorotan utama dari hasil tinjauan ini adalah kondisi sarana fisik, terutama gedung kantor yang dinilai sudah tidak memadai.

    “Memang faktor tempat, kondisinya kurang besar untuk menampung volume warga yang datang setiap hari,” tambah Walikota.

    Walikota Budi Rustandi menyatakan bahwa meskipun ada tantangan dari sisi alokasi anggaran karena banyaknya program prioritas lain, perbaikan gedung Disdukcapil akan tetap menjadi perhatian serius untuk dibahas dan direncanakan.

    Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Layanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Serang, Yusrini Pratiwiningrum, yang turut mendampingi kunjungan, membenarkan peningkatan sarana menjadi kebutuhan mendesak.

    “Pimpinan (Walikota) memang memiliki perhatian khusus terhadap pelayanan publik. Beberapa PR dari Disdukcapil antara lain adalah sarana prasarana terutama gedung, kemudian juga SDM, dan peralatan yang harus selalu diperbarui,” ujar Yusrini.

    Sebagai langkah konkret jangka pendek, Yusrini mengungkapkan bahwa Walikota memberikan perhatian khusus pada kondisi ruang tunggu di bagian depan yang terbuka dan membuat warga kepanasan.

    “Perhatian khusus beliau adalah meminta agar bagian depan ini ditutup supaya warga lebih nyaman,” ujarnya.

    “Kemarin sudah dibicarakan ada sekitar Rp300 juta untuk peningkatan layanan di depan ini. Mudah-mudahan di tahun 2026 bisa terealisasi,” jelasnya.

    Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Serang untuk terus membenahi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di semua lini.

    Peningkatan sarana di Disdukcapil akan menjadi salah satu prioritas agar masyarakat dapat mengurus administrasi kependudukan dengan lebih cepat, nyaman, dan efisien. (Trg)

  • Penertiban Angkot Kota Serang Dimulai, Dishub Fokuskan Pendekatan Sosialisasi serta Edukasi

    Penertiban Angkot Kota Serang Dimulai, Dishub Fokuskan Pendekatan Sosialisasi serta Edukasi

    SERANG, Djawaranews.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang mulai melakukan penertiban terhadap Angkutan Kota (angkot) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang masuk ke wilayah Kota Serang.

    Kegiatan ini langsung dipimpin oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Serang, M. Ikbal dan beberapa personil di Terminal Kepandean.

    Usai Penertiban Angkot, Kadishub Kota Serang M. Ikbal menuturkan, bahwa masih ditemukan sejumlah pelanggaran administratif kendaraan Angkutan Kota (angkot) di wilayah Kota Serang, seperti dokumen KIR yang kedaluwarsa hingga kartu pengawasan yang tidak lengkap.

    “Tadi juga ada beberapa yang sudah ditemukan ada dokumen yang tidak lengkap, ada KIR juga yang sudah mati termasuk juga kartu pengawasannya,” ujar Ikbal pada Kamis, (7/8/2025)

    Meskipun temuan tersebut bisa langsung ditindak, Ikbal menyebut bahwa untuk saat ini pihaknya masih mengedepankan langkah preventif dengan melakukan pendekatan edukatif.

    “Kita mulai dari edukasi dulu. Pemerintah kan juga harus memberikan pelayanan. Nanti berikutnya baru kita lakukan tindakan bersama teman-teman dari Satlantas,” jelasnya

    Sebagai bagian dari upaya penataan, Dishub Kota Serang bekerja sama dengan Dishub Provinsi Banten juga mulai menata titik transit bagi AKDP.

    “Jalur dari barat seperti Cilegon akan transit di Kepandean, jalur selatan seperti Pandeglang dan Lebak akan transit di Cipocok, sementara jalur timur seperti Balaraja dan Cikupa akan diarahkan ke Pakupatan,” ungkap Ikbal

    Ia juga mengungkapkan, untuk Jumlah angkot yang ada di Kota Serang, itu mengalami penurunan drastis. Dari total 1.300 angkot yang tercatat, kini hanya sekitar 300 unit yang masih terdaftar.

    “Sekarang itu antara hidup dan mati. Kompetisi nya sekarang tinggi. Ada aplikasi, dan masyarakat sudah banyak yang punya kendaraan pribadi, minimal motor. Tapi angkot tetap harus ada, karena pemerintah wajib memberikan pelayanan transportasi publik,” ujar Ikbal

    Kembali ia menjelaskan, bahwa Dishub mencatat bahwa saat ini ada 12 trayek angkot yang tersedia di Kota Serang.

    “Ada 12 sudah kita buka untuk trayek-trayek yang tadinya belum ada. Karena kota Serang ini sudah mulai ada sentra tempat bisnis. Dulu konsentrasinya di dua kecamatan, Serang dan Cipocok. Sekarang semua sudah ada, mulai dari Walantaka, Curug, dan Taktakan,” jelas Ikbal

    Ia berharap kedepan sistem angkutan kota dapat bersinergi dengan program Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM) seperti Bus Rapid Transit (BRT) milik Pemerintah Provinsi Banten.

    “Kita akan jadi feeder. Bisa menerima dan menurunkan penumpang dari BRT. Dengan penataan ini, saya yakin Kota Serang bisa lebih tertib, lebih nyaman, dan mengurangi kemacetan,” tutupnya. (Trg)

  • Wagub Banten A Dimyati Kusumah Bersama Wakapolda Banten Ikuti Grounbreaking SPPG Serentak

    Wagub Banten A Dimyati Kusumah Bersama Wakapolda Banten Ikuti Grounbreaking SPPG Serentak

    Serang, Djawaranews.com – Wakil Gubernur (Wagub) Banten A Dimyati Natakusumah bersama Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hengki mengikuti acara Groundbreaking Serentak 296 Titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo secara virtual di Gakuba SPPG Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (6/8/2025). Groundbreaking serentak dipusatkan Polres Malang, Jawa Timur.

    Wagub Dimyati mengatakan, program SPPG sangat penting karena merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo SUbianto yakni Makan Bergizi Gratis. Selain itu, ada juga Program Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih yang tentunya harus didukung penuh.

    “Program ini sangat penting dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat yakni sandang, pangan, dan papan,” katanya.

    Menurut A Dimyati, program MBG penting, terutama dalam meningkatkan kesehatan anak-anak dan masyarakat. Jika sejak dini anak-anak dijaga gizinya, insyaAllah mereka akan tumbuh sehat dan cerdas.

    Selain itu, lanjutnya, keberadaan SPPG ini juga membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya para orang tua. Dengan asupan gizi yang cukup, generasi muda dapat belajar lebih optimal dan berprestasi di masa depan.

    “Saya mengapresiasi langkah Polda Banten yang terus bergerak. Kemarin groundbreaking di Taktakan, hari ini langsung 12 titik. Ini menunjukkan kepedulian sosial dan keaktifan Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

    Sementara itu, Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hengki menegaskan pembangunan SPPG bukan hanya bersifat seremonial tetapi merupakan komitmen nyata Polri dalam mendukung program nasional dan memperkuat pelayanan sosial.

    “Dari target awal tiga unit, hari ini kita berhasil memulai pembangunan 14 unit, dua di antaranya sudah operasional. Target nasional tahun 2025 adalah 400-500 unit SPPG, dan kami berkomitmen menjadikan Banten sebagai salah satu provinsi terdepan dalam pelaksanaannya,” ungkap Brigjen Hengki.

    Brigjen Hengki juga menyampaikan SPPG bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan balita. Target penerima manfaat di wilayah Banten diperkirakan mencapai 48.000 jiwa, termasuk 36.000 siswa TK hingga SMA.

    Dalam kesempatan yang sama Irwasda Polda Banten Kombes Pol. Hendra Kurniawan menjelaskan saat ini Polda Banten telah mendaftarkan 14 titik lokasi SPPG, di antaranya: SPPG Gakuba Polda Banten, 2 unit SPPG Polresta Tangerang, 1 unit SPPG Polresta Serang Kota, 3 unit SPPG Polres Cilegon, 2 unit SPPG Polres Serang, 1 unit SPPG Polres Pandeglang, 2 unit SPPG Polres Lebak.

    Tiga unit SPPG di antaranya merupakan bantuan dari Irwasum Mabes Polri, yang ditempatkan di wilayah hukum Polres Serang, Pandeglang, dan Lebak. Dua unit lainnya sudah beroperasi yakni di SPPG Polda Banten yakni Drangong, Taktakan Kota Serang, dan SPPG Polresta Tangerang.

    “Proses pembangunan SPPG ini melibatkan kolaborasi antara Polri, Pemerintah Daerah, Koperasi, dan pihak ketiga. Serta dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Banten dengan dukungan Badan Gizi Nasional (BGN),” jelasnya.

    Dengan semakin banyaknya SPPG yang dibangun, diharapkan pencegahan stunting dan peningkatan kualitas pendidikan serta gizi masyarakat Banten dapat segera terwujud. Seluruh pihak sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci kesuksesan program ini.

    “Semoga apa yang kita mulai hari ini menjadi awal dari perjalanan panjang yang membawa manfaat besar bagi masyarakat Banten dan Indonesia,” tutupnya. (Trg)

  • PAUD Pondasi Pembentukan Karakter dan Kemampuan Dasar Anak

    PAUD Pondasi Pembentukan Karakter dan Kemampuan Dasar Anak

    Serang, Djawaranews.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengatakan, PAUD menjadi pondasi pembentukan karakter dan kemampuan dasar anak. Menjadi dasar dalam mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Provinsi Banten.

    Hal itu disampaikan Tinawati saat menjadi salah satu narasumber Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun di Aston Serang Hotel & Convention Center, Jl Syech Nawawi Al Bantani, Boru, Kota Serang, Rabu (6/8/2025).

    “Wajib Belajar 13 Tahun adalah bentuk komitmen kita untuk memberikan kesempatan belajar seluas-luasnya bagi anak-anak Indonesia, termasuk di Provinsi Banten. Pendidikan PAUD adalah pondasi yang tidak boleh diabaikan, karena di sanalah pembentukan karakter dan kemampuan dasar anak dimulai,” ujar Tinawati.

    Sebagai Bunda PAUD, Tinawati mendorong agar anak-anak usia 5–6 tahun mendapat akses PAUD sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar. Menurutnya, ini tidak hanya penting bagi tumbuh kembang anak, tetapi juga mendukung keluarga, khususnya ibu, dalam mendampingi proses pendidikan sejak dini.

    “Program PAUD harus menjadi prioritas. Pendidikan karakter, stimulasi motorik, dan kebiasaan belajar yang sehat harus dibentuk sejak dini. Anak-anak kita harus siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya dengan bekal yang kuat,” tambahnya.

    Tinawati juga menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah di Provinsi Banten. Ia menegaskan pentingnya intervensi terpadu agar tak ada anak yang tertinggal dari dunia pendidikan.

    “Anak-anak yang tidak bersekolah adalah potensi bangsa yang sedang menunggu untuk dibangkitkan. Kita harus hadir untuk mereka, memastikan tak satu pun tertinggal dalam hak dasarnya yaitu pendidikan,” ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Umum Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten, Bonny Hanafi Dacosta mengungkapkan bahwa perluasan program wajib belajar dari 9 tahun menjadi 13 tahun merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin pendidikan bagi seluruh anak bangsa.

    Namun, Bonny mengakui bahwa implementasi program ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti faktor ekonomi, sosial budaya, hingga geografis yang menyebabkan masih banyaknya ATS di Provinsi Banten.

    “Mereka seharusnya berada di ruang kelas, bukan di luar sistem pendidikan. Melalui FGD ini, kami berharap semua pihak bisa bersinergi untuk menutup kesenjangan akses dan kualitas pendidikan,” katanya.

    Bonny berharap FGD ini menghasilkan strategi kolaboratif antara BPMP, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder pendidikan dalam menurunkan angka ATS dan memastikan keberhasilan program Wajib Belajar 13 Tahun di Provinsi Banten, dengan PAUD sebagai titik awal penting dalam perjalanan pendidikan anak. (Trg)

  • Dinkes Kota Serang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di HUT Kota Serang ke-18

    Dinkes Kota Serang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di HUT Kota Serang ke-18

    Serang, Djawaranews.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kota Serang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat. Kegiatan ini digelar mulai 6 hingga 10 Agustus 2025 di area stand Stadion Maulana Yusuf, Serang.

    Layanan berlangsung setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB dan terbuka untuk seluruh masyarakat, dengan syarat membawa KTP atau fotokopi KTP.

    Pemeriksaan kesehatan gratis ini mencakup:

    Skrining kesehatan umum

    Pemeriksaan tekanan darah

    Cek gula darah

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi aktif pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

    “Kami ingin mempermudah akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Melalui momen HUT Kota Serang ini, kami hadir langsung di tengah warga untuk memberikan layanan skrining kesehatan secara gratis,” ujar Ahmad Hasanuddin di lokasi kegiatan, Rabu (6/8/2025).

    Ahmad menambahkan, pemeriksaan kesehatan semacam ini penting sebagai langkah awal pencegahan penyakit, terutama penyakit tidak menular yang masih menjadi tantangan kesehatan di masyarakat, seperti hipertensi dan diabetes.

    “Cek kesehatan ini adalah investasi. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, masyarakat bisa mengambil langkah pencegahan sebelum penyakit menjadi serius,” tambahnya.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Terlebih, kegiatan ini tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga edukasi mengenai pola hidup sehat.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dan menjaga kesehatan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

    Antusiasme warga terlihat tinggi sejak hari pertama. Banyak masyarakat datang bersama keluarga untuk memeriksakan kesehatannya. Suasana stand pun dipenuhi interaksi antara petugas kesehatan dan warga yang aktif berkonsultasi.

    Dengan mengusung slogan “Cek Kesehatan Gratis: Investasi Terbaik untuk Masa Depan Sehat Anda”, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam mewujudkan masyarakat Kota Serang yang sehat, produktif, dan berdaya saing. (Trg)

  • Budaya Karo Curi Perhatian di Pawai Budaya HUT ke-18 Kota Serang

    Budaya Karo Curi Perhatian di Pawai Budaya HUT ke-18 Kota Serang

    Serang, Djawaranews.com – Pawai Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kota Serang berlangsung meriah, Rabu (6/8/2025). Namun ada yang berbeda tahun ini. Kehadiran budaya Karo dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sukses mencuri perhatian penonton.

    Sepasang duta budaya Karo tampil anggun dan gagah mengenakan busana adat khas Karo. Mereka berdiri di atas mobil pickup yang dihias penuh dengan buah dan sayuran, simbol dari sukacita dan rasa syukur yang kental dalam tradisi Karo.

    Di belakang kendaraan hias itu, rombongan Karo Banten Bersatu (KBB) ikut berjalan dengan semangat, membawa pesan keberagaman yang harmonis di tengah masyarakat Kota Serang.

    Tak hanya tampil memukau, sebuah momen spesial terjadi di tengah arak-arakan. Lesman Bangun, Penasehat DPD KBB Serang-Cilegon, secara spontan menyematkan Beka Buluh — kain khas Karo — kepada Wali Kota Serang, Budi Rustandi.

    “Itu spontanitas saja karena melihat pemimpin daerah. Dan itu adalah budaya kami untuk memberikan ‘Beka Buluh’ kepada pejabat sebagai bentuk penghormatan,” ujar Lesman kepada wartawan usai pawai.

    Lesman mengaku bangga karena budaya Karo bisa tampil dalam panggung resmi Pemerintah Kota Serang.

    “Saya merasa bangga. Ini membuktikan bahwa budaya Karo bisa diterima dan turut mewarnai kebudayaan di Banten,” katanya.

    Ia pun mengajak seluruh masyarakat Karo di tanah perantauan untuk terus memperkenalkan budaya leluhur mereka.

    “Mari terus kita kenalkan budaya Karo di tanah rantau, agar anak cucu kita tetap mengenalnya dan masyarakat pun semakin memahami keberagaman budaya kita,” ucapnya.

    Sekretaris KBB DPD Banten Barat, Sanjaya Sitepu bersama duta budaya karo saat pawai budaya menyambut HUT Kota Serang ke 18.

    Sementara itu, Sekretaris KBB DPD Banten Barat, Sanjaya Sitepu, juga menyampaikan rasa bangganya. Ia mengaku baru kali ini budaya Karo mendapat ruang di acara resmi Pemerintah Daerah.

    “Selama saya tinggal di Banten, baru kali ini Pemerintah mengikutsertakan budaya Karo. Ini suatu kebanggaan,” ungkap Sanjaya.

    Menurutnya, keterlibatan budaya Karo dalam Pawai HUT Kota Serang bukan hanya sebagai bentuk pelestarian, tapi juga bukti bahwa komunitas Karo bisa berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat di Kota Serang.

    “Ini sekaligus memperkenalkan budaya Karo kepada masyarakat luas dan memperlihatkan bahwa kita bisa hidup berdampingan serta bekerja sama dalam keberagaman,” pungkasnya. (Trg)

  • The Adams, Kangen Band, Hingga Tabligh Akbar Siap Guncang Kota Serang Fair 2025, Cek Jadwalnya di Sini

    The Adams, Kangen Band, Hingga Tabligh Akbar Siap Guncang Kota Serang Fair 2025, Cek Jadwalnya di Sini

    Kota Serang, Djawaranews.com – Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) akan menggelar perhelatan akbar bertajuk Kota Serang Fair 2025.

    Acara ini diselenggarakan sebagai puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kota Serang.

    Pesta rakyat yang terbuka untuk umum dan gratis ini akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai dari tanggal 6 hingga 10 Agustus 2025, bertempat di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang.

    Acara ini menjanjikan rangkaian kegiatan yang sangat beragam, memadukan hiburan modern, kegiatan religi, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.

    Panggung utama akan dimeriahkan oleh deretan musisi papan atas dari berbagai genre.

    Nama-nama besar seperti The Adams, Kangen Band, Bondan Prakoso and Fade 2 Black, Batas Senja, dan Momonon dipastikan akan tampil menghibur warga Serang.

    Tidak hanya itu, sisi religi juga akan diisi dengan tausiyah dari Ustadz Muhammad Assad, M.Sc. dalam sesi Tabligh Akbar.

    Selain festival musik, Kota Serang Fair 2025 juga menjadi etalase bagi produk-produk unggulan lokal melalui Pameran UMKM.

    Pengunjung juga dapat menikmati festival kuliner, pertunjukan kebudayaan, talk show inspiratif, kompetisi e-sport, hingga pagelaran Serang Fashion Week.

    Berikut adalah rincian kegiatan utama Kota Serang Fair 2025:

    – Waktu: 6 – 10 Agustus 2025

    – Tempat: Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang

    – Tiket: Gratis (Free Entry)

    Acara ini juga akan menampilkan puluhan penampil lainnya seperti Paranoise, Efek Rumah Dinas, Misery, Adara, dan masih banyak lagi, memastikan panggung hiburan terus semarak sepanjang hari.

    Sebagai terobosan baru untuk mendongkrak ekonomi lokal, Pemkot akan menerapkan skema unik bagi masyarakat yang ingin menyaksikan konser di panggung utama.

    Nantinya, pengunjung diwajibkan untuk berbelanja produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terlebih dahulu sebagai syarat masuk.

    “Nanti salah satu skema dari kita adalah yang masuk ke panggung utama untuk nonton konser itu harus membeli dulu produk UMKM,” kata Kepala DinkopUKMPerindag Kota Serang Wahyu Nurjamil.

    “Misalnya, pengunjung sudah membawa struk senilai Rp30.000, baru boleh menonton konser,” jelasnya.

    Dijelaskan Wahyu, rangkaian acara akan dimulai dengan kegiatan lari sejauh 5 kilometer pada 3 Agustus 2025.

    Selanjutnya, pada 6 Agustus akan digelar Pawai Budaya yang meriah di pagi hari.

    Pada malam harinya, Kota Serang Fair 2025 akan resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 10 Agustus 2025.

    Kota Serang Fair 2025 diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk menggerakkan roda perekonomian dan menampilkan potensi kreatif masyarakat Kota Serang di hari jadinya yang ke-18. (Trg)

  • Pesta Rakyat Pawai Budaya Meriahkan HUT ke-18 Kota Serang dan HUT ke-80 RI

    Pesta Rakyat Pawai Budaya Meriahkan HUT ke-18 Kota Serang dan HUT ke-80 RI

    Kota Serang, Djawaranews.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kota Serang dan HUT ke-80 Republik Indonesia berlangsung meriah dengan digelarnya Pawai Budaya yang memukau ribuan warga. Sejak pagi hari, warga tumpah ruah di sepanjang jalan protokol Kota Serang untuk menyaksikan kirab budaya yang menampilkan kekayaan seni dan tradisi lokal, 6 Agustus 2025.

    Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, yang turut memberikan sambutan. Dalam gelaran tahun ini, kehadiran berbagai perwakilan berbagai budaya daerah lain juga ikut ditampilkan salah satunya Budaya Karo dari Sumatera Utara semakin menambah semarak suasana.

    Wali Kota Serang, Budi Rustandi, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas antusiasme masyarakat serta seluruh peserta yang turut ambil bagian dalam pawai tersebut.

    “Budaya yang tinggi ini merupakan salah satu aset milik Kota Serang yang harus kita jaga, kita rawat, kita lindungi, kita banggakan, dan kita lestarikan,” ujar Wali Kota Budi.

    Ia juga memberikan apresiasi kepada para peserta, mulai dari pelajar, komunitas, sanggar budaya, OPD, hingga masyarakat umum yang telah menunjukkan kreativitas terbaik mereka.

    “Partisipasi aktif semuanya membuktikan bahwa semangat kebangsaan dan cinta daerah terus tumbuh di tengah masyarakat kita,” tambahnya.

    Sekda Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menyebut usia 18 tahun sebagai momentum strategis bagi Kota Serang untuk berkembang sebagai pusat peradaban di Provinsi Banten.

    “Budaya adalah pengikat antara masa lalu dan masa depan. Dalam konteks pembangunan, pelestarian budaya menjadi landasan penting untuk membentuk masyarakat yang berkarakter, berdaya saing, dan berbudi pekerti luhur,” ungkap Deden.

    Ia menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga harus menyentuh nilai-nilai budaya dan warisan leluhur. “Mari kita bersama-sama melanjutkan pembangunan Kota Serang yang maju, religius, dan berbudaya,” ajaknya.

    Pawai Budaya kali ini menampilkan berbagai atraksi menarik, mulai dari pertunjukan tari tradisional, peragaan busana adat yang semarak, hingga demonstrasi seni bela diri seperti pencak silat. Berbagai peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, sanggar seni, komunitas pelajar, dan masyarakat umum tampil dengan semangat tinggi, menjadikan jalanan Kota Serang sebagai panggung budaya raksasa.

    Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa kekayaan budaya lokal tetap hidup dan terus berkembang, seiring semangat kebersamaan dan cinta tanah air yang tak pernah padam di tengah masyarakat Kota Serang. (Trg)

  • Pasca Penertiban Pedagang, Pasar Rau Kini Bebas Banjir Saat Hujan Deras

    Pasca Penertiban Pedagang, Pasar Rau Kini Bebas Banjir Saat Hujan Deras

    Kota Serang – Hujan deras disertai petir mengguyur Kota Serang selama lebih dari satu jam pada Senin (4/8/2025). Namun, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Pasar Induk Rau (PIR) tetap aman dari banjir.

    Aliran air di saluran drainase, khususnya dari Rau Timur menuju Terminal Cangkring, tampak lancar meski sempat terjadi penumpukan sampah rumah tangga. Genangan hanya terlihat di sekitar pasar buah menuju Cinanggung akibat kontur jalan yang lebih rendah dari jembatan di atas saluran air.

    Keberhasilan ini tak lepas dari langkah tegas Pemerintah Kota Serang yang beberapa waktu lalu menertibkan ratusan pedagang yang menempati area saluran air. Penertiban itu membebaskan jalur drainase yang sebelumnya tertutup lapak-lapak liar.

    Walikota Serang Budi Rustandi turun langsung memantau kondisi di sekitar Pasar Rau. Ia memastikan bahwa aliran air berjalan lancar dan tidak menyebabkan luapan ke jalan raya.

    “Alhamdulillah, kita bisa lihat sendiri, Rau akhirnya bebas dari banjir,” ujar Budi dengan puas.

    Tak hanya itu, Budi juga mengecek kondisi jalan di depan Blok M yang masih becek dan berlubang. Ia langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk segera melakukan perbaikan.

    Ketua Satgas Percepatan Pembangunan Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan agar saluran yang sudah dinormalisasi tidak kembali tersumbat.

    “Kalau sampah terus datang dari luar, normalisasi ini akan sia-sia,” tegas Wahyu.

    Senada, Ketua RW 21 Rau Timur, Junaidi, mengaku bahwa wilayahnya yang selama ini langganan banjir kini aman saat hujan deras. Ia bahkan menyebut kondisi terburuk sebelumnya terjadi di RT 2 yang berada di daerah cekungan.

    “Alhamdulillah, sekarang aman. Masyarakat sangat mendukung program ini,” pungkasnya.

    Dalam gambar terlihat Kasatgas memantau proses pengerukan sampah di saluran irigasi dan Wali Kota Hadir di lokasi.  (Trg)