Kategori: Kota Serang

  • HUT Kota Serang ke-18, Ketua DPRD Muji Rohman Pimpin Rapat Paripurna

    HUT Kota Serang ke-18, Ketua DPRD Muji Rohman Pimpin Rapat Paripurna

    Kota Serang – DPRD Kota Serang menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kota Serang pada Minggu (10/8/2025). Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, mulai dari Wakil Gubernur Banten, anggota DPRD Provinsi Banten, Wali Kota Serang, wakil walikota serang, ketua DPRD Kabupaten Serang, hingga para undangan dari berbagai instansi.

    Dalam sambutannya, Muji Rohman menyampaikan rasa syukur atas perjalanan 18 tahun Kota Serang sejak resmi dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2007. Ia berharap momen ini menjadi motivasi untuk terus mengoptimalkan potensi daerah, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

    “HUT ke-18 ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga identitas Kota Serang sebagai pusat kreativitas, budaya, dan pendidikan di Provinsi Banten,” ujarnya.

    Rapat paripurna ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Wali Kota Serang, doa bersama, dan rangkaian acara resmi lainnya. Perayaan HUT ke-18 Kota Serang juga dirangkai dengan berbagai kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan yang berlangsung sejak awal Agustus. (Trg)

  • Walikota Serang Cek Hasil Pembangunan Jalan Desa Bendung

    Walikota Serang Cek Hasil Pembangunan Jalan Desa Bendung

    KOTA SERANG – Meski hari libur, hal tersebut bukan menjadi hambatan bagi Walikota Serang Budi Rustandi bersama jajarannya untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur di Kota Serang.

    Seperti dilakukannya pada hari ini, Sabtu (9/8/2025). Budi Rustandi didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Serang Iwan Sunardi melakukan pengecekan hasil pembangunan jalan Akses Desa Bendung, tepatnya didepan perumahan Puri Harmoni Indah, Kecamatan Kasemen, dengan cara dibangunan betonisasi.

    Sekedar informasi, pembangunan jalan betonisasi Akses Desa Bendung ini dibiayai dari dana CSR dari PT Bunangun Mitra Mandiri dengan waktu pelaksanaan selama 45 hari, terhitung tanggal kontrak pada 16 Juni 2025 kemarin.

    Menurut Budi, saat ini kondisi akses jalan Desa Bendung sudah menjadi lebih baik dan menjadi lebih lebar, sehingga sangat layak untuk dilewati oleh siapun yang ingin melintasinya.

    Kata dia, kerjasama antara investor dengan pemerintah ini patut untuk diteruskan dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur Kota Serang secara bersama-sama.

    Lebih jauh Budi mengatakab, setelah tahap pertama pembangunan akses jalan Desa Bendung ini rampung dikerjakan, akan disusul pembangunan lanjutannya lagi.

    “Yang insa Allah akan dikerjakan oleh Pak Gubernur Banten Andra Soni, sepanjang 700 meternya lagi, ” tutup Budi. (Trg)

  • Pemkot-BPJN Duet Percantik Pusat Ibukota Serang, Budi Rustandi Turun Tangan Ikut Cat Kerb Jalan

    Pemkot-BPJN Duet Percantik Pusat Ibukota Serang, Budi Rustandi Turun Tangan Ikut Cat Kerb Jalan

    KOTA SERANG – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 80, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bekerjasama Balai Pelaksanaan Jalan Nadional (BPJN) melakukan kegiatan pembersihan dan pengecatan kerb jalan Nasional yang berada di Persimpangan Kebon Jahe Kota Serang, Sabtu (9/8/2025).

    Upaya mempercantik bagian Jalan Nasional  tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Serang Budi Rustandi dan jajaran, bersama para petugas dari BPJN yang hadir.

    Sekedar informasi, kerb atau kastin sendiri biasa digunakan sebagai penguat tepi jalan. Kanstin beton ini biasa digunakan pada trotoar, separator, tepi badan jalan, jalan taman, boulevard, dan sebagainya.

    Selain digunakan sebagai penguat dan pembatas, keberadaan kerb atau kanstin juga dapat menambah nilai estetika dan kerapihan dari trotoar jalan.

    Menurut Budi, kegiatan pembersihan dan pengecatah kerb jalan Nasional hari ini merupakan kerjasama antara Pemprov Banten, pusat dan Kota Serang dalam menyambut HUT RI ke 80, agar Kota Serang bisa menjadi lebih bersih dan tertata lagi.

    “Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan estetika atau keindahan di Kota Serang, “katanya.

    Tak ingin berpangku tangan, Budi Rustandi bergegas untuk mengenakan rompi berwarna kuning dan helm pelindung kepala lanjut mengambil ember cat dan kuas agar bisa ikut ambil bagian mengecat kerb jalan.

    Hal ini diikuti oleh para petugas lainnya, agar pelaksanaan pembersihan dan pengecatan kerb jalan Nasional bisa lebih cepat rampung.

    Lebih jauh Budi menjelaskan, sesuai dengan tugas fungsi dan kewenangannya masing-masing, kerjasama antara Pemkot Serang dan BPJN akan terus dibangun.

    “Dimana, kita (Pemkot Serang) yang menata Kotanya, beliau (BPJN) yang menata jalannya (Nasional), biar lebih maching, ” tutup Budi.(Trg)

  • Mulai September 2025, Pemkot Serang Siap Tata Ulang Pasar Royal Jadi Sentra Ekonomi Modern

    Mulai September 2025, Pemkot Serang Siap Tata Ulang Pasar Royal Jadi Sentra Ekonomi Modern

    Budi Rustandi Wali Kota Serang, menyampaikan hal tersebut saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Pasar Royal pada Jumat lalu. Dalam kesempatan itu, ia meninjau bangunan-bangunan yang berdiri di atas bahu jalan.

    “Kita akan cek legalitas dan posisi bangunan dengan bantuan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Mana yang menyalahi aturan karena berdiri di bahu jalan akan ditindak sesuai ketentuan. Target saya, pembangunan bisa dimulai September,” ujar Budi. Jumat, (8/8/25).

    Ia menegaskan bahwa kawasan Pasar Royal akan disulap menjadi pusat perekonomian baru yang mampu menarik pengunjung dari dalam maupun luar Kota Serang. Penataan akan mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwal) yang juga mengatur keterlibatan dan tanggung jawab pedagang dalam merawat fasilitas.

    “Konsepnya bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga tata kelola. Setiap pedagang nanti harus ikut membenahi tempat usahanya. Kita juga fokus memperbaiki pedestrian dan akses jalan di sekitarnya,” tambah Budi.

    Sebagai bagian dari penataan, kawasan Pasar Royal akan dilarang digunakan untuk parkir kendaraan. Area tersebut akan diutamakan untuk pejalan kaki, serta kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda dan motor listrik.

    “Ini upaya menciptakan kawasan yang nyaman dan ramah bagi semua orang, khususnya pejalan kaki dan pengunjung,” jelasnya.

    Program penataan Pasar Royal ini juga sejalan dengan visi besar Pemkot Serang untuk mewujudkan kota yang tertib, indah, dan layak sebagai ibu kota provinsi.

    Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menambahkan bahwa seluruh infrastruktur di Pasar Royal akan ditingkatkan, termasuk jaringan utilitas.

    “Seluruh kabel udara akan ditanam ke bawah, drainase diperbaiki, dan pedestrian ditata ulang. Ini bagian dari transformasi menyeluruh,” katanya.

    Selain pasar, kampung-kampung di sekitar kawasan juga akan dikembangkan sebagai kampung tematik yang mendukung ekosistem wisata dan ekonomi kreatif.

    Bahkan, Wahyu optimistis wajah baru Pasar Royal akan lebih baik dari kawasan Malioboro di Yogyakarta. “Kita tiru, tapi kita upgrade. Pasar Royal akan lebih bagus,” ujarnya.

    Pemkot juga akan merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di bahu jalan ke Pasar Kepandean pada 27 Agustus mendatang.

    “PKL kami tawarkan untuk pindah ke kios di Kepandean. Kalau tidak mau, mereka tidak boleh lagi berjualan di bahu jalan,” tegas Wahyu.

    Untuk pedagang kios di Pasar Royal, Pemkot mendorong mereka mengubah tampilan toko agar lebih menarik, terutama bagi kalangan muda.

    “Mulai dari cat, desain fasad, sampai konsep bisnisnya. Kita ingin kawasan ini jadi tempat yang nyaman untuk nongkrong, belanja, atau sekadar ngopi,” jelasnya.

    Proyek penataan Pasar Royal ini didukung penuh oleh APBD Kota Serang dengan nilai anggaran sebesar Rp10 miliar.

    Melalui penataan ini, Pemkot Serang berharap dapat menciptakan kawasan ekonomi yang modern, bersih, dan tertib, sekaligus mendukung perkembangan sektor UMKM dan pariwisata Kota.

    Dalam gambar terlihat contoh perencanaan pedestrian untuk wilayah Royal. (Trg)

  • Profil Walikota Serang Budi Rustandi: Putra Daerah dengan Dedikasi Panjang di Dunia Politik

    Profil Walikota Serang Budi Rustandi: Putra Daerah dengan Dedikasi Panjang di Dunia Politik

    Kota Serang — Budi Rustandi, S.E., dikenal sebagai sosok pekerja keras yang meniti karier politiknya dari bawah hingga kini dipercaya memimpin Kota Serang untuk periode 2025–2030. Lahir di Serang pada 28 November 1970, Budi tumbuh besar di ibu kota Provinsi Banten sebelum terjun ke dunia politik daerah.

    Putra daerah ini menempuh pendidikan dasar di SDN Kasemen, lalu melanjutkan ke SMPN Kasemen, dan SMA YP-17 Kota Serang. Ia kemudian meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Bangsa. Bekal pendidikannya menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan yang berfokus pada kemandirian fiskal dan pertumbuhan ekonomi daerah.

    Karier politik Budi dimulai di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), di mana ia dipercaya menjadi Ketua DPC Gerindra Kota Serang. Pada Pemilu Legislatif 2014, ia terpilih sebagai anggota DPRD Kota Serang dan langsung menduduki posisi Wakil Ketua DPRD periode 2014–2019. Kariernya berlanjut dengan menjadi Ketua DPRD Kota Serang periode 2019–2024.

    Usai satu dekade mengabdi di legislatif, Budi memutuskan maju di Pilkada Kota Serang 2024 berpasangan dengan Nur Agis Aulia. Pasangan ini memenangkan hati masyarakat dan resmi dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Serang periode 2025–2030.

    Sebagai pemimpin daerah, Budi Rustandi dikenal dekat dengan warga. Ia kerap turun langsung meninjau kondisi lapangan, mendengar aspirasi masyarakat, dan memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan warga. Visi kepemimpinannya adalah menjadikan Kota Serang sebagai kota modern, tertata, namun tetap mempertahankan identitas budaya dan kearifan lokal.

    Di tengah kesibukan memimpin pemerintahan, Budi tetap memprioritaskan keluarga. Ia tinggal di Jalan Raya Cilegon, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, bersama istri tercinta, Arfina, dan kelima anaknya.

    Data Singkat

    Nama Lengkap: H. Budi Rustandi, S.E.

    Tempat/Tanggal Lahir: Serang, 28 November 1970

    Alamat: Jl. Raya Cilegon, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten

    Istri: Arfina

    Anak: 5 orang

    Pendidikan Terakhir: S1 Ekonomi – STIE Bina Bangsa. (Trg)

  • Kadinkes Kota Serang Sosialisasi Germas, Ajak Terapkan Pola Hidup Sehat

    Kadinkes Kota Serang Sosialisasi Germas, Ajak Terapkan Pola Hidup Sehat

    Kota Serang – Kesehatan adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya. Menyadari hal ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi IX, Tb Haerul Jaman, gencar mengajak masyarakat untuk menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Sosialisasi ini digelar di Gapura Indra Function Hall, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Jumat (8/8/2025), dan dihadiri ratusan warga.

    Dalam sambutannya, Tb Haerul Jaman menekankan bahwa biaya pengobatan saat ini tergolong tinggi, sehingga pencegahan menjadi pilihan yang lebih bijak.

    “Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita bisa mulai dari hal sederhana, seperti menjaga pola makan yang teratur, rutin berolahraga, dan memeriksakan kesehatan secara berkala,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, yang menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong masyarakat untuk aktif mengikuti program Germas. Ia sekaligus mengajak warga memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di area stand Stadion Maulana Yusuf, Serang, sebagai rangkaian HUT Kota Serang ke-18.

    Dalam pemaparannya, dr. Hasanuddin menjelaskan bahwa Germas adalah program strategis nasional untuk mengubah perilaku masyarakat agar terbiasa menjalani pola hidup sehat. Germas meliputi: Rutin berolahraga minimal 30 menit per hari, Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari, Rutin memeriksakan kesehatan, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol dan Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

    Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini juga diperkenalkan peran penting Poltekkes Kemenkes sebagai institusi pendidikan kesehatan yang mencetak tenaga kesehatan berkualitas dan siap mengabdi di seluruh pelosok Indonesia. Masyarakat didorong untuk mendukung generasi muda berkarir di bidang kesehatan, demi memperkuat pelayanan kesehatan di daerah masing-masing.

    Acara ini berlangsung meriah dengan kehadiran berbagai tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi IX DPR RI H. Tubagus Haerul Jaman, Perwakilan Kementerian Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr. Hasanuddin, serta perwakilan Poltekkes Kemenkes Semarang dan Banten.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Germas bukan hanya program, tetapi gerakan bersama untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan berkualitas. (Trg)

  • Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni: Sikap Toleransi Dimulai Dari Keluarga

    Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni: Sikap Toleransi Dimulai Dari Keluarga

    Serang, Djawaranews.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengatakan sikap toleransi diawali dari keluarga. Melalui pengajaran para ibu di tingkat keluarga.

    Hal itu diungkap Tinawati usai menerima Forum Perempuan Kerukunan Umat Beragama (FPKUB) di Ruang Rapat Gedung Negara Provinsi Banten, Jl Brigjen KH Syam’un No. 5, Kota Serang, Kamis (7/8/2025).

    “Silaturahmi ini menunjukkan bahwa di Provinsi Banten kita saling bertoleransi. Saling memegang erat keutuhan umat beragama,” ungkap Tinawati.

    “Artinya tidak mengkotak – kotakan apapun agamanya, apapun rasnya. Kita adalah warga masyarakat Banten,” tambahnya.

    Tinawati mengungkapkan, dirinya bersama FPKUB juga akan menyelenggarakan kegiatan sosial pada bulan Desember 2025 dalam rangka menyambut Hari Ibu.

    “Perempuan – perempuan di Provinsi Banten itu harus terus mengedukasi, khususnya ibu rumah tangga untuk mengedukasi sikap toleransi di tingkat keluarga,” pungkasnya.

    Seperti dijelaskan Ketua FPKUB Provinsi Banten Eti Fatiroh, FPKUB merupakan bagian dari Forum Kerukunan Umat Beragama yang di dalamnya juga ada Forum Generasi Muda Kerukunan Umat Beragama (Forum Gema KUB) dan Forum Mediator Kerukunan Umat Beragama.

    Dikatakan di Indonesia, baru di Provinsi Banten yang telah berdiri FPKUB. Di dalam FPKUB terdapat perwakilan dari agama – agama yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia. “Nantinya akan dibentuk juga di tingkat kabupaten/ kota,” ucapnya.

    “Kami silaturahmi untuk mensosialisasikan dan mensinergikan program FPKUB dengan program TP PKK Provinsi Banten,” tambah Eti. (Trg)

  • Membangun Sinergi dan Kolaborasi antara Polres dan Jasa Rahrja Untuk Meningkatkan Pelayanan

    Membangun Sinergi dan Kolaborasi antara Polres dan Jasa Rahrja Untuk Meningkatkan Pelayanan

    Serang, Djawaranews.com– Rangga Figur Rachman Petugas  PT Jasa Raharja Kanwil Banten rutin bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Serang Kota terus memperkuat sinergi melalui kegiatan koordinasi rutin yang dilaksanakan di Aula Wiratama Bhayangkara, Polres Serang Kota. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pelayanan dan memastikan percepatan penanganan kasus kecelakaan lalu lintas, khususnya terkait pelunasan SWDKLLJ serta kelengkapan Laporan Polisi (LP) bagi korban kecelakaan. Pada pelaksanaan yang digelar pada 7 Agustus 2025, Petugas Jasa Raharja, Rangga Figur Rachman, melakukan silaturahmi dan diskusi bersama Kanit Laka serta Tim Laka Polres Serang Kota.

    Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan SWDKLLJ, sekaligus memahami pentingnya perlindungan yang diberikan bagi korban kecelakaan lalu lintas.

    Sebagai informasi, dana santunan Jasa Raharja bersumber dari pembayaran SWDKLLJ yang disetor bersamaan dengan PKB di Kantor Bersama SAMSAT. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No. 16 Tahun 2017, besaran santunan yang diberikan untuk korban meninggal dunia mencapai Rp50.000.000, sedangkan korban luka-luka mendapatkan santunan maksimal sebesar Rp20.000.000 sesuai biaya perawatan di rumah sakit.

    Di tempat terpisah, Kepala Jasa Raharja Kantor Wilayah Banten, Arny Irawati Tenriajeng, menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan, untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Langkah ini penting guna menekan angka kecelakaan dan memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat.

    Melalui sinergi yang solid antara Jasa Raharja dan Polres Serang Kota, diharapkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas, semakin cepat, mudah, dan transparan. (Trg)

  • Jasa Raharja Kanwil Banten Edukasi Kepatuhan PKB dan SWDKLLJ Lewat Kunjungan ke Masyarakat

    Jasa Raharja Kanwil Banten Edukasi Kepatuhan PKB dan SWDKLLJ Lewat Kunjungan ke Masyarakat

    Serang, Djawaranews.com – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Banten, sebagai bagian dari Tim Pembina Samsat, hari ini menggelar kunjungan edukasi ke masyarakat Kota Serang untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Agustus 2025. Tim Jasa Raharja melakukan door-to-door dan penyuluhan di beberapa perumahan yang ada di wilayah kota Serang.

    Berdasarkan data internal, tingkat kepatuhan pembayaran PKB saat ini baru mencapai 56,7 persen. Melihat angka tersebut, Jasa Raharja gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat makin sadar akan kewajiban fiskal sekaligus manfaat perlindungan saat kecelakaan. “Kami berharap melalui kunjungan ini, masyarakat dapat memahami betul pentingnya membayar PKB dan SWDKLLJ, serta manfaat perlindungan yang diberikan saat terjadi kecelakaan,” ujar Risa Puspita, Petugas PT Jasa Raharja Kanwil Banten.

    Dari lokasi terpisah, Kepala PT Jasa Raharja Kanwil Banten, Arny Irawati Tenriajeng, menambahkan, “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan memastikan pembayaran PKB maupun SWDKLLJ tepat waktu, agar proses penanganan santunan korban kecelakaan dapat berjalan cepat dan lancar”. Sebagai pengingat, dana santunan Jasa Raharja bersumber dari pembayaran SWDKLLJ yang disetor bersamaan dengan PKB di Kantor Bersama SAMSAT. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI No. 16/2017, santunan untuk korban meninggal dunia mencapai Rp 50.000.000, sedangkan korban luka-luka menerima santunan maksimal Rp 20.000.000 sesuai biaya perawatan di rumah sakit. Dengan sinergi kuat antara Jasa Raharja dan aparat penegak hukum, diharapkan pelayanan santunan kecelakaan lalu lintas semakin cepat, mudah, dan transparan bagi seluruh masyarakat. (Trg)

  • Kolaborasi Warga dan Mahasiswa UNIBA, Desa Cikuya Menuju Zona Hijau DBD

    Kolaborasi Warga dan Mahasiswa UNIBA, Desa Cikuya Menuju Zona Hijau DBD

    Serang, Djawaranews.com – Warga Desa Cikuya menunjukkan komitmen tinggi dalam memerangi Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Musuh Kecil, Dampak Besar: Lawan Demam Berdarah Dengue Sekarang!” yang digelar pada Rabu, 7 Agustus 2025, di Balai Desa Cikuya. Acara ini terselenggara berkat kerja sama antara Kelompok 44 Mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA) dan Pemerintah Desa Cikuya, dengan dukungan penuh dari masyarakat setempat.

    Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Ns. Ade Komariah, S.Kep., M.Kep., akademisi UNIBA sekaligus praktisi kesehatan, yang menyampaikan materi secara edukatif dan interaktif. Ia mengajak warga untuk memahami bahaya tersembunyi dari nyamuk Aedes aegypti, seraya menekankan pentingnya tindakan pencegahan melalui pola hidup bersih dan sehat.

    “Pencegahan DBD bukan hanya tanggung jawab petugas kesehatan, tetapi seluruh masyarakat. Dengan langkah sederhana seperti menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, kita bisa menekan penyebaran penyakit ini,” jelas Ade Komariah.

    Warga diberikan pemahaman mendalam mengenai siklus hidup nyamuk penyebab DBD, serta cara mengenali gejala awal penyakit ini agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Selain edukasi, kegiatan ini juga menjadi ruang pembentukan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen desa—mulai dari aparat desa, mahasiswa pengabdian masyarakat, hingga masyarakat umum.

    Koordinator Bidang Kesehatan Kelompok 44, Vanisa Novianti Putri, turut menyampaikan ajakan kepada seluruh warga agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk komitmen nyata dalam memerangi DBD.

    “Dengan semangat gotong royong, saya yakin kita bisa menciptakan Desa Cikuya yang bebas DBD. Mari bersama-sama jaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat demi masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.

    Sosialisasi ini sekaligus menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif tentang bahaya DBD dan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya pencegahannya. Pemerintah desa berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari edukasi kesehatan berbasis komunitas.

    Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi, Desa Cikuya kini melangkah lebih mantap menuju desa yang sehat, aman, dan terbebas dari ancaman demam berdarah. (Trg)