Kategori: Kab. Serang

  • Beri Keahlian Warga Binaan, Pemkab Serang-Rutan Kelas II B Serang Jalin Kerjasama

    Beri Keahlian Warga Binaan, Pemkab Serang-Rutan Kelas II B Serang Jalin Kerjasama

    Serang, Djawaranews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Serang menjalin kerja sama dengan melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman, untuk memberikan keahlian kepada para warga binaan agar memiliki keahlian setelah selesai menjalani masa pidananya.

    Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Kepala Rutan Kelas II B Serang, Marthen Butar Butar di Pendopo Bupati Serang pada Rabu, 7 Mei 2025.

    Turut hadir Pj Sekda Kabupaten Serang Rudy Suhartanto, Asda I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesra Haryadi, Kepala BPKAD Sarudin, Kepala Diskoumperindag Adang Rahmat, Kepala DKPP yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskan Suhardjo, dan Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Kabupaten Serang, Lalu Farhan Nugraha.

    Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku bersyukur bisa melakukan MoU (Memorandum of Understanding) antara Pemkab Serang dan Rutan Kelas II B Serang. “Seperti kita tahu masyarakat Kabupaten Serang juga ada yang jadi warga binaan di sana, jadi kami berdiskusi untuk kegiatan-kegiatan mereka bagaimana pun kan setelah selesai menjalani pembinaannya mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya kepada wartawan.

    Dengan demikian, Ratu Tatu berkeinginan setelah warga binaan bebas bisa berbaur dengan masyarakat dan mereka mempunyai keahlian. “Mereka juga tidak merasa terasing, ya syukur-syukur kalau memang sudah punya keahlian apa itu mungkin dikembangkan, atau yang belum sama sekali kita kerja samakan dengan dinas-dinas,” ungkapnya.

    Ratu Tatu mencontohkan, misal Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) mempunyai binaan para pelaku UMKM-UMKM itu juga bisa menjadi pelatih di rutan. Kemudian juga Kepala Dinas Perikanan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bisa memberi pelatihan budidaya ikan lele karena di rutan tersedia kolam.

    “Hanya saja, memang di sana untuk ruang bangunannya kecil sekali, jadi untuk leluasa itu kesulitan. Jadi kami berharap (Rutan Kelas II B Serang) mungkin bisa punya gedung baru, jadi bisa leluasa,” katanya.

    “Pada intinya kami ingin memberi pembekalan kepada saudara-saudara kita, supaya nanti ketika selesai pasca masa pidana, mereka tidak canggung ada di tengah masyarakat. Mereka merasa percaya diri dengan kemampuan mereka,” sambung Ratu Tatu.

    Ratu Tatu memastikan untuk program tersebut agar bisa dilakukan secepatnya. Hanya saja, seperti yang ia sampaikan jika Pemkab Serang sendiri programnya tidak banyak, oleh karenanya kepada para kepala dinas yang terlibat untuk mengajak dinas terkait di tingkat Provinsi Banten.

    “Supaya kalau provinsi yang turun bisa lebih besar lagi, karena warga binaan di sana juga bukan hanya warga Kabupaten Serang tapi warga se-Provinsi Banten,” paparnya.

    Kepala Rutan Kelas II B Serang Marthen Butar Butar mengatakan warga binaan yang berasal dari Kabupaten Serang mencapai 380 orang, yang mayoritas warga binaan masih pada usia produktif kurang lebih rata-rata di usia 20 sampai 40 tahun.

    “Yang jadi harapan kami adalah karena kebaikan beliau (Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah) dan juga arahan dari Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Ditjenpas Banten, kami diarahkan untuk memberdayakan warga binaan,” ujarnya.

    Sehingga, sambung Marthen, tujuan dari pemasyarakatan itu sendiri ada tiga, pemulihan dalam artian kehidupannya dengan Tuhannya bisa dilaksanakan dengan baik akibat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Serang, kehidupan dia dengan keluarga masyarakat juga baik.

    “Kemudian yang terakhir yang utama adalah warga binaan setelah kembali ke masyarakat, dapat berguna dan mendapatkan keahlian dan kemampuan. Sehingga keluarga maupun dirinya sendiri juga itu dapat menghasilkan hal positif di lingkungan masyarakat nantinya,” ungkapnya. (Trg)

  • Jasa Raharja Sosialisasi Kepatuhan Pajak Kendaraan dan Signal Corporate di PT Putra Tambak Utama

    Jasa Raharja Sosialisasi Kepatuhan Pajak Kendaraan dan Signal Corporate di PT Putra Tambak Utama

    Serang, Djawaranews.com – Petugas Jasa Raharja Kantor Wilayah Banten, Samsat Kabupaten Serang Nurochman dan Devi Tri Oktaria melakukan giat pendekatan dengan silaturahmi serta sosialisasi PT Putra Tambak Utama yang merupakan Perusahaan Kontraktor, Supplier dan sewa alat berat. Kegiatan ini petugas Jasa Raharja menyampaikan tentang peraturan pemerintah UU nomor 22 Pasal 74 Tahun 2009 dan menyampaikan Pembayaran pajak secara online melalui aplikasi Signal Corporate (Samsat Digital Nasional) sekaligus Sosialisasi  Jaminan Asuransi Jasa Raharja kecelakaan lalu lintas, Selasa (07/05/2025).

    Untuk diketahui, aplikasi SIGNAL adalah platform penyelenggara proses layanan pengesahan STNK tahunan, pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Jalan (SWDKLLJ) secara digital.

    Petugas Jasa Raharja menjelaskan bahwa upaya sosialisasi ini diharapkan agar tersampaikan dengan maksimal kepada seluruh Perusahaan atau kedinasan yang terfasilitasi kendaraan dinas dan kendaraan pegawai. Sehingga Masyarakat memaksimalka dalam membayar kewajibannya PKB dan SWDKLLJ dan Masyarakat bisa menerima hak manfaat membayar PKB dan SWDKLLJ.’ Jelas Nurochman.

    Manfaat pembayaraan SWDKLLJ yaitu jika pengendara motor mengalami kecelakaan sesuai UU No. 34 dan sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI No. 16 Tahun 2017, akan mendapat santunan dari Jasa Raharja baik berupa santunan meninggal dunia ataupun biaya perawatan luka-luka. “Santunan ini merupakan bentuk perlindungan dasar dari pemerintah melalui Jasa Raharja kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. (Trg)

  • Resmikan RS Bethsaida Serang, Gubernur Banten : Memperkuat Layanan Kesehatan di Provinsi Banten

    Resmikan RS Bethsaida Serang, Gubernur Banten : Memperkuat Layanan Kesehatan di Provinsi Banten

    Serang, Djawaranews.com – Kehadiran Rumah Sakit (RS) Bethsaida Serang merupakan langkah positif untuk memperkuat layanan kesehatan di Provinsi Banten. RS Bethsaida menambah akses layanan kesehatan masyarakat yang berkualitas, modern, dan menjangkau semua lapisan masyarakat. Demikian disampaikan Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya saat meresmikan RS Bethsaida Serang di Jl. Lingkar Selatan Cilegon, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Senin (5/5/2025).

    Andra Soni menjelaskan, RS Bethsaida Serang merupakan rumah sakit ke-132 di Provinsi Banten dan ke-8 di Kabupaten Serang. “Saya menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Bethsaida Hospital atas berdirinya rumah sakit ini,” katanya.

    Andra Soni mengatakan, kesehatan adalah kebutuhan dasar sekaligus hak setiap warga negara. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas kesehatan yang representatif diarahkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat Banten baik dari sisi promotif preventif kuratif maupun rehabilitatif.

    Andra Soni berharap RS Bethsaida Serang tidak hanya menjadi pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga pusat edukasi Inovasi dan kolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat. “Mari bersama-sama membangun sistem kesehatan yang tangguh dan responsif, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan global maupun lokal,” katanya.

    Andra Soni menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus berkomitmen meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Kehadiran sektor swasta, menurutnya menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Banten yang sehat produktif dan sejahtera.

    “Saya ucapkan, selamat atas Grand Opening Bethsaida Hospital Serang. Semoga rumah sakit ini menjadi tempat yang membawa Harapan,” pungkas Andra Soni.

    Direktur Bethsaida Serang Tirtamulya Juandy mengatakan, RS Bethsaida hadir untuk melayani masyarakat yang sulit mendapatkan fasilitas kesehatan yang baik untuk di wilayah Serang, Kota Cilegon, dan sekitarnya. Rumah sakit tersebut memiliki karakteristik bangunan yang memiliki atmosfer yang benar-benar nyaman. Tujuannya, supaya pasien datang ke langsung mengalami perasaan yang berbeda. Seseorang yang merasakan sakit, pikirannya berat, badan juga tidak enak.

    “Nah, kita ingin pasien yang datang ke rumah sakit pusing, jangan tambah pusing. Maka, dengan segala atribut oleh kali kita buat suatu sistem yang akan memudahkan segala proses di dalamnya dan menyenangkan,” katanya.

    Sebagai informasi, RS Bethsaida Serang dibangun di atas lahan seluas 9.165 meter persegi dengan 66 jenis pelayanan kesehatan. Memiliki 111 tempat tidur dengan rincian 3 tempat tidur VVIP/Super VIP, 7 VIP, 24 kelas 1, 18 kelas II, 40 kelas III, 1 HCU, 8 isolasi, 5 ICU dengan ventilator, 2 NICU dengan ventilator, 2 PICU dengan ventilator, dan 1 ICCU/ICVCU dengan ventilator.

    Peresmian RS Bethsaida ditandai dengan menggunting ronce melati oleh Gubernur Banten Andra Soni bersama Direktur Bethsaida Serang Tirtamulya Juandy, CEO Bethsaida Healthcare Hananiel Wijaya, Denise Tjokrosaputro, Numiyanti Said dan Ervan Adinugroho. Selanjutnya dilakukan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Banten, Andra Soni. (Trg)

  • Asda I Pemkab Serang Ajak Semua Pihak Tingkatkan Mutu Pendidikan

    Asda I Pemkab Serang Ajak Semua Pihak Tingkatkan Mutu Pendidikan

    Serang – Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Serang, Haryadi mengajak semua pihak untuk andil meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Kabupaten Serang.

    Hal disampaikan Haryadi usai menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas Tahun 2025 di Halaman Pendopo Bupati Serang pada Senin, 5 Mei 2025.

    “Saya berharap dalam rangka hari pendidikan ini, semua pihak terutama para guru untuk meningkatkan kualitas belajar mengajarnya untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

    Selain itu, Haryadi juga berharap kepada para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesionalismenya, meningkatkan kompetensi melalui lembaga pendidikan baik itu pendidikan formal maupun pendidikan nonformal.

    “Supaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Serang,” katanya.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Asep Nugraha Jaya mengatakan bahwa Hari Pendidikan Nasional tahun 2025 ini lebih menekankan kepada hal-hal yang berkaitan bagaimana pendidikan untuk semua itu benar-benar menjadi tekanan dan perhatian semua pihak.

    “Dalam sambutan Pak Menteri, kita tidak boleh lagi memberikan peluang kepada warga dan masyarakat untuk tidak mengikuti pendidikan yang maksimal,” ujarnya.

    Dalam undang-undang, kata Asep, bahwa pendidikan itu menjadi tanggung jawab pemerintah, orang tua, dan masyarakat dan itu menjadi keutamaan bahwa proses pendidikan itu harus menjadi perhatian dan harus dikuatkan oleh berbagai pihak.

    Sebab, pendidikan yang menjadi bagian yang dibutuhkan oleh anak-anak didik, masyarakat di usia tertentu tentunya harus menjadi perhatian dari orang tua, masyarakat, dan pemerintah.

    “Kita berharap bahwa pendidikan yang kita upayakan ini benar-benar punya intervensi yang kuat, untuk hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat yang akan datang,” tandasnya.

    Turut hadir pada Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2025 tingkat Kabupaten Serang tersebut para Asda, Staf Bupati, Kepala OPD, Pejabat Eselon 3, 4, dan pegawai di lingkungan Pemkab Serang.

    Pada momen ini, para pegawai mengenakan baju daerah bagi perempuan, dan laki-laki pakaian hitam Silat Kaserangan. Secara simbolis juga, Asda I Kabupaten Serang memberikan penghargaan kepada guru yang sudah mengabdi selama 10 sampai 20 tahun didampingi Kepala Dindikbud, Asep Nugraha Jaya, dan Sekretaris Dindikbud Eeng Kosasih. (Trg)

  • Pemkab Serang Ajak IBI Sinergi Tingkatkan Layanan Kesehatan Berkualitas

    Pemkab Serang Ajak IBI Sinergi Tingkatkan Layanan Kesehatan Berkualitas

    SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mengajak Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Serang untuk bersinergi bersama-sama dengan pemerintah dan organisasi profesi-profesi untuk meningkatkan layanan kesehatan yang berkualitas.

    Ajakan disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Rahmat Fitriadi usai membuka Musyawarah Cabang (Muscab) ke-V IBI Kabupaten Serang dan Seminar Kesehatan di Aula Universitas Faletehan Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu pada Sabtu, 3 Mei 2025.

    ”Mari bersinergi bersama-sama dengan pemerintah dan organisasi profesi yang ada bagaimana caranya kita bisa menjadikan layanan kesehatan kita ini menjadi suatu layanan yang berkualitas, lebih baik lagi, dan tentunya juga peran serta bidan ini harus kita tingkatkan,” ujarnya.

    Rahmat juga berharap para bidan khususnya yang tergabung dalam IBI Kabupaten Serang untuk lebih mengedepankan lagi profesionalitasnya sebagai bidan di tengah-tengah masyarakat.

    “Bidan-bidan ini diharapkan bisa lebih bisa hidup dengan profesionalitasnya,” katanya.

    Sebagaimana diketahui, sebut Rahmat, bahwa ada beberapa program nasional yang ditargetkan juga kepada jajaran pemerintah daerah diantaranya menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB). Kemudian juga program penekanan maupun pencegahan angka stunting di Kabupaten Serang khususnya.

    “Program kematian ibu dan bayi, program stunting yang terkait langsung dengan profesi bidan. Mudah-mudahan dengan adanya seperti ini, dengan adanya program-program IBI menyesuaikan dengan program-program pemerintah yang bermanfaat buat pemerintah, buat masyarakat, dan buat anggota ini sendiri, mudah-mudahan itu bisa tercapai,” tandasnya.

    Sekadar diketahui, berdasarkan hasil Muscab ke-V IBI Kabupaten Serang periode 2023-2028, Yenni Kusuma kembali terpilih. Yenni terpilih periode ke-2 dengan memperoleh suara terbanyak dari 5 kandidat lainnya dan langsung dilantik oleh Ketua IBI Provinsi Banten, Eniyati.

    Ketua IBI Cabang Kabupaten Serang, Yenni Kusuma mengatakan, usai terpilih kembali sebagai ketua akan lebih meningkatkan profesionalitasnya sebagai bidan.

    “Semoga kami bisa saling menguatkan, saling menjalin kebersamaan sehingga lebih solid lagi, lebih kompak untuk IBI Kabupaten Serang kedepannya,” ujarnya.

    Berkaitan dengan program nasional yakni menekan AKI/AKB, Yenni menegaskan, IBI selaku pelaksana langsung berkaitan dengan penekanan AKI/AKB dan stunting selama ini selalu bermitra dengan pemda dalam hal ini dinas kesehatan dan mitra lainnya.

    “Terkait dengan penurunan AKI dan AKB tersebut kami akan berusaha meningkatkan potensi dan pengawasan kepada anggota agar bisa melaksanakan pelayanan yang sesuai standar dan kewenangannya,” ungkapnya.(Trg)

  • Muscab ke-V, Yenni Kusuma Kembali Pimpin IBI Kabupaten Serang

    Muscab ke-V, Yenni Kusuma Kembali Pimpin IBI Kabupaten Serang

    SERANG  – Yenni Kusuma kembali memimpin Ikatan Bidan Indonesia atau IBI Cabang Kabupaten Serang periode 2023-2028. Yenni terpilih periode ke-2 hasil Musyawarah Cabang (Muscab) ke-V IBI Kabupaten Serang dengan memperoleh suara terbanyak dari 5 kandidat lainnya di Aula Universitas Faletehan Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu pada Sabtu, 3 Mei 2025.

    Sebelum Muscab ke-V, diawali Seminar Kesehatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Rahmat Fitriadi. Turut hadir, Ketua IBI Provinsi Banten, Eniyati, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang, Encup Suplikhah, Pengurus Ranting IBI Kecamatan, dan ratusan kader IBI se-Kabupaten Serang.

    Usai Seminar Kesehatan dan Muscab, Yenni Kusuma langsung dilantik oleh Ketua IBI Provinsi Banten, Eniyati. Usai melantik, Eniyati mengapresiasi suksesnya pelaksanaan muscab dan seminar kesehatan secara bersamaan.

    “Luar biasa terpilih kembali Ibu Yenni Ketua Cabang IBI Kabupaten Serang periode ke-2 yakni masa kerja 5 tahun ke depan yaitu 2023-2028, karena kita mengikuti kepengurusan berjenjang 5 tahun yang akan datang,” ujarnya.

    Eniyati berpesan kepada Ketua IBI Cabang Kabupaten Serang terpilih Yenni Kusuma agar lebih meningkatkan kebersamaan bersama seluruh anggotanya. Meski saat ini tentunya sudah sangat bagus, namun perlu ditingkatkan lagi agar bisa lebih bagus lagi.

    “Jangan lupa PR (pekerjaan rumah) kita masih banyak, bekerjasama mendukung program-program pemerintah itulah tugas bidan. Bidan pasti bisa, di mana pun pasti bisa,” tandasnya.

    Ketua IBI Cabang Kabupaten Serang, Yenni Kusuma menyanggupi pesan dari Ketua IBI Provinsi Banten, Eniyati.

    “Semoga kami bisa saling menguatkan, saling menjalin kebersamaan sehingga lebih solid lagi, lebih kompak untuk IBI Kabupaten Serang kedepannya,” ujarnya.

    Berkaitan dengan program nasional yakni menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB), Yenni menegaskan, IBI selaku pelaksana langsung berkaitan dengan penekanan AKI/AKB dan stunting selama ini selalu bermitra dengan pemda dalam hal ini dinas kesehatan dan mitra lainnya.

    “Terkait dengan penurunan AKI dan AKB tersebut kami akan berusaha meningkatkan potensi dan pengawasan kepada anggota agar bisa melaksanakan pelayanan yang sesuai standar dan kewenangannya,” ungkapnya.(Trg)

  • Mayday 2025, Bupati Serang Ingatkan Jaga Komunikasi Buruh, Industri dan Pemerintah

    Mayday 2025, Bupati Serang Ingatkan Jaga Komunikasi Buruh, Industri dan Pemerintah

    Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah turut hadir memeringati Hari Buruh Internasional atau May Day di Lapangan Kampung Bahbul, Desa Situ Terate, Kecamatan Cikande pada Kamis, 1 Mei 2025.

    Pada momen tersebut Ratu Tatu Chasanah mengingatkan untuk menjaga komunikasi yang baik antara buruh, industri, dan pemerintah daerah (pemda) terlebih kondisi ekonomi global saat ini yang kurang baik.

    Pantauan di lokasi berbeda pada tahun sebelumnya, kegiatan May Day kali ini dengan melibatkan pelaku UMKM setempat untuk bisa ikut berpartisipasi. Tampak meriah, selain panitia menyiapkan door prize, lebih meriahnya lagi dihibur oleh Wulan Lida.

    “Peringatan May Day tahun ini berbeda dengan 2 tahun yang lalu. 2 tahun yang lalu kita lebih ke internal, teman-teman buruh, Aliansi Buruh dilaksanakan di Hotel Swiss Bel difasilitasi oleh pihak Modern Land, di sana kami berdiskusi lebih banyak membahas aturan-aturan yang ada,” ujar Tatu kepada wartawan.

    Sementara tahun ini kata dia, serikat pekerja dan serikat buruh mengajak masyarakat untuk bergabung bersama-sama. Walaupun acaranya sederhana namun penuh rasa kekeluargaan.

    “Kegiatan May Day menjadikan para UMKM ikut hadir di sini. Mereka punya kesempatan, teman-teman serikat buruh tidak hanya memperhatikan diri sendiri tapi lingkungannya, masyarakatnya, UMKM-nya,” tuturnya.

    Hingga kini, kata Tatu, Pemkab Serang terus berupaya menciptakan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan tenaga kerja, menjaga hubungan industrial yang harmonis serta membuka lapangan kerja yang inklusif dan layak.

    “Kami mengajak semua pihak, pengusaha, pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjadikan May Day sebagai momen memperkuat sinergi,” katanya.

    Seperti dikatakan Apindo kata dia, bahwa May Day bukan hanya perayaan simbolik tapi juga langkah konkret membangun iklim kerja yang sehat, aman, dan saling menghargai.

    “Tadi oleh Pak Rizal (Sekretaris ASPSB) juga disampaikan bahwa kondisi ekonomi kita sedang tidak baik-baik saja,” ucapnya.

    Oleh karena itu kebersamaan antara pemerintah, industri, perusahaan, dan pekerja wajib dilakukan.

    “Kita seringkali harus duduk bersama, mendiskusikan supaya tidak ada salah paham. Kemudian juga kita sepakat bahwa kita harus berupaya mengoptimalkan mengurangi PHK-PHK yang terjadi,” katanya.

    Menurut dia penting duduk bersama dengan industri untuk mengurangi PHK. Sebab satu sisi kondisi pasar global sedang tidak baik-baik saja. Hal tersebut tentu akan berdampak pada industri di Kabupaten Serang.

    “Tapi sekali lagi dengan kebersamaan tentunya kita insya Allah bisa melewati ini semua,” ucapnya.

    Ratu Tatu kembali mengingatkan buruh agar terus menjaga komunikasi dengan industri dan pemerintah khususnya Disnakertrans. Ia berharap hal tersebut dilanjutkan agar bisa melewati kesulitan yang dihadapi.

    “Pada intinya seperti tadi yang saya sampaikan bahwa kondisi ekonomi global yang seperti sekarang ini harus antara pemerintah, pihak buruh, pihak industri harus menjaga terus komunikasinya, karena sekarang tidak sedikit juga perusahaan yang terpaksa harus PHK para tenaga kerjanya,” jelasnya.

    Turut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Diana Ardhianty Utami, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Epi Priatna, perwakilan dari Polres Serang Kabupaten, Polda Banten, BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Serang, APINDO, dan lainnya.

    Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami bersyukur peringatan May Day tingkat Kabupaten Serang Tahun 2025 berjalan lancar. Tak lepas atas kerja sama dari Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh sesuai dengan tema May Day Collaboration Day, artinya harus kolaborasi antara buruh, pemerintah, dan industri.

    “Kolaborasi menghadapi tantangan ekonomi global, semua bisa dicarikan solusinya dengan cara duduk bersama seperti yang disampaikan Ibu Bupati Serang,” ujarnya.

    Sekretaris Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang, Arizal Peni berharap di momen May Day bisa direalisasi atas usulan pihaknya yang mana pada Februari 2025 sudah menyerahkan draf ke DPRD Kabupaten Serang, tentang regulasi yang muatannya lebih kepada kearifan lokal.

    “Sehingga kita mengatur aturan-aturan yang belum diatur undang-undang cipta kerja, itu harapannya,” ujarnya.

    Kemudian harapan lainnya, kata Arizal agar Pemkab Serang segera membentuk Satuan Tugas atau Satgas PHK. Sehingga pada saat buruh-buruh menjadi korban PHK, bisa ditangani dengan cepat dan efektif,” tandasnya.(Trg)

  • Jelang Purna Tugas, Ratu Tatu Dapat Apresiasi Serikat Buruh Kabupaten Serang

    Jelang Purna Tugas, Ratu Tatu Dapat Apresiasi Serikat Buruh Kabupaten Serang

    SERANG – Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten mengapresiasi kinerja Ratu Tatu Chasanah. Selaku Bupati Serang, Ratu Tatu dinilai telah menjadi mediator sekaligus pejuang kesejahteraan buruh dan pekerja.

    Hal tersebut terungkap saat ASPSB bersilaturahmi di Pendopo Bupati Serang, Rabu (30/4/2025). “Menjelang purna tugas, dan pengabdian Ibu Tatu selaku Bupati Serang, kami ingin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih,” kata Koordinator ASPSB Kabupaten Serang Asep Saefullah.

    Apresiasi disampaikan karena selama memimpin Kabupaten Serang, Ratu Tatu cukup dekat dan selalu memperjuangkan kesejahteraan buruh. Termasuk menjadi mediator kepentingan buruh dengan para pengusaha.

    “Bipartit sangat berfungsi baik sehingga tercipta kondusivitas. Beliau sangat memikirkan, mendengar aspirasi, dan peduli kesejahteraan para buruh,” ujar Asep.

    Menurutnya, Ratu Tatu kerap kali membuka ruang dialog dengan para buruh. Selain itu, beliau memantau dan menyerap masalah ketenagakerjaan. “Tadi saat bertemu, beliau menyinggung dampak ekonomi kebijakan Amerika. Kami jelaskan, tapi perihal PHK, sebelum kebijakan Presiden Donald Trump sudah terjadi,” ujarnya.

    ASPSB juga mengundang Tatu untuk hadir di acara May Day tingkat Kabupaten Serang, Kamis (1/5/2025) di Kecamatan Cikande. “Setiap kegiatan May Day, Ibu Tatu selalu hadir. Kami isi peringatan Hari Buruh dengan nuansa kebersamaan,” ungkapnya.

    Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berterima kasih atas kebersamaan buruh dengan Pemkab Serang. Selalu membuka ruang diskusi dalam menyelesaikan masalah ketenagakerjaan. “Terima kasih atas sinergi dan kolaborasi dalam proses pembangunan,” ujarnya.

    Tatu menyampaikan maaf jika ada salah dan khilaf selama menjadi Bupati Serang. “Saya berharap, kebersamaan buruh pekerja terus kuat. Bipartit menjadi ruang aktif mengurai solusi, sehingga kenyamanan dan kesejahteraan bersama tercipta,” pungkasnya.(Trg)

  • HMI: Terima Kasih Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah

    HMI: Terima Kasih Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah

    Serang, Djawaranews.com – Jajaran Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Serang melakukan silaturahmi bersama Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum di Pendopo Bupati pada Selasa, 29 April 2025.

    Pada kesempatan tersebut, Ketua HMI Kabupaten Serang, Eman Sulaeman menyampaikan terima kasih di akhir masa jabatannya kepada Ratu Tatu Chasanah, yang sudah menjabat Bupati Serang selama dua periode (2015-2025). Ucapan terima kasih lantaran terbukti sudah berkontribusi membangun untuk kemajuan Kabupaten Serang.

    “Kita pertama silaturahmi ke Ibu Bupati, karena kita selama periodisasi sudah berjalan 7 bulan baru bisa silaturahmi. Kita juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Bupati Serang sudah berkontribusi banyak membangun Kabupaten Serang,” ujarnya kepada wartawan usai silaturahmi.

    Kata Eman Sulaeman, capaian yang sudah dibangun Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah selama menjabat selama dua periode, salah satunya infrastruktur jalan sebanyak 601 kilometer dibetonisasi yang dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Serang dampaknya.

    “Kita juga sebagai mahasiswa, sebagai anak muda banyak terinspirasi dari kepemimpinan beliau karena perempuan berhasil bisa memimpin Kabupaten Serang,” ungkapnya.

    Sekilas program yang berhasil direalisasikan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Wakil Bupati Serang Almarhum Pandji Tirtayasa selama dua periode, membangun betonisasi infrastruktur jalan sepanjang 601 kilometer. Program beasiswa mulai dari tingkat SD, SMP sampai perguruan tinggi salah satunya Fakultas Kedokteran di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten.

    Tak hanya itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah juga memberikan beasiswa sebanyak lebih dari 800 Guru PAUD yakni tingkat Strata 1 (S1). Selain itu juga, Bupati Serang menuntaskan pembangunan Rumah tidak layak huni atau Rutilahu sebanyak lebih dari 13.640 unit, bantuan para pelaku UMKM, bantuan program keagamaan pembangunan majelis ta’lim, pondok pesantren, musolah, dan masjid, marbot, dan pemandi jenazah serta beasiswa anak tahfidz qur’an dan lainnya.

    Kemudian yang kedua, Eman Sulaeman memohon dukungan Bupati Serang karena akan ada training nasional di HMI. Yang mana, HMI sebagai lembaga berkewajiban mengoordinasikan dengan pimpinan daerah yakni Bupati Serang.

    “Karena ini sifatnya (kegiatan) nasional dan kita juga sebelum ada tokoh-tokoh nasional, kita juga ke pemerintah daerah setempat untuk kita silaturahmi meminta doa dan izin,” katanya.

    Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan silaturahmi bersama HMI atau organisasi lainnya sudah biasa dilakukan selama menjabat sebagai Bupati Serang dua periode. Ia menyampaikan kepada anak-anak muda atau generasi muda, harus mengikuti pembangunan di Kabupaten Serang secara utuh supaya tahu persis ketika mereka bergantian kepemimpinan di organisasi jadi paham secara utuh.

    “Karena bagaimanapun mereka kan di luar, kami pemerintah butuh saran masukan bahkan koreksi, kalau mereka tahu persis kan koreksinya juga cenderung tepat sasaran, tapi kalau tidak diberikan informasi yang lengkap nanti saran masukan atau kritiknya jadi nggak nyambung. Itu komunikasi yang terus dibangun,” ungkapnya.

    Lebih lanjut Tatu mengungkapkan, bahwa pihaknya selaku orang tua memberikan semangat kepada anak-anak muda.

    “Supaya ketika menapaki perjalanan hidup pastinya tidak semulus jalan tol, perlu semangat, perlu daya juang, ini yang harus mereka perjuangkan karena perjalanannya masih panjang,” tandasnya.

    Terlebih tambah Tatu, keberadaan mereka di HMI sangat tepat karena organisasi yang sangat bagus yang ditempa dengan diklat, basic-basic yang bagus.

    “Saya berharap mereka tidak berhenti, tapi peran mereka di tengah-tengah masyarakat, terutama yang sebaya mungkin ilmu yang mereka dapat untuk karakter lainnya itu ditularkan ke yang lainnya,” pintanya.(Trg)

  • Warga Pulo Panjang Minta Lampu Penerangan dan Perbaikan Bibir Pantai

    Warga Pulo Panjang Minta Lampu Penerangan dan Perbaikan Bibir Pantai

    Serang, Djawaranews.com – Warga Kampung Peres, Desa Pulo Panjang, Kabupaten Serang, Banten, menyuarakan harapan agar pemerintah segera membangun lampu penerangan jalan di sepanjang bibir pantai serta memperbaiki infrastruktur pantai yang rusak akibat abrasi. Terakhir kali, perbaikan bibir pantai dilakukan pada 2014.

    Ketua RT/RW 01/02 Kampung Peres, Husaeri, mengatakan, kerusakan bibir pantai semakin parah akibat abrasi yang diperparah oleh tumpukan sampah kiriman dari laut saat ombak pasang. Kondisi ini meresahkan warga, terutama mereka yang tinggal di dekat garis pantai.

    “Tahun 2023 saya sudah mengajukan surat bantuan penerangan jalan di bibir pantai, tapi belum terealisasi karena dana dialihkan untuk pengadaan motor ambulans yang juga sangat dibutuhkan warga,” ungkap Husaeri.

    Ia menambahkan, lampu penerangan sangat penting bagi nelayan kecil yang kerap melaut pada malam hari. Tanpa pencahayaan memadai, aktivitas mereka menjadi terganggu karena kondisi yang terlalu gelap.

    Selain itu, Husaeri juga meminta agar pembatas bibir pantai yang ada saat ini ditinggikan. “Ketika air laut pasang, air dan sampah dari laut masuk ke dalam rumah kami. Kami butuh pembatas yang lebih tinggi agar rumah warga tidak terus-menerus terdampak,” ujarnya.

    Isu pengelolaan sampah juga menjadi sorotan dalam eksplorasi wilayah tersebut. Hingga saat ini, sebagian besar sampah rumah tangga di Pulo Panjang masih dibakar karena minimnya fasilitas pengelolaan. Tidak adanya sistem pengangkutan dan pengolahan sampah yang memadai berpotensi menimbulkan masalah lingkungan lebih serius.

    Sementara itu, pasokan listrik kini menunjukkan perkembangan positif. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di desa tersebut kini beroperasi 24 jam penuh, setelah sebelumnya mengalami gangguan yang menyebabkan pemadaman berkala.

    Selama peliputan, tim jurnalis menghadapi kendala komunikasi karena lemahnya sinyal seluler di banyak titik. Akses internet hanya bisa diperoleh melalui voucher WiFi lokal, namun koneksinya sangat terbatas dan hanya bisa digunakan di sekitar titik penjualan voucher.

    Sejumlah rumah warga di Pulo Panjang telah dibangun melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang didanai oleh pemerintah provinsi dan kementerian terkait. Bantuan ini diberikan dalam bentuk fisik bangunan, bukan dalam bentuk uang tunai. Namun, menurut Husaeri, kebutuhan akan rumah layak huni masih tinggi di beberapa kampung lainnya.

    Eksplorasi ini menunjukkan bahwa Desa Pulo Panjang menyimpan potensi besar di sektor kelautan dan pariwisata. Namun, untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan perhatian lebih serius dari pemerintah, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar, pengelolaan lingkungan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. (Trg)