Kategori: Jawa Barat

  • Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan Saat Pawai Juara Persib, Warga Diminta Tak Konvoi 24 Mei

    Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan Saat Pawai Juara Persib, Warga Diminta Tak Konvoi 24 Mei

    Kota Bandung, Djawaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot), Polrestabes Bandung, Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) dan komunitas bobotoh telah menyepakati sejumlah langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas menjelang Pawai Juara Persib pada Minggu, 25 Mei 2025.

    Dalam rapat final yang digelar di Pendopo Kota Bandung pada Jumat, 23 Mei 2025, diputuskan bahwa akan ada rekayasa lalu lintas saat pelaksanaan pawai terutama di jalan-jalan yang terlewati rute pawai.

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan pawai akan dimulai pukul 09.00 WIB dari Balai Kota dan menempuh rute ke arah Gedung Sate.

    “Dari Balai Kota, pawai akan bergerak lewat Wastukencana, belok ke Jalan Riau, lanjut ke Jalan Juanda, Diponegoro, Cilamaya, dan berakhir di Jalan Banda,” ungkap Farhan.

    Pada saat bersamaan komunitas Viking juga mengadakan acara di Tegalega dan juga menggelar konvoi dari Tegalega menuju Dago begitupun sebaliknya.

    Sepanjang rute tersebut, sejumlah ruas jalan akan ditutup sementara dan dialihkan untuk kelancaran arak-arakan para pemain, ofisial Persib, serta iring-iringan kendaraan piala.

    Penutupan jalan akan dilakukan secara situasional dan bertahap, dimulai sebelum pukul 09.00 hingga rombongan selesai melewati titik akhir.

    Farhan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi pada malam sebelum pawai, yaitu 24 Mei.

    “Tidak ada konvoi malam. Euforia kita rayakan bersama saat pawai pada 25 Mei pagi. Warga bisa menyambut rombongan dari pinggir jalan tanpa harus turun ke jalan,” pesannya.

    Farhan juga mengimbau wisatawan dari luar kota untuk tidak memaksakan diri masuk ke pusat kota dengan kendaraan pribadi.

    “Kepada para wisatawan dari seluruh luar kota Bandung, anda bisa menikmati keramaian Pesta Persib ini dari pinggir jalan lewat sebuah pawai, dan juga kalau mau makan, makan di hotel, mau makan di rumah saja,” ujar Farhan.

    Ia juga mengingatkan, razia premanisme dan minuman beralkohol ilegal akan tetap berjalan selama perayaan untuk menjamin keamanan dan ketertiban umum.

    Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, memastikan personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalannya pawai.

    “Ada 2.500 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan unsur Pemkot. Fokus pengamanan di sepanjang jalur pawai dan dua titik perayaan lainnya, yakni Balai Kota dan Tegalega,” ujarnya.

    Selain mengamankan rute pawai, Polrestabes Bandung juga akan menertibkan aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu keamanan.

    Ia juga menyebutkan akan ada rekayasa lalu lintas di sepanjang rute pawai pada 25 Mei. Jalan akan ditutup secara bertahap dan akan dibuka kembali setelah rombongan pawai selesai melintasi titik-titik tersebut.

    “Nanti kalau sudah bergerak, jalan-jalan menuju sebelah kita tutup, nanti dialih ke para warga akan kita alihkan dulu. Sampai sudah mencapai Gedung Sate baru kita normalkan lagi,” katanya.

    “Jadi kami sarankan memang untuk area sepanjang jalan antara Tegalega menuju ke Balai Kota menuju ke Gedung Sate sebaiknya memang kita nonton di pinggir jalan saja, jangan jalan-jalan,” imbuhnya.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar menyampaikan hal senada. Ia meminta para bobotoh untuk tidak melakukan konvoi setelah pertandingan Persib kontra Persis Solo di Stadion GBLA pada Sabtu 24 Mei 2025 malam.

    “Kita fokus perayaan di stadion. Setelah penyerahan piala, ada hiburan dua jam di GBLA. Konvoi cukup di tanggal 25 pagi,” ujarnya.

    Pihak PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) juga mengingatkan bahwa penyerahan piala dari PT LIB akan dilakukan pada 24 Mei malam di GBLA, disusul hiburan untuk para suporter. (Red)

  • Pemkot Bandung Komitmen Perkuat Sinergi Lintas Sektor Tangani HIV/AIDS

    Pemkot Bandung Komitmen Perkuat Sinergi Lintas Sektor Tangani HIV/AIDS

    Kota Bandung, Djawaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya dalam penanggulangan HIV/AIDS. Tak hanya sebagai fasilitator, tetapi Pemkot Bandung juga sebagai pengarah kebijakan dan penggerak sinergi lintas sektor.

    “Pemerintah Kota Bandung hadir bukan hanya untuk memfasilitasi, tapi juga memimpin arah kebijakan, menggerakkan kolaborasi, dan memastikan bahwa semua pihak berjalan dalam satu arah yang terintegrasi,” ujar Wali Kota Bandung Farhan saat menerima Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Selasa, 20 Mei 2025.

    Audiensi ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi capaian Kota Bandung dalam menekan angka penyebaran HIV/AIDS serta membangun strategi kolaboratif ke depan.

    Farhan menyampaikan, Pemkot Bandung siap menyesuaikan kebijakan dan tata kelola program untuk mendukung upaya preventif, deteksi dini, edukasi, dan pengobatan.

    “Kami ingin membangun kota yang inklusif, tanpa stigma, dan memberi ruang bagi semua orang untuk hidup sehat dan bermartabat,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Sekretariat KPA Kota Bandung, Maya Verasandi menyampaikan, dari estimasi Kementerian Kesehatan RI sebanyak 10.931 orang, dari tahun 1991 hingga Januari 2025 Kota Bandung telah menemukan 9.784 kasus HIV positif, atau sekitar 90%.

    Sebanyak 65% (6.370) ODHIV patuh menjalani pengobatan ARV,. Sedangkan 35% lainnya masuk kategori Lost to Follow Up (LFU) dan sedang ditelusuri kembali oleh tim pendamping dari LSM.

    Adapun 57% (3.631) dari ODHIV yang rutin pengobatan telah berhasil menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi dan tidak lagi berisiko menularkan.

    Dalam pertemuan tersebut, KPA juga mengusulkan penguatan program Warga Peduli AIDS (WPA), pengintegrasian edukasi HIV ke dalam kegiatan pemuda, serta memperluas kemitraan dengan Karang Taruna dan remaja masjid untuk menyasar kelompok usia produktif.

    Wali Kota Bandung merespons positif usulan tersebut dan menginstruksikan jajaran terkait untuk menindaklanjuti dengan rencana kerja lintas OPD. (Red)

  • Kota Bandung, Ide, dan Kolaborasi: Pesan Farhan untuk Delegasi Asia-Afrika

    Kota Bandung, Ide, dan Kolaborasi: Pesan Farhan untuk Delegasi Asia-Afrika

    Kota Bandung, Djawaranews.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan pesan hangat dan penuh semangat kepada para delegasi internasional dalam Simposium Bandung Asia Afrika City Network Sesi 2.

    Dalam kesempatan tersebut, Farhan menyebut pentingnya ide dan kolaborasi sebagai jiwa Kota Bandung, sekaligus warisan dari Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955.

    “Kolaborasi selalu menjadi jiwa dari Kota Bandung,” ujar Farhan di Aula Barat ITB, Senin 19 Mei 2025.

    Melangkah ke konteks sejarah, Farhan mengingatkan bahwa Bandung dibangun pertama kali pada tahun 1809 di bawah pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels sebagai bagian dari proyek Jalan Raya Pos.

    “Mungkin dari situlah jiwa Bandung yang dinamis dan bergaya lahir,” ucapnya.

    Bandung kemudian dikenal sebagai Paris van Java, kota dengan semangat kreatif yang khas.

    Namun, menurut Farhan, ekosistem kreatif Bandung baru benar-benar terbentuk secara struktural sejak tahun 2013, yang ia sebut sebagai titik balik penting.

    Ia menyebut geliat pelaku industri kreatif yang mulai tumbuh signifikan pada masa itu.

    “Saat itu, saya juga ikut membangun industri sepak bola nasional—mulainya dari Bandung,” kata Farhan.

    Ia mengakui, tidak ada rancangan besar di balik semua itu, tetapi momentum waktu yang tepat mempertemukan berbagai ide besar.

    Lebih jauh, Farhan membagikan refleksinya tentang proses membangun ide.

    “Bagian tersulit dari membangun ide adalah menemukan ide yang tepat,” katanya.

    Ia mengingatkan, ide yang hebat pun akan sia-sia tanpa dukungan lingkungan yang kolaboratif.

    “Tanpa teman, tim, dan lingkungan yang mendukung, ide itu akan tetap menjadi ide belaka,” kata Farhan.

    Sebagai penutup, Farhan kembali mengangkat inspirasi besar dari Konferensi Asia-Afrika 1955.

    Ia sejumlah tokoh Asia-Afrika yang berhasil hadir di Bandung saat itu, meskipun infrastruktur komunikasi dan transportasi masih terbatas.

    “Tapi ide dan tekad kuat membuat para tokoh dari seluruh dunia datang ke Bandung,” katanya.

    Menurutnya, semangat solidaritas Selatan-Selatan yang lahir dari KAA harus terus dijaga dan diwariskan melalui penciptaan ide-ide baru dan kolaborasi lintas negara.

    “Terima kasih atas kehadiran kalian hari ini. Sampai jumpa malam ini di gala dinner, dan besok di kegiatan bersama. Semoga kita bisa terus berbagi ide dan memperkuat solidaritas,” tuturnya. (Red)

  • Bebas PMK, Pemkot Bandung Tetap Waspadai Penyakit Hewan

    Bebas PMK, Pemkot Bandung Tetap Waspadai Penyakit Hewan

    Bandung, Djawaranews.com – Meskipun telah dinyatakan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sejak 2022, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Raya Iduladha tahun ini.

    Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar di Balai Kota Bandung, Senin 19 Mei 2025.

    “Kita antisipasi penyebaran penyakit menular. Walaupun PMK di Bandung sudah bebas, tapi lalu lintas hewan dari luar kota masih membawa potensi risiko,” ujarnya.

    Untuk menghindari masuknya hewan yang terinfeksi, DKPP telah menerbitkan surat edaran tentang pemasukan hewan ke Kota Bandung.

    Setiap hewan harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan harus melalui proses pengajuan rekomendasi resmi dari dinas asal.

    Gin Gin menyebut, banyak hewan yang masuk ke Bandung berasal dari wilayah Sukabumi, Sumedang, dan Garut. Sebagian besar tetap sehat, namun tidak menutup kemungkinan terdapat penyakit ringan akibat perjalanan.

    “Penyakit ringan seperti sakit mata atau stres akibat angin dan udara selama perjalanan sering ditemukan. Untuk itu biasanya kita rawat dengan vitamin. Tapi kalau penyakit berat seperti PMK, antraks, atau zoonosis, kita kembalikan ke daerah asal,” jelasnya.

    Ia menegaskan, seluruh proses dilakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman, sehat, dan sesuai syariat. (Red)

  • Ini Alasan Kawasan Bebas Sampah Jadi Faktor Penting Penanganan Sampah di Kota Bandung

    Ini Alasan Kawasan Bebas Sampah Jadi Faktor Penting Penanganan Sampah di Kota Bandung

    Kota Bandung, Djawaranews.com – Di Kota Bandung, kini sudah ada ratusan RW yang mulai menerapkan konsep Kawasan Bebas Sampah. Tapi, apa sebenarnya arti dari KBS?

    Plt. Kepala UPT Pengelolaan Sampah, DLH Kota Bandung, R. Ramdani menjelaskan, KBS bukan berarti wilayah itu benar-benar tidak ada sampah sama sekali.

    Namun, KBS menunjukkan warganya sudah punya kepedulian terhadap sampah untuk memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah dari rumah masing-masing.

    “Ini adalah langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih baik,” katanya beberapa waktu lalu.

    Hingga saat ini, kata Ramdani, sudah ada 466 RW dari total lebih dari 1.500 RW di Kota Bandung yang menjadi bagian dari KBS.

    “Ini artinya sekitar 28-29 persen RW sudah aktif dalam program ini. Harapannya, semakin banyak RW yang bergabung ke depan,” ujarnya.

    Menurut Ramdani, KBS merupakan hal penting dalam penanganan sampah di Kota Bandung. pasalnya, semakin banyak sampah dikelola langsung dari sumbernya (rumah tangga), maka biaya pengelolaan akan jauh lebih murah.

    “Saat ini, Kota Bandung menghasilkan sekitar 140 rit sampah per hari. Dari jumlah itu sekitar 30 rit perlu dikelola langsung di dalam kota. KBS bisa menjadi solusi agar sampah tidak terus menumpuk dan makin membebani kota,” bebernya.

    Ia menjelaskan, syarat utama agar sebuah RW masuk kategori KBS adalah adanya pemilahan sampah dari rumah tangga.

    Meski begitu, tidak semua RW yang sudah KBS berarti semua warganya sudah memilah. Namun, langkah ini tetap jadi fondasi penting.

    “Partisipasi warga bisa dimulai dari gerakan Kang Pisman yang merupakan singkatan dari Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan. Ini sejalan dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), tapi dikemas dengan kearifan lokal Sunda,” ujarnya.

    Menurutnya, kesadaran warga adalah kunci. Jika dari tingkat rumah tangga sudah memilah sampah, maka proses selanjutnya jadi jauh lebih mudah.

    “Misalnya, pemilahan yang baik bisa mencegah munculnya belatung di lingkungan, karena sampah organik tidak tercampur,” ungkapnya.

    Dengan dukungan semua pihak, mulai dari warga, RW, hingga pemerintah, Bandung bisa mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

    “KBS bukan hanya target, tapi gerakan bersama demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” tegasnya. (Red)

  • Gak Perlu Antre, Kini Klaim JHT Rp15 Juta Bisa di Aplikasi JMO!

    Gak Perlu Antre, Kini Klaim JHT Rp15 Juta Bisa di Aplikasi JMO!

    SUKABUMI, Djawaranews.com – Kabar gembira bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah memenuhi syarat untuk melakukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT). Mulai bulan Mei 2025, peserta BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki saldo JHT maksimal Rp. 15 juta dapat mencairkan klaim melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang dapat diunduh di App Store maupun Playstore.

    JMO merupakan aplikasi resmi BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan layanan digital kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan meliputi informasi program BPJS Ketenagakerjaan, pendaftaran, pelaporan dan pengaduan hingga cek saldo serta pengajuan klaim JHT tanpa harus datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan.

    Manfaat JHT dapat dibayarkan apabila pekerja memasuki masa pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia, termasuk saat mereka berhenti bekerja.

    Klaim JHT kini jauh lebih mudah berkat digitalisasi oleh BPJS Ketenagakerjaan lewat aplikasi JMO. Tanpa perlu antre atau ke kantor cabang, cukup lewat ponsel klaim JHT hingga Rp15 juta bisa langsung diproses dengan cepat dan praktis.

    Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Ryan Gustviana mengatakan penambahan limit klaim pada aplikasi JMO merupakan wujud nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kualitas layanan digital.

    “BPJS Ketenagakerjaan terus berinovasi agar seluruh pekerja Indonesia bisa merasakan manfaat maksimal sehingga seluruh pekerja Indonesia bisa Kerja Keras Bebas Cemas,” kata Ryan.

    “Dan saat sekarang dengan adanya inovasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi peserta. Jadi, bagi peserta yang akan melakukan klaim JHT dibawah Rp.15 juta sekarang tidak perlu datang ke kantor cabang, cukup dari rumah melalui aplikasi JMO,” ucap Ryan.

  • Janji Benahi Masalah Sampah, Wakil Wali Kota Bandung: Mohon Beri Waktu

    Janji Benahi Masalah Sampah, Wakil Wali Kota Bandung: Mohon Beri Waktu

    Bandung, Djawaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus melakukan penanganan terhadap permasalahan sampah. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menegaskan, Pemkot Bandung kini tengah berada dalam fase penanganan awal dengan berbagai strategi dan inovasi.

    Dalam peninjauan lapangan terhadap salah satu inisiatif warga berupa mesin insinerator berbasis tenaga air di GOR Saparua, Erwin mengapresiasi kreativitas masyarakat yang turut mencari solusi.

    “Ini bentuk aspirasi dari masyarakat yang punya inisiatif dan kreatif membuat mesin pemusnah sampah. Ini sejalan dengan program kami,” ujarnya, Kamis 8 Mei 2025.

    Erwin menjelaskan, Pemkot Bandung menjalankan tiga tahapan besar dalam menyelesaikan persoalan sampah. Ketiganya yaitu; penanganan, pemulihan, dan penormalan. Saat ini, fokus difokuskan pada tahap penanganan.

    “Ada 136 titik kumpul sampah yang harus segera dimusnahkan. Kami mulai dengan mengangkut sampah dari titik-titik tersebut ke TPS, lalu dimusnahkan melalui mesin insinerator,” jelasnya.

    Pemkot Bandung juga menargetkan ada satu mesin pemusnah sampah yang terpasang di tiap kecamatan. Hal ini sedang didorong guna mempercepat proses penanganan.

    “Kita sedang dorong agar ada 25 sampai 30 mesin beroperasi di berbagai titik di Kota Bandung,” tambah Erwin.

    Erwin meminta masyarakat bersabar, karena pada faktanya, dalam menjalani tahap penanganan, Kota Bandung juga dihadapkan pada kondisi pembatasan jumlah pembuangan sampah ke TPA Sarimukti.

    “Step by step kita lakukan. Kami terbuka dengan usulan dari masyarakat. Kalau teknologinya aman, nyaman, dan berizin, kenapa tidak kita adopsi?” katanya.

    Erwin optimis Kota Bandung bisa mengatasi krisis sampah ini.

    “Kami bukan Superman atau Batman. Tapi insyaallah, dengan tahapan yang kita lakukan dan dukungan semua pihak, Bandung akan bebas dari sampah,” tegasnya.

    Sementara itu, Mugi Sudjana, inisiator teknologi insinerator hidrogen menjelaskan, mesin rancangannya mampu memusnahkan hingga 2 ton sampah per hari.

    “Mesin ini belum ada namanya. Namun sudah beroperasi sekitar lima bulan. Per jamnya bisa memusnahkan sampah sampai 200 kilogram, makin panas malah makin cepat. Residu yang dihasilkan juga sangat sedikit,” kata Mugi.

    Mugi menuturkan, kunci keberhasilan teknologi ini terletak pada keandalan operator.

    “Kalau operatornya rajin dan terlatih, hasilnya akan maksimal,” ujarnya.

    Mesin yang telah diuji selama lima bulan tersebut telah membantu menghabiskan sampah dari kawasan sekitar Saparua dan beberapa gedung pemerintahan seperti Gedung Sate.

    Mesin ini diklaim dapat beroperasi 10 jam per hari dan memerlukan sekitar 50 liter air untuk mengoperasikannya. (Red)

  • Dari Lensa Bandung untuk Dunia: Karya Khairizal Maris Menang di Sony World Photography Awards 2025

    Dari Lensa Bandung untuk Dunia: Karya Khairizal Maris Menang di Sony World Photography Awards 2025

    Bandung, Djawaranews.com – Bandung kembali menorehkan kebanggaan di kancah internasional. Khairizal Maris, fotografer lepas asal Bandung, kelahiran Desember 1987, berhasil meraih penghargaan dalam ajang bergengsi Sony World Photography Awards 2025.

    Lewat bidikan lensanya, ia menangkap momen euforia para pendukung Persib Bandung alias bobotoh yang tengah merayakan kemenangan tim kesayangan mereka di jalanan Kota Bandung. Sebuah potret semangat, kebersamaan, dan cinta terhadap kota yang tak pernah padam.

    Sony World Photography Awards dikenal sebagai salah satu kompetisi fotografi paling prestisius di dunia.

    Ajang ini terbuka bagi fotografer dari berbagai latar belakang, mulai dari amatir hingga profesional dan tahun ini tercatat lebih dari 419.000 foto dikirim dari sekitar 200 negara.

    Dalam persaingan ketat tersebut, karya Khairizal yang dikirimkan dalam kategori Street Photography berhasil mencuri perhatian juri.

    “Enggak ada alasan tertentu, cuma ingin coba lagi aja,” ujar Khairizal dengan rendah hati kepada Tim Humas Kota Bandung, Kamis, 24 April 2025.

    “Tahun kemarin 2024 sempat gagal, tahun ini mencoba lagi, alhamdulillah dikasih rezeki,” ungkapnya.

    Foto yang diambilnya merupakan hasil dari kejelian menangkap momen yang belum pernah ia publikasikan sebelumnya.

    Menurutnya, keaslian dan kekuatan emosi dalam foto tersebut menjadi alasan kuat mengapa karya itu layak dikirimkan.

    “Momennya menarik, waktu cari-cari foto saya pilih yang belum pernah dipublish, yang benar-benar fresh,” ucapnya.

    Saat mengetahui menjadi pemenang, Khairizal mengaku sempat tak percaya.

    “Perasaannya mah kaget, bungah, enggak nyangka bisa juara. Alhamdulillah aja,” ungkapnya.

    Meski tak menyampaikan pesan khusus, Khairizal berharap prestasinya bisa menjadi semangat baru bagi anak-anak muda dan masyarakat Kota Bandung.

    “Berkarya aja terus, apapun profesinya. Jangan takut mencoba,” pesannya singkat namun penuh makna.

    Dari jalanan Bandung yang penuh semangat hingga pengakuan dunia, karya Khairizal Maris adalah bukti bahwa semangat kreatif warga Kota Bandung mampu menembus batas-batas global.

    Sebuah inspirasi bahwa dari lensa kecil di tangan, bisa lahir cerita besar yang menggetarkan dunia. (Red)

  • TP PKK Kota Bandung Siap Bantu Wujudkan 750 Kawasan Bebas Sampah

    TP PKK Kota Bandung Siap Bantu Wujudkan 750 Kawasan Bebas Sampah

    Bandung, Djawaranews.com – Tim Penggerak PKK Kota Bandung siap untuk bersinergi dengan Pemkot Bandung dalam upaya pengelolaan sampah secara komprehensif. Salah satunya melalui program Kang Pisman (Kurangi, pisahkan, dan manfaatkan sampah)

    Hal itu berkaitan dengan membantu Pemkot Bandung mewujudkan 750 Kawasan Bebas Sampah (KBS) pada akhir 2025 ini.

    “Saat ini Bandung tercatat 414 KBS RW dari total seluruh RW di Kota Bandung itu 1597 RW. Kami akan membantu Pemkot Bandung mewujudkan 750 KBS tingkat RW,” kata Ketua lll Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga, TP PKK Kota Bandung, Evi Novitasari pada kegiatan Peran Aktif TP PKK dalam Pengelolaan Sampah, di Pendopo Kota Bandung 23 April 2025.

    Demi tercapainya itu, kata Novi, kader PKK Kota hingga kewilayahan akan membantu mengedukan masyarakat.

    “Peran penting kader di kelurahan, kecamatan, RW dan RT untuk memantau pengelolaan sampah organik dengan program pilah sampah dimanfaatkan komposting,” ungkapnya.

    Selain itu, TP PKK Kota Bandung juga akan memanfaatkan sampah anorganik melalui bank sampah. Partisipasi aktif bisa membuat kawasan yang bersih dan layak huni.

    “Penting bagi kita semua punya persepsi yang sama dalam penangan sampah. Karena menyelesaikan sampah ini tentu perlu upaya dari hulu,” ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengapresiasi kepada TP PKK di semua tingkatan, baik dari kota, kecamatan, hingga kelurahan, yang telah menjadi motor penggerak dalam pembangunan Kota Bandung.

    “Kontribusi para ibu dalam edukasi keluarga, pemberdayaan perempuan, serta pelaksanaan program berbasis komunitas merupakan kunci dalam keberhasilan berbagai program Pemkot Bandung,” kata Erwin

    Erwin mengingatkan, bidang yang menjadi tanggung jawab, yakni sandang, pangan serta perumahan dan tata laksana rumah tangga, merupakan isu mendasar dalam upaya meningkatkan kualitas hidup warga Kota Bandung.

    “Masalah sampah di Kota Bandung masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Setiap hari, kita menghasilkan lebih dari 1.500 ton sampah, dan belum seluruhnya dikelola secara optimal, baik di tingkat rumah tangga, TPS, maupun TPST,” ungkapnya.

    Maka dari itu, Erwin mengatakan peran PKK, khususnya pokja lll menjadi vital. Pojok Kangpisman (kurangi, pisahkan, manfaatkan) harus dioptimalkan bersama, dimulai dari rumah tangga.

    “Sinergi antara TP PKK dengan Dinas Lingkungan Hidup dalam mendukung program pengelolaan sampah tersebut.

    “Mari kita galakkan kembali sosialisasi dan edukasi mengenai gerakan “zero food waste” di tingkat rumah tangga, dengan semangat “sampah hari ini habis hari ini”,” ujarnya. (Red)

  • Pemkot dan DPRD Kota Bandung Bertekad Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    Pemkot dan DPRD Kota Bandung Bertekad Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    Kota Bandung, Djawaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bertekad menyamakan kualitas pendidikan. Hal itu agar jumlah siswa di setiap sekolah bisa lebih merata.

    Untuk itu, Pemkot Bandung bakal berkolaborasi dengan sekolah swasta.

    memastikan siap untuk berkolaborasi dengan sekolah swasta. Hal itu agar kuota sekolah di Kota Bandung lebih merata.

    “Kita akan berkolaborasi supaya kuota siswa masuk ke sekolah baik swasta dan negeri akan dibagi kuota,” ungkap Wakil Wali Kota Bandung, Erwin usai menghadiri silaturahmi bersama Dinas Pendidikan Kota Bandung, di Masjid Al Jabbar, Rabu 16 April 2025.

    Menurutnya, hal itu diupayakan agar sekolah swasta maupun negeri di Kota Bandung bertahan dan berjalan pembelajaran dengan baik.

    “Supaya sekolah swasta maupun negeri di Kota Bandung bertahan,” katanya.

    Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi menuturkan, tingkat kesejahteraan masyarakat salah satunya berada pada tingkat pendidikan.

    “Akses pendidikan tergolong perlu ditingkatkan. Data tahun 2024, jumlah SD negeri 274 dan SD swasta 198 sekolah. Sementara SMP negeri 75 sekolah dan swasta 186 sekolah,” katanya.

    Menurutnya, Kota Bandung butuh kajian dan strategi untuk akses pendidikan lebih merata.

    “Sekolah harus bisa diakses oleh masyarakat semuanya. Kita dorong juga untuk menghadirkan sekolah dengan kualitas pendidikan yang lebih baik,” tuturnya. (Red)