Kategori: Ekonomi

  • Panin Expo 2025 Kembali Hadir, Tawarkan Hadiah 12 Mercedes-Benz dan Rp11,6 Miliar Tunai

    Panin Expo 2025 Kembali Hadir, Tawarkan Hadiah 12 Mercedes-Benz dan Rp11,6 Miliar Tunai

    SERANG – Panin Expo 2025 siap digelar pada 10–12 Oktober 2025 di Cilegon Center Mall. Ajang tahunan yang diinisiasi oleh Bank Panin KCU Serang ini menghadirkan pameran properti dan UMKM sekaligus beragam kegiatan kreatif yang melibatkan masyarakat Serang, Cilegon, dan sekitarnya.

    Tahun ini, Panin Expo hadir lebih meriah dengan grand prize 12 unit Mercedes-Benz C200 Avangarde Line serta hadiah uang tunai total senilai Rp11,6 miliar.

    Selain pameran, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan Car Free Day di Serang dan Cilegon (14, 21, 28 September 2025), Open Table di Cilegon Center Mall (25 September–9 Oktober 2025), serta Road Show pada 4 Oktober 2025.

    Panin Expo 2025 menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-20 Bank Panin KCU Serang. Melalui kegiatan ini, Panin mengajak para agen properti dan UMKM untuk ikut serta memperluas jejaring, mempererat persahabatan, serta memberikan lebih banyak pilihan investasi dan hunian bagi masyarakat.

    Panin Expo sendiri sudah menjadi agenda rutin sejak 2014, pernah digelar di MOS Serang, Supermall Cilegon, Citra Raya Bitung, hingga Cilegon Center Mall yang menjadi lokasi tetap dalam beberapa tahun terakhir.

    Peserta pameran akan mendapatkan beragam benefit, mulai dari tenant booth 2×3 meter, konsumsi, promosi pra-event, hingga eksposur melalui media promosi dan iklan radio.

    Bagi masyarakat, Panin Expo 2025 diharapkan bukan hanya sekadar pameran properti dan UMKM, tetapi juga ajang hiburan sekaligus kesempatan emas untuk meraih hadiah spektakuler. (Trg)

  • Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lebak Komitmen Berikan Layanan Sepenuh Hati

    Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lebak Komitmen Berikan Layanan Sepenuh Hati

    LEBAK, Djawaranews.com – Sebagai Layanan Publik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Lebak terus berbenah dan berkomitmen untuk memberikan layanan sepenuh Hati.

    Momentum hari Pelanggan Nasional bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk mengapresiasi seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan, Hal tersebut disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lebak Rangkasbitung, Dicky Hardiyanto saat kegiatan Hari Pelanggan Nasional dikantornya. Kamis, (4/9).

    “Kami ingin interaksi dengan peserta menjadi pengalaman yang bermakna dan akan terus menghadirkan rasa aman dan ketenangan bagi pekerja melalui pelayanan yang humanis, adaptif dan berdampak nyata,” kata Dicky.

    Dicky menyebutkan bahwa Tahun 2025 ini, BPJS Ketenagakerjaan mengusung tema “Andai Tahu Duluan, Dilayani Sepenuh Hati, Bisa Jadi Kisah Kebahagiaan,” sebagai kelanjutan dari kampanye “Andai Tahu Duluan” yang mengedepankan edukasi dan informasi sejak awal tentang manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan pada Hari Pelanggan Nasional 2025.

    Dicky juga mengingatkan kepada seluruh peserta yang hadir di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lebak agar menghindari percaloan saat melakukan klaim.

    “Hindari pencaloan, pastikan proses layanan dilakukan oleh peserta maupun ahliwarisnya, silahkan gunakan layanan kami secara online maupun onsite,” ucap Dicky kepada peserta yang hadir.

    Lebih lanjut, Dicky menyebutkan bahwa perlindungan jaminan sosial Ketenagakerjaan adalah bagian penting dari kesejahteraan pekerja dan keluarganya, kami selalu mendengar masukan langsung dari peserta demi pelayanan yang lebih baik lagi.

    “Silahkan kunjungi BPJS Ketenagakerjaan, baik online maupun datang langsung ke kantor cabang terdekat “Andai tau duluan, dilayani sepenuh hati, bisa jadi kisah kebahagiaan” ungkapnya.

  • Andai Tau Duluan, Peserta Dilayani Sepenuh Hati di Hari Pelanggan Nasional 2025

    Andai Tau Duluan, Peserta Dilayani Sepenuh Hati di Hari Pelanggan Nasional 2025

    JAKARTA,  Djawaranews.com – BPJS Ketenagakerjaan kembali merayakan Hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap tanggal 4 September. Tahun ini, peringatan dilaksanakan dengan mengusung tema “Andai Tau Duluan, Dilayani Sepenuh Hati, Bisa Jadi Kisah Kebahagiaan”. Tema ini merupakan pengembangan dari kampanye BPJS Ketenagakerjaan tahun 2025 bertajuk “Andai Tau Duluan”, yang menekankan pentingnya edukasi dan informasi sejak dini mengenai manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.

    Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, menyampaikan bahwa peringatan Hari Pelanggan Nasional tahun ini bukan hanya menjadi momentum untuk mengapresiasi peserta, tetapi juga menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan sepenuh hati.

    “Kami ingin setiap interaksi dengan peserta menjadi pengalaman yang bermakna. Dengan pelayanan yang tulus, manfaat program kami dapat benar-benar dirasakan, sehingga menjadi kisah nyata kebahagiaan bagi pekerja dan keluarganya,” ujar Pramudya.

    Memperingati Hari Pelanggan Nasional tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan merayakannya dengan konsep sederhana namun penuh makna. Sebagai simbol perhatian kepada peserta, pimpinan BPJS Ketenagakerjaan melakukan kunjungan kepada peserta Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang sedang dirawat di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK), mengunjungi ahli waris penerima manfaat Jaminan Pensiun (JP) berkala serta mengunjungi ahli waris penerima manfaat Beasiswa.

    Selain itu, kunjungan ke perusahaan-perusahaan peserta juga dilakukan agar hubungan strategis terus terjaga, memperkuat engagement, dan memberikan nilai tambah melalui program Customer Relationship Management (CRM).

    Melalui peringatan Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan ingin mengingatkan kembali bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan adalah bagian penting dari kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Dengan pelayanan yang penuh ketulusan, diharapkan peserta semakin merasakan manfaat nyata dari program yang diikutinya.

    “Hari Pelanggan Nasional adalah momentum untuk mendengar lebih dekat, untuk mendapatkan masukan langsung dari peserta, sehingga ke depan kami mampu melayani dengan lebih baik lagi, dan tentu saja menghadirkan rasa aman bagi pekerja. Semoga pengalaman yang baik melalui kisah-kisah nyata perlindungan sosial ketenagakerjaan terus menjadi bagian dari kebahagiaan masyarakat Indonesia,” tutup Pramudya.

    Sementara itu di tempat terpisah Kepala Kantor Cabang Tangerang Cikokol Mohamad Irvan menyampaikan komitmen pelayanan kepada peserta,

    “Momentum Harpelnas yang rutin kami selenggarakan setiap tahun, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang aman, mudah dan nyaman kepada peserta sejalan dengan misi BPJS Ketenagakerjaan.” ujar Irvan.

    Irvan juga menambahkan pada rangkaian kegiatan harpelnas tahun 2025 pihaknya melakukan kunjungan ke perusahaan serta peserta yang sedang menjalani pengobatan akibat kecelakaan kerja.

  • Pemkab Basel Serahkan Simbolis Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Sebanyak 1.768 Tenaga Kerja

    Pemkab Basel Serahkan Simbolis Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Sebanyak 1.768 Tenaga Kerja

    Bangka Selatan, Djawaranews.com – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menyerahkan secara simbolis kepesertaan sebanyak 1.768 tenaga kerja dari berbagai segmen yang terdaftar sebagai pekerja rentan selama enam bulan, Rabu (3/9).

    Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangka Selatan, Suhendar mengatakan bantuan perlindungan sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.768 tenaga kerja ini di mulai dari Agustus 2025 hingga Januari 2026.

    “Bantuan kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan para pekerja rentan pada tahun ini dilaksanakan pada 2024, tetapi karena ada suatu hal akhirnya Pemkab Basel memberikan perlindungan kepada para pekerja rentan di tahun ini,” kata Suhendar.

    Ia menyebutkan, masyarakat calon penerima bantuan BPJS ketenagakerjaan ini ada beberapa segemen, yaitu miskin ekstrem sebanyak 50 orang sesuai surat keputusan bupati dan seluruhnya mendapatkan perlindungan dari BPJS ketenagakerjaan. Kemudian ada pekerja seni sebanyak 2 persen, ojek 2 persen, nelayan 5 persen, petani/pekebun 24 persen, buruh harian 49 persen dan pedagang 16 persen.

    “BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan suatu komitmen pemerintah daerah yang digawangi oleh bupati dan wakil bupati sesuai visi misi mereka, bahwa masyarakat rentan yang paling diutamakan pemkab Bangka selatan untuk diberikan perlindungan. Bahkan bantuan perlindungan dari BPJS ketenagakerjaan ini bukan hanya pada tahun ini saja, tetapi akan berlanjut pada 2026 mendatang,” katanya.

    Sementara Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi memberikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah menyampaikan dan berdiskusi terkait apa yang menjadi pekerjaan rumah Bangka Selatan ke depan.

    “Alhamdulillah BPJS ketenagakerjaan telah memberikan arahan agar pemerintah daerah mengikutsertakan para pekerja rentan menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan hingga ke desa-desa. Saat ini seluruh perangkat desa sudah menjadi peserta dan kedepan kita fokus untuk mencakup seluruh pekerja rentan yanga ada di Basel,” katanya.

    “Kami kepala daerah berkomitmen walaupun pesertanya belum seluruhnya, namun untuk tahun ini untuk pesertanya sebanyak 1.768 orang dengan total anggaran kurang lebih sebesar Rp190 juta. Ini anggarannya termasuk seluruh segmen, baik itu kemiskinan ektrem, pekerja seni, ojek, nelayan, petani/pekebun, buruh harian dan pedagang yang kami daftarkan ke BPJS ketenagakerjaan,” katanya.

    Menurutnya, cakupan ini masih jauh dari persentase yang ada di Bangka selatan, tetapi setidaknya Pemkab Bangka Selatan berkomitmen dan peduli terhadap keselamatan dengan memberikan jaminan kecelakaan kerja dan jaminann kematian terhadap para pekerja rentan.

    “Saya harapkan kepada para Kepala Desa dan Ketua Apdesi dapat membantu Pemkab Bangka Selatan untuk terus mendukung kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan melalui APBDesnya,” ujarnya.

    Kepala Kantor Wilayah Sumbagsel, Muhyidin, menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemkab bangka selatan atas dukungan yang terus diberikan untuk BPJS Ketenagakerjaan.

    “Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan per 31 Agustus 2025, cakupan kepesertaan di Kabupaten Bangka Selatan sudah mencapai 21,12 persen dengan 13.746 peserta dari total potensi 65.093 pekerja. Namun, dalam beberapa sektor, perlindungan sudah mencapai 100 persen, seperti pada Kepala/Perangkat Desa dan Tenaga Kependidikan. Selain itu, sudah ada 1.233 Pegawai Honorer Pemerintah Daerah dan 339 Tenaga Kesehatan Non-ASN yang terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

    Hingga 31 Agustus 2025, total 1.083 klaim dengan nilai nominal mencapai Rp10,95 miliar telah dibayarkan. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga telah memberikan beasiswa senilai Rp34,5 juta kepada 13 anak dari peserta.

    Manfaat lainnya termasuk Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan. Manfaat beasiswa, yang bisa mencapai Rp174 juta untuk dua anak, mendapat menjamin keberlangsungan pendidikan hingga jenjang sarjana.

  • KDM Beri Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kepada 3 Juta Pekerja Informal di Jawa Barat!

    KDM Beri Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kepada 3 Juta Pekerja Informal di Jawa Barat!

    BANDUNG, Djawaranews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan jaminan Kematian (JKM) kepada para pekerja informal di Jawa Barat.

    “Ada ojek, kemudian ada petani, ada nelayan, ada tukang kuli macul, kuli panggul, pemulung, pedagang asongan, semua akan kami diberikan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Iuran nya Rp. 16.800 per bulan untuk 3 Juta Pekerja Informal,” ujar Dedi di Gedung Sate, Senin (1/9/2025).

    “Sehingga, tadi ada kasus kan misalnya driver ojeknya patah kakinya diamputasi selama ini membiayai sendiri. Nah, nanti itu sudah dicover oleh jaminan social ketenagakerjaan termasuk kaki palsunya, nanti nah kaki palsunya nanti di disiapkan,” jelas Dedi.

    Disinggung mengenai anggarannya nanti akan seperti apa, Dedi memastikan akan dilakukan secara bertahap. Namun, untuk empat bulan ini nantinya akan dianggarkan dalam APBD Perubahan 2025. “Ya, anggarannya bertahap. Kita kan tahun ini sekitar sisa 4 bulan. Nanti tahun depan ya kita nanti berhitung dengan bupati wali kota,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Kunto Wibowo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja informal.
    Menurutnya, langkah ini merupakan terobosan penting untuk memperluas cakupan perlindungan sosial, khususnya bagi segmen pekerja informal yang jumlahnya sangat besar di Jawa Barat.

    “Tujuan Jaminan sosial ketenagakerjaan adalah untuk menjamin kehidupan yang layak, mengurangi risiko sosial ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan. Ini bukan hanya kebutuhan, tapi hak dasar yang harus dimiliki seluruh pekerja,” kata Kunto.

    “Dan dengan iuran yang relatif kecil, manfaat yang diterima cukup signifikan, mulai dari perawatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis akibat kecelakaan kerja, santunan meninggal dunia bagi ahli waris, beasiswa untuk 2 orang anak dan santunan sementara tidak mampu bekkerja. Ini bentuk nyata hadirnya negara dalam melindungi seluruh pekerja,” ujar Kunto.

    Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi, kabupaten/kota, para mitra strategis serta asosiasi pekerja informal, untuk memastikan mekanisme pendaftaran, pembayaran iuran, hingga pelayanan klaim dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

    “Kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Harapannya, setiap pekerja informal tanpa terkecuali dapat merasakan manfaat nyata, sekaligus menjadi bagian dari ekosistem ketenagakerjaan yang lebih kuat dan berkeadilan di Jawa Barat,” ungkapnya.

    Hal senada juga Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Ryan Gustaviana. Ia mengaku langkah yang dilakukan Pemprov Jawa Barat dalam memberikan perlindungan kepada pekerja informal sangat luar biasa.

    “Melalui perlindungan ini, seluruh pekerja informal seperti pedagang, petani, nelayan driver ojol, kuli bangunan dan lainnya akan terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Untuk itu, kami mengapresiasi Pemprov Jawa Barat atas upaya peningkatan kesejahteraan bagi para pekerja informal,” ucap Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Ryan Gustaviana ditempat terpisah.

    Tidak lupa, Ryan juga mendorong agar Pemerintah Kabupaten/Kota Sukabumi dapat bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal yang ada di wilayahnya.

    “Selain itu, kami juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota Sukabumi agar bisa berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan agar seluruh pekerja informal yang ada di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi seluruhnya dapat terlindungi juga melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan ini,” harap Ryan.

  • Duka Mendalam, Ojol Affan Kurniawan Meninggal Saat Sedang Mencari Nafkah

    Duka Mendalam, Ojol Affan Kurniawan Meninggal Saat Sedang Mencari Nafkah

    JAKARTA, Djawaranews.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar pekerja Indonesia. Affan Kurniawan, seorang driver ojek online sekaligus peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, berpulang saat tengah menjalankan tugas mengantarkan pesanan pelanggan. Almarhum terjebak dalam aksi unjuk rasa yang terjadi di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8) malam.

    Berdasarkan data resmi dari GoTo Group, almarhum tercatat masih berstatus mitra aktif dan tengah “on bid” atau menunggu pesanan saat musibah menimpanya. Aktivitas terakhir beliau terekam pada pukul 19.40 WIB, ketika sedang menjalankan pekerjaannya untuk mencari nafkah.

    Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro yang datang memberikan dukungan langsung di kediaman ahli waris atau keluarga almarhum Affan Kurniawan pagi ini menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

    “Kami, keluarga besar BPJS Ketenagakerjaan, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara kita, Almarhum Affan Kurniawan. Beliau adalah pejuang nafkah, yang meninggalkan rumah dengan niat tulus mencari rezeki bagi keluarga. Kehilangan ini tentu berat dan menjadi luka bagi kita semua,” ucapnya.

    Pramudya meneruskan, bahwa Affan Kurniawan semasa hidupnya merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, sehingga atas peristiwa tersebut, almarhum Affan memiliki hak yang akan diberikan kepada ahli waris atau keluarganya.

    “Almarhum merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan, tentu santunan yang diterima tidak akan sanggup menggantikan sosok almarhum. Dan saat ini, kami memastikan seluruh hak-hak jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut segera diterima oleh keluarga. Semoga santunan ini dapat meringankan beban, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, keikhlasan, serta kelapangan hati dalam menghadapi cobaan berat ini,” tambah Pramudya.

    Sebagai wujud perlindungan, ahli waris almarhum menerima santunan total sebesar Rp70 juta yang terdiri dari Santunan Kecelakaan Kerja Meninggal Dunia senilai Rp48 juta, Santunan Berkala Rp12 juta dan Biaya Pemakaman senilai Rp10 juta.

    Musibah ini kembali mengingatkan kita bahwa di balik setiap perjalanan dan setiap pesanan yang sampai di tangan pelanggan, ada pekerja yang berjuang dengan penuh dedikasi.

    Sementara itu ditempat terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Ryan Gustaviana juga mengucapkan turut berdukacita atas meninggalnya Almarhum Affan Kurniawan.

    “Kami BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi juga mengucapkan turut berdukacita kepada keluarga besar Almarhum Affan Kurniawan. Semoga Almarhum diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga besar juga diberikan ketabahan dan kesabaran,” ucapnya.

  • Dinkop Kabupaten Tangerang Buka Rekrutmen Entrepreneur Hub 2025 untuk Usaha Mikro

    Dinkop Kabupaten Tangerang Buka Rekrutmen Entrepreneur Hub 2025 untuk Usaha Mikro

    Tangerang – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang kembali membuka program Entrepreneur Hub 2025 dengan konsep Open Recruitment khusus bagi pelaku usaha mikro di wilayah Kabupaten Tangerang. Program ini berlangsung mulai 28 Agustus hingga 17 September 2025.

    Melalui Entrepreneur Hub, Diskum memberikan tiga fokus utama, yakni mentoring & coaching, akses permodalan usaha, serta networking & collaboration.

    “Program ini dirancang agar pelaku usaha mikro bisa naik kelas melalui pendampingan, jejaring bisnis, serta akses permodalan. Kami mengajak para pengusaha mikro di Kabupaten Tangerang untuk segera mendaftar,” ujar Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Dhian Hartati. Kamis, (28/8/25).

    Adapun syarat pendaftaran antara lain:

    Usaha mikro berdomisili di Kabupaten Tangerang

    Memiliki omzet per bulan ≥ Rp30 juta hingga < Rp60 juta

    Memiliki legalitas usaha (NIB atau Surat Keterangan Usaha)

    Bersedia mengikuti seluruh rangkaian program

    Memiliki rencana pengembangan usaha berkelanjutan

    Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan: bit.ly/EnterpreneurHubDiskum2025. Informasi lebih lanjut bisa diperoleh melalui email: bidum.diskum@gmail.com.

    Dengan adanya Entrepreneur Hub 2025, Diskum berharap usaha mikro di Kabupaten Tangerang tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang lebih besar dan berdaya saing. (Trg)

  • PMI Meninggal Dunia di Korea Selatan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cikokol Serahkan Santunan JKM Sebesar Rp.85 Juta

    PMI Meninggal Dunia di Korea Selatan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cikokol Serahkan Santunan JKM Sebesar Rp.85 Juta

    TANGERANG, Djawaranews.com – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cikokol menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris Almarhum Nanda Iqbal sebesar Rp. 85.000.000.,

    Diketahui, Almarhum Nanda Iqbal seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) skema Government to Government (G to G) yang ditempatkan di Korea Selatan dengan visa kerja E-9 di Korea Selatan.

    Adapun penyerahan santunan JKM tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi KP2MI, Serulina Br. Tarigan pada saat penyerahan jenazah kepada pihak keluarga di Bandara Soekarno-Hatta. Minggu, 24 Agustus 2025.

    Ditemui usai menyerahkan santunan, Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi KP2MI, Serulina Br. Tarigan mengucapkan turut berdukacita kepada ahli waris Almarhum Nanda Iqbal.

    “Kami atas nama pemerintah mengucapkan turut berdukacita kepada keluarga besar Almarhum Nanda Iqbal. Semoga Almarhum diberikan tempat yang terbaik disisi Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Serulina.

    “Dan semoga santunan yang diterima dapat bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan,” harapnya.

    Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cikokol, Mohamad Irvan mengatakan santunan tersebut merupakan bentuk hadirnya negara melalui BPJS Ketenagakerjaan kepada seluruh peserta BPJamsostek.

    “Saya mengucapkan turut berdukacita kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” kata Irvan.

    “Dan kami hadir disini untuk menyerahkan hak almarhum. Semoga dengan santunan ini bisa bermanfaat bagi keluarga yang tinggalkan,” tambah Irvan.

    Lebih lanjut, Irvan menjelaskan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan sangat memberikan manfaat bagi seluruh pekerja Indonesia, termasuk Pekerja Migran Indonesia. “Melalui perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini kita akan terlindungi,” ungkapnya.

    Apalagi, kata Irvan bahwa saat ini BPJS Ketenagakerjaan memiliki 5 program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

    “Dengan manfaat yang begitu besar, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ucap Irvan.

    “Apalagi, melalui program jaminan sosial BPJamsostek ini semua pekerja, baik pekerja formal maupun informal seperti guru honorer, pedagang, nelayan, petani, pengurus RT/RW, pengurus masjid dan lainnya bisa menjadi peserta BPJamsostek,” tutupnya.

  • BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cikokol Serahkan Manfaat Program MLT Kepada Karyawan PT Panarub Industry Sebesar Rp.175 Juta

    BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cikokol Serahkan Manfaat Program MLT Kepada Karyawan PT Panarub Industry Sebesar Rp.175 Juta

    TANGERANG, Djawaranews.com – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cikokol menyerahkan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) program BPJS Ketenagakerjaan kepada salah satu peserta yakni Tatu Yuliana.

    Diketahui, Tatu Yuliana merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan bekerja di PT Panarub Industry. Dirinya mendapatkan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) program BPJS Ketenagakerjaan berupa pinjaman renovasi rumah sebesar Rp. 175.000.000.

    Adapun penyerahan tersebut diserahkan pada kegiatan Employee Gathering Fun Walk PT Panarub Industry 2025. Sabtu, 23 Agustus 2025.

    Saat ditemui usai penyerahan tersebut, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cikokol, Mohamad Irvan mengatakan bahwa program MLT BPJS Ketenagakerjaan bertujuan untuk membantu pekerja dalam memiliki rumah dan memberikan akses pembiayaan perumahan dengan suku bunga yang lebih rendah dari bunga komersial dan tenor yang panjang.

    “Program MLT (Manfaat Layanan Tambahan) BPJS Ketenagakerjaan adalah fasilitas pembiayaan perumahan untuk peserta program Jaminan Hari Tua (JHT), yang bertujuan memudahkan pekerja memiliki rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), dan Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP), dengan suku bunga rendah dan tenor panjang yang disalurkan melalui bank mitra,” kata Irvan.

    Irvan menjelaskan bahwa jenis manfaat MLT ini berupa Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP) dan Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja/Kredit Konstruksi (FPPP/KK).

    “Adapun persyaratan umum bagi peserta yang ingin mengajukan Program MLT ini ialah harus terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (program JHT) minimal 1 tahun, perusahaan tempat bekerja tertib administrasi iuran dan tidak menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank penyalur dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” jelasnya.

    Serta tidak lupa, Irvan mendorong agar seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ada di PT Panarub Industry dapat memanfaatkan program MLT BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

    “Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan agar memanfaatkan program MLT ini dalam memiliki rumah ataupun merenovasi rumah. Program ini sangat memberikan manfaat bagi seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Irvan.

    Untuk diketahui, bahwa selain menyerahkan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) kepada salah satu peserta di PT Panarub Industry ini, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cikokol juga melakukan sosialisasi manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan dan Aplikasi JMO kepada seluruh karyawan PT Panarub Industry tersebut.

    Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan memiliki 5 program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

    Untuk mempercepat perlindungan kepada seluruh pekerja Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan terus menggalakan kampanye bertema “Kerja Keras Bebas Cemas”. Dimana kampanye ini bertujuan mengajak seluruh pekerja apa pun, formal seperti karyawan atau buruh, maupun pekerja informal seperti nelayan, pedagang, petani, guru ngaji, marbot masjid, driver ojol hingga pekerja seni mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

    Sedangkan untuk Aplikasi JMO ialah aplikasi resmi dari BPJS Ketenagakerjaan yang menyediakan berbagai layanan digital bagi pesertanya, termasuk cek saldo JHT, pengajuan dan pelacakan klaim, pembayaran iuran, informasi program, hingga manfaat layanan tambahan seperti promo dan diskon dari merchant rekanan.

    Aplikasi ini memudahkan peserta untuk mengakses informasi dan melakukan layanan terkait BPJS Ketenagakerjaan secara mudah dan cepat kapan saja serta dimana saja.

  • Bentuk Hadirnya Negara, Dua Pedagang di Kabupaten Sukabumi Terima Santunan JKK Meninggal Dunia

    Bentuk Hadirnya Negara, Dua Pedagang di Kabupaten Sukabumi Terima Santunan JKK Meninggal Dunia

    Sukabumi, Djawaranews.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meninggal dunia kepada dua orang peserta BPJS Ketenagakerjaan yakni Almarhumah Usu Miranti dan Almarhum Makin.

    Diketahui, Almarhumah Usu Miranti merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang sehari-harinya bekerja sebagai pedagang. Ahli waris Almarhumah Usu Miranti menerima santunan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp. 223.500.000 dengan rincian santunan JKK meninggal dunia sebesar Rp. 70.000.000 dan Beasiswa untuk dua orang anak sebesar Rp. 153.500.0000.

    Sedangkan Almarhum Makin juga merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang sehari-harinya juga bekerja sebagai pedagang. Ahli waris Almarhum Makin ini menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp. 141.000.000 dengan rincian santunan JKK meninggal dunia sebesar Rp. 70.000.000 dan Beasiswa untuk satu orang anak sebesar Rp. 71.000.000.

    Adapun penyerahan santunan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman dalam acar Soft Launching Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan di salah satu tempat wisata di Kota Sukabumi pada Sabtu (23/8/2025).

    Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Ryan Gustaviana mengatakan santunan itu diberikan kepada dua ahli waris asal Cidahu dan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

    “Santunan itu memang diberikan kepada ahli waris dan keduanya mengalami kecelakaan kerja, mereka mendapat klaimnya berupa santunan kematian dan beasiswa bagi putra putri yang ditinggalkan sampai kuliah,” ujar Ryan.

    Lebih lanjut, Ryan menyebutkan bahwa santunan tersebut bentuk hadirnya negara kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan.

    “Tentu pemberian santunan itu merupakan bukti hadirnya negara di tengah masyarakat untuk setiap warga yang mengikuti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, harapannya ke depan semakin banyak masyarakat yang sadar dan mengikuti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

    Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman juga mengatakan santunan itu tentu akan sangat membantu kelaurga yang ditinggalkan.

    “Bisa dilihat penyerahan santunan kepada orang Cidahu itu Rp 141 juta dan orang Cicurug Rp 223 juta, dan ini yang sangat membantu bagi mereka,” kata Ade.

    Menurutnya, manfaat kepesertaan BPJS Ketenagalerjaan ini sangat dirasakan bagi masyarakat, oleh sebab itu pihaknya berharap agar dapat terus berkolaborasi.

    “Mudah-mudahan BPJS Ketenagakerjaan kedepan juga bisa lebih sukses agen perisai juga bisa lebih baik maka kita bisa terus berkolaborasi,” ucapnya. ***