Kategori: Daerah

  • Gubernur Banten Andra Soni Luncurkan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera

    Gubernur Banten Andra Soni Luncurkan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera

    Kota Serang – Gubernur Banten Andra Soni mengatakan program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur jalan desa untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta memperbaiki aksesibilitas pembangunan.

    “Ini juga untuk meningkatkan ekonomi dan mewujudkan pemerataan pembangunan,” ungkap Andra Soni di Lapangan Upacara Gubernur Banten KP3B Curug, Kota Serang, Jumat (16/4/2025).

    Andra Soni menyampaikan program tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Banten Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pedoman Konektivitas Pembangunan di Wilayah Provinsi Banten.

    “Sebagai tonggak penguatan integrasi antar wilayah perkotaan dan perdesaan serta antar pusat pertumbuhan ekonomi dan kawasan sekitarnya,” katanya.

    Lebih lanjut, Andra Soni menuturkan pada tahun 2025 program Bangun Jalan Desa Sejahtera akan diwujudkan melalui pembangunan jalan desa di 10 lokasi yang tersebar di Provinsi Panten dengan total anggaran Rp 60 miliar dengan panjang 13 KM.

    “Program ini akan terus dijalankan dengan panjang jalan yang akan terus meningkat setiap tahunnya,” imbuhnya.

    Andra Soni meyakini dengan hadirnya infrastruktur jalan yang baik mampu menjadi pendorong produktivitas masyarakat desa. Sehingga dapat mewujudkan desa sejahtera.

    “Dengan membangun jalan desa masyarakatnya akan produktif dan kemudian desanya akan sejahtera,” jelasnya.

    Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan menyampaikan dalam waktu dekat pihaknya akan menetapkan petunjuk teknis dari pelaksaanan program bangun jalan desa sejahtera.

    “Untuk tahun 2025 ini ada dua hal, pertama kaitannya dengan usulan dari Bupati dan Wali Kota di Provinsi Banten, serta program prioritas dari provinsi sendiri kaitannya dukungan ke desa,” ujarnya.

    Arlan menyampaikan, pada tahun 2025 ini Pemprov Banten telah menganggarkan Rp60 miliar untuk pembangunan jalan desa sepanjang 13 KM tersebar di 10 ruas jalan di Provinsi Banten yang menjadi prioritas pembangunan jalan desa.

    “10 lokasi itu terdiri dari 3 lokasi di Kabupaten Pandeglang, 2 lokasi di Kabupaten Lebak, dan 2 lokasi di Kabupaten Serang, 1 di Kabupaten Tangerang dan 2 lokasi di Kota Serang,” jelasnya.

    “Untuk satu lokasi bervariasi ada yang dua KM dan ada yang 3 KM, tapi ke depan Pak Gubernur inginkan ada penanganan secara utuh. Sehingga efek akan lebih tinggi kalau satu ruas jalan selesai,” sambungnya.

    Lebih lanjut, Arlan mengungkapkan program bangun jalan desa sejahtera tersebut diprioritaskan untuk mengkonektivitaskan pertanian, sekolah serta dapat menjadi pendukung jalur pariwisata.

    “Program ini bagian dari dukungan Asta Cita Presiden keenam yaitu membangun dari desa dan bawah,” katanya.

    Selain itu, Arlan menuturkan nantinya pembangunan jalan desa tersebut memiliki lebar 3 meter dengan pembangunan betonisasi, sehingga diharapkan mampu bertahan hingga 10 tahun kedepan.

    “Kita akan bangun jalan beton agar lebih awet, khususnya di Kabupaten Pandeglang dan Lebak, rata-rata ketebalan 20-22 cm dan insyaallah 10 tahun masih awet,” pungkasnya. (Trg)

  • Apkadindo Banten Akan Gelar Aksi Akbar di PTPN IV PKS Kertajaya Tuntut Gati Rugi

    Apkadindo Banten Akan Gelar Aksi Akbar di PTPN IV PKS Kertajaya Tuntut Gati Rugi

    Lebak – Aliansi Petani sawit dan DPW Apkasindo Banten akan menggelar aksi Akbar di PTPN IV PKS Kertajaya menuntut Ganti Rugi atas selisih Timbangan Pembelian TBS milik PTPN IV PKS Kertajaya yang mengalami Perubahan Kontruksi. Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan petani sawit terhadap PKS Kertajaya yang melakukan kecurangan usaha selama ini.

    H. Wawan menyampaikan, “Betul kita DPW Apkasindo dan Aliansi Petani Sawit Banten akan menggelar aksi di PTPN IV PKS Kertajaya, pada hari senin 19 Mei 2025 untuk menuntut Ganti rugi atas selisih timbangan ±4%, yang sudah merugikan petani sawit, insyaallah aksi tersebut akan berjalan damai karena fokus kita pada tuntutan yang sudah disepakati sebelumnya di Jakarta,” jelasnya.

    Lanjutnya,“bahwa PTPN IV PKS Kertajaya mengakui adanya selisih atau ketidak akuratan dalam timbangan tersebut dan siap bertanggung jawab kepada petani , tapi sampai hari ini belum ada kejelasan makanya kita melakukan aksi di PTPN IV PKS Kertajaya Untuk menagih janji mereka yang tertuang dalam surat pernyataan,” tegas ketua DPW Apkasindo banten.

    “Mengingat hasil dari uji coba Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Lebak Metrologi sudah menyatakan timbangan dari PTPN IV PKS Kertajaya mengalami perubahan kontruksi, dan ini sudah PKS Kertajaya diduga melakukan kecurangan terhadap petani sawit (Pemasok TBS),” pungkasnya.

    Dari hal tersebut, Adang Iskandar PWI Banten mendukung Ketua DPW Apkasindo Banten untuk memperjuangkan hak-hak petani sawit yang sudah di kebiri oleh PKS Kertajaya.

    “Kami mengapresiasi dan mendukung Ketua DPW Apkasindo Banten dalam memperjuangkan hak-hak petani sawit, semoga PKS Kertajaya segera mengganti kerugian Petani Sawit, dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkapnya.

    Sementara itu, Yanto Lesmana Pengurus DPW Apkasindo Banten menjelaskan terkait aksi tersebut ia mengatakan, “Kami juga mengundang stakeholder Kabupaten Lebak yang memiliki kebijakan dan kewenangan untuk Jejak Pendapat agar bisa menengahi masalah ini nanti pada 19 Mei 2025,” pungkasnya.

    “Kami berharap Bupati, Kapolres, Ketua DPRD Kabupaten Lebak bisa hadir dan mengambil tindakan tegas terkait selisih timbangan yang terjadi di PTPN IV PKS Kertajaya, serta memastikan PTPN IV PKS Kertajaya dan bertanggung jawab serta mengganti kerugian petani. Kerugian tersebut kami hitung berdasarkan data akurat sejumlah 1.476.476 Kg sejak tera ulang 23 September 2024.

    “Kami juga sudah menyampaikan surat kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, untuk menjelaskan kepada masyarakat hasil Laporan Pengawasan Nomor : 801/154 -Indag/2025 tanggal 07 April 2025 dan surat Himbauan Nomor : B.500.2.3.15/22-sekret/ IV/2025 tanggal 10 April 2025 yang menyatakan Timbangan Milik PTPN IV PKS Kertajaya Merk Every Weight Tronik Type ZM 510 No. Seri 222351600 Kapasitas 30.000 kg yang mengalami perubahan kontruksi sehingga mengakibatkan kerugian bagi petani sawit,” tuturnya

    “Menurut saya, kalau timbangan milik PTPN IV PKS Kertajaya mengalami perubahan kontruksi ini ada unsur kesengajaan dan kelalaian dari Dinas Terkait dalam Pengawasan, mengingat perubahan kontruksi pada timbangan jembatan sudah merujuk pada modifikasi atau melakukan pergantian komponen-komponen fisik yang membentuk struktur timbangan, siapa yang merubahnya padahal per tanggal 23 September 2024 sudah di tera ulang. Jangan sampai ada oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan pribadi dan merugikan petani (Pemasok TBS) kalau dugaan ini benar maka PTPN IV Kertajaya telah melakukan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif dalam pembelian TBS yang mengakibatkan kerugian bagi petani pemasok TBS,” lanjut. (Den)

  • BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan ke 9 Ahli Waris Sawit Provinsi Sumsel

    BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan ke 9 Ahli Waris Sawit Provinsi Sumsel

    PALEMBANG, Djawaranews.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Sumatera Bagian Selatan melaksanakan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekebun kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

    Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Sumsel, Dinas Perkebunan Sumsel, serta Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, di Auditorium Graha Bina Praja, Kamis (15/5/2025).

    Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Muhyidin mengatakan santunan JKM diserahkan kepada 9 ahli waris pekebun sawit dengan nominal Rp378.000.000.

    “Hari ini melaksanakan kegiatan simbolis penyerahan santunan JKM untuk 9 ahli waris dari pekebun kelapa sawit yang berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin, Muara Enim, dan Ogan Komering Ilir (OKI),” jelasnya.

    Di kesempatan itu, Muhyidin menyampaikan bahwa pada tahun ini pihaknya diamanahkan untuk mencapai target perlindungan para pekerja di Sumsel mencapai 49,46%.

    Oleh karena itu, dia juga mengucapkan terima kasih atas komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mendorong kepesertaan jaminan ketenagakerjaan dari para pekerja di sektor perkebunan sawit.

    “Kami mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumsel atas komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja di sektor perkebunan sawit,” ujar Muhyidin.

    Di tempat yang sama, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan bahwa kepesertaan para pekerja, termasuk di sektor perkebunan sawit merupakan bentuk pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat.

    “Sebab masyarakat kita kadang-kadang agak kurang sadar terhadap kemanfaatan dari jaminan seperti ini,” kata dia.

    Dengan demikian, dia mengharapkan jaminan yang diberikan kepada para pekerja di sektor kelapa sawit ini dapat memberikan kenyamanan saat sedang bekerja.

    “Diharapkan juga para penerima manfaat agar bisa memanfaatkan dengan baik bisa untuk modal usaha atau ditabung,” imbuhnya.

    Serta terkait target UCJ Tahun 2025, Provinsi Sumsel berkomitmen mencapai angka lebih tinggi yaitu 51% dan di dukung oleh seluruh Kab/Kota.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Agus Darwa menambahkan sebanyak 19.023 pekebun sawit telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan terhitung Agustus 2024.

    Pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dari sektor perkebunan kelapa sawit menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) sawit.

    “Dan pada 2025 ini Dinas Perkebunan kembali menganggarkan perlindungan untuk sebanyak 23.987 pekebun sawit dengan rincian 19.006 peserta lanjutan dan 4.981 peserta baru,” pungkasnya.

  • Pemkot Tangerang Siap Maksimalkan Kampung KB di 104 Kelurahan

    Pemkot Tangerang Siap Maksimalkan Kampung KB di 104 Kelurahan

    Kota Tangerang  – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memaksimalkan peran Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di 104 kelurahan yang ada di Kota Tangerang.

    Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian mengungkapkan, pihaknya akan terus memaksimalkan seluruh kelurahan di Kota Tangerang sesuai dengan potensi masing-masing. Sehingga, setiap Kampung KB mampu berdaya baik secara sosial, hingga ekonomi.

    “Setiap wilayah memiliki potensi dan keunggulan masing-masing. Maka kami juga terus berkomunikasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan yang lebih mengenal wilayahnya. Sehingga, warga juga mampu berdaya baik secara sosial, hingga ekonomi melalui potensi yang mereka miliki,” ungkapnya, Rabu (14/5/25).

    Ia melanjutkan, Kampung KB juga tidak dapat berdiri sendiri. Maka, pembentukan Kampung KB harus dimulai dari masyarakat dengan dukungan kelurahan, kecamatan dan DP3AP2KB.

    “Masyarakat adalah sebagai pelaku dan Pemkot Tangerang yang menyediakan program. Jadi, titik beratnya ada pada masyarakat yang mampu menjalankan program-program yang sudah disediakan dan berkelanjutan,” lanjutnya.

    Diharapkan, seluruh Kampung KB di Kota Tangerang mampu memaksimalkan potensi tiap wilayah dan dapat menginspirasi wilayah lain. (Ad)

  • Pelatihan Sosial Kultural BKPSDM, ASN Dituntut Jadi Jembatan Komunikasi, Mediator dan Pemersatu

    Pelatihan Sosial Kultural BKPSDM, ASN Dituntut Jadi Jembatan Komunikasi, Mediator dan Pemersatu

    Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) resmi membuka Pelatihan Sosial Kultural Angkatan I dan II bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Pada Sekretariat Daerah Ashrof Farhan Firzada, dilaksanakan secara daring pada Rabu (14/05/2025) di Ruang Rapat BKPSDM Kabupaten Tangerang. Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum Pada Sekretariat Daerah Ashrof Farhan Firzada, mengungkapkan, Kabupaten Tangerang merupakan daerah pluralis dengan adat, budaya, bahasa dan latar belakang sosial ekonomi. Karena itu, diperlukan sikap dan prilaku ASN yang menghargai perbedaan dalam pelayanan publik bagi seluruh lapisan masyarakat.

    “Saya berharap pelatihan sosial kultural yang diberikan kepada para ASN Kabupaten Tangerang ini bisa memberikan pemahaman dan keterampilan peserta untuk memiliki sensitivitas sosial. ASN dituntut untuk mampu menjadi jembatan komunikasi, mediator konflik serta agen pemersatu dalam dinamika sosial yang ada di masyarakat,” katanya.

    Dia juga mengatakan bahwa menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik, dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten baik dari sisi intelektual, teknis, manajerial dan sosial kultural. Dengan begitu, pelatihan sosial kultural tersebut dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi jajaran aparatur Pemerintahan Daerah.

    “Saya mengapresiasi penyelenggaraan yang dibuat oleh BKPSDM, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya yang sistematis dalam mewujudkan ASN yang profesional, berintegritas dan memiliki kepedulian sosial,” ungkapnya.

    Pada kesempatan yang sama, Sekertaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Hadiyanto, menjelaskan bahwa pelatihan sosial kultural angkatan I dan II tahun anggaran 2025 dilaksanakan pada 14 hingga 26 Mei 2025, pembelajaran dilaksanakan secara blended learning dan tenaga pengajar berasal dari Direktorat Pembelajaran Karakter dan Sosial Kulturan LAN RI.

    “Ada beberapa materi yang akan disampaikan yaitu Generik yang merupakan belajar mandiri atau online melalui platform ASN Berpijar, muatan lokal dengan tema mitigasi konflik horizontal suku, ras dan agama di lingkup Pemkab Tangerang, aktualisasi dan sharing session hasil aktualisasi terkait tema. Total keseluruhan jumlah jam pelajaran sebanyak 73 JP (Jam Pelajaran) pada setiap angkatan.

    Sebagai informasi, pada Pelatihan Sosial Kultural Angkatan I dan II tahun Anggaran 2025 diikuti oleh para peserta yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemkab Tangerang dengan target Jabatan Pengawas sebanyak 80 orang. Diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kinerja sehari-hari dan menjadi motor penggerak pelayanan publik yang berintegritas dan berorientasi pada masyarakat. (Shj)

  • Pemkot Tangerang Resmi Mulai Seleksi PPPK Tahap II untuk 4.192 Peserta 

    Pemkot Tangerang Resmi Mulai Seleksi PPPK Tahap II untuk 4.192 Peserta 

    Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi memulai pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II, yang digelar mulai 12 hingga 15 Mei 2025, bertempat di Universitas Banten Jaya (Unbaja). Sebanyak 4.192 peserta mengikuti seleksi ini, terdiri dari tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis yang telah mengabdi lebih dari dua tahun sebagai Tenaga Non-ASN.

    Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, hadir langsung untuk memberikan semangat kepada seluruh peserta ujian. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya integritas dan dedikasi, baik dalam proses seleksi maupun dalam pengabdian kepada masyarakat.

    “Alhamdulillah, Pemkot Tangerang melalui BKPSDM bekerja sama dengan BKN dapat menyelenggarakan Seleksi Tahap II PPPK ini. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan baik dan meraih hasil terbaik,” ujar Maryono, Senin (12/05/2025).

    Di hadapan para peserta, Wakil Wali Kota Tangerang, juga mengingatkan untuk tidak tergiur oleh oknum yang menjanjikan kelulusan.

    “Jangan terpengaruh oleh pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Percayalah, kelulusan hanya ditentukan oleh kerja keras dan kemampuan masing-masing peserta. Tidak ada celah untuk praktik semacam itu di sini,” tegasnya.

    Pada seleksi Tahap I sebelumnya, sebanyak 3.419 peserta telah dinyatakan lulus dan menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai PPPK. Maryono berharap, peserta pada Seleksi Tahap II ini dapat mengikuti jejak mereka dan nantinya dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta dedikasi tinggi.

    “Bagi yang telah lulus maupun yang masih berproses, teruslah mengabdi dengan tulus dan ikhlas. Pada dasarnya, pegawai adalah pelayan masyarakat yang bertugas mewujudkan kesejahteraan dan daya saing masyarakat,” tutup Maryono. (Ad)

  • Tangis Haru saat Lepas Pemberangkatan 393 Jemaah Haji Asal Kabupaten Serang

    Tangis Haru saat Lepas Pemberangkatan 393 Jemaah Haji Asal Kabupaten Serang

    SERANG – Tangis haru mewarnai pelepasan pemberangkatan 393 Jemaah Haji Kloter 1 asal Kabupaten Serang 1446 Hijriyah di Halaman Pendopo Bupati Serang pada Senin, 12 Mei 2025.

    Tidak sedikit, ratusan jemaah maupun sanak keluarganya berpelukan erat sambil meneteskan air mata.

    Umumnya, baik para jemaah maupun sanak keluarganya berharap bisa pulang kembali ke rumahnya masing-masing dengan selamat setelah menjalani ibadah haji atau rukun Islam yang ke-5.

    Terlebih harapannya menjadi haji mabrur dan mabruroh.

    Sebanyak 393 Jemaah Haji Kloter 32 Nasional itu dilepas oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto sekitar pukul 08.00 WIB.

    Turut hadir Kepala Kanwil Kemenag Banten, Nanang Fathurrachman, Kepala Kanwil Kemenag Kabupaten Serang, Uesul Qurni.

    Turut hadir juga para Staf Ahli Bupati, para Asisten Daerah (Asda) Kabupaten Serang, dan sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Serang.

    Pj Sekda Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto mengimbau kepada jemaah haji kloter 32 nasional untuk mematuhi saran dan petunjuk petugas haji selama di Mekkah dan Madinah.

    “Kita melepas jemaah haji kloter pertama Kabupaten Serang jumlahnya 393 orang termasuk petugas haji yang diberangkatkan hari ini,” ujarnya.

    Rudy berharap, ibadah haji merupakan bagian dari sebuah ibadah yang wajib bagi seluruh umat Islam.

    Oleh karenanya, bagi para jemaah untuk mematuhi tata tertib, mematuhi berbagai macam aturan yang sudah disiapkan oleh para petugasnya.

    “Ikuti perintah, saran, petunjuk dari para petugas haji sehingga teman-teman jemaah bisa menjalankan ibadah haji dengan sebaik-baiknya dan setertib mungkin. Insya Allah pulang-pulang dengan haji mabrur dan mabruroh,” ungkapnya.

    Kepala Kanwil Kemenag Kabupaten Serang, Uesul Qurni menyebutkan jumlah Jemaah Haji asal Kabupaten Serang tahun 2025 berjumlah 1.244 orang.

    Rinciannya yang terdiri dari 5 kloter meliputi kloter 32 sebanyak 393 orang pada 12 Mei 2025, kloter 37 sebanyak 393 orang pada 16 Mei 2025, kloter 54 sebanyak 63 jemaah pada 24 Mei 2025, kloter 59 sebanyak 393 pada 27 Mei 2025, dan kloter 61 2 jemaah pada 28 Mei 2025.

    “Jemaah Haji Kloter 32 Kabupaten Serang yang diberangkatkan saat ini 393 jamaah, dengan rincian laki-laki 184 jamaah, perempuan 209 jamaah. Usia termuda 18 tahun atas nama Andini Sabrawi Jahidi asal jamaah dari Kramatwatu dan usia tertua 89 tahun Sarkam Sarman Alih asal jamaah dari Ciruas,” ujarnya.

    Adapun untuk Petugas Kloter 32 Kabupaten Serang berjumlah 10 orang, terdiri dari ketua kloter 1 orang, bimbingan ibadah 1 orang, PHD 3 orang, TKHI 2 orang, KBIHU 3 orang.

    Sedangkan rangkaian perjalanan Jamaah Haji kloter 32 yakni jamaah tiba di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta hari ini, Senin 12 Mei 2025 pukul 11.00 WIB.

    Kemudian jamaah haji akan diberangkatkan ke Madinah pada hari Selasa 13 Mei 2025 pukul 08.00 WIB dengan menggunakan Pesawat Garuda Indonesia dan tiba di Madinah tanggal 13 Mei 2025 pukul 13.30 Waktu Arab Saudi.

    Jamaah kembali ke tanah air Indonesia pada tanggal 24 Juni 2025 pukul 15.15 WIB.

    “Terima kasih Ibu Bupati Serang dan DPRD yang mengalokasikan anggaran untuk keperluan penyelenggaraan pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji yang telah ditanggung sepenuhnya oleh keuangan Pemda Kabupaten Serang,” katanya.

    Uesul Qurni memastikan, jamaah haji kloter 32 Kabupaten Serang seluruhnya telah memenuhi persyaratan istitho’ah dan siap diberangkatkan, dengan harapan semoga jamaah haji selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah di tanah suci.

    “Semoga kembali utuh dengan harapan menjadi haji yang mabrur,” tuturnya. (Trg)

  • Ikuti Funwalk dan Senam Bersama, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Pekerja Rentan dan PERWOSI Kabupaten Tangerang Dilindungi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

    Ikuti Funwalk dan Senam Bersama, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Pekerja Rentan dan PERWOSI Kabupaten Tangerang Dilindungi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

    TANGERANG, Djawaranews.com – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Tangerang hadiri kegiatan funwalk dan senam bersama yang diselenggarakan PERWOSI Kabupaten Tangerang di depan Gedung Kantor Bupati Puspemkab Tangerang, Minggu, (11/5/25).

    Kegiatan funwalk dan senam bersama ini dibuka langsung oleh Bupati Tangerang Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah serta dihadiri oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Tangerang Ibkar Saloma dan diikuti ribuan masyarakat Kabupaten Tangerang.

    Untuk diketahui, bahwa dalam kegiatan funwalk dan senam bersama ini BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Tangerang turut serta berpartisipasi dalam memberikan hadiah door prize serta melakukan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat.

    Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas antusiasme serta partisipasi luar biasa dari seluruh masyarakat. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar berolahraga, tetapi juga merupakan perwujudan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap gaya hidup sehat.

    “Syukur Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita berkumpul dalam suasana yang penuh kebahagiaan, semangat dan keakraban untuk mengikuti kegiatan Senam Tangerang Gemilang dan Jalan Sehat Bersama,” ujar Bupati.

    Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pentingnya gaya hidup sehat harus terus dijaga untuk membangun pondasi pembangunan di Kabupaten Tangerang. Pondasi ini yang kuat ini juga modal untuk mencapai visi pembangunan daerah, yaitu ‘mewujudkan Masyarakat Kabupaten Tangerang yang sejahtera dan berdaya saing’.

    “Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pentingnya gaya hidup sehat baik jasmani mauoun rohani ini harus terus dijaga, sebagai pondasi pembangunan dalam visi daerah yaitu, Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Tangerang yang sejahtera dan berdaya saing,” tandasnya.

    Bupati berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk membudayakan olahraga di tengah masyarakat, baik melalui senam, jalan sehat, maupun aktivitas fisik lainnya. Ia mengingatkan bahwa tubuh yang sehat adalah modal utama untuk beraktivitas, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga, masyarakat, dan daerah tercinta.

    “Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai awal yang baik untuk membudayakan olahraga di tengah masyarakat. Karena tubuh yang sehat adalah modal utama untuk beraktivitas, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga, masyarakat, dan daerah tercinta kita,” pesan Bupati Maesyal Rasyid.

    Sementara itu pada kegiatan tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Tangerang Ibkar Saloma melakukan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta funwalk dan senam bersama.

    “Tidak lupa kita dorong agar seluruh pekerja rentan yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang ini terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, kita bersinergi dengan PERWOSI Kabupaten Tangerang,” kata Ibkar.

    “Semoga melalui kegiatan ini, kita harapkan seluruh pekerja rentan dan anggota PERWOSI Kabupaten Tangerang dapat terlindungi dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui sektor Bukan Penerima Upah (BPU),” harap Ibkar.

  • Pemkot Tangsel Gelar Health Tourism Talk di APEKSI VII, dr. Tompi: Kota Ini Siap Jadi Role Model

    Pemkot Tangsel Gelar Health Tourism Talk di APEKSI VII, dr. Tompi: Kota Ini Siap Jadi Role Model

    SURABAYA, Djawaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mencuri perhatian dalam ajang Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-VII yang berlangsung di Surabaya, Kamis (08/05/2025), melalui sesi Health Tourism Talk bersama dr. Tompi.

    Dalam diskusi tersebut, Kota Tangsel dinilai telah siap menjadi role model nasional dalam pengembangan wisata kesehatan (health tourism) di Indonesia.

    “Oh sangat bisa (jadi role model daerah lain), karena memang semua udah ada di sana . Dan harapan saya sih mudah-mudahan apa sekarang yang udah terjadi di Tangsel bisa meng-influence daerah-daerah lain juga,” ujar Tompi.

    Dokter Tompi, yang dikenal sebagai dokter estetika dan musisi, memuji infrastruktur dan pelayanan kesehatan di Tangsel yang menurutnya sudah sangat lengkap dan maju.

    Bahkan, kata dia, keunggulan Kota Tangsel tidak hanya pada fasilitas kesehatan saja, tetapi juga didukung oleh infrastruktur yang baik, tata kota yang nyaman, kuliner yang beragam, hingga destinasi wisata buatan yang semakin berkembang.

    “Banyak rumah sakit besar sekarang ada di Tangsel, dan klinik-klinik estetika terbaik juga banyak di sana. Jadi saya rasa nggak berlebihan kalau Tangsel mempromosikan medical tourism (serangkaian Health Tourism) jadi salah satu program andalannya,” ujar Tompi.

    Ia menambahkan, peran aktif pemerintah kota menjadi salah satu kunci sukses dalam membangun ekosistem health tourism yang solid dan berkelanjutan.

    “Iya saya rasa kita tuh enggak mungkin bisa ngapa-ngapain kalau pemerintah daerah ini enggak bantuin. Iya, justru dari pemerintah yang berusaha ngejahut semua jadi satu-kesatuan (dalam health tourism),” jelasnya.

    Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari para peserta APEKSI yang hadir. Banyak di antaranya mengaku terinspirasi dari perbincangan yang telah dikemukakan selama talk show berlangsung. (Red)

  • Benyamin Dukung Kolaborasi Digital Antar-Kota di Munas APEKSI VII: Tangsel Siap Berbagi dan Bertumbuh Bersama

    Benyamin Dukung Kolaborasi Digital Antar-Kota di Munas APEKSI VII: Tangsel Siap Berbagi dan Bertumbuh Bersama

    SURABAYA, Djawaranews.com – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyuarakan dukungan penuh terhadap penguatan kolaborasi antar-kepala daerah dalam Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-VII yang berlangsung di Surabaya, Kamis (8/5/2025).

    Hal ini disampaikan Benyamin dalam Forum Komunikasi dan Digitalisasi (Forum Komdigi) yang mempertemukan seluruh kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dari 98 kota peserta APEKSI.

    “Kita semua tahu dan paham kalau transformasi digital itu tidak bisa dibangun sendirian, jadi kita dari Kota Tangsel pasti siap untuk berkolaborasi bersama-sama dengan kota-kota lain, tentunya supaya seluruh kota di Indonesia ini bisa maju, dan tumbuh bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujar Benyamin.

    Kehadiran Benyamin ini tak sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen nyata Kota Tangsel dalam memperkuat sinergi, khususnya di bidang digitalisasi.

    Forum ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat digitalisasi antar-kota di Indonesia, dengan semangat saling bantu dan berbagai inovasi.

    Dalam pembukaan acara itu, Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pengurus APEKSI Eri Cahyadi juga mengajak seluruh kepala daerah untuk menjadikan APEKSI ini sebagai wadah untuk bersinergi bersama, berkolaborasi untuk kemajuan kota dan masyarakat di setiap daerah yang dipimpin.

    “Kita tunjukkan bahwa APEKSI adalah tempat membangun negeri. Wali kota adalah orang pilihan rakyat, orang pilihan Tuhan, maka harus hadir sebagai pemimpin yang solutif,” ujarnya. (Red)