Kategori: Banten

  • Program Relaksasi PKB Provinsi Banten, Hari Pertama Raih Rp15 Miliar, Hari Kedua Raih Rp17 Miliar

    Program Relaksasi PKB Provinsi Banten, Hari Pertama Raih Rp15 Miliar, Hari Kedua Raih Rp17 Miliar

    SERANG – Hari kedua Program Penghapusan Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Provinsi Banten Tahun 2025, Jum’at (11/4/2025) Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten mencatatkan pembayaran PKB mencapai Rp17 miliar. Naik dibanding Raihan hari pertama yang mencapai Rp15 miliar. Program relaksasi PKB Provinsi Banten disambut antusias oleh masyarakat.

    Atas antusiasme warga masyarakat itu, Gubernur Banten Andra Soni memberikan apresiasi partisipasi masyarakat dalam program itu.

    Andra Soni juga menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten akan terus meningkatkan pelayanan masyarakat dalam pembayaran pajak. Termasuk memberikan apresiasi atau kejutan kepada masyarakat yang taat membayar pajak.

    Hal senada juga diungkap oleh Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah. Memberikan apresiasi kepada masyarakat Banten yang antusias mengikuti program relaksasi PKB.

    Dalam peninjauan terhadap pelayanan UPT Samsat dirinya juga menekankan untuk tidak adanya calo dan pungutan liar. Menurutnya, hal itu menjadi bagian dari visi tidak korupsi Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah.

    Dimyati juga tekankan kepada para petugas Serta memberikan pelayanan dengan skala prioritas untuk kelompok prioritas seperti lansia, disabilitas, wanita hamil, serta wanita dengan anak balita. Bahkan disediakan loket terpisah untuk kelompok prioritas.

    Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten Deden Apriandhi berharap, melalui Program Penghapusan Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Provinsi Banten Tahun 2025 itu turut membentuk masyarakat Banten yang taat membayar pajak.

    Deden berharap, antusiasme masyarakat mengikuti Program Penghapusan Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Provinsi Banten Tahun 2025 meningkat dan tetap tinggi hingga 30 Juni nanti. (Trg)

  • Hari Ketiga, UPTD Samsat Balaraja Layani 15.000 Wajib Pajak

    Hari Ketiga, UPTD Samsat Balaraja Layani 15.000 Wajib Pajak

    Tangerang – Pemerintah Provinsi Banten resmi menggelar program pemutihan pajak alias penghapusan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2025 dan susah memasuki hari ketiga pelaksanaan.

    Program ini digelar sejak Peraturan Gubernur Banten No 170 Tahun 2025 dan resmi direalisasikan mulai hari Kamis 10 Maret hingga 30 Juni 2025 mendatang.

    Program Pemprov Banten ini ditujukan untuk menghapus tunggakan dan denda pajak kendaraan bermotor tahun 2024 dan tahun-tahun sebelumnya.

    Ketentuan program pemutihan ini berlaku bagi kendaraan yang terdaftar di wilayah Provinsi Banten dan melakukan pembayaran pajak tahun 2025.

    Kepala UPTD PPD Samsat Balaraja DR. H. Moh. Ali Hanapiah. SE., SH., M. Si, menjelaskan, kebijakan Gubernur Banten dalam penghapusan tunggakan pajak kendaraan bermotor untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat membayar pajak sekaligus menertibkan data kepemilikan kendaraan. Sementara tunggakan pajak yang dihapus untuk tunggakan pajak hingga 2024 tanpa batasan jumlah tahun.

    “Melalui kebijakan ini, terbukti antusias kepatuhan masyarakat meningkat secara signifikan, sejak hari pertama digelar, hingga hari ketiga kurang lebih 15.000 orang wajib pajak telah terlayani di Samsat Balaraja,” ujar Ali. Sabtu (12/4/2025).

    Sementara itu, untuk menghindari antrean, UTD PPD Samsat Balaraja telah mempersiapkan semua personel untuk memberikan pelayanan maksimal serta telah menyiapkan sarana prasarana secara keseluruhan termasuk aplikasi layanan Samsat, dan tidak hanya pajak kendaraan bermotor.

    Pada kesempatan tersebut, Ali pun menghimbau agar masyarkat segera mengurus bea balik nama kendaraan yang juga sudah digratiskan,” pungkas Ali Hanafiah seraya menegaskan bahwa informasi yang beredar tentang dugaan pungli di Samsat Balaraja, itu semua tidak benar. (Trg)

  • Jasa Raharja Tangerang dan Bapenda Provinsi Banten Optimalkan Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor

    Jasa Raharja Tangerang dan Bapenda Provinsi Banten Optimalkan Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor

    Tangerang, Djawaranews.com – PT Jasa Raharja Cabang Tangerang terus berkomitmen dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peran dan fungsinya dalam memberikan perlindungan bagi pengguna jalan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar sosialisasi interaktif Bersama di Binong Wilayah Kecamatan Curug yang dihadiri anggota DPRD Provinsi Banten pada Rabu, 9 April 2025.

    Rapat Sosialisasi ini dibuka langsung oleh Rispanel Arya Anggota DPRD Provinsi Banten, dan hadir sebagai narasumber dalam kegiatan dari Jasa Raharja Cabang Tangerang diwakili oleh Rasyid Rahman Ridho, Ade Bapenda Provinsi Banten dan Rispanel Arya Anggota DPRD Komisi 3 Provinsi Banten, dalam upaya mengoptimalkan pendapatan Pajak Daerah di tahun 2025 dan mensosialisasikan Pergub 170 Tentang adanya pemutihan Pokok pajak dan denda kendaraan bermotor, Jasa Raharja Cabang Tangerang melakukan sinergitas dengan Bapenda Provinsi Banten, menggelar Sosialisasi Pembebasan Denda Pajak, Opsen PKB dan BBNKB yang dilaksanakan di Aula Saung Sahara Binong Kecamatan Curug.

    Pada kesempatan pertama Ade yang mewakili Bapenda Provinsi memaparkan  bahwa pemberlakuan Opsen Pajak sesuai dengan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD) Nomor 1 Tahun 2022 tidak akan menambah beban pajak, ia memaparkan dua jenis opsen yang berlaku di Samsat, yaitu Opsen PKN dan Opsen BBNKB. “Opsen PKB adalah tambahan oleh Kabupaten/Kota atas pokok Pajak Kendaraan Bermotor sesuai ketentuan perundang-undangan, sedangkan Opsen BBKNB adalah tambahan yang dikenakan atas pokok Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, namun masyarakat tidak perlu khawatir karena Provinsi Banten telah memberikan kebijakan diskon PKB dan BBNKB sehingga tidak akan menambah nominal yang harus dibayar oleh wajib pajak”, ungkap Ade dan juga pada kesempatan tersebut di sosialisaikan Pergub 170 tentang pembebasan pokok dan denda pajak di wilayah Provinsi Banten.

    Selanjutnya, Rasyid Rahman Ridho sebagai perwakilan dari Jasa Raharja Cabang Tangerang menjelaskan pentingnya pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) karena memiliki kontribusi dalam memberikan santunan Jasa Raharja bagi korban kecelakaan lalu lintas. “Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) adalah salah satu bentuk negara hadir untuk memberikan perlindungan dasar kepada Masyarakat, khususnya korban kecelakaan, maka pada kesempatan ini saya menghimbau kepada perangkat desa dari Tingkat RT, RW, hingga lurah untuk aktif mensosialisasikan kepada warganya atas pentingnya mematuhi kewajiban pembayaran Pajak kendaraan Bermotornya sebagai bentuk kesadaran untuk melindungi diri saat berkendara atau melakukan perjalanan”, tutur Ridho

    Dari lokasi yang berbeda Kepala PT Jasa Raharja Cabang Tangerang, Panji Artha menyampaikan kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan SWDKLLJ yang dibayarkan bersamaan dengan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Bersama Samsat, “Jasa Raharja turut mensosialisasikan kepada masyarakat atau wajib pajak untuk taat dan tertib dalam melaksanakan kewajiban membayar Pajak Kendaraan Bermotor untuk meningkatkan tingkat kepatuhan dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor dan SWDKLLJ,” imbuhnya. (Trg)

  • Gubernur Banten Ajak dzurriyat Kesultanan Banten Berkolaborasi Membangun Provinsi Banten

    Gubernur Banten Ajak dzurriyat Kesultanan Banten Berkolaborasi Membangun Provinsi Banten

    Banten, Djawaranews.com – Gubernur Banten Andra Soni ajak dzurriyat Kesultanan Banten berkolaborasi membangun Provinsi Banten. Dzurriyat Kesultanan Banten telah banyak berkontribusi dalam berbagai pembangunan di masa silam

    Hal itu diungkap Andra Soni saat menghadiri acara Haul Agung Sultan Maulana Hasanuddin Banten ke 469 H/455 M di Halaman Masjid Agung Kesultanan Banten, Kamis (10/4/2025) malam. Turut hadir Wakil Presiden RI ke-13 KH Ma’ruf Amin serta beberapa dzurriyat Sultan Maulana Hasanuddin dari Malaysia dan Thailand.

    Menurut Andra Soni, dzurriyat Kesultanan Banten telah banyak berkontribusi dalam berbagaI pembangunan di masa silam, dimana dari situlah peradaban dan kemajuan pembangunan Banten terus berkembang hingga sampai sekarang.

    “Apalagi, pada masanya dulu Sultan Maulana Hasanuddin berhasil membawa nama besar Kesultanan Banten, dengan kemasyhuran dan kemajuan peradabannya, sampai tingkat dunia,” kata Andra Soni.

    Pada kesempatan itu, Andra Soni juga meminta dukungan kepada para tokoh masyarakat Banten serta para alim ulama, bahwasanya pada Tahun Ajaran 2025 Program Pendidikan Gratis untuk Sekolah Swasta dan Madrasah Aliyah (MA) sederajat mulai dilaksanakan.

    “Program ini salah satu tujuannya adalah bagaimana pendidikan gratis itu bisa dirasakan oleh seluruh anak-anak generasi bangsa,” ujarnya.

    Selain itu, Andra Soni juga menyampaikan jika Pemprov Banten sudah memulai melaksanakan kebijakan penghapusan tunggakan pajak kendaraan bermotor sampai tanggal 30 Juni 2025.

    Hasil dari pembayaran itu akan digunakan untuk sekolah gratis, memperbaiki jalan, membangun sekolah-sekolah.

    “Sehingga anak-anak menjadi generasi unggul dan mengembalikan kejayaan Kesultanan seperti dulu kala,” pungkasnya.

    Sementara itu Wakil Presiden RI ke-13 KH Ma’ruf Amin dalam tausiyahnya mengungkapkan rasa bahagianya bisa hadir dalam acara yang cukup spesial itu. Menurutnya, semua patut bersyukur mempunyai tokoh yang luar biasa seperti Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

    “Kita semua yang hadir di sini merupakan dzurriyat beliau. Baik dzurriyat secara nasab maupun dzurriyat secara sabab yang artinya banyak pelajaran yang kita dapat dari ilmu-ilmu yang Sultan Maulana Hasanuddin berikan,” ujarnya.

    Selain itu, lanjutnya, kita semua juga wajib meneruskan segala perjuangan dan capaian yang telah ditorehkan oleh Sultan Maulana Hasanuddin Banten, baik itu beliau sebagai ulama maupun umaro. (Trg)

  • Gubernur Banten dan Gubernur DK Jakarta Bahas Kerjasama Penanganan Banjir Hingga Transportasi Massal

    Gubernur Banten dan Gubernur DK Jakarta Bahas Kerjasama Penanganan Banjir Hingga Transportasi Massal

    Jakarta – Gubernur Banten Andra Soni bersama Gubernur Daerah Khusus (DK) Jakarta Pramono Anung sepakat jalin kerjasama penanganan banjir, sampah, air bersih, dan transportasi massal. Kesepakatan kerjasama ditindaklanjuti oleh tim teknis melalui organisasi perangkat daerah masing-masing termasuk pemerintah kabupaten/ kota di Tangerang Raya.

    “Banyak hal yang kita diskusikan baik jangka pendek maupun jangka panjang daerah,” ungkap Andra Soni di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/4/2025).

    Andra Soni mengaku kedatangannya bersama Bupati Tangerang, Walikota Tangerang dan Walikota Tangerang Selatan itu diundang langsung oleh Gubernur DK Jakarta Pramono Anung. Pertemuan itu menghasilkan dampak positif bagi aktivitas sehari-hari masyarakat. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat di wilayah Tangerang Raya dan masyarakat DK Jakarta.

    “Selama ini hubungan Jakarta dengan Banten berjalan dengan baik,” ucapnya.

    Dikatakan, banyak diskusi dilakukan di level gubernur, walikota dan bupati. Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) langsung melakukan koordinasi dan saling berkunjung. Dirinya optimis dukungan Gubernur Jakarta ke daerah aglomerasi akan maksimal untuk bersama menyelesaikan masalah.

    Menurut Andra Soni, permasalahan yang dihadapi masyarakat Tangerang Raya yaitu jika Jakarta mengalami kemacetan dan banjir, masyarakat Tangerang Raya juga mengalami hal yang sama. Pertemuan itu sangat penting untuk menghasilkan rumusan penanganan masalah di lapangan terhadap banjir, sampah, kemacetan dan kerjasama administratif antar wilayah.

    Pada kesempatan itu, Gubernur DK Jakarta Pramono Anung mengatakan Provinsi Banten dan Jakarta dari sisi banyak hal memang saling berhubungan. Maka dari itu pihaknya mengundang jajaran Pemprov Banten untuk berdiskusi memecahkan bersama persoalan-persoalan di lapangan tentang penanganan banjir, kemacetan, sampah dan kerjasama administratif antar wilayah.

    “Banten dan Jakarta dalam banyak hal memang saling berhubungan maka kami sepakat berdiskusi untuk memecahkan bersama persoalan-persoalan yang ada di lapangan,” ungkapnya.

    Pramono Anung mengatakan, dalam mengatasi kemacetan di Jakarta dan Tangerang Raya, pemerintah akan mendorong masyarakat menggunakan transportasi MRT. Dimana MRT yang saat ini berakhir di Lebak Bulus Jakarta Selatan akan diperluas dan diperpanjang hingga wilayah Balaraja Kabupaten Tangerang.

    “Kami akan mendorong supaya MRT tidak hanya berhenti di Lebak Bulus tetapi akan diperluas dan diperpanjang sampai Balaraja. Kalau itu bisa terjadi maka akan mengurangi kemacetan orang untuk menggunakan kendaraan pribadi masuk ke Jakarta,” katanya.

    Diakui Pramono Anung, penyelesaian persoalan kemacetan di Jakarta itu tidak bisa diselesaikan oleh Jakarta sendiri, melainkan harus bekerjasama antar daerah pendukung yaitu Banten dan Jawa Barat. Maka dari itu, hasil diskusi bersama Gubernur Banten ini menghasilkan jangka panjang daerah dimana sistem transportasi terintegrasi di Jakarta (Jaklingko) akan dikembangkan hingga luar Jakarta sebagai supporting sistem dari transportasi secara keseluruhan.

    “Hasil diskusi dimana yang namanya Jaklingko itu tidak hanya nanti di Jakarta. Jaklingko lebih akan kami kembangkan di luar Jakarta sebagai supporting sistem dari transportasi secara keseluruhan,” terangnya. (Trg)

  • Wagub Banten A Dimyati Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan dan Produktif

    Wagub Banten A Dimyati Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan dan Produktif

    Pandeglang – Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah melakukan senam dan jalan sehat bersama masyarakat di Alun-alun Kabupaten Pandeglang, Minggu (6/4/2025). Dirinya mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan sehingga dapat melakukan aktivitas yang produktif.

    Usai senam dan jalan sehat bersama masyarakat, Dimyati berkeliling dan menyapa masyarakat dan sejumlah para pedagang yang berada di sekitar Alun-Alun Kabupaten Pandeglang.

    “Ini masih suasana halal bihalal. Jadi tadi kita senam dan jalan sehat bersama masyarakat. Kemudian melihat hasil pertanian yang di dagangkan,” ungkap Dimyati.

    Dimyati menuturkan, hasil pertanian di Provinsi Banten cukup baik, lantaran secara geografis Provinsi Banten cocok dengan sektor pertanian.

    “Kita bisa seperti ini karena petani. Kita harap Banten akan surplus kebutuhan bahan pokoknya dan tidak ada kekurangan,” katanya.

    Pada kesempatan itu, Dimyati menuturkan saat berkeliling masih menemukan beberapa hal. Di antaranya terkait saluran air yang mampet dan jalan yang amblas.

    “Itu juga menjadi perhatian dan harus segera kita perbaiki, kita arahkan mana yang kewenangan Pemkab dan mana yang Pemprov. Intinya kita harus dekat dengan masyarakat dan memiliki sense of crisis (kepekaan, red) terhadap kondisi yang ada,” imbuhnya.

    Sementara, Dahlia salah satu pedagang sayuran yang dikunjungi Dimyati mengaku senang dengan dihampiri Wakil Gubernur Banten.

    “Senyumnya Pak Dim saya senang. Senang dan bangga ada bapak ke sini,” ucapnya. (Trg)