Kategori: Banten

  • ASDP Merak Dianggap Bungkam, Aliansi Selat Sunda Soroti Limbah dan Polusi Pelabuhan

    ASDP Merak Dianggap Bungkam, Aliansi Selat Sunda Soroti Limbah dan Polusi Pelabuhan

    Merak – Senin (05/05/25) Aliansi Selat Sunda melayangkan protes keras terhadap PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak yang dinilai mengabaikan surat permohonan audiensi yang telah dikirimkan beberapa minggu lalu. Surat tersebut memuat sejumlah keluhan masyarakat, mulai dari buruknya pelayanan publik hingga dugaan pelanggaran pengelolaan lingkungan.

    Wawan, Sekretaris Jenderal Aliansi Selat Sunda, menyatakan bahwa ASDP telah gagal menunjukkan itikad baik sebagai institusi pelayanan publik. “Kami sudah mengirimkan surat resmi beberapa minggu lalu, tapi hingga kini belum ada tanggapan. Komunikasi dengan pihak ASDP juga sangat lamban,” ujarnya.

    Menurutnya, pelayanan yang dinilai buruk serta sikap tertutup ASDP menimbulkan kekecewaan mendalam, terutama bagi warga di sekitar wilayah Pulo Merak yang terdampak langsung oleh aktivitas pelabuhan.

    Aliansi juga menyoroti sejumlah persoalan serius terkait tata kelola lingkungan, seperti pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), kepatuhan terhadap dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta meningkatnya polusi udara dan kebisingan akibat aktivitas kendaraan dan kapal.

    “Kami mempertanyakan apakah ASDP Merak benar-benar telah menjalankan kewajiban lingkungan sebagaimana diatur dalam dokumen AMDAL. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab terhadap keberlangsungan hidup masyarakat sekitar,” tambah Wawan.

    Aliansi turut mengkritisi lemahnya pengawasan dari instansi teknis seperti Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Merak dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak. Mereka mendesak agar kedua lembaga tersebut menjalankan fungsinya secara tegas sesuai amanat Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan PP No. 61 Tahun 2009.

    Tokoh muda lokal sekaligus Ketua Pendekar Buyut Yasir Merak, juga angkat bicara. Ia menilai aktivitas pelabuhan yang padat harus diimbangi dengan pengawasan ketat serta partisipasi masyarakat. “Sudah terlalu lama masyarakat hanya jadi penonton. Sementara dampaknya—pencemaran, kemacetan, dan kebisingan—kami yang menanggung,” ujarnya.

    Sebagai bentuk desakan, Aliansi Selat Sunda merencanakan aksi demonstrasi di Pelabuhan Merak dalam waktu dekat. Mereka menuntut keterbukaan informasi, ruang dialog publik, serta audit lingkungan menyeluruh terhadap operasional ASDP Merak.

    Menanggapi hal ini, Rizal dari bagian SGM ASDP menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan respons. Ia menjelaskan bahwa bukan berarti tidak ada tanggapan, namun kondisi GM ASDP Merak yang sedang sakit dan padatnya agenda permintaan pertemuan membuat pihaknya belum bisa merespons dengan segera.

    “Maaf Pak, bukan tidak ada tanggapan, namun dikarenakan banyaknya agenda yang minta pertemuan dan kebetulan Pak GM sedang sakit, makanya kami cari jadwal yang tepat. Saat ini kami sedang siapkan surat balasan,” ujar Rizal.

    Pihak ASDP menyatakan bahwa surat balasan tengah disiapkan dan akan segera dikirim kepada pihak Aliansi Selat Sunda. (Mgr)

  • Dukung Tradisi Seba Baduy, RSUD Banten Terjunkan Tim Kesehatan

    Dukung Tradisi Seba Baduy, RSUD Banten Terjunkan Tim Kesehatan

    Kota Serang – Direktur RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho, M.Kes, menyatakan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat Baduy yang tengah melaksanakan tradisi Seba. Dalam wawancara kepada wartawan, dr. Danang menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal yang sarat nilai dan kearifan.

    “Kita sangat bersyukur dan mendukung dengan menerjunkan tim kesehatan untuk membantu masyarakat Baduy yang sedang melakukan Seba. Budaya lokal itu lebih arif, lebih baik daripada budaya yang tidak cocok dengan kita. Budaya lokal harus kita lestarikan penuh dengan kearifan, sopan santun itu harus terus menerus kita latih dan budayakan kepada generasi muda,” ujarnya.

    Terkait distribusi obat anti bisa ular, dr. Danang mengakui sempat terjadi keterlambatan pascalibur Lebaran. Namun, kondisi tersebut kini telah teratasi.

    “Untuk obat racun ular produksi Biofarma memang sempat terhambat, tapi kami sudah mendapat bantuan dari Dinas Kesehatan yang masih memiliki stok. Jadi, saat ini aman,” jelasnya.

    Direktur RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho, M.Kes

    Ia juga berharap ke depan akses layanan kesehatan untuk warga Baduy semakin baik dan dekat. “Kita berharap ada kabar yang lebih baik. Tidak ada lagi warga Baduy yang kehabisan obat anti bisa ular dan tenaga kesehatannya tersedia lebih dekat kesana sehingga tidak harus jauh-jauh ke Serang,” tambahnya.

    Tradisi Seba merupakan wujud penghormatan masyarakat Baduy kepada pemerintah dan merupakan warisan budaya yang terus dilestarikan setiap tahun. Keterlibatan fasilitas kesehatan diharapkan mampu mendukung jalannya tradisi ini secara aman dan sehat.

  • Gubernur Banten Terima Seba Gede Masyarakat Baduy

    Gubernur Banten Terima Seba Gede Masyarakat Baduy

    Kota Serang – Gubernur Banten Andra Soni sebagai Bapak Gede menerima Seba Gede Masyarakat Baduy. Penerimaan itu ditandai dengan diterimanya Laksa yang diserahkan oleh Jaro Tanggungan Keduabelas, Saidi Putera. Seba Gede masyarakat Baduy dilaksanakan di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl Brigjen KH Syam’un No. 5, Kota Serang, Sabtu (3/5/2025) malam.

    Laksa diserahkan setelah Jaro Tanggungan 12 Saidi Putra menyampaikan ucapan tatabean (persembahan) kepada Bapak Gede pada ritual inti Seba yakni Purwa atau Panabean sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

    “Saya sebagai Bapak Gede menerima Seba Gede masyarakat Baduy tahun ini. Semoga masyarakat Baduy semakin sejahtera, alamnya subur, makmur dan gemah, ripah,” kata Andra Soni.

    Pada momen Seba Gede itu, Jaro Pemerintah Oom juga menyampaikan amanat Puun kepada Pemprov Banten, utamanya berkenaan dengan kelestarian alam yang harus terus dijaga. Gunung-gunung yang tidak boleh dirusak serta sungai-sungai yang tidak boleh dikotori.

    “Kami juga minta di fasilitas kesehatan yang ada agar dilengkapi dengan obat-obatan anti bisa ular. Agar masyarakat Baduy yang kena gigit ular bisa ditangani dengan baik,” ungkapnya.

    Selain itu, Jaro Oom juga menegaskan jika momen Seba Gede ini merupakan bentuk amanat dari leluhur agar masyarakat Baduy tetap menjalin silaturahmi dengan pemerintah yang sah.

    “Untuk itu pemberian hasil alam yang kami serahkan ini bukanlah upeti, tetapi lebih kepada bentuk ketaatan kami kepada pemerintahan yang sah,” ucapnya.

    Menanggapi hal itu, Andra Soni langsung memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten untuk menjalin kolaborasi dengan Puskesmas terdekat untuk menindaklanjuti permintaan dari masyarakat Baduy.

    “Termasuk juga di RSUD Banten, harus dilengkapi dengan obat-obatan anti bisa ular,” ungkapnya.

    Andra Soni mengakui dari masyarakat Baduy dirinya banyak belajar. Belajar arti kedisiplinan, saling menghormati, dan tertib.

    Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Lukman mengatakan, jumlah masyarakat Baduy yang mengikuti Seba Gede tahun ini sebanyak 1.769 warga, yang terdiri dari 1.700 Baduy Luar dan 69 Baduy Dalam. (Trg)

  • Sambut Warga Baduy. Gubernur Banten: Sangat Menginspirasi Dalam Menjaga Kelestarian Alam dan Adat

    Sambut Warga Baduy. Gubernur Banten: Sangat Menginspirasi Dalam Menjaga Kelestarian Alam dan Adat

    Kota Serang – Gubernur Banten Andra Soni mengatakan kehidupan warga Baduy memberikan inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Menginspirasi dalam menjaga kelestarian alam dan berpegang teguh pada adat,” katanya usai menyambut kedatangan warga Baduy untuk melakukan Seba Baduy Tahun 2025 di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl. K.H. Brigjen Syam’un No. 5 Kota Serang, Sabtu (3/5/2025).

    Sejak Sabtu pagi (3/5/2025) sebanyak 1.769 warga Baduy berdatangan ke Ibukota Provinsi Banten, Kota Serang, untuk melaksanakan ritual Seba Baduy Tahun 2025 kepada Gubernur Banten, Andra Soni. Mereka berasal dari tiga kampung tangtu, yaitu Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik. Serta berasal dari lima kampung panampi.

    Kedatangan warga Baduy diantar oleh Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah. Dan, Sabtu sore sekitar pukul 14.00 WIB, kedatangan Warga Baduy disambut Gubernur Banten Andra Soni. Selanjutnya, Andra Soni mengantarkan Warga Baduy ke tempat istirahat sambil menunggu ritual puncak Seba Baduy 2025 di Gedung Negara Provinsi Banten sekitar pukul 19.00.

    Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah dalam penyerahannya mengatakan, dirinya kedatangan 1.769 warga Baduy yang tinggal di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak. “Saya mengantarkan untuk melaksanakan tradisi Seba ke Bapak Gubernur Banten Andra Soni. Ditukangeun Sim Kuring ngaleut ngeungkeuy Ngabandaleut dulur-dulur urang anu seja ngalaksanakeun tali paranti Seba ka Bapak Gede, Bapak Gubernur Banten,” kata Amir Hamzah dengan menggunakan Bahasa Sunda yang artinya, di belakang dirinya berduyun-duyun Saudara kita dari Baduy untuk melaksanakan ritual Seba ke Bapak Gede, Bapak Gubernur Banten.

    Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, “Selamat Datang. Ahlan Wa Sahlan. Wilujeng Sumping kepada Saudara-saudara kita semua dari Kanekes Baduy. Terima kasih kepada pengantar dari Pemerintah Kabupaten Lebak sehingga saudara-saudara kita tiba di sini dengan selamat. Mari, kita antar ke dalam, ke tempat untuk beristirahat,” kata Andra Soni.

    Usai menyambut Warga Baduy, Andra Soni mengatakan, warga Baduy sangat menginspirasi semua masyarakat. Terutama dalam menjaga adat istiadat, budaya dan menjaga kelestarian alam. Selain itu, Andra Soni menilai, warga Baduy adalah orang-orang yang disiplin. Salah satunya, sangat menghargai ketika ada salah seorang yang sedang berbicara. “Ketika ada yang sedang berbicara, tidak ada satu pun warga Baduy yang mengeluarkan suara,” tandasnya.

    Sebagai informasi, Seba Baduy Tahun 2025
    dilaksanakan warga Baduy sejak 2 Mei 2025. Mereka melaksanakan Seba diawali kepada Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiqi Jayabaya pada Jum’at malam (2/5/2025). Kemudian tanggal Sabtu pagi (3/5/2025) mereka menuju Kota Serang untuk melaksanakan Seba kepada Gubernur Banten, Andra Soni pada Sabtu malam(3/5/2025).

    Dalam melaksanakan Seba, warga Baduy sebagian menggunakan kendaraan dan sebagian berjalan kaki. Sedangkan Baduy dalam semua menuju tempat Seba dengan berjalan kaki. Jarak tempuh yang dilalui sekitar 83 km. Sepanjang 50 km dari Desa Kanekes sampai dengan Ibukota Kabupaten Lebak, Rangkasbitung dan sepanjang 33 km dari Rangkasbitung ke Kota Serang. Sementara pakaian adat yang digunakan Baduy Luar berwarna hitam, dan Baduy Dalam berwarna putih. (Trg)

  • Andika Hazrumy Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Banten

    Andika Hazrumy Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Banten

    TANGERANG – Ketua Ormas MKGR Provinsi Banten Andika Hazrumy terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musyawarah Daerah) DPD I Golkar Provinsi Banten di Hotel Nemura, Kota Tangerang, Sabtu (3/5). Andika yang juga adalah mantan Wakil Gubernur Banten itu resmi terpilih memimpin Golkar Banten 5 tahun ke depan menggantikan ketua sebelumnya, Ratu Tatu Chasanah.

    Proses terpilihnya Andika berlangsung dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama sejak persidangan pada Musda tersebut dibuka Ketua Pimpinan Sidang Hakim Kamaludin sekitar pukul 16.00.
    Kamaludin dari DPP Golkar memimpin sidang didampingi 4 orang anggota pimpinan sidang, masing-masing Bahrul Ulum (DPD I Golkar Banten), Fahmi Hakim (DPD II Golkar Kabupaten Serang), Amud (DPD II Golkar Kabupaten Tangerang) dan Desi Yusandi (Golkar DPD II Kota Tangerang).

    Sidang dibuka dengan pidato pertanggung jawaban Ketua DPD I Golkar Banten 2020-2025 yang juga Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah. Dalam pertangungjawabannya Tatu mengatakan, Golkar Banten di bawah kepemimpinannya mengalami dinamika yang tidak mudah. “Bahwa kenyataannya kita mengalami banyak kehilangan (pada Pilkada 2024), namun Golkar Banten Alhamdulillah tetap mampu mempertahankan prestasi sebagai partai dengan perolehan kursi terbanyak se-Banten,” kata Tatu.

    Atas pertanggungjawaban tersebut, perwakilan 8 pengurus Golkar kabupaten/kota dan perwakilan organisasi pendiri dan didirikan serta organisaso sayap Golkar se-Banten menyatakan menerima. Masing-masing perwakilan itu juga mengajukan Andika Hazrumy untuk ditetapkan menjadi Ketua DPD I Golkar Banten.

    Usulan perwakilan-perwakilan teraebut kemudian ditindaklanjuti pimpinan sidang dengan meminta Ketua Steering Commitee Fitron Nur Ikhsan untuk memverifikasi pendaftaran calon ketua yang mendaftar pada musda tersebut.

    “Alhamdulillah kami selaku Steering Commitee telah membuka pendaftaran sejak kemarin, dan hingga saat ini hanya satu pendaftar yaitu Andika Hazrumy,” kata Fitron seraya mengatakan bahwa pihaknya juga telah melakukan pengkajian terhadap kelengkapan persyaratan pendaftaran sehingga menyatakan berkas dan kelengkapan pendafataran Andika Hazrumy telah memenuhi syarat.

    Tak butuh waktu lama, pimpinan sidang pun kemudian melakukan penetapan-penetapan pencalonan Ketua DPD I Banten, sejak dari menetapkan sebagai bakal calon hingga menetapka sebagai calon terpilih.

    Atas kemenangannya itu, Andika mengaku bersyukur dan berterima kasih. Andika mengaku akan berusaha keras untuk mengembalikan kejayaan Golkar Banten. “Mari kita rebut kembali (posisi kepala daerah) kabupaten/kota dan provinsi yang terlepas (pada Pilkada 2029),” kata Andika disambut teriakan setuju peserta sidang.

    Lebih jauh Andika mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada ketua domisioner, Ratu Tatu, yang menurutnya telah sangat berhasil memimpin Golkar Banten selama dua periode kepemimpinannya. “Kami berjanji untuk melanjutkan pencapaian-pencapaian Golkar Banten di bawah kepemimpinan Bu Tatu,” kata Andika.

    Meski begitu, Andika mengaku tantangan yang dihadapinya sebagai ketua terpilih tidak lah mudah. Andika meminta pengurus Golkar Banten ke depan beserta seluruh kader untuk tidak berleha-leha. “Seperti kita tahu meski di pileg kita berhasil mempertahankan kursi, tapi di pilkada anginnya sedang tidak berpihak kepada kita,” kata Andika.

    Menurut Andika yang akan dilakukannya ke depan adalah meningkatkan soliditas di internal partai, karena salah satu penyebab kegagalan Golkar Banten mempertahankan kemenangan di sejumlah pilkada pada 2024 lalu adalah adanya ketidak solidan di internal partai. “Ke depan kalau sudah diputuskan partai pilihannya hanya laksanakan,” kata Andika.

    Sementara itu Wakil Ketua Umum DPP Golkar Tb Ace Hasan Syadzily dalam sambutan pada penutupan musda tersebut mengaku telah di telepon Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia yang menitipkan ucapan selamat kepada Andika yang terpilih sebagai Ketua DPD I Golkar Banten secara aklamasi. “Beliau pesan kepada saya untuk menyampaikan ucapan selamat kepada Aa (menyebut Andika Hazrumy),” kata Ace.

    Menurut Ace, Bahlil menyanbut gembira terpilihjya Andika antara lain karena Andika diyakinu sebagai tokoh muda di Banten yang cakap dan mumpuni untuk memimpin Golkar Banten ke depan.

    Ace juga mengaku mengapresiasi proses Musda DPD I Golkar Banten tersebut karena bisa berjalan dengan lancar dengan semangat musyawarah dan mufakat. “Walaupun calonnya cuma satu, tapi yang penting kita sudah membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada yang lain (untuk mendaftar),” kata Ace yang adalah Ketua Lemhanas RI Itu. (Red)

  • Gubernur Banten Terima Kunjungan Karo Banten Bersatu

    Gubernur Banten Terima Kunjungan Karo Banten Bersatu

    SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan Karo Banten Bersatu (KBB) di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl Brigjen KH Syam’un No.5, Kota Serang, Kamis (2/5/2025). KBB merupakan perkumpulan masyarakat Batak Karo di Provinsi Banten.

    “Baru saja saya menerima kunjungan dari pengurus Karo Banten Bersatu. Ini organisasi dari Suku Karo yang mereka tinggal di Banten,” ungkap Andra Soni

    Andra Soni mengatakan dalam pertemuan itu terdapat beberapa hal yang didiskusikan. Di antaranya terkait rencana pelaksanaan pagelaran seni dan budaya Karo.

    “Mereka berencana akan melaksanakan kegiatan budaya Karo di Banten dan saya sambut positif hal tersebut,” katanya.

    Andra Soni menyampaikan, saat ini pihaknya juga tengah berfokus terhadap upaya dalam mengangkat seni dan budaya sebagai jatidiri bangsa.

    “Kita juga dalam waktu dekat akan melakukan Seba Baduy dan terdapat beberapa kegiatan budaya lainnya,” jelasnya.

    Sementara, Pembina Karo Banten Bersatu A Damenta menyampaikan, pagelaran seni dan budaya Karo itu juga dilakukan dalam rangka pelestarian budaya.

    “Dan ini salah satunya mendukung program Gubernur Banten untuk melestarikan budaya nusantara. Kebetulan Suku Batak Karo di Banten ini cukup banyak dan acara adat budaya Karo ini kita ingin lestarikan,” ujarnya.

    Dikatakan, nantinya dalam pagelaran seni dan budaya Karo itu juga akan dimeriahkan dengan seni tari, makanan khas Suku Karo dan lainnya. Pagelaran itu direncanakan akan berlangsung pada akhir bulan Juni 2025.

    “Salah satunya untuk mengingatkan dan mengenalkan generasi muda terkait budaya Karo. Kemudian ada yang mirip dengan di Banten. Kalau di sini ada pencak silat, maka di sana namanya ndikar karo,” pungkasnya. (Trg)

  • LKPD TA 2024 Raih WTP, Pemprov Banten Raih Opini WTP Kesembilan Berturut-turut

    LKPD TA 2024 Raih WTP, Pemprov Banten Raih Opini WTP Kesembilan Berturut-turut

    Kota Serang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Capaian ini menjadikan Pemprov Banten sembilan kali meraih opini WTP secara berturut-turut sejak tahun 2016.

    Pemberian opini BPK RI disampaikan Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten tentang Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas LKPD Provinsi Banten Tahun 2024 di DPRD Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Rabu (30/4/2025).

    Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Dirinya menegaskan bahwa pencapaian itu merupakan hasil dari kerja keras dan sinergi yang kuat antara seluruh elemen pemerintahan daerah, pengawasan legislatif yang konstruktif, serta pembinaan dan arahan dari BPK yang menjunjung tinggi nilai independensi, integritas, dan profesionalisme.

    “Kami semua tentunya bersyukur dan menerima hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2024 dengan opini terbaik. Ini merupakan bahan introspeksi bagi kami dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan APBD Provinsi Banten,” ujar Andra Soni.

    Lebih lanjut, Pemprov Banten telah menyusun rencana aksi atau action plan sebagai bentuk komitmen menindaklanjuti rekomendasi BPK RI. Dalam implementasinya, pemerintah daerah berharap mendapat bimbingan dan masukan dari BPK RI agar seluruh tindak lanjut audit dapat diselesaikan secara tepat waktu, maksimal dalam 60 hari kalender.

    Andra Soni mengakui masih terdapat beberapa aspek pengendalian internal yang perlu diperbaiki, khususnya dalam pelaksanaan pekerjaan fisik dan nonfisik, serta pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di tingkat satuan pendidikan.

    “Kami fokus pada peningkatan pengendalian internal yang masih belum optimal. Ini menjadi perhatian serius kami demi peningkatan kualitas laporan keuangan ke depan,” tegasnya.

    Di akhir sambutannya, Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada BPK Perwakilan Provinsi Banten atas segala rekomendasi dan koreksi yang diberikan. Dirinya menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten akan senantiasa mengikuti pedoman dan aturan dalam setiap pelaksanaan kegiatan sebagai upaya strategis dalam menciptakan penyajian laporan keuangan yang lebih baik, akuntabel, dan terukur.

    “Capaian ini bukan semata untuk memenuhi aspek transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga menjadi fondasi dalam merumuskan program pembangunan dan pelayanan masyarakat yang lebih efektif dan efisien,” ungkapnya.

    Dikatakan, dengan raihan opini WTP kesembilan berturut-turut itu, Pemerintah Provinsi Banten memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan tata kelola keuangan yang konsisten, transparan, dan bertanggung jawab.

    Sementara itu, Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi menegaskan bahwa opini WTP yang diberikan kepada Pemprov Banten adalah bentuk penghargaan tertinggi atas komitmen dalam pengelolaan keuangan yang akuntabel.

    “Opini ini adalah kasta tertinggi dan sempurna dalam pemeriksaan laporan keuangan. Penyampaiannya hari ini menandai keberhasilan mempertahankan WTP selama sembilan tahun berturut-turut. Semoga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan akuntabilitas dan kualitas pelaporan keuangan daerah,” ujar Bobby.

    Bobby menekankan masih adanya beberapa area yang perlu mendapatkan perhatian serius, terutama dalam hal pengendalian internal dan kepatuhan terhadap regulasi. Oleh karena itu, lanjut Bobby, BPK memberikan sejumlah rekomendasi kepada Gubernur Banten yaitu pertama melakukan pemutakhiran tarif retribusi pelayanan kesehatan dan optimalisasi pemungutan retribusi tempat parkir khusus sesuai dengan Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kedua, mengenakan sanksi kepada kepala satuan pendidikan dan bendahara BOS yang tidak mematuhi ketentuan perencanaan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban dana BOS.

    Ketiga, BPK merekomendasikan untuk meningkatkan pengendalian terhadap pelaksanaan pekerjaan di lingkungan perangkat daerah. Keempat, memerintahkan Tim Inventarisasi Barang Milik Daerah (BMD) untuk menyelesaikan inventarisasi tahap 1 – 4. Kelima, merekomendasikan Pemprov Banten untuk memanfaatkan secara optimal aset tetap berupa gedung dan peralatan medis pada RSUD Labuan dan RSUD Cilograng untuk mendukung pelayanan kesehatan.

    Lebih lanjut, Bobby menyampaikan bahwa DPRD memiliki hak untuk mengajukan pertemuan konsultatif dengan BPK apabila masih terdapat hasil pemeriksaan yang dirasa belum jelas, sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku. (Trg)

  • Sukseskan Progam Gubernur, PWI  Banten dan  Distanak Siap Berkolaborasi

    Sukseskan Progam Gubernur, PWI Banten dan Distanak Siap Berkolaborasi

    SERANG – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia(PWI)Banten yang dikomandoi langsung oleh Ketua PWI Banten Rian Nopandra, berkunjung ke Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten. Rabu (30/4/2025).

    Jajaran pengurus PWI Banten yang terdiri dari Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid, Wakil Ketua Bidang Organisasi Teguh Akbar Idham, Ketua PWI Kota Serang Iman Esa Firmansyah, dan Opik Rahman Malik staf kesekertariatan diterima langsung oleh Kadistanak Provinsi Banten, H Agus M Tauchid, beserta jajaran.

    Dalam momen silaturahmi penuh keakraban tersebut, selain berterimakasih atas kunjungan pengurus PWI Banten, Agus Tauchid, juga turut memaparkan sejumlah program strategis Distanak Banten.

    “Program kita tentu merujuk kepada RPJMD yang merupakan turunan dari RPJMN dimana terdapat dalam poin Asta Cita yaitu bicara soal swasembada pangan,”ujarnya.

    Saat ini kata Agus, Distanak Provinsi Banten telah berhasil melaksanakan beberapa program unggulan. Bahkan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tersebut bisa dikategorikan memiliki catatan bagius ditingkat nasional, diantaranya beras hasil panen petani di wilayah Provinsi Banten melimpah, ketersediaanya bahkan diklaim melebihi nilai konsumsi masyarakat.

    Berdasarkan data, ketersediaan beras saat ini mencapai 1.737.742 ton, sementara kebutuhan konsumsi hanya 1.497.317 ton, artinya surplus 240.426 ton. Surplus beras itu kata Agus, berdasarkan neraca ketersediaan beras pada April 2025.

    “Sampai dengan posisi bulan April 2025(data Dinamis). Neraca ketersediaan beras Provinsi Banten menunjukan produksi 1.737.742 ton, dan konsumsi 1.497.317 ton dan surplus 240.426 ton beras,”ucap Agus dengan semangat menjelaskan.

    Ditambah lagi kata Agus, petani diwilayah Banten saat ini juga sudah mulai panen padi. Total luas panen padi kurang lebih di luas sawah 52.695 hektare. Dengan begitu kini, pada tahun 2025, diharapkan Banten menempati produsen beras tertinggi ke 8 se-Indonesia, setelah pada tahun 2024 menempati posisi ke 9 tertinggi.

    Terkini kata Agus, pihaknya akan segera melakukan terobosan orisinil milik Gubernur Banten, Andra Soni, yakni melakukan penanaman Jagung disepanjang kiri kanan jalan tol Merak-Tangerang. Gagasan itu tentu sangat cemerlang, lantaran lahan tidur disepanjang jalan tol akan menjadi sumber pangan yang produktif.

    Ide cemerlang itu juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Untuk itu, secepatnya dalam waktu dekat, sesuai arahan dari Gubernur, pihaknya segera melakukan komunikasi dengan para pemilik lahan guna membangun kerjasama agar gerakan menanam jagung di kiri kanan jalan tol itu bisa terealisasi.

    “Kita segera menjalankan program cemerlang dari Pak Gubernur, tentunya nanti akan berujung pada keberhasilan ketahanan pangan,”ujar Agus lagi.

    Sementara itu, Ketua PWI Banten, Rian Nopandra menanggapi semua pemaparan dari Kepala Dinas dengan serius. Bahkan ketika diberikan kesempatan untuk berbicara, Rian langsung berjanji akan mengawal semua kegiatan Dinas Pertanian melalui pemberitaan. Tentu berita yang disajikan akan sesuai dan riil dengan fakta dilapangan, karena kata dia, semua program Dinas Pertanian tersebut dinilai sangat bermanfaat dan berujung kepada keberhasilan ketahanan pangan di Banten.

    “Kami dari PWI tentunya bersepakat untuk menyampaikan informasi ini kepada masyarakat melalui pemberitaan. Sebagai warga Banten kami tentu bangga dengan raihan capaian dari keberhasilan Dinas Pertanian dalam menjalankan amanah rakyat dibidang Pertanian,”kata Rian.(Rilis PWI Banten)

  • Kadis DKP Apresiasi Program PWN Eksplore Desa ke Desa

    Kadis DKP Apresiasi Program PWN Eksplore Desa ke Desa

    Banten – Persatuan Wartawan Nusantara (PWN) menggelar kegiatan temu media bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten pada Rabu, 30 April 2025. Acara ini berlangsung di Aula Pemuda KNPI Provinsi Banten.

    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Eli Susiyanti, S.H., M.H.,MM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Persatuan Wartawan Nusantara. Ia menilai perhatian dan kepedulian PWN terhadap masyarakat di wilayah Pulo Panjang merupakan bentuk nyata kontribusi media dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan masyarakat. PWN telah menunjukkan kepedulian yang luar biasa terhadap kondisi nelayan dan warga di Pulo Panjang. Ini patut kita apresiasi bersama,” ujar Eli.

    Selanjutnya, Eli Susiyanti menegaskan pentingnya peran media sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

     

    “Menurutnya, tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari media, berbagai aspirasi, keluhan, dan kebutuhan masyarakat terutama di wilayah terpencil seperti Pulo Panjang tidak akan terangkat ke permukaan secara optimal, “Tutupnya.

    Ketua Persatuan Wartawan Nusantara, Binter S Ginting berharaf Sinergi Media dan Pemprov Banten terus Berjalan dengan baik.

    Berkaitan Program Persatuan Wartawan Nusantara (PWN) Eksplor Desa Ke Desa, kami berharaf agar dinas terkait dapatberikan perhatian serius terhadap permasalah yang di hadapi masyarakat pulo panjang. Ungkapnya (Pwn)

  • Komitmen Tingkatkan SDM, Pemprov Banten Sinergikan Program Banten Membaca dan MBG Dalam Gerakan Banten Membaca

    Komitmen Tingkatkan SDM, Pemprov Banten Sinergikan Program Banten Membaca dan MBG Dalam Gerakan Banten Membaca

    SERANG – Pemerintah Provinsi Banten sinergikan Program Banten Membaca dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Gerakan Banten Membaca untuk pelajar SMA/ SMK /MA se-Provinsi Banten di SMA Bina Putera Serang, Desa Kopo, Kabupaten Serang, Rabu (30/4/2025). Peningkatan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas pembangunan Provinsi Banten.

    Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah melalui sambutan yang disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat, EA Deni Hermawan menekankan pentingnya membaca dan gizi seimbang dalam membentuk generasi cerdas dan sehat. Kegiatan ini juga didukung oleh kolaborasi dengan Archipelago Aston Banten yang menggelar uji coba pelaksanaan Program MBG.

    “Program ini adalah bentuk hadirnya pemerintah di tengah masyarakat melalui Banten Cerdas,” ujar Deni.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Archipelago Aston Banten yang turut menyukseskan program prioritas nasional dalam memberikan makanan bergizi bagi pelajar.

    Di kesempatan itu Deni mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan arus informasi yang kian pesat menuntut pelajar untuk memiliki kemampuan literasi yang kuat.

    “Informasi tidak datang sendiri, kita harus mencarinya melalui membaca, memahami situasi, dan menganalisis. Tanpa penguasaan pengetahuan, kita akan tertinggal,” jelasnya.

    Sementara itu, GM Aston Anyer, Nandang Permana, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan uji coba program MBG bersama Archipelago Indonesia di bawah koordinasi Hotel Aston Anyer sejak 9 hingga 30 April 2025.

    “Kami kolaborasi dalam uji coba program Makan Bergizi Gratis. Selanjutnya kami menunggu informasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) apakah akan berlanjut di bulan berikutnya. Namun sejauh ini, respons yang kami terima sangat positif, termasuk dari audiensi dengan Kantor Staf Presiden (KSP),” jelasnya.

    Nandang menambahkan, uji coba MBG telah dilakukan di sejumlah Sekolah mulai dari Sekolah Dasar, SMP hingga SMA/SMK di Serang, Cilegon, dan Anyer. Menu makanan yang disajikan terdiri dari nasi, lauk berprotein, sayuran, dan buah, dengan siswa diminta membawa alat makan sendiri sebagai bagian dari edukasi kebersihan dan pengurangan sampah.

    “Inisiasi pelaksanaan MBG ini berasal dari Presiden CEO Archipelago International, John Flood. Hotel memiliki dapur dan tenaga ahli gizi, sehingga dapat mengurangi beban pemerintah untuk penyediaan dapur umum,” ujar Nandang.

    Ia berharap, program ini bisa menjadi pilot project untuk mengajak hotel dan restoran lain ikut serta, sekaligus mendukung misi mencetak generasi emas 2045.

    Proposal pelaksanaan MBG telah diajukan secara resmi ke KSP, dan saat ini dalam tahap penilaian oleh KSP dan BGN. “Sejauh ini, dari Wali Kota Serang, Cilegon, hingga Gubernur Banten, semua memberikan respons positif atas pelaksanaan uji coba MBG ini. Tidak ada kendala yang berarti,” tegas Nandang.

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Banten Usman Asshiddiqi Qohara menambahkan bahwa melalui kegiatan Gerakan Banten Membaca pihaknya terus mendorong budaya membaca sejak dini. Langkah itu sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat literat. Ia menekankan pentingnya pembinaan membaca sejak usia dini hingga 18 tahun demi menciptakan masyarakat pembelajar dan sumber daya manusia berkualitas.

    “Dengan sinergi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang cerdas, sehat, dan berdaya saing global,” jelas Usman. (Trg)