Kategori: Advertorial

  • Kepala Dinkes Banten: Kerja Sama Masyarakat Kunci Tekan Kasus Dengue

    Kepala Dinkes Banten: Kerja Sama Masyarakat Kunci Tekan Kasus Dengue

    Serang, Djawaranews.com – Menyambut ASEAN Dengue Day (ADD) 2025 dengan tema “Indonesia Maju Nol Kematian Akibat Dengue”, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten (Dinkes Banten) Ati Pramudji Hastuti menekankan pentingnya kerja sama seluruh lapisan masyarakat dalam menekan angka kasus dan kematian akibat Demam Dengue (DD). Beliau mengungkapkan keprihatinan atas angka kasus dan kematian dengue di Indonesia dan Provinsi Banten pada tahun 2024.

    “Data menunjukkan angka yang masih cukup tinggi, baik di tingkat nasional maupun provinsi,” ujar Kepala Dinkes Banten. “Oleh karena itu, kita perlu mengoptimalkan semua upaya pencegahan dan penanggulangan dengan melibatkan seluruh stakeholder.” terangnya.

    Beliau menjelaskan bahwa strategi utama yang dijalankan Dinkes Banten adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (Jumantik). “PSN 3M Plus, yang merupakan cara paling efektif dan ekonomis, harus dijalankan secara konsisten oleh setiap rumah tangga,” tegas Kepala Dinkes Banten.

    Lebih lanjut, Ati mengatakan gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, lanjut beliau, bertujuan untuk memastikan jangkauan pencegahan dengue hingga ke tingkat rumah tangga. “Dengan melibatkan setiap rumah tangga sebagai agen pencegahan, kita berharap dapat menekan jumlah sarang nyamuk dan memutus rantai penularan,” jelasnya.

    Kepala Dinkes Banten juga menyampaikan bahwa ADD 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. “Kita perlu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya dengue, cara penularannya, dan langkah-langkah pencegahan yang efektif,” kata beliau.

    Beliau berharap momentum ADD 2025 dapat mendorong peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik sehingga target “Indonesia Maju Nol Kematian Akibat Dengue” dapat terwujud di Provinsi Banten. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Kepala Dinkes Banten. (Adv)

  • Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Rabies di Provinsi Banten

    Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Rabies di Provinsi Banten

    Serang, Djawaranews.com – Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit Rabies, meskipun sudah lama tidak ditemukan kasus di provinsi ini. Untuk itu, diperlukan koordinasi yang baik antara sektor kesehatan masyarakat dan sektor kesehatan hewan dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit Rabies.

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten (Dinkes Banten) Ati Pramudji Hastuti menjelaskan beberapa cara penanganan luka gigitan Hewan Penular Rabies pada manusia.

    1. Cuci luka gigitan secepatnya dengan sabun/deterjen pada air mengalir selama 15 menit, lalu diberi antiseptik seperti obat merah dan sejenisnya.
    2. Segera pergi ke Fasyankes Rabies Center (Puskesmas atau Rumah Sakit) untuk dilakukan kembali pencucian luka dan mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) atau VAR dan Serum Anti Rabies (SAR) sesuai indikasi.
    3. Berikan Serum Anti Rabies (SAR) sesuai indikasi penanganan luka gigitan sesegera mungkin setelah terpapar hewan Rabies, efektif dapat mencegah timbulnya gejala dan kematian.

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat jika tergigit hewan yang berpotensi menularkan Rabies.
    “Dengan demikian, kita dapat mencegah penyebaran penyakit Rabies dan menjaga kesehatan masyarakat,” jelas Kadinkes. (Adv)

  • Tingkatkan Kenyamanan dan Keselamatan Pengendara, DPUPR Banten Lakukan Tambal Sulam Di Jln Syeh Nawawi

    Tingkatkan Kenyamanan dan Keselamatan Pengendara, DPUPR Banten Lakukan Tambal Sulam Di Jln Syeh Nawawi

    SERANG, Djawaranews.com – Untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengendara, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten melakukan perbaikan jalan berlubang di Jalan Syeikh Nawawi, tepatnya di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), pada Selasa, 10 Juni 2025.

    Perbaikan ini merupakan bagian dari perawatan rutin jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten. Metode yang digunakan adalah pengupasan (kupas) dan pelapisan ulang (overlay) agar permukaan jalan kembali rata dan nyaman dilalui.

    Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Serang-Cilegon pada Dinas PUPR Provinsi Banten, Tjetjep Hendrawan, mengatakan bahwa perbaikan dilakukan untuk merespons keluhan masyarakat sekaligus menjaga kelayakan jalan yang sering dilalui kendaraan. “Di depan DPRD Banten (KP3B) itu sedang kami tangani melalui program perawatan rutin. Titik ini memang sudah beberapa kali kami perbaiki karena kondisinya sering rusak,” ujarnya.

    Menurut Tjetjep, kerusakan jalan di lokasi tersebut disebabkan oleh tekanan air dari sumber mata air yang berada di bawah permukaan jalan. Hal ini menimbulkan lubang dan membuat pengendara merasa tidak nyaman saat melintas. “Beberapa waktu lalu sudah kami kupas dan overlay, tapi karena tekanan dari bawah, kerusakan kembali terjadi. Sekarang kami tambahkan lagi lapisan aspal agar pengguna jalan lebih nyaman dan aman,” jelasnya.

    Ia menambahkan, jalan di kawasan tersebut merupakan jalur lurus yang kerap dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi, sehingga rawan mengalami kerusakan akibat tekanan berulang dari beban kendaraan. “Sekarang kondisinya sudah kami ratakan. Ini memang salah satu titik yang rutin kami tangani karena menjadi jalur utama dan padat lalu lintas,” tambahnya.

    Selain di depan KP3B, perbaikan serupa juga dilakukan di titik lain yang mengalami kerusakan, seperti di depan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Banten. “Persoalannya sama, ada lubang yang mengganggu kenyamanan. Kami sudah tangani juga di sana,” pungkas Tjetjep. (Adv)

  • Misi Banten Sehat, Gubernur Banten Andra Soni Luncurkan Mobile Clinic Berbasis Telemedicine

    Misi Banten Sehat, Gubernur Banten Andra Soni Luncurkan Mobile Clinic Berbasis Telemedicine

    Serang, Djawaranews.com – Gubernur Banten Andra Soni meluncurkan Mobile Clinic Berbasis Telemedicine Upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan untuk wilayah yang masih terkendala akses dan fasilitas pelayanan kesehatan itu, merupakan bagian misi Banten Sehat dari Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur A Dimyati Natakusumah.

    Peluncuran Mobile Clinic Berbasis Telemedicine dilaksanakan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Rabu (4/6/2025) itu ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Andra Soni bersama Forkopimda Provinsi Banten dan tokoh masyarakat.

    “Mobile clinic ini diharapkan semakin melengkapi layanan kesehatan berbasis digital yang terintegrasi,” ungkap Andra Soni.

    Andra Soni mengatakan inovasi mobile clinik tersebut juga sebagai upaya Pemprov Banten dalam rangka memberikan layanan kesehatan utamanya menuju Banten Sehat. Banten Sehat merupakan salah satu program prioritas Andra Soni – Dimyati.

    “Diharapkan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan bisa melayani daerah-daerah yang masih terkendala dengan akses dan fasilitas layanan kesehatan,” katanya.

    “Mobile clinic ini juga dilengkapi dengan alat-alat pemeriksaan, salah satunya adalah untuk cek paru. Di mana Proovinsi Banten adalah salah satu provinsi yang prevalensi TBC tinggi. Saran Pak Presiden, kita harus banyak melakukan cek kesehatan. Ini salah satu upaya kita,” sambungnya.

    Lebih lanjut, Andra menuturkan untuk saat ini mobile clinic yang akan operasional sebanyak dua unit. Mobile clinic itu akan operasional di daerah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak serta 50 puskesmas yang menggunakan layanan tersebut.

    “Saat ini kita menggunakan dua unit yang sudah ada. Insya Allah di tahun 2026 kita merencanakan sebanyak 10 unit secara bertahap. Intinya ini salah satu ikhtiar kita untuk memberikan layanan kepada masyarakat dalam rangka menuju Banten Sehat,” imbuhnya.

    Andra Soni menyampaikan, Pemprov Banten menargetkan digitalisasi pelayanan kesehatan di semua RSUD termasuk pengembangan layanan telemedisin. Langkah itu bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

    “Dengan penerapan sistem digital diharapkan pelayanan kesehatan di Provinsi Banten akan menjadi lebih efisien dan efektif bagi masyarakat,” jelasnya.

    Andra Soni juga berpesan kepada petugas kesehatan di Provinsi Banten untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat

    “Dahulukan masyarakat. Berikan layanan terbaik. Layani dengan hati dan semoga masyarakat Banten mendapatkan pelayanan terbaik untuk Provinsi Banten lebih maju,” pesannya.

    Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi H menyampaikan, mobile clinic berbasis telemedicine merupakan inovasi yang dilakukan Pemprov Banten dalam mewujudkan Banten Sehat.

    “Mobile clinic ini bertujuan untuk melayani masyarakat di daerah-daerah terpencil, perbatasan, rawan bencana atau wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi yang memungkinkan sulit mengakses layanan kesehatan konvensional,” ujarnya.

    Deden mengatakan mobile clinic ini menjadi pelayanan bergerak yang tidak beroperasional di satu lokasi permanen. Melainkan melakukan perjalanan ke berbagai wilayah untuk memberikan layanan kesehatan.

    “Jumlah SDM pada mobile clinic berbasis telemedicine ini sebanyak 20 orang, terdiri dari tim mobil klinik 10 orang, tim rujukan spesialis 6 orang, dan tim PPC sebanyak 4 orang,” jelasnya.

    Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menuturkan mobile clinic berbasis telemedicine merupakan unit pelayanan pelayanan kesehatan bergerak dengan menggunakan teknologi seluler dan praktek telemedicine yang terkoneksi dengan para dokter spesialis di RSUD Banten sebagai rujukan.

    “Ini juga terkoneksi dengan PCC 119 Dinas Kesehatan Provinsi Banten yang nantinya akan dikembangkan juga terkoneksi dengan layanan PSC 119 kabupaten/kota,” katanya.

    Ati memaparkan layanan yang akan diberikan mobile clinic itu di antaranya berupa penyuluhan kesehatan, imunisasi, deteksi dini penyakit atau melalui cek kesehatan, pemeriksaan umum, dan konsultasi dokter.

    Layanan lainnya, lanjut Ati, berupa pengobatan penyakit ringan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil, pemeriksaan laboratorium sederhana serta penanganan kegawat daruratan medis.

    “Untuk pemeriksaan penunjang, mobil klinik dilengkapi alat ukur tinggi dan berat badan dan tensi digital. Berbagai alat portable pemeriksaan penunjang antara lain rontgen, USG, EKG, dan juga alat digital lainnya. Juga dilengkapi dengan infus, oksigen, dan juga ventilator,” ungkapnya.

    Pada kesempatan itu, Ati juga mengungkapkan mobile clinic berbasis telemedicine itu akan mulai operasional pada Selasa (10/6/2025) yang akan datang. Adapun nomor call center mobil klinik berbasis telemedicine adalah 081228899775.

    Sebagai informasi, usai peluncuran, Gubernur Banten Andra Soni bersama Forkopimda Provinsi Banten dan tokoh masyarakat meninjau kesiapan dan kondisi mobile clinic berbasis telemedicine yang akan segera operasional di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. (Adv)

  • Dinkes Banten Dorong Deteksi Dini Hepatitis B untuk Cegah Penularan

    Dinkes Banten Dorong Deteksi Dini Hepatitis B untuk Cegah Penularan

    Serang – Dinas Kesehatan Provinsi Banten (Dinkes Banten) gencar mengkampanyekan deteksi dini Hepatitis B (DDHB), khususnya pada ibu hamil. Hepatitis B, infeksi virus yang menyerang hati, dapat menyebabkan penyakit akut maupun kronis, bahkan berujung pada sirosis atau kanker hati. Data WHO tahun 2015 menunjukkan 257 juta orang hidup dengan infeksi Hepatitis B kronis, mengakibatkan sekitar 887.000 kematian.

    Kepala Dinas Kesehatan Ati Pramudji Hastuti mengatakan penularan Hepatitis B dapat terjadi secara vertikal (dari ibu ke bayi) dan horizontal (kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya, seperti hubungan seksual yang tidak aman atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril). Yang mengkhawatirkan, penularan vertikal mencapai 95%, dan 90% anak yang tertular dari ibunya akan mengalami Hepatitis B kronis.

     

    “Deteksi dini pada ibu hamil sangat penting,” jelas Kepala Dinkes Banten. “Jika ibu hamil terdeteksi positif Hepatitis B, bayinya akan diberikan Hepatitis B Immunoglobulin (HBIG) untuk perlindungan langsung, selain Vitamin K dan vaksin Hepatitis B,” ujar nya.

    Selain HBIG dan vaksin, Kepala Dinkes Banten juga menjelaskan upaya tambahan untuk menurunkan jumlah virus Hepatitis B pada ibu dengan pemberian antivirus (Tenofovir Disoproxil Fumarate) pada trimester ketiga kehamilan, terutama jika jumlah virus sangat tinggi. Hal ini sesuai dengan rekomendasi WHO.

    “Pemberian antivirus ini telah diinisiasi sejak 2022 dan terus diperluas. Saat ini, layanan ini tersedia di 9 fasilitas kesehatan di Kota Serang dan Kabupaten Tangerang. Target kami adalah perluasan ke seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Banten pada tahun 2025, minimal 50% fasilitas kesehatan per Kabupaten/Kota,” tambahnya.

    Kadinkes Banten menekankan bahwa Hepatitis B dapat dicegah dengan vaksin yang aman dan efektif. “Mari kita bersama-sama melawan Hepatitis B melalui deteksi dini dan vaksinasi,” ajak Kepala Dinkes Banten. (Adv)

  • Gubernur Andra Soni Launching Layanan Banten Sehat Melalui Mobile Clinik Berbasis Telemedicine

    Gubernur Andra Soni Launching Layanan Banten Sehat Melalui Mobile Clinik Berbasis Telemedicine

    Banten, Djawaranews.com – Pemerintah Provinsi Banten resmi meluncurkan program Mobile Clinic berbasis telemedicine sebagai bagian dari program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Banten di bidang kesehatan. Program inovatif ini bertajuk Layanan Banten Sehat, dan diresmikan langsung oleh Gubernur Banten dalam sebuah acara peluncuran yang berlangsung di Serang di pendopo kantor gubernur Provinsi Banten KP3B.Rabu (4/6/2025).

    Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah daerah memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil dan pelosok yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan konvensional. Dengan mengintegrasikan teknologi telemedicine, layanan ini memungkinkan masyarakat mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi medis jarak jauh secara real-time.

    Gubernur Banten dalam sambutannya menegaskan bahwa kesehatan adalah prioritas utama dalam 100 hari kerja pertama masa kepemimpinannya.

    “Kami ingin memastikan setiap warga Banten memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak, cepat, dan berkualitas, tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat layanan kesehatan,” ujar Gubernur.

    Layanan Mobile Clinic ini akan menggunakan armada kendaraan khusus yang dilengkapi dengan peralatan medis standar dan koneksi internet untuk mendukung sistem telemedis. Tenaga medis di lapangan akan bekerja sama dengan dokter spesialis yang berada di rumah sakit rujukan melalui platform digital yang aman dan terintegrasi.

    Program ini juga diharapkan mampu mengurangi beban fasilitas kesehatan tingkat pertama dan mempercepat proses deteksi serta penanganan dini terhadap berbagai penyakit. Pemerintah Provinsi Banten menargetkan penyebaran layanan ini secara merata di seluruh kabupaten dan kota dalam wilayah provinsi.

    Wakil Gubernur Banten menambahkan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat. “Edukasi kesehatan, pemeriksaan rutin, dan konsultasi gizi akan menjadi bagian dari layanan Mobile Clinic ini,” jelasnya.

    Masyarakat menyambut positif peluncuran layanan ini. Salah satu warga dari Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, mengaku antusias. “Biasanya kami harus ke kota untuk periksa kesehatan. Kalau sekarang bisa lewat mobil keliling dan langsung konsultasi dengan dokter lewat video, ini luar biasa,” ujarnya.

    Ke depan, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan ini dengan memperluas jangkauan, meningkatkan kapasitas SDM, dan memperkuat infrastruktur pendukung. Evaluasi rutin akan dilakukan untuk memastikan efektivitas program sesuai harapan.

    Dengan peluncuran Layanan Banten Sehat berbasis Mobile Clinic Telemedicine ini, Provinsi Banten menunjukkan langkah progresif dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif, adaptif terhadap teknologi, dan berpihak kepada masyarakat di seluruh lapisan tuturnya. (Adv)

  • Peresmian RSUD Labuan Kabupaten Pandeglang Oleh Gubernur Banten Andra Soni, Diberi Nama RSUD Irsyad Juwaeli

    Peresmian RSUD Labuan Kabupaten Pandeglang Oleh Gubernur Banten Andra Soni, Diberi Nama RSUD Irsyad Juwaeli

    Pandeglang, Djawaranews.com – Gubernur Banten Andra Soni meresmikan gedung dan operasional Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan yang berlokasi di Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Rabu (28/5/2025). Dalam peresmian tersebut, Andra Soni mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022, atas inisiasi pembangunan RSUD Labuan di Kabupaten Pandeglang. Sebagai bentuk penghormatan pemerintah Provinsi Banten kepada tokoh pejuang pembentukan Provinsi Banten, Andra Soni menetapkan UPTD RSUD Labuan dengan nama RSUD H. Muhammad Irsjad Djuwaeli.

    “Rumah sakit umum daerah ini saya resmikan dengan nama Rumah Sakit Umum Daerah H. Muhammad Irsjad Djuwaeli,” ujar Andra Soni.

    Apresiasi dan ucapan terima kasih juga diucapkan oleh Andra Soni untuk segenap direksi, para dokter, dan tenaga kesehatan di RSUD Labuan yang telah mempersiapkan pelayanan kesehatan maksimal kepada masyarakat. Beliau juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Labuan yang telah mendukung pembangunan UPTD RSUD Labuan.

    Andra Soni berharap UPTD RSUD Labuan secara bertahap dapat menambah fasilitas dan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat, berkontribusi dalam pembangunan Provinsi Banten untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, memicu pertumbuhan ekonomi baru, serta memberikan efek positif untuk masyarakat wilayah selatan Provinsi Banten.

    Selain itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi H, juga menyampaikan laporan kegiatan pada acara peresmian operasional UPTD RSUD Labuan.

    “RSUD Labuan dibangun untuk menunjang tercapainya target nasional dalam peningkatan akses layanan kesehatan yang berkualitas, sebagaimana tertuang dalam RPJMN dan Renstra Pemerintah Pusat 2025–2029, serta RPJMD dan Renstra Pemerintah Provinsi Banten 2025–2030,” ungkap Deden

    Deden juga mengungkapkan harapan untuk RSUD Labuan agar dapat meningkatkan derajat kesehatan dan angka harapan hidup masyarakat Provinsi Banten khususnya masyarakat Kabupaten Pandeglang.

    Seluruh layanan operasional RSUD ini dijadwalkan mulai aktif pada Senin, 2 Juni 2025. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti.

    Berdiri di atas lahan seluas 6.545 meter persegi, RSUD H. Muhammad Irsjad Djuwaeli memilik luas bangunan mencapai 8.581 meter persegi. Rumah sakit tipe C ini didukung oleh 391 tenaga Sumber Daya Manusia (SDM), yang terdiri dari delapan tenaga manajemen, 20 dokter spesialis, 25 dokter umum, 185 tenaga kesehatan paramedis keperawatan, 68 tenaga kesehatan paramedis non-keperawatan, serta 81 tenaga non-kesehatan.

    Saat ini UPTD RSUD Labuan dilengkapi dengan fasilitas pelayanan rawat jalan, rawat inap, hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD). Didukung dengan 14 instalasi, termasuk 17 poliklinik rawat jalan, instalasi rawat inap dengan total 124 tempat tidur yang terdiri dari 60 tempat tidur kelas tiga, 24 tempat tidur kelas dua, 16 tempat tidur kelas satu, serta lima tempat tidur ruang VIP.

    Untuk pelayanan darurat, IGD UPTD RSUD Labuan menyediakan sembilan tempat tidur serta didukung dua unit mobil ambulans. Selain itu, rumah sakit ini juga dilengkapi dengan instalasi bedah sentral yang memiliki tiga kamar operasi, instalasi radiologi fasilitas unggulan rumah sakit, ICU dengan tujuh tempat tidur, NICU dengan enam tempat tidur, serta instalasi rehabilitasi medis, laboratorium, farmasi, gizi, CSSD, IPSRS, hingga ruang pemulasaraan jenazah dengan alat pendingin.

    Acara peresmian tersebut turut dihadiri Bupati Kabupaten Pandeglang Dewi Setiani, Bupati Kabupaten Serang Ratu Rachmatuzakiyah, pimpinan dan Anggota DPRD Kab. Pandeglang, Anggota DPRD Banten Daerah Pemilihan Kab. Pandeglang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten dan Kabupaten Pandeglang, Kepala Desa dan Kecamatan se-Kabupaten Pandeglang, serta perwakilan organisasi masyarakat, kepemudaan, dan tokoh masyarakat setempat. (Adv)

  • Buka Gymnastics Tangerang Talent Championship 2025, Kaonang : Kolaboras dengan Pengcab Persani

    Buka Gymnastics Tangerang Talent Championship 2025, Kaonang : Kolaboras dengan Pengcab Persani

    Kota Tangerang, Djawaranews.com – Walikota Tangerang diwakili Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kaonang membuka Gymnastics Tangerang Talent Championship di Tangerang Convention Center (TCC) Cimone, Selasa pagi 27 Mei 2025.

    Kejuaraan senam ini kolaborasi Pengurus Cabang Persatuan Senam Indonesia (Pengcab Persani) Kota Tangerang Dispora. Gymnastics Tangerang Talent Championship berlangsung 26 – 28 Mei 2025. Ada sebanyak 45 atlet dari klub dan sekolah yang ada di Kota Tangerang.

    Hadir dalam pembukaan kejuaraan tersebut Ketua Pengcab Persani Kota Tangerang Sumarti, Sekretaris Dispora Helmiati, Kabid Olahraga Dispora Jejen Jaenudin, Kabid Pemuda Supendi, Ketua Tim Kerja Olahraga Dispora Elvida Nuke Nilvana dan Edi Ruhiyat, Ketua Koni Kota Tangerang Dirman.

    Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang menjelaskan turnamen ini tindak lanjut dari pelatihan pelatih, wasit/juri tingkat dasar cabang olahraga senam yang telah dilaksanakan pada 19 – 22 April 2025 dan diikuti para guru olahraga serta pelatih dari klub-klub di Kota Tangerang.

    “Kami juga memberikan peluang kepada calon pelatih baru senam untuk melakukan pembinaan di sekolah/klubnya masing-masing,” terang Kepala Dispora Kaonang.

    Ketua Pengcab Persani Kota Tangerang, Sumarti menjelaskan kejuaraan ini digelar untuk mencari talent/bakat alami pesenam. Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Banten 2026, Persani Kota Tangerang terus melakukan pembinaan terhadap para atlet.

    Mengenai venue Persani, kata Sumarti yang juga anggota DPRD Kota Tangerang, pihaknya terus mendorong kepada Pemerintah Kota Tangerang untuk segera dibangun. Direncanakan, pembangunan venue gymnastic Kota Tangerang dimulai tahun 2025 ini.

    Peserta Gymnastics Tangerang Talent Championship 2025 ini usia dari SD sampai SMA sederajat. Adapun kategori yang dipertandingkan dalam kejuaraan ini, kata Heru yakni ALP 1, ALP 2, ALP 3 dan aerobic individual man serta aerobic individual women. (Adv)

  • Permudah Mobilitas Masyarakat, Pemprov Banten Jajaki Pelayanan Transportasi Massal

    Permudah Mobilitas Masyarakat, Pemprov Banten Jajaki Pelayanan Transportasi Massal

    Serang, Djawaranews.com – Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Pemerintah Provinsi Banten sedang melakukan penjajakan informasi terkait pelayanan transportasi publik. Sebagai upaya membangun konektivitas transportasi publik bagi masyarakat.

    Demikian disampaikan Andra Soni usai melakukan pertemuan dengan Direktur Utama (Dirut) Perum DAMRI Setia N. Milatia Moemin beserta jajaran di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl. Brigjen KH Syam’un No.5, Kota Serang, Kamis (15/5/2025).

    “Tadi kita membahas terkait layanan yang dapat diberikan kepada masyarakat. Salah satunya mengenai transportasi publik atau massal,” ungkap Andra Soni.

    Andra Soni berharap dari pembahasan tersebut dapat ditindaklanjuti dinas terkait, sebagai upaya konektivitas pelayanan transportasi publik.

    “Nanti akan kita tindaklanjuti hal-hal apa yang bisa kita kerjasama atau hal-hal apa yang bisa kita inisiasi sendiri,” katanya.

    Lebih lanjut, Andra Soni menuturkan, upaya konektivitas transportasi masal tersebut tidak jauh berbeda dengan bus rapid transit (BRT) yang telah diterapkan di sejumlah daerah.

    “Kalau kita namanya Barata (Banten Rapid Transit). Jadi salah satu program yang saya tawarkan kepada masyarakat adalah kaitan dengan konektivitas masalah transportasi. Intinya segala daya dan upaya akan kita lakukan untuk pelayanan maksimal kepada masyarakat,” imbuhnya.

    Sementara, Direktur Utama (Dirut) Perum DAMRI Setia N. Milatia Moemin menyampaikan pihaknya akan membantu Pemprov Banten dalam rangka meningkatkam aksesibilitas dan fasilitas mobilitas masyarakat.

    “Kami harus mendukung pergerakan ekonomi. Maka setiap daerah yang memiliki keinginan meninggikan aksesibilitas dan fasilitas mobilitas transportasi masyarakat, kami harus bantu dan dukung,” ujarnya.

    Selanjutnya, Milatia juga menyebutkan mobilitas masyarakat, baik dalam kota maupun mobilitas masyarakat dari Serang menuju Jakarta dan sebaliknya cukup tinggi. Sehingga telah dibutuhkannya konektivitas transportasi publik.

    “Tadi kita coba bahas bagaimana membuat interkonektivitas antara Serang dan sekitarnya serta dengan Jakarta. Sehingga mempermudah mobilitas masyarakat,” katanya.

    Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo menuturkan terdapat dua hal yang yang menjadi pembahasan antara Pemprov Banten bersama Perum DAMRI. Di antaranya layanan transportasi perkotaan di Kota Serang dan konektivitas transportasi menuju Jakarta.

    “Konsepnya itu (seperti Tranas Banten, red) untuk di dalam perkotaan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat kita siapkan pembahasan lanjutannya,” pungkasnya. (Adv)

  • SPMB 2025: Plh Bupati Serang Tegaskan Aturan Tak Boleh Dilanggar

    SPMB 2025: Plh Bupati Serang Tegaskan Aturan Tak Boleh Dilanggar

    Serang, Djawaranews.com – Pelaksana Harian (Plh) Bupati Serang, Rudy Suhartanto, mengingatkan keras agar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025 tidak menyimpang dari aturan atau petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud). Penekanan ini berlaku untuk semua jalur penerimaan, baik domisili, afirmasi, prestasi, maupun mutasi.

    Peringatan tersebut disampaikan Rudy usai Penandatanganan Komitmen Bersama Dukungan SPMB Tahun 2025 di Pendopo Bupati Serang, Jumat (23/5/2025). Acara ini melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Banten dari Kemendikbud, Ombudsman, serta pihak terkait lainnya.

    “Yang pasti kita berupaya semaksimal mungkin supaya semua masuk dalam koridor aturan main, seperti apa yang sudah digariskan oleh kementerian pendidikan. Jangan ada lagi yang mencoba untuk keluar dari jalur itu,” tegas Rudy.

    Evaluasi SPMB 2024 dan Perbaikan Sistem

    Rudy menjelaskan bahwa penandatanganan komitmen bersama ini juga menjadi momen evaluasi kinerja sistem penerimaan siswa baru tahun 2024 di Provinsi Banten yang sempat dievaluasi oleh kementerian dan dihadiri Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    “Prinsipnya Kabupaten Serang sudah cukup baik untuk penerimaan siswa barunya, komitmen sudah cukup kuat, kemudian menjalankan berbagai macam otonomi sudah bagus,” ujarnya.

    Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dan sosialisasi yang efektif kepada masyarakat. Koordinasi yang kuat antara tim panitia penerima siswa baru di sekolah (SD dan SMP) dan Dindikbud diharapkan mampu mengatasi berbagai persoalan yang mungkin timbul dengan cepat.

    Sebagai bahan evaluasi, Rudy juga menyoroti insiden sistem down pada SPMB 2024. Untuk itu, pemerintah pusat melalui Kominfo dan Kemendikbud telah berupaya optimal agar peristiwa serupa tidak terulang di tahun 2025. “Ini kan memicu reaksi yang sangat luar biasa. Kami ingin Kominfo Kabupaten Serang memperkuat sistem itu supaya jangan terjadi seperti tahun kemarin,” harapnya.

    Apresiasi dan Jadwal Pendaftaran

    Kepala BPMP Provinsi Banten, Afrizal Sihotang, mengapresiasi suksesnya proses SPMB Tahun 2024 di Kabupaten Serang. Ia berharap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2025 yang kini berganti nama menjadi SPMB dapat berjalan lebih sukses, atau minimal sama baiknya dengan tahun sebelumnya.

    “Harapan kami kepada Pemkab Serang melalui Pak Kadis Pendidikan dan rekan-rekan media semua untuk mensosialisasikan, karena juknis untuk SPMB tahun 2025 ini sudah ditandatangani,” jelas Afrizal.

    Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Asep Nugrahajaya, menambahkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat keputusan kepala dinas terkait tata cara SPMB sejak 6 Maret 2025. “Sehingga surat keputusan dan hal-hal teknis lainnya sudah disiapkan sebelumnya. Tinggal kita minta dukungan dari semua pihak,” kata Asep.

    Asep juga merinci jadwal pendaftaran:

    SD: 21 Juni – 30 Juni

    SMP: 23 Juni – 27 Juni

    Seleksi SD: 1 Juli – 5 Juli

    Seleksi SMP: 30 Juni – 4 Juli

    Pengumuman Serentak (SD & SMP): 7 Juli

    Daftar Ulang (SD & SMP): 8 Juli – 11 Juli

    Kapasitas dan Jalur Penerimaan

    Untuk tahun 2025, Dindikbud Kabupaten Serang menyiapkan:

    Taman Kanak-kanak (TK): 178 satuan pendidikan dengan daya tampung 7.695 siswa.

    Sekolah Dasar (SD): 745 satuan pendidikan dengan daya tampung 36.649 siswa.

    Sekolah Menengah Pertama (SMP): 204 satuan pendidikan dengan daya tampung 23.706 siswa.

    “Semuanya dipersilakan nanti masyarakat ada yang melalui jalur daring, luring, dan blended,” papar Asep.

    Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Asisten Daerah (Asda) 3 Bidang Administrasi Umum Ida Nuradi, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Haerofiatna, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Warneery Poetri, Kabag Hukum Lalu Farhan Nugraha, dan Camat Anyer Imron Ruhyadi. (Adv)