Kategori: Advertorial

  • Ucapan Hari Pramuka ke 64 Tahun DLH Kota Tangerang Selatan

    Ucapan Hari Pramuka ke 64 Tahun DLH Kota Tangerang Selatan

    Keluarga Besar DLH Kota Tangerang Selatan Mengucapkan Selamat Hari Pramuka ke 64 Tahun. “Kolaborasi Untuk Membangun Ketahan Bangsa”

  • DPKP dan Bulog Tanda Tangani Kerja Sama Pengelolaan Cadangan Pangan

    DPKP dan Bulog Tanda Tangani Kerja Sama Pengelolaan Cadangan Pangan

    Tangerang – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang dan Perum Bulog Cabang Tangerang melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Kabupaten Tangerang Tahun 2025.

    Pelaksanaan acara Penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut dilaksanakan di UPTD Penyuluhan pertanian, Curug, Senin (11/08/2025).

    Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ir Asep Jatnika Sutrisno, MM menjelaskan pengelolaan cadangan pangan pemerintah daerah merupakan amanat Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan yang bertujuan menjaga ketersediaan beras sebagai cadangan pangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang dalam menghadapi masalah pangan seperti kekurangan pangan, gejolak harga pangan dan atau keadaan darurat.

    Sampai dengan tahun 2025, DPKP Kabupaten Tangerang memiliki beras CPPD dengan akumulasi 191.697,72 KG. Pada tahun anggaran 2025, Dinas Pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten Tangerang bermaksud untuk melakukan pembelian kembali beras kepada kepada Bulog Cabang Tangerang sebanyak 200.000 KG.

    Kepala Bulog Cabang Tangerang Omar Sharif mengatakan Perum Bulog telah melaksanakan Pengelolaan Cadangan Pangan dengan Pemkab Tangerang sejak tahun 2017.

    Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 15 Tahun 2023, Target jumlah cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) adalah sebanyak 341.32 Ton.

    Adapun total kuantum cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) Kabupaten Tangerang dari tahun 2017 sampai saat ini mencapai 191,70 ton.

    “kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Tangerang yang telah kembali mengamanatkan CPPD kepada Bulog, ini amanat pemerintah untuk mengelola cadangan pangan yang sama-sama kita lakukan, ” Ujar omar. (Adv)

  • Bupati Tangerang Lepas Gerak Jalan dan Buka Bazar UMKM di Kecamatan Kelapa Dua

    Bupati Tangerang Lepas Gerak Jalan dan Buka Bazar UMKM di Kecamatan Kelapa Dua

    TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melepas peserta gerak jalan sehat yang dirangkaikan dengan bazar dan pameran UMKM Ngider Kecamatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Kelapa Dua. Kegiatan ini digelar oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan media partner About Tangerang, bertempat di Stadion Mini Kecamatan Kelapa Dua, Minggu (10/8/25).

    Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memeriahkan perayaan HUT RI dengan penuh semangat dan kegembiraan sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan, cinta dan bangga kepada bangsa.

    “Alhamdulillah, semuanya hadir dalam keadaan sehat, bahagia dan penuh kegembiraan. Kita hadir di sini untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang telah memerdekakan Republik Indonesia. Terima kasih kepada warga Kecamatan Kelapa Dua yang telah memasang Bendera Merah Putih, sebagai wujud cinta dan bangga kepada bangsa kita,” ujar Bupati.

    Bupati juga mengajak peserta dan masyarakat Kec. Kelapa Dua untuk memanfaatkan momentum kegiatan tersebut bukan hanya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tetapi juga untuk mempererat kebersamaan dan persatuan, sekaligus mendukung ekonomi lokal dan daerah

    “Setelah gerak jalan, mari kita belanja di UMKM. Selain menyehatkan badan, kita juga membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Saya bangga kepada masyarakat Kelapa Dua, semoga UMKM semakin maju dan perekonomian semakin berkembang,” imbuhnya.

    Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan meningkatkan daya saing produk lokal. 

    “Pameran festival UMKM ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkab Tangerang dalam memberdayakan koperasi dan usaha mikro. Harapannya, produk-produk UMKM dapat semakin dikenal, pasar semakin luas, dan terjalin jejaring usaha yang kuat,” ujar Anna.

    Sementara itu, Camat Kelapa Dua, Dadang Sudrajat menyampaikan rasa bangga atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian acara dalam rangka memeriahkan HUT Ke-80 RI.

    “Partisipasi masyarakat yang luar biasa membuktikan bahwa semangat kebersamaan di Kelapa Dua sangat tinggi. Kegiatan ini bukan hanya memperingati HUT RI, tapi juga menjadi wadah silaturahmi dan dukungan nyata untuk UMKM. Kami siap bersinergi dengan semua pihak untuk terus memajukan Kelapa Dua,” ungkapnya.

    Acara ini diikuti ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat, perangkat kecamatan, keluaran dan desa, para pelaku UMKM, serta organisasi kemasyarakatan. Selain gerak jalan sehat, pengunjung juga menikmati bazar dan pameran UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan lokal serta cek kesehatan gratis. (Adv)

  • Pemkab Tangerang Tegaskan Komitmen Turunkan dan Cegah Kasus Baru Stunting

    Pemkab Tangerang Tegaskan Komitmen Turunkan dan Cegah Kasus Baru Stunting

    Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali menegaskan komitmennya dalam menurunkan angka stunting serta mencegah kasus baru stunting melalui Gerakan Cegah Stunting. Dalam acara tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Sri Indriyani, MKM memaparkan sejumlah strategi serta capaian terkini terkait penanganan stunting di Kabupaten Tangerang.

    Menurut dr. Sri Indriyani, stunting tidak terjadi secara mendadak, melainkan merupakan akibat dari berbagai faktor yang berlangsung dalam jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa ada dua kategori penyebab stunting: faktor spesifik dan faktor sensitif. Faktor spesifik berkaitan langsung dengan kesehatan, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

    “Selama 1.000 HPK inilah kita bentuk generasi yang sehat dan bebas stunting. Ibu hamil harus sehat, mendapat asupan gizi yang cukup, dan setelah lahir, bayi harus mendapatkan ASI eksklusif,” terang dr. Sri saat kegiatan Gerakan Cegah Stunting di Aula Pendopo Kabupaten Tangerang. Senin, (4/8/25)

    Ia menambahkan, pemberian ASI eksklusif terbukti dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan bayi hingga 13%. Selain itu, lingkungan yang bersih, makanan bergizi, dan sanitasi yang layak juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak.

    Lebih lanjut, dr. Sri juga memaparkan peran besar Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam pencegahan stunting. Sejak tahun 2022, Pemkab telah membentuk Tim Gebrak Tegas, yang terdiri dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengawal penanganan stunting di 29 kecamatan.

    “Kami juga menempatkan 29 dokter spesialis anak di Puskesmas dan menyiapkan anggaran untuk pemberian makanan tambahan lokal bagi balita dan ibu hamil dengan masalah gizi,” ungkapnya.

    Program Grebeg Posyandu juga disebut sebagai salah satu langkah strategis. Melalui kegiatan tersebut, seluruh balita di Kabupaten Tangerang diwajibkan menjalani pengukuran dan penimbangan secara rutin. Hasilnya, pada tahun 2024 hingga pertengahan 2025, angka stunting di Kabupaten Tangerang berhasil turun dari 7,7% pada tahun 2024 menjadi 7,3% di tahun 2025

    Sebagai pesan penutup, dr. Sri mengajak seluruh masyarakat, khususnya para ibu balita, untuk aktif berperan dalam upaya pencegahan stunting.

    “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ibu-ibu harus pastikan anaknya ditimbang sebulan sekali di Posyandu, dan betul-betul memperhatikan asupan gizi. Kalau ditemukan sejak dini, stunting bisa dicegah dan ditangani,” pungkasnya.

    Dengan kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat, Kabupaten Tangerang menargetkan penurunan stunting yang lebih signifikan di tahun-tahun mendatang, demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif. (Adv)

  • Pemkot Tangsel dan Pemkab Pandeglang Resmi Tandatangani Kerja Sama Penanganan Sampah

    Pemkot Tangsel dan Pemkab Pandeglang Resmi Tandatangani Kerja Sama Penanganan Sampah

    CIPUTAT – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang resmi menandatangani perjanjian kerja sama penanganan sampah.

    Penandatanganan dilakukan di Ruang Anggrek, Puspemkot Tangsel, Jumat (25/07/2025), dan dihadiri Wakil Bupati Pandeglang, Ling Andri Supriadi.

    Usai penandatanganan, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, proses kerja sama dengan Pemkab Pandeglang itu telah didiskusikan sejak lama.

    “Diskusi ini sudah cukup lama dilalui Pak Wali Kota dan juga oleh Bupati Pandeglang dan kami tindaklanjuti. Diskusi itu menghasilkan poin-poin kesepakatan yang tercantum dalam kontrak kerja sama,” katanya.

    Pilar menuturkan, kerja sama tersebut bisa berjalan berkat dukungan dari DPRD Kota Tangsel, DPRD Kabupaten Pandeglang dan masyarakat.

    “InsyaAllah setelah proses kontrak kerja sama ini nanti tindak lanjutnya adalah menunggu anggaran perubahan, lalu lelang transporternya. Ada beberapa tahap sampai akhir Agustus bisa mulai beroperasional 500 ton perhari ke TPA Bangkonol yang ada di Pandeglang,” tutur Pilar.

    Pilar menerangkan, kerja sama penanganan sampah tersebut berjalan setelah Kementerian Lingkungan Hidup memperbolehkan TPA Bangkonol aktif menjadi tempat pengolahan sampah.

    “Dari Kementerian Lingkungan Hidup diperbolehkan karena layak mengelola sampah. Sedangkan di TPA Cipeucang Tangsel kan saat ini overload, maka kita kerjasamakan pengolahan sampah selama 4 tahun sambil menunggu projek PSEL selesai,” terangnya.

    Di tempat yang sama, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi mengatakan, warganya mendukung adanya kerja sama penanganan sampah dari Kota Tangsel ke TPA Bangkonol itu.

    Menurutnya, rute yang dilalui truk pengangkut sampah tak banyak melintasi pemukiman sehingga tak akan mengganggu masyarakat sekitar.

    “Di Bangkonol alhamdulillah masyarakat kita sangat welcome, menyambut baik kerja sama ini dan kaitan hal-hal lain tentu ada evaluasi yang kami lakukan,” ujar Ling

    “InsyaAllah kita berdoa kepada Allah karena memang kerjasama ini semata-mata untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Pandeglang dan masyarakat Kota Tangsel tentu kita akan berupaya semaksimal mungkin supaya kerjasama ini dapat sesuai yang diharapkan kita bersama,” tambahnya. (Adv)

  • Peringati HAN 2025, Bupati Serang Komitmen Lindungi Anak dan Ciptakan Generasi Unggul

    Peringati HAN 2025, Bupati Serang Komitmen Lindungi Anak dan Ciptakan Generasi Unggul

    Serang – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan komitmennya dalam menciptakan generasi bangsa yang tangguh dan berkualitas. Hal ini disampaikan Ratu Zakiyah saat Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahujn 2025 di Lapangan Tennis Indoor pada Rabu, 23 Juli 2025.

    “Saya selalu mendukung kegiatan anak-anak karena mereka adalah generasi penerus kita. Oleh karena itu, kami terus mendorong berbagai program yang mendukung tumbuh kembang anak, terutama di masa usia belajar,” ujar Bupati Zakiyah.

    Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan dan kekerasan seksual.

    “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan peran serta masyarakat, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan, untuk melaporkan berbagai potensi ancaman terhadap anak,” tegasnya.

    Bupati Zakiyah juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk meningkatkan edukasi kepada anak-anak agar mereka berani berbicara jika mengalami atau melihat hal-hal yang tidak pantas.

    “Kita dorong anak-anak agar bisa speak up, menyampaikan kepada keluarga atau orang terdekat jika ada hal-hal yang tidak menyenangkan. Ini bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi mereka,” tambahnya.

    Selain itu, peran Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) juga diapresiasi atas kontribusinya dalam pendampingan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Pemerintah terus melakukan inovasi dan sosialisasi hingga ke tingkat desa untuk memperkuat perlindungan anak.

    Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Serang juga memberikan penghargaan kepada sejumlah kecamatan yang dinilai ramah anak, sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif mereka dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.

    “Kecamatan ramah anak bukan hanya simbol, tapi bentuk nyata bahwa ada ruang aman bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan menyampaikan aspirasinya,”tuturnya.

    Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang, Encup Suplikah mengatakan Perinatah HAN Tahun 2025 dikolaborasikan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang dirangkaikan dengan Lebaran Anak Yatim dengan memberikan santunan kepada 1.510 anak yatim. ”Peringatan Hari anak Nasional dan Lebaran Anak Yatim sebagai bentuk kepedulian terhadpa generasi penerus khususnya di Kabupaten Serang,”ujarnya.

    Turut hadir Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Pj Sekda Kabupaten Serang Ida Nuraida, para kepala OPD, Ketua Baznas Kabupaten Serang, Badruddin, para tamu undangan dan ribuan anak yatim. (Adv)

  • Nurlaelah : Bidang SDA Memiliki Peran Penting Dalam Mendukung Kegiatan Pertanian

    Nurlaelah : Bidang SDA Memiliki Peran Penting Dalam Mendukung Kegiatan Pertanian

    SERANG – Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang memiliki tugas dan fungsi terkait pengelolaan sumber daya air, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan infrastruktur sumber daya air seperti irigasi, pengendali banjir, dan drainase, serta pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

    Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Serang Nurlaelah mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun rencana program dan kegiatan di bidang sumber daya air, termasuk penyusunan rencana induk sistem jaringan irigasi, rencana umum dan detail tata ruang bidang SDA, dan rencana kegiatan pemeliharaan dan rehabilitasi. Hal tersebut guna mendukung kebijakan Pemerintah pusat yang mengeluarkan Inpres untuk percepatan infrastruktur irigasi dalam rangka mendukung swasembada pangan.

    “Kabupaten Serang mengajukan usulan untuk dilaksanakan pada tahun 2025 dan disetujui karena dokumen perencanaan yang lengkap. Namun anggaran DAK untuk irigasi awalnya direncanakan pada tahun 2025, tetapi ada efisiensi di pemerintah pusat,” jelas Nurlaelah saat ditemui di ruangannya. Kamis, (24/7/25).

    Selain Menyusun, PUPR Kabupaten Serang juga memiliki tugas melaksanakan kegiatan konstruksi, rehabilitasi, dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air, seperti pembangunan dan perbaikan saluran irigasi, bendungan, embung, serta sistem pengendali banjir dan drainase. Namun karena pengaruh efesiensi dari pusat, kegiatan tersebut belum bias dikerjakan.

    “Kegiatan fisik di 2025 masih nol karena efisiensi dan musibah bencana banjir bandang yang merusak irigasi. Bencana banjir bandang menyebabkan kerusakan berat pada irigasi, mengakibatkan lebih dari 102.100 ha lahan tidak teraliri. Masyarakat membutuhkan penanganan segera, tetapi anggaran belum tersedia,” jelasnya.

    Nurlaelah menjelaskan Penanganan irigasi diatur berdasarkan kewenangan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sesuai Permen PU dimana Kabupaten Serang memiliki 262 daerah irigasi (DI) yang teridentifikasi dengan kewenangan kabupaten (di bawah 1.000 ha).

    Lebih lanjut, Nurlaelah mengatakan Bidang SDA memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pertanian, pengendalian banjir, penyediaan air bersih, serta menjaga kelestarian lingkungan. Dirinya berharap agar dalam waktu dekat anggaran tersebut ada agar pihaknya sudah dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat langsung kepada masyarakat.

    “Dengan pengelolaan yang baik, bidang SDA dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Serang dengan tentunya didukung oleh adanya anggaran untuk melakukan pembangunan ataupun pemeliharaan,” pungkasnya. (Adv)

  • Dinkes Banten Gelar Khitanan Massal di Tirtayasa

    Dinkes Banten Gelar Khitanan Massal di Tirtayasa

    SERANG – Dinas Kesehatan Provinsi Banten bersama DPRD Banten menggelar bakti sosial khitanan massal di Kp. Susukan RT 01 / 01 Desa Susukan Kec Tirtayasa Kabupaten Serang. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan layanan kesehatan dasar. Selain pelayanan medis, peserta juga menerima bingkisan dan obat-obatan.

    Kepala Seksi Mutu dan Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Provinsi Banten, drg. Nimas Teguh Widhanarti mengatakan kegiatan bhakti sosial khitanan massal merupakan program kerja di Dinas Kesehatan Provinsi Banten yang di lakukan bersama DPRD Banten.

    “Sinergi antara Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Komisi V DRPD Banten bertujuan agar kesehatan anak terjaga sejak dini, karena anak adalah generasi penerus bangsa. Selain menjalankan perintah agama, secara medis bermanfaat meningkatkan kebersihan genital dan mencegah infeksi penyakit seksual di kemudian hari,” jelasnya. Rabu, (22/7/25).

    Sementara itu, Taufiq Hidayat, Anggota DPRD Provinsi Banten Komisi V mengatakan khitanan menjadi salah satu bagian dari syariat agama dan wajib hukumnya bagi anak laki-laki. Dari pandangan agama, fungsi dari khitan adalah mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah.

    Sedangkan secara medis, khitan mempunyai Faedah yang sangat penting yakni untuk membuang bagian anggota tubuh yang menjadi persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan lainnya yang dapat membahayakan kesehatan.

    Khitanan Massal ini adalah program dari kerjasama DPRD Banten dengan Dinkes Provinsi Banten untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Banten

    “Program ini merupakan aspirasi masyarakat yang kami fasilitasi melalui kerjasama dengan Dinkes Banten untuk memberikan keringanan kepada masyarakat. Proses Khitan yang dilakukan tidak mengeluarkan darah karena dilakukan dengan laser dan bisa langsung kering serta bisa langsung jalan. Diharapkan masyarakat bisa terbantu dengan adanya program ini,” tutur (Adv)

  • Tingkatkan Akses Air Minum Masyarakat, DPUPR Kabupaten Serang Terus Bangun SPAM

    Tingkatkan Akses Air Minum Masyarakat, DPUPR Kabupaten Serang Terus Bangun SPAM

    SERANG – Pembangunan Sarana Penyediaan Air Minum (SPAM) terus dilakukan DPUPR Kab Serang dari tahun ke tahun guna meningkatkan akses Air Minum masyarakat Kab Serang. Pada tahun 2025, DPUPR melakukan pembangunan maupun peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan pada 21 lokasi yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

    Hal ini tentunya harus diapresiasi mengingat Kabupaten Serang adalah Kabupaten yg mendapatkan DAK Bidang Air Minum dengan lokasi desa paling banyak dan nilai tertinggi dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lain di Banten.

    Pembangunan pondasi untuk menara tampungan air (water torn).

    Kabid Sanitasi dan Air Minum pada DPUPR Kabupaten Serang Muhammad Ronny Natadipraja mengatakan pencapaian tersebut tentunya harus didukung oleh peran serta semua stakeholder agar Program DAK Bidang Air Minum di Kabupaten Serang dpt berjalan dg baik. Kegiatan DAK  dilakukan dengan metode swakelola masyarakat, tiap desa membentuk Kelompok Masyarakat (POKMAS) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan di desanya masing masing.

    “Untuk memastikan POKMAS mengerti dan memahami tugas dan kewajibannya, maka sebelum mulai kegiatan DPUPR telah melakukan pelatihan peningkatan kapasitas POKMAS untuk mengupgrade pengetahuan dan keilmuan POKMAS tentang Program,” Ronny. Kamis, (24/7/25).

    “Selain itu POKMAS juga didampingi Tenaga Fasilitator Masyarakat yang akan membimbing POKMAS dalam tiap tahapan kegiatan,” sambungnya.

    Menurut Ronny, dengan dilibatkannya masyarakat dalam tiap tahapan kegiatan, diharapkan kualitas bangunan SPAM yang dihasilkan dapat sesuai dengan spesifikasi yang telah direncanakan agar bangunan dapat berfungsi optimal dalam melayani kebutuhan masyarakat akan air minum.

    Sedangkan untuk pengelolaan dan pemeliharaan sarana, lanjutnya, dibentuklah Kelompok Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum (Kp Spam) di tiap desa yg bertanggung jawab atas keberlanjutan sarana.

    “Namun yg harus kita garis bawahi bahwa peran pemerintah desa dalam hal ini Kepala Desa sangat signifikan dlm mensukseskan program air minum ini,” jelasnya.

    Menurut Ronny, Kepala Desa serta Pokmas bertanggung jawab atas keberhasilan pembangunan SPAM di desanya. Kepala desa juga harus mampu mengawal Kp Spam dalam mengoperasionalkan dan memelihara sarana air minum yang sudah dibangun.

    “Sudah saatnya semua stake holder peduli akan pentingnya kebersamaan dan sinergitas dlm mencapai akses air minum layak dan aman di Kabupaten Serang,”pungkasnya. (Adv)

  • Ucapan Hari Bhakti Adhyaksa Bappeda Kabupaten Tangerang

    Ucapan Hari Bhakti Adhyaksa Bappeda Kabupaten Tangerang

    Bappeda Kabupaten Tangerang mengucapkan selamat Hari Bhakti Adhyaksa 2025