Penulis: Redaksi DjawaraNews

  • Naik Kelas, Tangsel Raih Predikat Kota Layak Anak Kategori Utama 2025

    Naik Kelas, Tangsel Raih Predikat Kota Layak Anak Kategori Utama 2025

    JAKARTA – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menorehkan prestasi Nasional dengan meraih piagam penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Kategori Utama 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.

    Kategori Utama ini salah satu yang tertinggi menunjukkan bahwa daerah tersebut telah mencapai tingkat pemenuhan hak dan perlindungan anak yang signifikan. Dimana, mengalami kenaikan peringkat yang sebelumnya di Kategori Nindya.

    Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi kepada Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan yang mewakili Wali Kota Benyamin Davnie, pada seremoni di Jakarta, Jumat (8/8/2025).

    “Alhamdulillah tahun ini Tangerang Selatan bisa mendapatkan penghargaan kategori utama merupakan salah satu yang tertinggi se-Nasional. Dan kami terus berkomitmen untuk melaksanakan berbagai program aksi dalam menjadikan Tangsel kota yang ramah terhadap anak,” ujar Pilar.

    Pilar menjelaskan, penilaian KLA mencakup sejumlah kluster, di antaranya hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, hingga perlindungan khusus bagi anak.

    Pemerintah Kota Tangsel, lanjut Pilar, melalui berbagai pemangku kepentingan yang dimotori Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3AP2KB), gencar melakukan perlindungan dan advokasi terhadap korban kekerasan serta pelecehan anak.

    Selain itu, Pemkot Tangsel juga membangun ruang publik dan sarana bermain serta belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan, serta langkah-langkah lainnya dalam memperjuangkan kebutuhan tumbuh kembang anak.

    “Terima kasih atas penghargaan ini, piagam ini bukanlah akhir dari perjuangan Pemkot Tangsel dalam memajukan kesejahteraan anak. Tetapi ini merupakan cambukan bagi kami untuk membuat langkah program yang lebih nyata dan baik lagi ke depannya,” kata dia.

    Sementara itu, Menteri PPPA, Arifah Fauzi menyampaikan penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan kesungguhan para kepala daerah beserta jajarannya dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

    “Hal ini sejalan dengan amanat konstitusi yang mewajibkan negara untuk memenuhi seluruh hak anak, memberikan perlindungan, serta menghargai pandangan mereka, sebagaimana diatur dalam Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi melalui berbagai peraturan perundang-undangan,” ujar Arifah.

    Menurut Arifah, mewujudkan KLA bukanlah tugas yang mudah tanpa adanya komitmen kuat dari pimpinan daerah, dukungan kebijakan, serta program terpadu yang berfokus pada pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. (Adv)

  • Mencuri Sepeda Motor di Jalan Kolam Renang Berastagi, Diciduk di Sempajaya Usai Tersenggol Angkot

    Mencuri Sepeda Motor di Jalan Kolam Renang Berastagi, Diciduk di Sempajaya Usai Tersenggol Angkot

    TANAH KARO, SUMUT – Pekerjaan nekat dilakukan oleh Evan Parlindungan (27) dengan melarikan sepeda motor Merek Honda Scoopy, dengan nomor polisi BK 3483 AKD,Jumat (08/08/2025 di Jalan Kolam Renang,Kelurahan Gundaling I Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara.

    Evan melarikan Sepeda motor ini yang parkir dirumah korban atas nama Yudi (31) dengan keadaan kunci kontak masih tergantung di sepeda motor.

    Hal ini mempermudah Evan untuk membawa kabur sepeda motor tersebut,karena dari awal,Evan sudah melakukan pantauan dan menggambar situasi,saat sepeda motor dinyalakan dan dibawa lari,ketahuan oleh korban ,dengan spontan teriak,namun Evan tidak menghiraukan langsung tancap gas kearah Medan.

    Tapi perjalanan Evan tidak mulus,karena warga ada yang mengejar,sehingga Evan harus melarikan kereta dengan kecepatan tinggi,namun naas karena Sepeda motor Evan bersenggolan dengan Angkot Sigantang Sira di Depan Hotel Grand Mutiara Jalan Jamin Ginting’s Desa Sempajaya (Peceren) Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara.

    Evan pun akhirnya tersungkur dan langsung diamankan warga lalu diserahkan ke Pihak Polsek Berastagi.

    Masih baik nasibnya itu bang,hampir mau dihabisi massa, jadi masih bersyukurlah dia hanya menjalani hukuman lalu nanti bertobat.”Ujar salah satu warga yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), RS (36).

    Pihak Kepolisian yakni Kapolsekta Berastag,AKP Henryg D Tobing SH saat dikonfirmasi media membenarkan adanya terjadi seorang pemuda diamankan di Polsek Berastagi,menurut pengakuan warga,dia menyuri sepeda motor,masih kita dalami kasusnya,kita juga pihak keluarga membuat pengaduan.”Tutupnya.
    (Erianto Perangin-Angin)

  • Walikota Serang Cek Hasil Pembangunan Jalan Desa Bendung

    Walikota Serang Cek Hasil Pembangunan Jalan Desa Bendung

    KOTA SERANG – Meski hari libur, hal tersebut bukan menjadi hambatan bagi Walikota Serang Budi Rustandi bersama jajarannya untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur di Kota Serang.

    Seperti dilakukannya pada hari ini, Sabtu (9/8/2025). Budi Rustandi didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Serang Iwan Sunardi melakukan pengecekan hasil pembangunan jalan Akses Desa Bendung, tepatnya didepan perumahan Puri Harmoni Indah, Kecamatan Kasemen, dengan cara dibangunan betonisasi.

    Sekedar informasi, pembangunan jalan betonisasi Akses Desa Bendung ini dibiayai dari dana CSR dari PT Bunangun Mitra Mandiri dengan waktu pelaksanaan selama 45 hari, terhitung tanggal kontrak pada 16 Juni 2025 kemarin.

    Menurut Budi, saat ini kondisi akses jalan Desa Bendung sudah menjadi lebih baik dan menjadi lebih lebar, sehingga sangat layak untuk dilewati oleh siapun yang ingin melintasinya.

    Kata dia, kerjasama antara investor dengan pemerintah ini patut untuk diteruskan dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur Kota Serang secara bersama-sama.

    Lebih jauh Budi mengatakab, setelah tahap pertama pembangunan akses jalan Desa Bendung ini rampung dikerjakan, akan disusul pembangunan lanjutannya lagi.

    “Yang insa Allah akan dikerjakan oleh Pak Gubernur Banten Andra Soni, sepanjang 700 meternya lagi, ” tutup Budi. (Trg)

  • Pemkot-BPJN Duet Percantik Pusat Ibukota Serang, Budi Rustandi Turun Tangan Ikut Cat Kerb Jalan

    Pemkot-BPJN Duet Percantik Pusat Ibukota Serang, Budi Rustandi Turun Tangan Ikut Cat Kerb Jalan

    KOTA SERANG – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 80, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bekerjasama Balai Pelaksanaan Jalan Nadional (BPJN) melakukan kegiatan pembersihan dan pengecatan kerb jalan Nasional yang berada di Persimpangan Kebon Jahe Kota Serang, Sabtu (9/8/2025).

    Upaya mempercantik bagian Jalan Nasional  tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Serang Budi Rustandi dan jajaran, bersama para petugas dari BPJN yang hadir.

    Sekedar informasi, kerb atau kastin sendiri biasa digunakan sebagai penguat tepi jalan. Kanstin beton ini biasa digunakan pada trotoar, separator, tepi badan jalan, jalan taman, boulevard, dan sebagainya.

    Selain digunakan sebagai penguat dan pembatas, keberadaan kerb atau kanstin juga dapat menambah nilai estetika dan kerapihan dari trotoar jalan.

    Menurut Budi, kegiatan pembersihan dan pengecatah kerb jalan Nasional hari ini merupakan kerjasama antara Pemprov Banten, pusat dan Kota Serang dalam menyambut HUT RI ke 80, agar Kota Serang bisa menjadi lebih bersih dan tertata lagi.

    “Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan estetika atau keindahan di Kota Serang, “katanya.

    Tak ingin berpangku tangan, Budi Rustandi bergegas untuk mengenakan rompi berwarna kuning dan helm pelindung kepala lanjut mengambil ember cat dan kuas agar bisa ikut ambil bagian mengecat kerb jalan.

    Hal ini diikuti oleh para petugas lainnya, agar pelaksanaan pembersihan dan pengecatan kerb jalan Nasional bisa lebih cepat rampung.

    Lebih jauh Budi menjelaskan, sesuai dengan tugas fungsi dan kewenangannya masing-masing, kerjasama antara Pemkot Serang dan BPJN akan terus dibangun.

    “Dimana, kita (Pemkot Serang) yang menata Kotanya, beliau (BPJN) yang menata jalannya (Nasional), biar lebih maching, ” tutup Budi.(Trg)

  • Mulai September 2025, Pemkot Serang Siap Tata Ulang Pasar Royal Jadi Sentra Ekonomi Modern

    Mulai September 2025, Pemkot Serang Siap Tata Ulang Pasar Royal Jadi Sentra Ekonomi Modern

    Budi Rustandi Wali Kota Serang, menyampaikan hal tersebut saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Pasar Royal pada Jumat lalu. Dalam kesempatan itu, ia meninjau bangunan-bangunan yang berdiri di atas bahu jalan.

    “Kita akan cek legalitas dan posisi bangunan dengan bantuan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Mana yang menyalahi aturan karena berdiri di bahu jalan akan ditindak sesuai ketentuan. Target saya, pembangunan bisa dimulai September,” ujar Budi. Jumat, (8/8/25).

    Ia menegaskan bahwa kawasan Pasar Royal akan disulap menjadi pusat perekonomian baru yang mampu menarik pengunjung dari dalam maupun luar Kota Serang. Penataan akan mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwal) yang juga mengatur keterlibatan dan tanggung jawab pedagang dalam merawat fasilitas.

    “Konsepnya bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga tata kelola. Setiap pedagang nanti harus ikut membenahi tempat usahanya. Kita juga fokus memperbaiki pedestrian dan akses jalan di sekitarnya,” tambah Budi.

    Sebagai bagian dari penataan, kawasan Pasar Royal akan dilarang digunakan untuk parkir kendaraan. Area tersebut akan diutamakan untuk pejalan kaki, serta kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda dan motor listrik.

    “Ini upaya menciptakan kawasan yang nyaman dan ramah bagi semua orang, khususnya pejalan kaki dan pengunjung,” jelasnya.

    Program penataan Pasar Royal ini juga sejalan dengan visi besar Pemkot Serang untuk mewujudkan kota yang tertib, indah, dan layak sebagai ibu kota provinsi.

    Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menambahkan bahwa seluruh infrastruktur di Pasar Royal akan ditingkatkan, termasuk jaringan utilitas.

    “Seluruh kabel udara akan ditanam ke bawah, drainase diperbaiki, dan pedestrian ditata ulang. Ini bagian dari transformasi menyeluruh,” katanya.

    Selain pasar, kampung-kampung di sekitar kawasan juga akan dikembangkan sebagai kampung tematik yang mendukung ekosistem wisata dan ekonomi kreatif.

    Bahkan, Wahyu optimistis wajah baru Pasar Royal akan lebih baik dari kawasan Malioboro di Yogyakarta. “Kita tiru, tapi kita upgrade. Pasar Royal akan lebih bagus,” ujarnya.

    Pemkot juga akan merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di bahu jalan ke Pasar Kepandean pada 27 Agustus mendatang.

    “PKL kami tawarkan untuk pindah ke kios di Kepandean. Kalau tidak mau, mereka tidak boleh lagi berjualan di bahu jalan,” tegas Wahyu.

    Untuk pedagang kios di Pasar Royal, Pemkot mendorong mereka mengubah tampilan toko agar lebih menarik, terutama bagi kalangan muda.

    “Mulai dari cat, desain fasad, sampai konsep bisnisnya. Kita ingin kawasan ini jadi tempat yang nyaman untuk nongkrong, belanja, atau sekadar ngopi,” jelasnya.

    Proyek penataan Pasar Royal ini didukung penuh oleh APBD Kota Serang dengan nilai anggaran sebesar Rp10 miliar.

    Melalui penataan ini, Pemkot Serang berharap dapat menciptakan kawasan ekonomi yang modern, bersih, dan tertib, sekaligus mendukung perkembangan sektor UMKM dan pariwisata Kota.

    Dalam gambar terlihat contoh perencanaan pedestrian untuk wilayah Royal. (Trg)

  • Imigrasi Gelar Layanan Paspor Simpatik Kembali Guna Memberikan Kemudahan Bagi Masyarakat Kabupaten Karimun

    Imigrasi Gelar Layanan Paspor Simpatik Kembali Guna Memberikan Kemudahan Bagi Masyarakat Kabupaten Karimun

    Karimun, Djawaranews.com – Dalam rangka memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam membuat dan memperpanjang paspor pada hari libur, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun kembali gelar kegiatan Paspor Simpatik.

    Kegiatan Paspor Simpatik ini dilaksanakan di Ruang Pelayanan Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun. Sabtu, 09 Agustus 2025.

    Sebelum memberikan layanan kepada pemohon Paspor RI, pegawai Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun yang dilibatkan dalam program Layanan Paspor Simpatik melaksanakan apel pagi untuk memastikan kehadiran seluruh petugas.

    Saat ditemui, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun, Dwi Avandho Farid, yang didampingi Kasi Lalintalkim, Rery Yudhistira dan Kasubsi Lantaskim, Elmi, mengatakan bahwa Paspor Simpatik merupakan program layanan keimigrasian berupa layanan penerbitan paspor RI baru dan/atau penggantian paspor RI yang bukan karena hilang atau rusak yang diterbitkan pihak Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun di akhir pekan atau hari libur, bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tidak memiliki waktu mengurus paspor di hari kerja.

    “Program Layanan Paspor Simpatik hadir untuk mengakomodir pemohon Paspor RI yang memiliki kesibukan di hari kerja dan baru dapat mengurus paspor di akhir pekan,” kata Farid didampingi Kasi Lalintalkim, Rery Yudhistira dan Kasubsi Lantaskim, Elmi.

    Farid menyebutkan bahwa program Layanan Paspor Simpatik ini rutin dilakukan. “Layanan Paspor Simpatik ini rutin kami lakukan, mengingat banyaknya animo masyarakat Kabupaten Karimun yang ingin mendapatkan Paspor RI di luar hari kerja, sehingga program layanan Paspor Simpatik ini menjadi solusinya,” ungkap Farid.

    Kasi Lalintalkim, Rery Yudhistira menambahkan bahwa program Layanan Paspor Simpatik ini dimaksudkan guna memberikan kemudahan bagi masyarakat Kabupaten Karimun dalam hal permohonan paspor RI baru atau penggantian paspor RI yang bukan karena hilang atau rusak, yang tidak dapat datang ke Kantor Imigrasi di hari kerja.

    “Program ini merupakan implementasi peningkatan pelayanan Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun kepada masyarakat Kabupaten Karimun. Adapun jumlah pemohon Paspor RI hari ini, tanggal 9 Agustus 2025, tercatat sekitar 40 lebih permohonan Paspor RI dalam aplikasi M-Paspor untuk kegiatan layanan Paspor Simpatik kali ini. Kami berupaya untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik dan prima (service excellence) kepada masyarakat Kabupaten Karimun,” tambah Rery.

    Sementara itu, salah satu masyarakat Kabupaten Karimun, Wendi mengaku terbantu dengan adanya layanan Paspor Simpatik tersebut.

    “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya, selama ini saya mau buat paspor sangat sulit karena terkendala dengan hari kerja, tapi dengan adanya layanan Paspor Simpatik ini saya bisa membuat paspor. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun,” ucapnya.

    Hal senada juga dikatakan Okta, dirinya merasa terbantu dengan adanya layanan Paspor Simpatik tersebut. “Layanan ini sangat membantu sekali, karena saya bisa membuat paspor tanpa harus izin tidak masuk kerja,” ungkapnya.

  • Profil Walikota Serang Budi Rustandi: Putra Daerah dengan Dedikasi Panjang di Dunia Politik

    Profil Walikota Serang Budi Rustandi: Putra Daerah dengan Dedikasi Panjang di Dunia Politik

    Kota Serang — Budi Rustandi, S.E., dikenal sebagai sosok pekerja keras yang meniti karier politiknya dari bawah hingga kini dipercaya memimpin Kota Serang untuk periode 2025–2030. Lahir di Serang pada 28 November 1970, Budi tumbuh besar di ibu kota Provinsi Banten sebelum terjun ke dunia politik daerah.

    Putra daerah ini menempuh pendidikan dasar di SDN Kasemen, lalu melanjutkan ke SMPN Kasemen, dan SMA YP-17 Kota Serang. Ia kemudian meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Bangsa. Bekal pendidikannya menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan yang berfokus pada kemandirian fiskal dan pertumbuhan ekonomi daerah.

    Karier politik Budi dimulai di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), di mana ia dipercaya menjadi Ketua DPC Gerindra Kota Serang. Pada Pemilu Legislatif 2014, ia terpilih sebagai anggota DPRD Kota Serang dan langsung menduduki posisi Wakil Ketua DPRD periode 2014–2019. Kariernya berlanjut dengan menjadi Ketua DPRD Kota Serang periode 2019–2024.

    Usai satu dekade mengabdi di legislatif, Budi memutuskan maju di Pilkada Kota Serang 2024 berpasangan dengan Nur Agis Aulia. Pasangan ini memenangkan hati masyarakat dan resmi dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Serang periode 2025–2030.

    Sebagai pemimpin daerah, Budi Rustandi dikenal dekat dengan warga. Ia kerap turun langsung meninjau kondisi lapangan, mendengar aspirasi masyarakat, dan memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan warga. Visi kepemimpinannya adalah menjadikan Kota Serang sebagai kota modern, tertata, namun tetap mempertahankan identitas budaya dan kearifan lokal.

    Di tengah kesibukan memimpin pemerintahan, Budi tetap memprioritaskan keluarga. Ia tinggal di Jalan Raya Cilegon, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, bersama istri tercinta, Arfina, dan kelima anaknya.

    Data Singkat

    Nama Lengkap: H. Budi Rustandi, S.E.

    Tempat/Tanggal Lahir: Serang, 28 November 1970

    Alamat: Jl. Raya Cilegon, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten

    Istri: Arfina

    Anak: 5 orang

    Pendidikan Terakhir: S1 Ekonomi – STIE Bina Bangsa. (Trg)

  • Provinsi Banten Raih Predikat Provinsi Layak Anak Kelima Kali

    Provinsi Banten Raih Predikat Provinsi Layak Anak Kelima Kali

    Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali meraih predikat Provinsi Layak Anak (Provila) untuk kelima kalinya secara berturut-turut sejak 2019, selama digelar Penghargaaan Layak Anak. Predikat Provila juga diraih Pemprov Banten pada 2021, 2022, 2023, dan 2025.

    Penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia itu diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan Menteri PPPA Arifah Fauzi kepada Gubernur Banten Andra Soni pada Malam Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025 di Ballroom HM Rasjidi Kementerian Agama RI, Jakarta, Jumat (8/8/2025) malam.

    Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan rasa syukur atas capaian ini dan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan.

    “Alhamdulillah, Provinsi Banten kembali meraih predikat Provinsi Layak Anak untuk kelima kalinya secara berturut-turut. Ini hasil kerja keras teman-teman Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) dan Gugus Tugas serta OPD terkait lainnya yang akan terus kita pertahankan dan tingkatkan,” ujar Andra Soni

    Andra Soni menambahkan, pihaknya menargetkan ke depan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten meraih kategori Utama demi mendukung visi Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030 sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

    “Kami terus berkolaborasi dengan seluruh kabupaten/kota agar setiap daerah menjadi Kota Layak Anak kategori utama,” ujarnya.

    Di lokasi yang sama, Kepala Dinas DP3AKKB Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina menjelaskan, penghargaan Provinsi Layak Anak (Provila) ini pertama kali diraih pada tahun 2019 setelah melalui pembinaan pada tahun 2017. Saat itu, baru tiga kabupaten/kota di Banten berpredikat Kabupaten/Kota Layak Anak kategori Pratama. Berkat pembinaan berkelanjutan, pada 2019 seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten berhasil meraih predikat Layak Anak meskipun dengan kategori berbeda, dan untuk pertama kalinya Provinsi Banten menyabet predikat Provila.

    “Tahun ini, terjadi peningkatan signifikan, di antaranya Kota Tangerang Selatan naik dari kategori Nindya ke Utama, dan Kota Serang dari Pratama ke Madya,” jelas Nina

    Adapun perincian predikat KLA 2025 di Provinsi Banten yakni Kategori Pratama diraih oleh Kabupaten Pandeglang, sedangkan kategori Madya diraih oleh Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang. Untuk kategori Nindya diraih Kota Tangerang, dan kategori Utama diraih Kota Tangerang Selatan.

    Menurut Nina, Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dalam memenuhi 24 indikator dalam 5 klaster penilaian, mulai dari : komitmen kelembagaan,
    klaster 1 pemenuhan hak sipil kebebasan, klaster 2 Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif Klaster 3 kesehatan dasar dan kesejahteraan
    Klaster 4 pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya
    Klaster 5 Penanganan Perlindungan Khusus

    “Partisipasi pemerintah daerah, stakeholder, masyarakat, dunia usaha, dan media menjadi faktor penting, sehingga anak-anak di Banten dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mereka,” terang Nina

    Ditambahkan Nina, Dukungan penuh dari Gubernur Banten Bapak Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Bapak A Dimyati Natakusumah, beserta Ketua TP PKK Ibu Tinawati Andra Soni dan Ketua BKOW Provinsi Banten Ibu Irna Dimyati serta seluruh elemen masyarakat, Pemprov Banten optimistis dapat meningkatkan capaian menuju kategori tertinggi di seluruh kabupaten/kota meskipun secara bertahap.

    “Semua upaya terus dilakukan demi masa depan anak-anak Banten yang lebih baik,” tutup Nina.

    Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan proses penilaian KLA berlangsung panjang, dimulai dari evaluasi mandiri di masing-masing kabupaten/kota (Januari–Juni 2024), dilanjutkan evaluasi oleh pemerintah provinsi melalui DP3AKKB (Juli–Desember 2024), dan verifikasi oleh Kemen PPPA bersama kementerian/lembaga terkait (Januari–Juni 2025). Dari 464 kabupaten/kota yang mendaftar, hanya 355 yang lolos verifikasi dan menerima predikat.

    “Kementerian PPPA menargetkan seluruh daerah di Indonesia memenuhi predikat KLA kategori tertinggi pada 2030, sejalan dengan visi Indonesia Layak Anak (IDOLA),” ujar Menteri Arifah. (Trg)

  • Kadinkes Kota Serang Sosialisasi Germas, Ajak Terapkan Pola Hidup Sehat

    Kadinkes Kota Serang Sosialisasi Germas, Ajak Terapkan Pola Hidup Sehat

    Kota Serang – Kesehatan adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya. Menyadari hal ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi IX, Tb Haerul Jaman, gencar mengajak masyarakat untuk menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Sosialisasi ini digelar di Gapura Indra Function Hall, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Jumat (8/8/2025), dan dihadiri ratusan warga.

    Dalam sambutannya, Tb Haerul Jaman menekankan bahwa biaya pengobatan saat ini tergolong tinggi, sehingga pencegahan menjadi pilihan yang lebih bijak.

    “Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita bisa mulai dari hal sederhana, seperti menjaga pola makan yang teratur, rutin berolahraga, dan memeriksakan kesehatan secara berkala,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, yang menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong masyarakat untuk aktif mengikuti program Germas. Ia sekaligus mengajak warga memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di area stand Stadion Maulana Yusuf, Serang, sebagai rangkaian HUT Kota Serang ke-18.

    Dalam pemaparannya, dr. Hasanuddin menjelaskan bahwa Germas adalah program strategis nasional untuk mengubah perilaku masyarakat agar terbiasa menjalani pola hidup sehat. Germas meliputi: Rutin berolahraga minimal 30 menit per hari, Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari, Rutin memeriksakan kesehatan, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol dan Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

    Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini juga diperkenalkan peran penting Poltekkes Kemenkes sebagai institusi pendidikan kesehatan yang mencetak tenaga kesehatan berkualitas dan siap mengabdi di seluruh pelosok Indonesia. Masyarakat didorong untuk mendukung generasi muda berkarir di bidang kesehatan, demi memperkuat pelayanan kesehatan di daerah masing-masing.

    Acara ini berlangsung meriah dengan kehadiran berbagai tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi IX DPR RI H. Tubagus Haerul Jaman, Perwakilan Kementerian Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr. Hasanuddin, serta perwakilan Poltekkes Kemenkes Semarang dan Banten.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Germas bukan hanya program, tetapi gerakan bersama untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan berkualitas. (Trg)

  • Pemkot Tangerang Kembali Raih Penghargaan Kota Layak Anak dari Kementerian PPPA RI

    Pemkot Tangerang Kembali Raih Penghargaan Kota Layak Anak dari Kementerian PPPA RI

    Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, Pemkot berhasil meraih Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Peringkat Nindya Tahun 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia. Capaian ini menjadi bukti komitmen Pemkot Tangerang dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak di Kota Tangerang.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Nasional/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Ratu Isyana Bagoes Oka, kepada Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin. Prosesi penyerahan berlangsung dalam acara Malam Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2025, yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat, Jumat (08/08).

    Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diterima Pemkot Tangerang. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerja kolektif semua pihak dan menjadi pemacu semangat untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat.

    “Alhamdulillah, penghargaan ini adalah hasil kerja keras kita semua mulai dari jajaran pemerintah, sekolah, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga para orang tua yang berperan aktif menjaga dan mendukung hak-hak anak,” ujar Sachrudin usai menerima penghargaan.

    Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Pemkot terus menghadirkan berbagai program yang berpihak pada anak, di antaranya penyediaan fasilitas publik ramah anak, pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan, hingga pengembangan ruang kreatif sebagai media partisipasi anak dalam pembangunan kota.

    “Penghargaan ini menjadi motivasi untuk kita semua agar tidak berhenti berinovasi dan memperkuat perlindungan anak di Kota Tangerang. Kita ingin setiap anak bisa tersenyum, merasa aman, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpinya,” lanjutnya.

    Di akhir pernyataannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut aktif menciptakan lingkungan yang ramah anak.

    “Tugas ini bukan hanya milik pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas, semua punya peran untuk menciptakan kota yang ramah anak,” pungkasnya. (Ad)