Penulis: Redaksi DjawaraNews

  • Ade Yuliasih Anggota DPD RI Ajak Pelajar SMA Alhusna Kedaung Amalkan 4 Pilar MPR RI

    Ade Yuliasih Anggota DPD RI Ajak Pelajar SMA Alhusna Kedaung Amalkan 4 Pilar MPR RI

    Kab.Tangerang, Djawaranews.com – Ade Yuliasih, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sosialisasikan 4 Pilar MPR RI. Sosialisasi berlangsung di Yayasan Alhusna Waziyadah Ashhabul Maimanah, SMA Alhusna Kedaung, Reancalang Desa Kedaung, Kabupaten Tangerang, Kamis 15 Mei 2025.

    Ade Yuliasih menyampaikan poin-poin 4 Pilar MPR RI, yakni pancasila sebagai dasar dan idiologi negara, undang – undang dasar negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Tap MPR sebagai konstitusi negara, NKRI bentuk negara bhineka tunggal Ika sebagai semboyan negara.

    Sosialisasi 4 Pilar MPR RI itupun diikuti ratusan siswa dan siswi serta para guru SMA Alhusna Kedaung. Dalam sosialisasi itu, pelajar yang hadir terlihat menyimak materi yang disampaikan Anggota DPD RI Ade Yuliasih.

    “Jadikan 4 Pilar MPR RI ini sebagai dasar kita dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Ade Yuliasih dihadapan warga yang menjadi peserta sosialisasi 4 Pilar MPR RI.

    Adapun bentuk pengalaman dari 4 Pilar MPR RI kata Ade, yang paling mudah dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat yaitu dengan saling menghargai antara sesama, tolong menolong dan gotong royong.

    “Menghargai pendapat, menghargai keragaman berbudaya dan beragama. Kemudian saling menolong atau peduli terhadap sesama, termasuk gotong royong dalam kebaikan salah satunya menjaga lingkungan agar tetap bersih, aman dan tentram,” katanya.

    Sebagai pelajar kata Ade, juga bisa mengamalkan 4 Pilar MPR RI dengan terus merawat semangat belajar. Mulai dari belajar didalam kelas juga dilingkungan sekolah.

    “Rajin beribadah, rajin membaca buku, rajin menolong teman yang sakit atau sedang kesusahan, termasuk saling mengingatkan sesama pelajar untuk semangat belajar itu juga bagian dari mengamalkan 4 Pilar MPR RI,” katanya.

    Diakhir pembicaraanya, Ade Yuliasih mengajak semua pelajar untuk memulai bahkan mengajak keluarga, tetangga hingga masyarakat secara luas untuk saling mengingatkan pentingnya mengamalkan 4 Pilar MPR RI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    “Semogah edukasi pentingnya 4 Pilar MPR RI terus berlanjut. Tidak hanya diruangan ini, tetapi juga adik adik teruskan sosialisasinya melalui obrolan biasa dengan keluarga, tetangga atau warga secara umumnya,” katanya. (Shj)

  • BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan ke 9 Ahli Waris Sawit Provinsi Sumsel

    BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan ke 9 Ahli Waris Sawit Provinsi Sumsel

    PALEMBANG, Djawaranews.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Sumatera Bagian Selatan melaksanakan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekebun kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

    Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Sumsel, Dinas Perkebunan Sumsel, serta Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, di Auditorium Graha Bina Praja, Kamis (15/5/2025).

    Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Muhyidin mengatakan santunan JKM diserahkan kepada 9 ahli waris pekebun sawit dengan nominal Rp378.000.000.

    “Hari ini melaksanakan kegiatan simbolis penyerahan santunan JKM untuk 9 ahli waris dari pekebun kelapa sawit yang berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin, Muara Enim, dan Ogan Komering Ilir (OKI),” jelasnya.

    Di kesempatan itu, Muhyidin menyampaikan bahwa pada tahun ini pihaknya diamanahkan untuk mencapai target perlindungan para pekerja di Sumsel mencapai 49,46%.

    Oleh karena itu, dia juga mengucapkan terima kasih atas komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mendorong kepesertaan jaminan ketenagakerjaan dari para pekerja di sektor perkebunan sawit.

    “Kami mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumsel atas komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja di sektor perkebunan sawit,” ujar Muhyidin.

    Di tempat yang sama, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan bahwa kepesertaan para pekerja, termasuk di sektor perkebunan sawit merupakan bentuk pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat.

    “Sebab masyarakat kita kadang-kadang agak kurang sadar terhadap kemanfaatan dari jaminan seperti ini,” kata dia.

    Dengan demikian, dia mengharapkan jaminan yang diberikan kepada para pekerja di sektor kelapa sawit ini dapat memberikan kenyamanan saat sedang bekerja.

    “Diharapkan juga para penerima manfaat agar bisa memanfaatkan dengan baik bisa untuk modal usaha atau ditabung,” imbuhnya.

    Serta terkait target UCJ Tahun 2025, Provinsi Sumsel berkomitmen mencapai angka lebih tinggi yaitu 51% dan di dukung oleh seluruh Kab/Kota.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Agus Darwa menambahkan sebanyak 19.023 pekebun sawit telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan terhitung Agustus 2024.

    Pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dari sektor perkebunan kelapa sawit menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) sawit.

    “Dan pada 2025 ini Dinas Perkebunan kembali menganggarkan perlindungan untuk sebanyak 23.987 pekebun sawit dengan rincian 19.006 peserta lanjutan dan 4.981 peserta baru,” pungkasnya.

  • Tingkatkan Keterampilan Para Kader, TP PKK Kota Tangerang Gelar Pelatihan Pembuatan Konten

    Tingkatkan Keterampilan Para Kader, TP PKK Kota Tangerang Gelar Pelatihan Pembuatan Konten

    Kota Tangerang, Djawaranews.com – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tangerang mengadakan pelatihan pembuatan konten vlog dan video kegiatan PKK di Gedung Nyimas Melati, Kota Tangerang, Kamis (15/5/25).

    Kegiatan yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh perwakilan kader 13 kecamatan dan 104 kelurahan.

    Staf Ahli TP PKK Kota Tangerang Rini Rizqiyya Maryono menuturkan, kegiatan ini sebagai upaya peningkatan keterampilan para kader untuk dapat membuat video, konten dan vlog sebagai sumber informasi kegiatan PKK.

    “Menyampaikan pesan dan pembuatan konten menjadi hal penting bagi para kader PKK. Sebab penyampaian atau laporan kegiatan para kader harus bisa dikemas semenarik mungkin. Bukan hanya sebatas laporan saja, namun bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran masyarakat Kota Tangerang,” kata Rini.

    Rini melanjutkan, pelatihan ini bukan hanya untuk melatih para kader agar dapat membuat video dan foto, namun juga bisa menghasilkan konten yang bisa sampai dan diserap oleh masyarakat. “Harapannya dari pelatihan ini para kader dapat memberi dampak baik bagi masyarakat luas dari konten yang dibuat oleh para kader,” harap Rini.

    Diisi oleh narasumber yang merupakan ahli di bidangnya, yakni Noviar Jalu Sasongko yang merupakan profesional desain grafis anak muda Kota Tangerang. Materi yang disampaikan mengenai pembuatan konten video maupun foto yang mudah dari aplikasi yang sering dipakai content creator.

    Terlihat para peserta pun antusias untuk mempelajari bagaimana membuat video melalui aplikasi CapCut. Bahkan, sesi tanya jawab kepada narasumber tentang bagaimana cara pembuatan video yang menarik untuk di posting di sosial media berjalan sangat interaktif.

    “Semangat belajar dari para kader luar biasa, bahkan terlihat kader yang sudah senior pun antusias untuk melakukan pembelajaran editing video ini,” kata Jalu. (Ad)

     

  • Ini Alasan Kawasan Bebas Sampah Jadi Faktor Penting Penanganan Sampah di Kota Bandung

    Ini Alasan Kawasan Bebas Sampah Jadi Faktor Penting Penanganan Sampah di Kota Bandung

    Kota Bandung, Djawaranews.com – Di Kota Bandung, kini sudah ada ratusan RW yang mulai menerapkan konsep Kawasan Bebas Sampah. Tapi, apa sebenarnya arti dari KBS?

    Plt. Kepala UPT Pengelolaan Sampah, DLH Kota Bandung, R. Ramdani menjelaskan, KBS bukan berarti wilayah itu benar-benar tidak ada sampah sama sekali.

    Namun, KBS menunjukkan warganya sudah punya kepedulian terhadap sampah untuk memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah dari rumah masing-masing.

    “Ini adalah langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih baik,” katanya beberapa waktu lalu.

    Hingga saat ini, kata Ramdani, sudah ada 466 RW dari total lebih dari 1.500 RW di Kota Bandung yang menjadi bagian dari KBS.

    “Ini artinya sekitar 28-29 persen RW sudah aktif dalam program ini. Harapannya, semakin banyak RW yang bergabung ke depan,” ujarnya.

    Menurut Ramdani, KBS merupakan hal penting dalam penanganan sampah di Kota Bandung. pasalnya, semakin banyak sampah dikelola langsung dari sumbernya (rumah tangga), maka biaya pengelolaan akan jauh lebih murah.

    “Saat ini, Kota Bandung menghasilkan sekitar 140 rit sampah per hari. Dari jumlah itu sekitar 30 rit perlu dikelola langsung di dalam kota. KBS bisa menjadi solusi agar sampah tidak terus menumpuk dan makin membebani kota,” bebernya.

    Ia menjelaskan, syarat utama agar sebuah RW masuk kategori KBS adalah adanya pemilahan sampah dari rumah tangga.

    Meski begitu, tidak semua RW yang sudah KBS berarti semua warganya sudah memilah. Namun, langkah ini tetap jadi fondasi penting.

    “Partisipasi warga bisa dimulai dari gerakan Kang Pisman yang merupakan singkatan dari Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan. Ini sejalan dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), tapi dikemas dengan kearifan lokal Sunda,” ujarnya.

    Menurutnya, kesadaran warga adalah kunci. Jika dari tingkat rumah tangga sudah memilah sampah, maka proses selanjutnya jadi jauh lebih mudah.

    “Misalnya, pemilahan yang baik bisa mencegah munculnya belatung di lingkungan, karena sampah organik tidak tercampur,” ungkapnya.

    Dengan dukungan semua pihak, mulai dari warga, RW, hingga pemerintah, Bandung bisa mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

    “KBS bukan hanya target, tapi gerakan bersama demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” tegasnya. (Red)

  • Hadiri Acara Mahasiswa, Maryono: Jangan Berfikiran Negatif dan Suudzon

    Hadiri Acara Mahasiswa, Maryono: Jangan Berfikiran Negatif dan Suudzon

    Tangerang, Djawaranews.com – Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan berpesan agar mahasiswa bisa terus mengasah skill dan wawasan untuk menghadapi tantangan pembangunan di Kota Tangerang.

    “Seperti yang tertuang dalam mars yang tadi kita nyanyikan bersama dari Bapak Djarnawi yang bunyinya ‘Di Timur Fajar Cerah Gemerlapan, Mengusir Kabut Hitam, Menggugah Kaum Muslimin Tinggalkan Peraduan.” tutur Maryono dalam pembukaa Darul Arqam Madya (DAM) dan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Tangerang di Patio Puspem Kota Tangerang, Rabu malam, (14/05/2025).

    “Yang artinya kurang lebih adalah tinggalkan peraduan itu, jangan berdiam diri, jangan stuck, bangkitlah, jangan berpikiran negatif dan suudzon terus. Tingkatkan skill, wawasan serta kolaborasi dan jadi bagian dari elemen pemuda Islam memiliki potensi besar, dan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat Kota Tangerang yang inklusif, berkemajuan, dan religius.” Tegasnya.

    Dalam sambutannya, Maryono juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak dan civitas akademika yang berperan dan terlibat atas terselenggaranya DAM dan PID tersebut.

    “Ini sangat penting tentunya sebagai salah satu bagian dari upaya kaderisasi yang nantinya dapat ikut berkontribusi dalam upaya pembangunan yang berkelanjutan di Kota Tangerang dan juga Indonesia.” ucap Maryono.

    Lebih lanjut, Maryono mengajak kepada seluruh generasi muda secara luas untuk tak berhenti menimba ilmu dan pengalaman melalui berbagai wadah termasuk organisasi-organisasi kepemudaan baik di kampus maupun di masyarakat.

    “Karena kita tidak pernah tahu kita ke depannya kita akan menjadi apa, akan menjadi pemimpin apa, bisa di Permerintahan maupun di dunia usaha misalnya. Karena itu carilah pengalaman dan wawasan serta network yang seluas-luasnya.” tandas wakil. (Ad)

     

  • Wakil Gubernur Banten Berharap Pencak Silat Aktif Perkuat Karakter Generasi Bangsa

    Wakil Gubernur Banten Berharap Pencak Silat Aktif Perkuat Karakter Generasi Bangsa

    Banten, Djawaranews.com – Wakil Gubernur (Wagub) Banten A Dimyati berharap pencak silat bisa berperan aktif dalam memperkuat karakter generasi bangsa, khususnya anak-anak di Provinsi Banten. Hal itu diungkapkan A Dimyati saat memberikan arahan pada acara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Banten 2025-2029 yang dilaksanakan di Aula Dinas PUPR Provinsi Banten, Rabu (14/5/2025)

    Menurutnya, dalam mewujudkan generasi yang unggul, anak-anak kita harus mempunyai karakter yang kuat, berani, pantang menyerah, optimis serta religious, Dimana semua nilai-nilai itu diajarkan dalam pencak silat.

    “Saya yakin orang tua juga akan senang. Karena di pencak silat, anak-anak akan diajarkan disiplin, sopan santun dan patuh terhadap orang tua,” katanya.

    Selain sebagai media pembelajaran, pencak silat juga merupakan pelajaran seni, budaya dan bela diri. Mudah-mudahan kedepan dibawah kepengurusan IPSI Provinsi Banten yang baru, pencak silat bisa memasyarakat.

    “Pencak Silat ini harus kita lestarikan, karena ini merupakan budaya leluhur kita. Dari pada kita mengembangkan bela diri dari luar, lebih baik kita mengembangkan bela diri yang budaya asli kita,” jelasnya.

    Sementara itu ketua IPSI Provinsi Banten Ajat Sudrajat mengapresiasi kepada Pemprov Banten yang telah mensupport kegiatan IPSI. Hal itu menandakan keberadaan IPSI diakui oleh Pemprov Banten.

    “Banten ini memang gudangnya para jawara dan pesilat. Alhamdulillah support dari para tokoh dan kasepuhan membuahkan hasil yang manis sehingga kita bisa mendapatkan juara 1 pencak silat Tingkat dunia,” katanya.

    Ajat juga mengaku bangga dengan wacana yang diungkapkan oleh Wagub Banten A Dimyati yang akan memperkuat pencak silat di sekolah-sekolah. Menurutnya, pencak silat sebenarnya sudah masuk ke dalam Mulok di sekolah-sekolah, hanya saja berjalannya kurang baik dikarenakan kurangnya perhatian.

    “Ke depan, dengan komitmen dari pak Wagub tadi mudah-mudahan pencak silat benar-benar bisa masuk ke sekolah-sekolah,” katanya. (Trg)

  • Para Penambang Butuh Solusi Demi Menghidupi Anak Istri

    Para Penambang Butuh Solusi Demi Menghidupi Anak Istri

    LEBAK, Djawaranews.com – Menanggapi permasalahan masih adanya penambangan batu bara tanpa ijin yang sudah berjalan puluhan tahun di area Perhutani, yang terus disoal berbagai pihak, bahkan sampai pelaku penambangan ada yang menjalani proses hukum, yang fakta dan kenyataannya pertambangan batu bara tanpa ijin itu hingga hari ini tetap berjalan, mendapat tanggapan pegiat sosial Abdul Rohim, Selasa (13/5/2025).

    Menurut Rohim, selama ini pihak Perum Perhutani dari KPH Banten, RPH Bayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Panyaungan Timur, menurutnya tidak fair kalau dikatakan tutup mata apalagi melakukan pembiaran. Pasalnya yang jelas saya ketahui, pihak Perum Perhutani selalu berupaya memberikan larangan dan himbauan agar berhenti menambang. Akan tetapi pihak perhutanipun juga tentunya melihat dari sisi kebutuhan perekonomian masyarakat yang mayoritas menggantungkan penghasilan dari menambang. Jadi tidak bisa juga langsung melakukan secara represif, akan tetapi dilakukan melalui tahapan, yaitu melalui tahapan preventif dulu.

    Begitu juga, untuk memberikan pemahaman dan solusi terhadap para penambang tidak cukup hanya dari satu intansi saja, akan tetapi perlu adanya turun tangan banyak pihak, terutama Pemkab dan Pemprov, ungkap Rohim.

    Lanjut Abdul Rohim, kami paham dalam permasalahan tidak akan kebal hukum. Tapi, sebagai warga Lebak selatan, kami punya rasa empati terhadap para penambang. Mungkin yang lebih baik seharusnya mereka dibina, diberi masukan serta solusi agar dapat berpenghasilan dari cara usaha lain. Karena kami tahu, mereka juga terpaksa melakukan penambangan, karena satu-satunya pekerjaan yang bisa mereka kerjakan dalam mencari nafkah untuk menghidupi anak istri hanya dari melakukan penambangan batu bara tersebut, tandas Abdul Rohim.

    Ini merupakan PR bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak juga Pemerintah Daerah Provinsi Banten, untuk berupaya mendapatkan solusi terbaik bagi masyarakat kecil yang kesehariannya menggantungkan kehidupan dari menambang batu bara, kerena jelas mereka harus melangsungkan kehidupan, mereka butuh makan dan tentunya biaya sekolah anak, pungkas Abdul Rohim. (Yon)

  • Angkat Isu mengenai Restoratif Justice, PERMAHI Untirta Kunjungi Kejati Banten

    Angkat Isu mengenai Restoratif Justice, PERMAHI Untirta Kunjungi Kejati Banten

    Serang, Djawaranews.com – Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Komisariat Untirta mengadakan Kunjungan Instansi ke Kejaksaan Tinggi Banten dengan mengangkat tema mengenai Restoratif Justice di Kejaksaan Tinggi Banten pada, Rabu (14/5/2025).

    Ketua Permahi Untirta, Ricci Otto F Sinabutar mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk mengasah jiwa kritis kader Permahi mengenai Restoratif Justice

    “Restoratif Justice merupakan salah satu terobosan hukum pidana yang lebih mengedepankan pemidanaan bersifat restoratif dibandingkan retributif,” ujar Ricci

    Ricci mengungkapkan, sebagai calon Aparat Penegak Hukum kita harus lebih aktif dan kritis dalam mengikuti perkembangan hukum pidana di Indonesia.

    “Sebagai Agent Of Change dalam profesi Aparat Penegak Hukum, kita sebagai mahasiswa harus lebih peka terhadap perkembangan sistem Peradilan pidana di Indonesia salah satunya penyelesaian perkara melalui pendekatan Restoratif Justice,” tambahnya.

    Diakhir sesi diskusi, Kepala Seksi Tindak Pidana Keamanan Negara, Ketertiban Umum dan Tindak Pidana Umum Lainnya, Rivaldo Sianturi mengajak mahasiswa untuk berprofesi sebagai jaksa yang berintegritas.

    “Sebagai Calon Jaksa, terdapat bekal yang harus disiapkan yaitu memiliki kepribadian yang jujur dan punya tekad yang kuat dalam menggapai cita cita,” ujarnya. (Trg)

  • Lepas Jamaah Haji Kloter 35 JKG Kota Serang, Wakil Gubernur Banten Pesankan Jaga Kesehatan

    Lepas Jamaah Haji Kloter 35 JKG Kota Serang, Wakil Gubernur Banten Pesankan Jaga Kesehatan

    Serang, Djawaranews.com – Wakil Gubernur (Wagub) Banten A Dimyati Natakusumah ingatkan kepada jamaah haji untuk dapat menjaga kesehatan dan dapat saling menjaga sesama jamaah haji lainnya selama melaksanakan ibadah haji nantinya.

    “Utamakan jaga kesehatan. Karena ibadah haji adalah ibadah jasmani dan rohani ini kurang lebih 41 hari. Maka jaga kesehatan sebaik-baiknya,” ungkap Dimyati Natakusumah dalam sambutannya pada Pelepasan dan Pemberangkatan Jamaah Haji Kloter 35 Kota Serang di Alun-alun Kota Serang, Rabu (14/5/2025).

    Selanjutnya, Dimyati juga mengingatkan kepada jamaah haji untuk dapat memfokuskan ibadah hajinya dan selalu bersabar ketika mendapatkan cobaan dan lain sebagainya.

    “Luruskan niat kita untuk beribadah, dan saya minta kepada jamaah haji untuk dapat banyak bersabar disana. Disana juga harus saling asah asih dan asuh,” katanya.

    Pada kesempatan itu, Dimyati juga berpesan kepada para petugas haji untuk dapat memberikan layanan semaksimal mungkin kepada jamaah haji.

    “Kepada petugas haji betul-betul menjalankan tugasnya, terutama untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan,” imbuhnya.

    Selain itu, Dimyati juga berharap kepada jamaah haji dan petugas haji agar dapat memperhatikan kepada jamaah haji yang telah berumur untuk saling membantu pada saat melaksanakan ibadah haji.

    “Kita harap itu untuk saling tolong menolong, saling asah asih dan asuh supaya menolong yang kesulitan, baik itu yang pakai kursi roda dan lainnya. Utamanya menjaga kesehatan,” jelasnya.

    Sementara, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Banten Nanang Fatchurrochman dalam sambutannya menyampaikan selama menjalankan ibadah haji, jamaah haji harus mampu menjaga sikap dan perbuatannya.

    “Kita harus menjaga diri dari perbuatan yang dilarang dan menjalankan perintahnya Allah SWT,” ujarnya.

    Selanjutnya, Nanang berharap kepada jamaah haji untuk dapat bersabar dalam menghadapi kesulitan dan tantangan selama perjalanan ibadah haji dan menerima perbedaan pendapat dan latar belakang jamaah lainnya dengan lapang dada.

    “Bekerjasama dengan jamaah lainnya untuk mencapai tujuan dan menyelesaikan masalah serta mengikuti arahan yang diberikan oleh petugas haji,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, Jamaah Haji Kloter 35 JKG Kota Serang terdapat 393 jamaah, Jamaah tertua berusia 93 tahun dan termuda berusia 22 tahun. (Trg)

  • Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni Dikukuhkan Sebagai Bunda Literasi Provinsi Banten

    Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni Dikukuhkan Sebagai Bunda Literasi Provinsi Banten

    Serang, Djawaranews.com – Gubernur Banten Andra Soni mengukuhkan Tinawati Andra Soni sebagai Bunda Literasi Provinsi Banten periode 2025-2030. Pengukuhan tersebut diselenggarakan pada pembukaan Banten Book Fair tahun 2025 di Halaman Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten, Jalan Raya Jakarta, KM. 4, Kota Serang, Rabu (14/5/2025).

    Bunda Literasi Provinsi Banten Tinawati Andra Soni berharap dukungan dan kolaborasi semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan indeks literasi masyarakat di Provinsi Banten.

    “Ini dapat kita mulai dari anak usia dini, kedepan kita akan berkolaborasi dengan Posyandu dan juga PKK salah satunya dengan meningkatkan peran pojok baca di Posyandu dan juga di satuan pendidikan anak usia dini (PAUD),” ujarnya.

    Selain itu, Tinawati Andra Soni juga mengajak kepada seluruh ibu-ibu untuk dapat mengajak anak-anaknya dalam membaca dongen dan lainnya.

    “Selain meningkatkan literasi, itu juga mampu mendorong anak-anak kita untuk memiliki motivasi dan pengetahuan yang lebih luas. Karena buku adalah jendela dunia,” katanya.

    Sementara, Gubernur Banten Andra Soni berharap kepada semua pihak dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan Bunda Literasi Provinsi Banten untuk terus mengkampanyekan gemar mambaca.

    “Saya harap ibu dapat terus mengkampanyekan gemar membaca,.khususnya kepada generasi muda,” pungkasnya. (Trg)